Cinta Putra-putri Sang Mafia Kejam

Cinta Putra-putri Sang Mafia Kejam
Sikap Devan Yang Berubah


__ADS_3


Dena cukup terkejut ketika pagi harinya Devan tak ingin pergi dari butik, yah pria itu sedang berada di kamar lantai atas milik tante Valerie sementara Dena sedang berada di ruang kerja miliknya, disana dia di fasilitasi oleh tante Valerie untuk bekerja dengan nyaman..


Gadis itu sedang menatap serius sebuah gaun yang dia buat, gaun malam dengan potongan sabrina, Dena serius menatap gambarnya dan tidak memperhatikan kalau Devan sudah masuk ke dalam ruangan..pria itu tersenyum sembari mendekati Dena yang masih tidak menyadari kehadirannya karna terlalu serius...Devan lantas memberi kecupan di dahi Dena hingga gadis itu menoleh dan terkejut setengah mati...


''Devan....''


Devan lantas memutar kursi milik Dena dan mengarah kepadanya..pria itu lantas tersenyum menyadari Dena menunjukan ekspresi tidak terima..


''Jangan menggangguku...aku harus bekerja...''


''Itu salahmu sendiri Dena....kau belum menjawab lamaranku..''


''Aku tidak sedang bermain-main Devan tolonglah..''ucap Dena tajam..


''Dan kau pikir aku juga tidak main-main kalau itu maksudmu Dena...jawab aku...terima lamaranku maka aku tak akan pernah memaksamu atau mengganggumu setiap hari...'' ucap Devan tak mau kalah.


Dena memijit pelipisnya dia menggeleng...


''Aku belum siap menikah..''

__ADS_1


''Kita bisa tunangan dulu...aku ingin mengikatmu Dena...''


''Tidak usah mengikat jika kita jodoh...''


''Kau adalah jodohku dan aku tak ingin kehilanganmu ingat itu..''


Dena memejamkan matanya...


''Jika aku menjawab ya...apakah kau akan mengembalikan butik ini pada tante Vall....percayalah aku tak bisa berkonsentrasi ketika kau di dekatku dan selalu menggangguku..''ucap Dena mengeluh..


Devan tersenyum ia mendekatkan wajahnya dan melum** bibir Dena dengan lembut..


''Kau terlalu buta..''balas Dena tajam..


''Kalau begitu jawablah pria yang buta ini..''


Dena akhirnya tersenyum walau tidak lama....


''Devan....karna kau sudah meminta maaf dengan tulus maka tak ada alasan bagiku untuk menolaknya karna aku juga manusia biasa yang bisa saja melakukan kesalahan sama sepertimu jadi...aku memaafkanmu dan tentang lamaranmu..baiklah...aku menerimanya asal...kau tidak memaksaku menikah..''


Devan mengangguk patuh..

__ADS_1


''Jadi apakah kau adalah kekasihku sekarang..''


Dena menggigit bibirnya dengan wajah yang salah tingkah...sementara itu Devan pun kembali melum** bibirnya...membawanya dalam ciuman panas sebagai bentuk rasa bahagianya...tubuh Dena terangkat ke udara ketika Devan mendekapnya sembari terus menyerangnya dengan cumbuan yang membuat keduanya melayang...sampai puas....Devan melepaskan ciuman mereka walau ia masih terus mendekap Dena dengan erat menetralkan deru nafas mereka yang memburu...


Devan terkekeh...ia memenjara mata Dena yang berbinar......


''Maafkan aku please...aku tau aku layak mendapatkan hukuman darimu Dena..jadi katakan saja apa hukuman itu maka aku akan melakukannya dengan senang hati..''


Dena memutar bola mata nya hingga Devan semakin gemas...dan kembali ingin menciumnya namun Dena menolak dengan tegas....


''Cukup Devan.... astaga.. bukankah kau sudah menciumku..kau harus kerja, aku juga....''jerit Dena tertawa....


Sementara Devan akhirnya mengalah dengan melepaskan Dena...karna memang dia sudah berjanji tak akan mengganggu Dena ketika sedang bekerja..pria itu akhirnya menurunkan tubuh Dena sambil tersenyum..


Devan benar-benar merasakan jatuh cinta pada Dena kali ini dan menyesal mengapa dia begitu lama menyadari perasaannya...


''Jadi kau adalah kekasihku Dena.....''


''Yah.....mari kita jalani saja Devan.....kita adalah sepasang kekasih...''


''Bagus.......aku bahagia Dena...''bisik Devan penuh cinta..

__ADS_1


__ADS_2