
Devan melangkah menuju lift dan masuk ke sana...pria itu memejamkan matanya dengan hati yang berat..mengapa dia mengatakan hal itu dan merasa menyesal saat ini...sebenarnya hatinya tak ingin berkata begitu namun ketika melihat Dena yang menatapnya dengan penuh harap membuat Devan mematahkan hati gadis itu...
Devan hanya belum mengerti hatinya dan dia tak ingin salah dalam melangkah...apalagi ada Zoe yang seperti tidak menyerah pada Dena...
Apa yang harus dia lakukan, apakah ia benar-benar tidak merasakan perasaan apapun pada Dena...benarkah...?
Ting....
Devan melangkah keluar dari lift dan tepat di saat yang sama Dena sampai di ujung tangga....
Hening..
Dena mencoba untuk tidak melihat ke arah Devan...gadis itu melangkah begitu saja melewati Devan yang berdiri dan menatapnya..
''Mengapa kau melangkah begitu saja melewatiku Dena...''suara Devan menembus kesadaran Dena..
Dena menoleh dengan senyuman..
''Maafkan aku...tapi aku buru-buru...''
''Buru-buru...''ulang Devan tidak terima,..
Apakah Dena buru-buru karna tidak sabar ingin bersama Zoe...kenyataan ini begitu membuat Devan kesal.
Devan mendekat hingga membuat mata mereka bertemu...
''Katakan kepadaku..apa yang sebenarnya terjadi denganmu...apakah kau buru-buru ingin menemui Zoe..''suara Devan meninggi hingga Dena hanya tersenyum kesal..
Pria yang sangat aneh, mengapa dia malah bersikap seolah dia pria yang sedang cemburu bukankah itu tak masuk akal....? Tentu saja hal ini tak dapat di terima oleh Dena..
''Aku memang buru-buru karna akan menemui Zoe..''
''Tebakanku benar lalu untuk apa kau menemuinya bukankah kau seharusnya lebih dahulu melakukan perintahku..''
''Maaf tuan Devan..tapi aku sama sekali tak punya waktu berdebat denganmu..''
Dena melangkah menuju kamarnya dan melangkah menuju lemari, mengambil koper pakaian miliknya dan memasukan beberapa baju, sementara Devan begitu terkejut..
''Dena kau mau kemana...''
''Pergi...''
''Kemana....''
Hening...
Dena tidak menjawab apapun juga hal itu membuat Devan hilang kesabaran....ia mendekati gadis itu dan meraih lengannya dengan satu genggaman...dan membuat mereka saling bertatapan...
''Kau mau kemana, mengapa kau tidak menjawabku Dena..''
''Astaga ada apa denganmu...aku mau kemanapun itu bukan urusanmu Devan..''
''Oya...apa kau lupa perjanjian kita...kau harus melakukan apapun yang aku mau dan perintahku adalah kau tidak boleh pergi..''
''Maaf...tapi kali ini aku tak bisa tinggal Devan..''
''Apa maksudmu...''
Dena menepis pegangan Devan di tangannya...
''Jangan bersikap seolah kita sepasang kekasih dan kau melarangku pergi karna kau takut kehilanganku Devan....bukankah kau tidak punya perasaan apapun kepadaku....jadi bertahanlah dengan perasaan itu atau aku akan salah paham lagi...dan mengenai hutangku aku akan melunasinya perlahan...jadi jangan menghalangiku.''ucap Dena kembali melanjutkan memasukan pakaiannya ke dalam koper..
Sementara Devan begitu marah...pria itu kembali meraih Dena kali ini membawa gadis itu di tembok kamar dan menghimpitnya...menjebak dengan kedua tangan Devan di sisi kiri dan kanan Dena...
Keduanya bertatapan....
''Aku tidak setuju kalau kau akan pergi bersama Zoe malam ini...''
''Mengapa....aku bahkan tidak takut apapun Devan,...bukankah kau dan Zoe sama saja..astaga lepaskan aku...ada apa denganmu...''jerit Dena tak terima dan mulai meronta..
Namun Devan tidak berniat melepaskannya.
''Bukankah kau pegawai Mommy...kau akan pergi tanpa pamit..bukankah kau sedang menjadi penghianat..''
''Lepaskan aku Devan..atau orang lain akan melihat kita seperti ini dan mereka akan salah sangka..''
Devan seketika melepaskan pegangannya hingga Dena meneteskan airmatanya..ia menatap Devan...
''Jangan melakukan hal yang akan membuatmu menyesal Devan...kau tau benar kalau aku hanyalah gadis miskin jadi kendalikann dirimu..''
Dena lalu menutup koper dan melangkah melewati Devan begitu saja hingga pria itu membeku...
ketika dia menoleh Dena sudah keluar dari kamar....Devan lalu melangkah mengikuti Dena..
''Tunggu.......''
__ADS_1
Dena menghentikan langkahnya namun tidak menoleh...
Hening....
Devan mendekat dan menekan lift...
''Turunlah melalui lift...bukankah ini hari terakhirmu mengunjungi rumah ini...''
''Terimakasih...''ucap Dena dengan kesedihan di wajahnya...
Dena melangkah masuk dan memalingkan wajahnya tak ingin menatap Devan yang berdiri dengan rapuhnya...
Devan menatap mata Dena yang memerah sebelum pintu lift tertutup..dan memejamkan matanya ketika kesedihan itu mulai merayap masuk dan mengendalikan hidupnya..sungguh Devan tak tahan untuk tidak memikirkan Dena...ada apa dengannya mengapa dia memikirkan Dena...padahal dia benci sekali..
Devan masih berdiri di depan pintu lift dengan pandangan beku....
***********
Sebelum lift turun ke lantai satu, Dena buru-buru menghapus jejak airmatanya...lalu berusaha tersenyum..
Ting.....
Pintu lift terbuka dan ia melangkah keluar dari dalam lift lalu tersenyum ketika Tante Valerie dan Zoe menunggunya..
''Dena..kau sudah siap, berikan tasmu pada Zoe...''
''Biarkan aku....''
''Aku akan membawakannya untukmu Dena astaga kau meremehkan aku...
Mereka tertawa renyah..
''Jadi kau akan tinggal di butik malam ini apa kau benar-benar yakin padahal tante senang sekali..''
''Aku ingin mandiri tante...lagi pula aku akan menginap di rumah Nayra malam ini untuk membantunya memilih gaun..''
''Baiklah sayang....pergilah dan bersenang-senanglah...semoga setelah ini kau bisa menyusul..''canda Valerie...
Zoe langsung berdehem melirik Dena..
''Kau dengar itu Dena...itu artinya kau tak boleh menolakku..''ucapnya dengan percaya diri..
Valerie ikut tertawa melihat keponakannya..
''Jangan mulai lagi Zoe...putuskan saja beberapa gadismu...''goda Valerie yang membuat malam itu menjadi akrab..
Disaat yang sama lift terbuka...Devan keluar dari sana dan menatap Zoe dan Dena bergantian..dia tak akan membiarkan Zoe menang darinya..
''Devan sayang kau belum tidur nak..''
''Belum Mommy....dan Dena kau mau kemana...kau bahkan baru saja sampai kerumah ini..'' desis Devan dengan sinis..
Sementara Zoe merasa gerah dengan kehadiran Devan..
''Dena akan mulai tinggal di butik sambil belajar membuat rancangannya sendiri..jadi malam ini Zoe akan mengantarnya ke butik untuk meletakan kopernya lalu mengantar Dena kerumah Nayra untuk menemaninya memilih gaun...dia akan menginap di rumah Nayra sebelum pernikahan..''ucap Valerie menjelaskan secara detail pada putranya..
''Baiklah...aku yakin Damian ada disana...aku ingin ikut mengantar Dena...tidak masalah bukan..''
Zoe melonggarkan dasinya ia menatap Devan dengan tajam..
''Bukankah tadi kau menolak Dena...mengapa sekarang kau malah mau mendekatinya..bukankah kau terlalu kejam..''
Valerie melirik kedua pria muda di depannya oh tidak.....jangan bilang mereka sedang merebutkan Dena sekarang...? Valerie merasa takut sekarang..
''Bukan karna aku menolak lalu aku anti berdekatan dengannya..''ucap Devan sedikit tajam..
Dena memejamkan matanya..ada apa dengan mereka berdua dia menjadi tidak enak dengan tante Valerie..
''Bagaimana kalau aku memakai taxi saja..''
''Tidak bisa Dena...''teriak Devan dan juga Zoe serempak...
Dena sedikit terkejut dan menatap keduanya dengan bingung, sementara Valerie ikut bingung...
''Apa yang sedang terjadi ini...jika kalian memang ingin mengantar Dena maka jangan bertengkar..jadi Dena yang mengantarmu adalah Zoe dan Devan....sekarang pergilah..''
''Lalu siapa yang menyetir sekarang...'' tanya Zoe mengerutkan kening..
Devan tersenyum mendekat..
''Kau yang harus menyetir Zoe...aku lelah...jadi aku akan duduk di belakang bersama Dena...ayo kita berangkat sekarang...''
Tanpa menunggu, Devan menarik tangan Dena dan membawanya keluar lebih dahulu meninggalkan Zoe dengan koper milik Dena...
''Mengapa aku yang mengalah..''
__ADS_1
Zoe menghela nafas..dan Valerie mendekat...
''Kau harus sabar Zoe...astaga kau tampan sekali...''ucap Valerie mengusap rambut Zoe..seperti anak kecil..
''Mommy jangan melakukannya lagi atau orang akan berpikir aku anak kecil..''
''Hahaha...maaf Zoe habisnya kau sangat imut..pergilah atau Devan akan marah..''
''Oh...Mommy Vall...''keluh Zoe lalu melangkah keluar rumah..
Sementara Devan melangkah bersama Dena menuju mobil yang terparkir..
''Jadi kau akan tinggal di butik.''
''Yah.....''
''Bagus,.....aku pikir kau akan tinggal bersama Zoe.''
Mendengar hal itu Dena terkejut dan menoleh tak terima...
''Apa kau sedang menghinaku..''
''Tidak...''
''Tapi aku merasa yah...kau sedang menghinaku...''
''Dimana letak aku menghinamu Dena..''
Gadis itu menghentikan langkah sembari menatap Devan dengan tajam..ia tersenyum...
''Baiklah...dari tadi kau terus menyinggung Zoe..jadi yah..baiklah..aku pikir Zoe baik padaku, dia tak pernah menghinaku jadi tak ada salahnya aku mencoba bersama dengannya...''
Dena melangkah meninggalkan Devan yang terpaku...beraninya Dena ingin bersama Zoe...
''Apa maksudmu Dena...''
Devan mengikuti langkahnya..
''Aku akan....berkata ya jika dia mengatakan cinta..tak ada salahnya menjadi nyonya Zoe...''
''Apakah kau sudah gila..kau gadis yang sudah tidak suci kau pikir Zoe akan menerima dirimu..''
Dena menoleh dengan tajam...
''Aku pikir Zoe berpikiran terbuka jika dia mencintaiku maka dia akan menerimaku...jadi berhentilah merasa duniaku sudah kiamat Devan....''
''Kau pikir aku akan membiarkannya Dena...''
''Lalu kau mau apa....''
''Dena,.....''
''Ssst......Zoe sudah datang,....''
Devan menoleh dan benar kalau Zoe sudah melangkah dengan menarik koper bersamanya lalu memasukannya di bagasi..
''Ayo masuk Dena...''
Devan membuka pintu bagian belakang...dan meminta Dena masuk namun gadis itu malah menggeleng enggan..
''Karna tuan Devan sedang lelah tapi memaksa untuk ikut mengantar maka silahkan di belakang...aku akan menemani Zoe duduk di depan..''ucap Dena dengan suara yang tegas,...
Sementara Zoe bersemangat...
''Kau menemaniku Dena..''
''Tentu,....ini malam hari kau akan mengantuk di jalan kalau tidak di temani...''
Devan mengepalkan tangannya....beraninya Dena melakukan hal ini..beraninya Dena sengaja membuatnya cemburu bukankah itu sama saja dengan Dena sedang menabuh genderang perang dengannya...astaga...Devan tak akan membiarkan dia menang..
Membayangkan Dena bersama Zoe membuat dadanya panas...Devan sungguh tidak terima kalau Dena lebih memilih Zoe...
''Silahkan masuk Dena...''
''Terimakasih...''
Devan pun mengalah dan duduk di belakanng sementara Dena menemani Devan di bagian depan mobil...mereka lalu melanjutkan perjalanan...
Sepanjang jalan....Devan meminta Zoe memutar musik sedikit kencang hingga membuat mereka berdua tak bisa bicara....karna suara musik lebih kencang..
Devan terus menatap Dena yang tersenyum ke arah Zoe yang juga tersenyum penuh cinta...
Astaga apa yang mereka lakukan...bukankah ini tidak benar...mengapa dia harus mengalah...?
''Berhenti....''teriak Devan cukup keras..
__ADS_1
Zoe mengerem mendadak mobilnya dan menatap ke arah Devan yang terlihat marah...
Deg!!!!!