Cinta Putra-putri Sang Mafia Kejam

Cinta Putra-putri Sang Mafia Kejam
Menjadi Dekat


__ADS_3

Ada yang berbeda dalam diri Nayra pagi ini jika biasanya dia selalu memasang wajah jutek ketika berhadapan dengan Damian kali ini berbeda...Damian mengantarnya pagi ini dan yang tergambar di wajah Nayra kalau dia lebih ramah kepada Damian...setidaknya itulah yang di tangkap mata seorang Devan saat ini..dia dan Zoe seperti biasa tiba di kampus lebih awal, sebenarnya bagi Devan dia tak perlu sering datang ke kampus karna dia sudah mmegang perusahaan seperti Damian namun Devan tidak fokus dan malah lebih suka mendatangi kampus untuk berada di samping Nayra..


''Mengapa kau melamun saja Devan...kita lihat hari ini adalah keajaiban...jadi aku harus mencatatnya..''ucap Zoe mengambil ponselnya..


''Keajaiban apa maksudmu Zoe..kau mulai bersikap aneh..''


Zoe menoleh seolah tak percaya,apakah Devan memang tidak menyadari kehadiran Damian dan Nayra yang sudah mulai akrab...perasaan mereka berada tepat di depan Zoe dan Devan..tidak mungkin jika Devan tidak memperhatikan kecuali dia menutup matanya.


''Damian, Nayra...mereka tampak akrab dan aku rasa Nayra sudah mulai menerima takdirnya..''


Devan mengepalkan tangannya...ia memalingkan wajahnya tak ingin lagi melihat kebersamaan yang entah mengapa membuatnya kesal.


''Kau benar-benar aneh..''ucap Devan melangkah menjauhi Zoe yang heran, ada apa dengan Devan..mengapa dia terlihat tak senang mengetahui hubungan Nayra dan juga Damian...ah..mungkin karna dia terlalu lama jomblo...Zoe terkekeh namun segera menyadari kalau dirinya juga jomblo,...


Haisss....dia harus segera mencari mangsa baru..


Zoe akhrinya melangkah mengikuti Devan yang masuk ke dalam gedung kampus, pemandangan kebersamaan Damian dan Nayra entah mengapa menyakitinya dengan dalam..


*******


''Jadi kau akan menjemputku lagi...'' Nayra tampak sedikit berat hati, bagaimana pun ia tidak terlalu suka dengan sikap Damian yang posesif...


''Tentu saja selesai meting maka aku akan langsung menjemputmu sayang..''


''Biarkan aku pulang dengan Zoe dan Devan saja..jika kau sibuk maka tak masalah..''


Damian menghela nafas....


''Jika aku memang sibuk maka aku akan meminta Ramon untuk menjemputmu sayang..tapi jika kau bersama Zoe dan Devan aku tidak menginjikannya..''


''Mengapa kau bersikap seperti itu Damian...aku lebih nyaman bersama Zoe dan juga Devan...'' Nayra tak mau kalah.


Damian mendekat menatap mata Nayra dan tersenyum..


''Jangan lupa dengan janjimu untuk mendengarkan semua ucapanku Nayra....''desis Damian menuntut


''Astaga Damian....''


Nayra memutar bolamatanya dengan jengah...


''Lagi pula Nayra mereka tak akan langsung kerumah Nayra...Devan dan Zoe akan menuju club malam dan menghabiskan waktu disana..kau hanya akan mengganggu.''


Damian...Damian...Damian, pria ini mulai bersikap seperti seorang kekasih untuknya, bagaimana ini padahal Nayra masih ingin bebas...semua ini karna ia yang lalai dan datang ke pesta hingga Damian mulai menekannya...


''Baiklah...aku mengerti..'' Nayra akhirnya mengalah..


''Bagus....dengarkan aku sayang..kau adalah milikku benar..''

__ADS_1


Nayra mengangguk patuh...


''Dan aku mencintaimu Nayra...''


''Cih...katakan apapun selain cinta Damian...kau bahkan punya Bella si seksi itu sebelumnya..''cibir Nayra memalingkan wajahnya..


Namun Damian kembali menariknya, menggenggam tangannya dan menatapnya dengan dalam...


''Aku hanya sengaja ingin membuatmu cemburu Nayra....''


''Apa maksudmu...''


''Aku sudah jatuh cinta padamu sejak kau berusia 7 tahun...sejak saat itu aku selalu menunggumu sampai hari ini Nayra....''


Ini pertama kalinya Damian mengatakan perasaannya...hingga jantung Nayra berdegup kencang...Nayra tak tau bagaimana wajahnya saat ini...


''Nayra....''


''Aku harus masuk kelas saat ini Damian...aa...aku akan menunggumu.''ucap Nayra dengan gugup..


Nayra melangkah meninggalkan Damian dengan wajah yang memerah, astaga mengapa dia merasakan sesuatu di dalam hatinya..padahal Nayra sangt membenci Damian bukan...oh...ternyata dia labil juga..Nayra segera menghilang di balik bangunan kampus..


Sementara.........


Damian juga tak mampu menyembunyikan rasa bahagianya menemukan wajah malu-malu Nayra tadi...yah...perasaan yang di rasakan Damian kali ini sungguh berbeda...dia lega dan bahagia...ternyata Nayra tidak marah dengan kejujurannya...sungguh Damian mencintai gadis itu...dan semakin hari perasaannya semakin tak bisa dia kendalikan..pria itu lalu melangkah menuju mobil dan meninggalkan kampus dan kembali ke kantornya..


*********


''Haiii........selamat pagi...''


Zoe melirik Devan yang terlihat dingin,


''Kau liat wajahnya Devan..sepertinya Nona muda kita sedang jatuh cinta...''bisik Zoe dengan senyuman di wajahnya..


Devan sama sekali tidak menanggapinya dia malah asyik dengan ponselnya namun Nayra tidak terlalu memperhatikannya..gadis itu lalu duduk di depan mereka..


''Aku lapar sekali dan tidak sempat makan..''ucap Nayra mulai memesan..


''Apakah Damian tidak memberi kau kesempatann untuk makan Nay...'' goda Zoe..


''Aku buru-buru tadi...'' Nayra memberi alasan..


''Oya Nay....nanti siang aku dan Devan ingin mengajakmu ke sebuah restoran, aku di undang salah satu gadisku...''


Nayra menggeleng...


''Maaf tapi aku tak bisa Zoe...Damian akan menjemputku...dia akan marah..''

__ADS_1


Zoe dan Devan saling menatap dengan heran..


''Mengapa kau jadi lembek begini Nayra...biasanya kau tak ingin melihat wajahnya..''


Nayra berdehem, bagaimana menjelaskan situasinya yah.....ini semua karna kesalahannya jadi jika dia cerita tentang pesta itu maka mereka juga akan marah padanya..


''Daddy bilang mulai sekarang aku harus lebih sering menghabiskan waktu dengan Damian karna bagaimana pun kami akan di nikahkan jadi...aku pikir...''


''Hoh.....jadi kau pikir Damian benar-benar menyukaimu yah...'' Devan menyambar kata-kata Nayra dengan menahan geraman..


Nayra mengangkat wajahnya...


''Yah...aku tidak tau...aku bahkan belum menyukainya Devan hanya saja...kami mulai terikat sekarang dan dia adalah tuananganku mau bagaimana lagi..''


''Tapi dia punya banyak wanita Nayra, Bella salah satunya..''ucap Devan tak mau kalah..


Kemarahan Devan membuat Zoe cukup terkejut....hingga dia mulai menangkap jika Devan mungkin secara tak sadar menyukai Nayra..oh...bagaimana sekarang....? Zoe menjadi bingung sendiri...


''Ada apa denganmu Devan..lagi pula jika dia punya Bella aku punya Kevin, dan kalian berdua....''jerit Nayra dengan mata berkaca-kaca..


Devan membeku seketika, dia tak membayangkan kalau kata-katanya akan menyakiti Nayra...


''Cukup...mengapa kalian malah bertengkar...''


''Oh...aku sudah tidak nafsu makan lagi sebaiknya aku pergi saja...''


Nayra bangkit dari tempat duduknya dan melangkah meninggalkan Zoe dan Devan yang terpaku..


''Devan aku pikir...''


Kata-kata Zoe menggantung ketika Devan bangkit dari kursinya dan melangkah mengikuti Nayra....


Zoe hanya ternganga....ada apa dengan perasaan si kembar pada Nayra...? entahlah namun Zoe mulai takut sekarang...


*******


Nayra melangkah cepat menuju taman kampus, mungkin dia akan memesan makanan online saja..


Namun sesaat kemudian lengannya di cekal ketika Nayra melewati lorong kampus yang menghubungkannya dengan taman...di lorong yang tampak sepi itu Devan meraih Nayra dan membenturkannya ke dinding.....


''Devan.....''suara Nayra terputus, ia terkejut sekali...


''Kau pernah berkata kalau jika kau lebih memilih antara aku dan Damian maka kau akan memilihku bukan...jadi aku menagih perkataanmu Nayra...''


''Devan hentikan...ada apa denganmu..''


''Aku menyukaimu Nayra....''

__ADS_1


''Apa....'' jerit Nayra syok mendengar kejujuran Devan kepadanya..


Tidak mungkin...


__ADS_2