
Nayra mematikan ponselnya dan menundukan kepalanya...sungguh ia akan menyerah untuk tidak memilih salah satu di antara Demian atau pun Devan karna sesungguhnya dia tak ingin salah satu dari mereka tersakiti...
Tentu saja.....
Nayra lalu menatap ponselnya, dia akan menemui Kevin hari ini dan akan memaafkan pria yang begitu baik padanya itu...satu kesalahan Kevin tak akan mampu menghapus 100 kebaikan yang telah dia lakukan pada Nayra..
Mereka akan bertemu di sebuah Restoran mewah sore ini...
*********
Di dalam ruang kelurga tampak Dars duduk bersama Valerie dan di hadapan mereka ada Damian dan Devan yang juga duduk bersama..
Damian sama sekali tak mengerti apa yang hendak di bicarakan oleh sang Mommy dan Daddy pada mereka berdua saat ini,..suasana tampak hening seolah masing-masing sedang beradu dengan pikirannya sendiri...
Damian melirik jam di tangannya...
''Apa yang akan di bicarakan, aku harus kembali ke kantor Dadd...Mom...''ucap Damian tak sabar..
Sementara Valerie menatap suaminya untuk meminta tolong mengendalikan situasi..
''Daddy ingin bicara ini pada kalian berdua dan hal ini juga telah Daddy katakan pada paman Pedro dan bibi Nada mereka juga setuju dengan keputusan Daddy....''
Damian menegakan tubuhnya, ia penasaran apa yang ingin di bicarakan Daddy sampai menyinggung paman dan bibi..apa ini ada hubungannya dengan Nayra...?
Damian menoleh kepada Devan yang sesaat juga menatapnya tajam..
''Ada apa ini..apakah ada hubungannya dengan Nayra dan pertunangan kami...''ucap Damian dengan kerutan di dahinya..
Dars menatap putranya dan menghela nafas...
''Kami para orang tua akan memberi kesempatan pada Nayra untuk memilih di antara kalian berdua....''
Damian terkejut dan langsung menoleh kepada Devan yang tersenyum..pria itu berdiri dan menatap mereka bergantian..
''Apa maksud Daddy....''
Damian jelas tak terima...Nayra adalah miliknya dan tidak ada seorang pun yang boleh merebut miliknya apalagi Devan....
Dars mendekati putranya dan menepuk bahu Damian yang terlihat rapuh..matanya berkaca-kaca...
''Nayra mengalami situasi yang sedikit bingung,..kau dan Devan kalian kembar indentik...dan nyaris tak bisa di bedakan jadi mengenai perasaan Nayra perlu waktu untuk memilih...''
''Apa semua ini karna Devan....Daddy...Nayra sudah hampir memilihku tapi....''
''Aku mencintainya Damian....''
Suara Devan akhrinya terdengar dan mampu membuat Valerie gemetar...menatap kedua putranya yang berdiri saling menantang...oh...ya ampun, sejarah akhirnya terulang kembali...
Damian menoleh begitu kesal...jelas dari awal Devan tau kalau Nayra miliknya namun di banding mengalah...Devan malah ingin berperang dengannya..
__ADS_1
Damian mendekati Devan dan meraih ujung bajunya dengan kuat hingga Valerie menjerit histeris...
''Damian.....apa yang kau lakukan...''
Valerie berlari mendekat namun Dars menahan tubuh istrinya dengan memeluk...
''Damian akan menghajar Devan..''keluh Valerie sedih..
''Vall...biarkan mereka saling mengungkapkan perasaan...asal tidak saling memuku..aku akan mengawasi mereka Vall..''bisik Dars mengecup dahi Vallerie menenangkan..
Sementara Damian menatap Devan dengan tajam..
''Apa aku tidak salah dengar Devan...kau bahkan sudah mengalah..''
''Aku tak bisa menahan perasaanku sendiri Damian..setiap kali kau bertengkar dengannya aku ingin memeluknya dan mengatakan semua akan baik-baik saja...bahkan Nayra pernah berucap kalau lebih baik baginya di jodohkan denganku dari pada kau......''
''Apa....'' suara Damian tertelan di tenggorokannya..
''Yah....kau bahkan tak tau perasaan Nayra yang sebenarnya Damian...kau selalu memaksa kehendak kepadanya..pernahkah kau bertanya apa yang dia mau....''teriak Devan dengan keras...
Damian membeku...
''Tapi itu bukan alasan bagimu untuk berniat merebutnya Devan...dia milikku...''
''Kau sangat egois Damian...dan aku tak akan pernah membiarkan Nayra jatuh ke tangan pria egois sepertimu jadi...bagaimana kalau kau menyerah saja...''
Damian menggertakan gigi...hampir saja dia memukul Devan namun sang Daddy menahan tangannya yang sudah siap memukul..
''Kendalikan dirimu Damian...bagaimanapun Devan adikmu..''
''Tak ada seorang adik yang akan merebut milik kakaknya....namun Devan...sudah melakukan hal yang menyakitkan untuk persaudaraan kami...aku tak bisa memaafkannya Dadd...maaf...''
Damian menegakan tubuhnya dan melangkah keluar dari ruang keluarga itu dengan tatapan yang dingin..
Sementara Devan hanya menaikan sudut bibirnya dengan dingin..
Sedangkan Valerie hanya menghela nafasnya dengan berat..
akhirnya mereka akan saling membenci...
Devan lalu melangkah meninggalkan rumah setelah dia pamit pada kedua orang tuanya..
Damian masuk ke dalam mobil dan memukul stir mobilnya dengan kuat, sialan Devan...musuh terbesarnya ternyata adalah adik kandungnya sendiri...bagaimana bisa ini terjadi dalam hidupnya...??
Devan.......mengapa kau melakukan ini...??
**********
Nayra turun dari restoran dan melangkah menuju tangga, gadis itu menyebutkan sebuah nama dan akhirnya...ia pun masuk ke dalam restoran..
__ADS_1
Langkah Nayra pelan ketika ia sampai di depan pintu...dan tak berapa lama kemudian pintu terbuka dan menampakan sosok pria asing yang duduk dan sedang menunggunya..
Oscar mengangkat wajahnya dan ia menatap mata paling indah yang tak pernah dia liat selama ini pada wanita manapun...
Oscar sampai berdiri dan memadang Nayra dengan tatapan memuja...
Langkah Nayra terhenti merasa ragu...apakah dia salah ruangan..gadis itu membalikan tubuhnya dan hendak pergi...
''Aku adalah kakak dari Kevin...''ucap Oscara lembut...
Seketika itu juga Nayra menoleh dan mengerutkan kening..
''Lalu dimana Kevin...''
''Duduklah dulu dan kita akan bicara..''ucap Oscar dengan nada lembut..
Sementara itu...
Nayra akhirnya menyerah dan duduk kembali dengan senyuman pasrah..gadis itu duduk di depan Oscar yang menatapnya dengan penuh penilaian...Nayra tampak sedikit tidak nyaman ketika Oscar menatapnya seolah baru kembali dari dunia lain..
''Kenalkan namaku adalah Oscar...''
Oscar mengulurkan tangannya sementara Nayra menyambutnya dengan ramah..jemari Nayra begitu lentik dan halus....itu jelas tergambar dari keseluruhan dirinya...sempurna..
Nayra menarik kembali tangannya dan menatap Oscar..
''Jadi bisakah aku tau apa yang terjadi pada Kevin....''
Oscar menatapnya tajam..
''Kevin sedang di rawat di salah satu rumah sakit di luar negri karna pukulan Damian Dalton kepadanya yang terlalu keras...dia nyaris lumpuh..''
''Apa.....''
Tubuh Nayra melemah..itu artinya pemukulan itu terjadi saat Damian datang dan menyelamatkan dirinya..
''Aku mengenal Damian sejak lama seharusnya aku tau tentang betapa kejamnya dia di dunia mafia...dia bahkan tidak berbelas kasih..''
Wajah Nayra berubah takut..
''Kau mengenalnya...''
''Yah..kami dulu teman baik tapi dia telah menghianati persahabatan kami dengan kejam..''
''Katakan apapun tentang dirinya..aku ingin tau..''ucap Nayra dengan mata berkaca-kaca...
Sementara Oscar tersenyum menang, dia akan menghancurkan Damian di mata wanita yang dia cintai lalu merebut gadis ini dengan caranya..
''Aku akan menceritakan segalanya kepadamu nona...tapi..aku harap kau siap mendengar semua ceritaku..''ucap Oscar memberi peringatan..
__ADS_1
Dan Nayra menyentuh dadanya..mengapa dia merasa takut hatinya kecewa...?
Mengapa dia memikirkan Damian...??