
Taman itu berubah menjadi penuh haru ketika Dena menyelesaikan ceritanya, Nayra ada disana untuk mengusap punggung sahabatnya sambil menatap ke arah Devan dengan kesal..
''Sudahlah kau tidak perlu menceritakannya lagi Dena..kami minta maaf dengan pertanyaan ini akhrinya membuatmu sedih..''bisik Nayra memeluk sahabatnya..
Sementara Devan hanya mampu diam..dia menatap Dena yang wajahnya sudah memerah karna terlalu banyak menangis dan dia hanya mampu menghela nafas..
''Aku baik-baik saja Nayra...itulah kenyataanku dan aku tak ingin kalian mengasihaniku..''
''Aku tidak mengasihanimu Dena,...aku justru salut padamu kau adalah gadis yang kuat dan aku sangat kagum padamu..''ucap Zoe tanpa ragu..
Sementara Devan memalingkan wajahnya ke arah lain...tolong jangan berpikiran buruk tentangnya kalau dia tidak punya hati namun dia memang tertutup tentang isi hatinya...Devan memang tak ingin melunak dengan gampang pada seorang gadis...hanya Nayra satu-satunya gadis yang bisa dekat dengannya...
''Jadi kau sudah puas jawabannya kan Devan...jadi aku tak ingin kalau antara kita menanyakan hal tentang privasi seperti keluarga...''ucap Damian mengingatkan..
Devan mengangguk patuh sembari menatap Dena yang sedang berusah tersenyum dan menghapus sisa airmatanya...
mengapa dia menangis banyak sekali....?
''Apakah kita akan main lagi...''tanya Zoe mencoba mencairkan suasana..
''Tidak....kita berbincang saja...berhenti memainkan permainan sensitif itu..''Nayra menyela dan di setujui oleh yang lain termasuk Devan..
''Jadi sekarang aku ingin tau harapan apa yang kalian inginkan di masa depan..''tanya Nayra dengan senyuman di wajahnya..
Damian menggenggam tangannya dan membuat Nayra terpaku...
''Aku ingin menikahimu secepatnya..''bisik Damian dengan wajah serius..
Hingga Nayra tersenyum malu..dan tanpa di sangka..tawa itu menular,...hingga pada Dena yang akhirnya ikut tertawa....Devan berdehem ketika dia tak bisa berhenti memandang Dena yang sedang menatap Nayra dan Damian yang saling menggenggam tangan..tanpa sadar Devan tersenyum..
''Yah...bukan itu maksudku....astaga kau membuatku malu...''Nayra mencubit lengan Damian dengan gemas..
''Apalagi...semua sudah aku dapatkan di masa mudaku...hanya kau lah satu-satunya yang aku inginkan di masa depan...'' Damian berusaha jujur..
''Tapi aku masih muda sekali...aku tak ingin menikah dulu..'' jawab Nayra tak mau kalah...
Namun...Damian menarik tubuh Nayra mendekat dan menatap matanya...
''Kau sudah 18 tahun kan...jadi aku akan membuatmu bersedia menikah denganku..''Damian tersenyum tak sabar,...
''Trima....trima...trima.....''
Seru Zoe bertepuk tangan dan meminta Devan juga Dena mengikutinya...
''Trima...trima.....'' Dena tertawa ikut senang ketika Damian kini berlutut di hadapan Nayra..
Nayra menutup matanya dengan tangannya....
''Hentikan Damian..kau membuatku malu..''
__ADS_1
''Ayolah terimalah aku..Nayra...''
Sementara Devan, Dena dan Zoe tak berhenti bersorak agar Nayra menerima Damian...
Nayra menoleh dan menatap Dena yang mendukung Damian..
''Dena...jangan menghianatiku..kau harus mendurkungku...ayolah..''
''Nayra...aku ingat ketika tuan Damian menjemputmu di panti..kau harus sadar kau tak akan pernah menemui cinta seperti itu di dalam hidupmu...''ucap Dena tersenyum...
Nayra mengerang...
''Maukah kau juga ikut memilih bersamaku...jika ya maka aku akan mengatakan ya pada Damian..''
Dena tertawa...
''Mana bisa begitu Nayra...''
''Hanya permainan....''
''Baiklah kalau hanya permainan...''balas Dena mengalah...
Nayra lalu berdehem..
''Baiklah aku menerimamu Damian...''
Hening....
''Nayra.....benarkah.''
''Hum.....''
''Baiklah aku mencintaimu..''
Damian memeluk tubuh Nayra di iringi tepuk tangan mereka..sampai akhirnya Nayra kembali menatap Dena dan menagih janjinya..ketika Damian duduk kembali di antara Devan dan Zoer...
Kini Nayra menatap Dena dan mengulurkan tangannya..
''Dena..kemarilah...''
Dena mengangguk patuh dan melangkah mendekati Nayra berdiri bersama memakai gaun biru yang indah....mereka berdua begitu cantik hingga Zoe dan Devan juga Damian tak mampu mengalihkan pandangan pada mereka yang penuh pesona..
''Sekarang aku ingin bertanya padamu Dena....ini hanya permainan okey....''ucap Nayra di dengar oleh para pria..
Dena menjadi gugup....namun dia mengangguk..
''Baiklah.....permainan..''
Sementara itu Devan dan Zoe merasa berdebar, permainan seperti apa...melihat dari tatapan Nayra..mereka sedang di adu...astaga..Nayra benar-benar...
__ADS_1
''Eehm....kau pasti punya tipe pria yang kau sukai...''
Dena mengangguk....
''Lalu tipe pria seperti apa yang kau suka...''tanya Nayra dengan mata berbinar..
Dena berdehem gugup apalagi ketika mata Devan juga Zoe seakan memakunya di tempat..
''Aku menyukai pria...yang sederhana, dia bisa menghargaiku dan tidak memandang statusku....kau tau...sangat mengerikan jika kau menemukan pasangan yang tidak sepadan denganmu atau tidak sederajat.....''
''Apa maksudmu...Dena..'' Nayra mengerutkan kening...
''Yah....sebelum aku jatuh cinta aku harus tau diri..dengan siapa aku menjatuhkan hatiku, Dena tersenyum dengan mata berkaca-kaca...matanya tak sengaja berhenti tepat di mata Devan yang memenjara matanya....dengan tatapan tak terbaca...aku akan memilih pria yang nasibnya tak jauh beda denganku....agar kami bisa saling menerima...'' Dena tersenyum lembut..
''Apa maksudmu kau membenci pria kaya...Dena..''
''Tidak..aku tidak benci pria kaya...tapi..aku mungkin akan menghindarinya karna aku tidak pantas...aku merasa diriku tidak pantas dengan pria yang kaya....itu saja Nayra..''balas Dena merendah..
Nayra menghela nafas...kalau begini, maka semua yang di cari Dena tak ada pada Devan juga Zoe...aaah..padahal Nayra ingin Dena berjodoh dengan salah satu dari pria-pria jomblo di depannya...
''Baiklah aku ingin bertanya padamu Dena...apakah dari diri Devan dan Zoe tak adakah yang masuk dalam kriteriamu..'' Nayra tak menyerah dalam memberikan pertanyaan.
Dena menatap Devan dan Zoe sebentar dan merasa tidak enak, mengapa Nayra memberikan pertanyaan seperti ini kepadanya...?
''Nayra....''
''Jawab saja....tak masalah kok...''
Dena mengigit bibirnya dan menatap Devan dan juga Zoe...
''Tidak...karna tuan Devan dan Zoe adalah pria kaya jadi kau tidak...''
''Maksudku kriterianya saja Dena tanpa melihat kekayaan mereka...''Nayra menatap tak sabar..
Zoe menatap dengan percaya diri,...sementara Devan merasa dia tak akan di pilih oleh Dena tentu saja...bukankah dia bersikap kejam pada gadis ini....
''Ayolah Dena...aku tak sabar mendengarnya,....''ucap Zoe dengan mata berbinar....
''Aku memilih..tuan Devan....'' ucap Dena dengan suara yang serak..
Deg!!!!
Semua tak menyangka ketika Dena malah memilih Devan, begitu juga dengan Devan sendiri...sementara Zoe terlihat kecewa...
''Devan...aku tak menyangka kau memilih Devan...bisakah kau memberikan alasannya Dena...'' tanya Nayra..
Dena mengangguk...
''Tuan Devan...sangat mencintai Mommynya dalam hal ini tante Vall...aku melihat sendiri bagaimana sikap tuan Devan yang begitu protektif..jadi bagiku pria yang baik adalah pria yang mencintai ibunya..maka dia juga akan mencintaimu dengan tulus..itu saja..''ucap Dena tersenyum...
__ADS_1
Dan jantung Devan berdebar....pria itu menajamkan tatapannya....
Dena..............