Cinta Putra-putri Sang Mafia Kejam

Cinta Putra-putri Sang Mafia Kejam
Cemburu


__ADS_3

Devan dan Zoe saling menatap ketika mobil memasuki area kampus dan dari sana tampak Damian turun lebih dahulu dan membuka pintu untuk Nayra dan membimbing gadis itu keluar...


''Apa kau sudah menyerah tentang Nayra dan membiarkan mereka bersama Dev.''tanya Zoe dengan senyuman di wajahnya..


Devan mengangguk pasrah....


''Aku tak mungkin menjadi penjahat untuk saudaraku sendiri, aku tak ingin mengulang masa lalu orang tua kita..''


Zoe mengangguk dan menepuk pundak Devan...


''Kau akan segera mendapatkan penggantinya aku yakin...''


Devan mengangguk meski dia tidak yakin...


''Bagaimana denganmu...kau juga sudah mulai karatan...''ucap Devan menyikut Zoe..


''Yah...wanitaku tak pernah habis...aku berbeda denganmu Devan astaga...kau akan lapuk jika tidak segera sadar...''


''Kau...''nada Devan meninggi...


''Selamat pagi.......''sapa Nayra dengan sumringah...


Kedua pria itu menoleh...


''Nayra...''


''Sayangku apa kabar...''bisik Devan hanya mampu pasrah ketika Nayra memeluknya..


Sementara Damiaan menatap dengan tajam..


''Aku baik-baik saja Dev...hai..Zoe...aku merindukanmu..''bisik Nayra juga memeluk Zoe..


''Sudah peluk-pelukannya ini bukan ulang tahun atau pesta tahun baru..''ucap Damian tegas,


Hingga Zoe dan Devan tertawa menyadari Damian begitu cemburu...


sedangkan Nayra hanya tersenyum malu...


''Baiklah bagaimana kalau kita ke kelas sekarang...''ajak Nayra melirik jam tangannya...


Zoe dan Devan setuju lalu menegakkan tubuhnya....


''Aku dan Devan akan ke kantor karna hari ini ada rapat jadi kami harus hadir....jadi Zoe kau harus menjaga Nayra..''ucap Damian di amin Devan...


''Baiklah aku tak akan membiarkan satu serangkaian mendekatinya.''


''Aku bukan anak kecil...''ucap Nayra mencibir


''Nayra......''suara berat Damian membuatnya mengalah dan mengangguk patuh.


''Mommy Vallerie memintaku datang kerumah,.untuk makan malam....''ucap Nayra menunjukan. pesan di wa nya...

__ADS_1


Devan menjadi kesal ketika sadar gadis tunawisma itu ada dirumah, entah mengapa setiap kali Devan melihatnya dia kesal sekali dan tak tahan untuk berkata kasar...


''Baiklah...kalau begitu kami berdua akan langsung kerumah...''ucap Damian lalu melirik Devan untuk ikut bersama dirinya...


Sedangkan Nayra dan Zoe kembali masuk ke dalam kelas....


💝💝💝💝


Setelah keluar dari kelas Nayra melirik Zoe...


''Kau pulang saja lebih dahulu Zoe karna ada yang harus aku cari di perpus...''ucap Nayra sambil melirik jam di tangannya.


''Tidak Nayra...si kembar akan menghabisiku jika kita tidak pulang bersama..'' Zoe mengeluh.


''Tapi aku akan sangat lama di dalam...kau akan bosan...''


''Jangan membuatku dalam masalah Nay....ayolah.''


Namun Nayra bersedekap dia mendekati Zoe dan menatapnya tajam..


''Tugasku harus di kumpul besok, aku dan teman-temanku akan mengerjakannya sekarang..begini saja, bagaimana kalau kau lebih dahulu ke rumah Mommy Vall, setelah aku selesai aku akan menyusul..aku janji aku tak akan lama..''ucap Nayra meyakinkan.


Zoe akhirnya tak punya pilihan selain mengikuti ucapan Nayra..


''Ingat Nayra jangan lama..''


''Baiklah.....aku berjanji..''jawab Nayra tersenyum...


Zoe akhirnya melangkah lebih dahulu meninggalkan Nayra yang melangkah menuju perpustakaan..


Zoe mampir ke sebuah toko bunga dan membelikan Mommy Vallerie bunga..pria itu tersenyum sembari menaiki mobilnya...pria tampan itu bergegas menuju rumah paman Dars..Zoe memutar musik sedikit keras dan melajukan mobilnya untuk cepat sampai hingg akhirnya dia sampai..


Mobil di parkir di garasi dan pria tampan itu keluar dari sana, dengan membawa sebuah bucket bunga segar untuk sang Mommy Vallerie..beberapa pelayan yang sudah mengenalnya langsung membungkuk penuh hormat kepadanya..Zoe hanya mengedipkan matanya karna memang dia adalah seorang penggoda..


Ketika dia sampai di pintu depan, Zoe hendak mengetuk pintu namun tanpa di duga olehnya, pintu terbuka dengan cepat dan membuat Zoe membeku...


Siapa dia, apakah dia bidadari, mengapa dia cantik sekali...oh....tidak..dia terlalu cantik...Zoe benar-benar terpana pada sosok gadis yang berada di hadapannya yang nyaris sempurna di depan matanya..


''Siapa kau...'' ucap Zoe mendekat sementara Dena bergerak mundur sedikit takut dengan sikap Zoe yang terlalu agresif...


''Maaf...tapi aku adalah...''


''Dia adalah sekretaris Mommy....''ucap Vallerie keluar dari ruang makan dan tersenyum mendekati Zoe yang masih terpana...


Zoe memeluk Valerie dan memberikan bunga untuk Vallerie...namun matanya tidak mau beranjak dari Dena..


Valerie menatap Dena dan tersenyum..


''Dena,....kenalkan ini adalah Zoe keponakan Tante...dia anak dari saudara kembar om Dars...''ucap Vallerie menjelaskan..


Dena pun tersenyum lalu menundukan kepalanya memberi hormat..namun sedikit terkejut ketika Zoe mengulurkan tangannya, Dena sampai mengangkat wajahnya...menatap sekali lagi wajah ramah yang di tunjukan oleh Zoe...

__ADS_1


Pria ini tentu berbeda dengan tuan Devan yang kaku dan dingin..dengan sedikit tidak enak Dena pun mengulurkan tangan...


''Dena...''


''Zoe...'


''Tuan Zoe....''


''Jangan memanggil dengan kata tuan....aku masih muda..panggil saja aku..kak Zoe atau Zoe saja...''


''Baiklah aku akan memanggil Zoe saja..''ucap Dena sekali lagi menunduk..


''Terimakasih bunganya Zoe..dan karna kau sudah datang,temani Dena dulu dia tak punya teman dari tadi...Mommy harus ke kamar karna Daddy Dars baru pulang..''


''Baik Mommy...''


Zoe menatap Dena yang menatapnya datar tanpa ekspresi di wajahnya..


Zoe merasa berdebar...mengapa gadis ini begitu cantik...dia sudah jatuh cinta..astaga....


********


Sampai akhirnya Nayra selesai mengerjakan tugasnya, gadis itu lalu melangkah keluar bersama beberapa teman gadisnya menuju halaman kampus dan mereka berpisah disana...


Nayra melangkah sendirian di trotoar sambil melirik taxi yang lewat...sebenarnya dia bisa menelfon Damian atau Devan juga supirnya namun Nayra tidak ingin merepotkan..


Sementara itu dari seberang jalan, sebuah mobil terparkir disana...di dalamnya tampak seorang pria yang sedang menatap Nayra dari jauh..


Dialah Oscar...pria itu menatap Nayra dengan tatapan tak terbaca,sejak peristiwa pemukulan oleh Damian dan ia teluka parah,..Oscar memulihkan diri dengan cepat walau dia juga terluka tembak...Nayra selalu ada di dalam pikirkannya, dan dia tak bisa memikirkan hal lain selain Nayra seorang...


Oscar jatuh cinta dan parahnya kali ini dia menolak menyerah sebelum Nayra menjadi miliknya meski harus merebutnya dengan kejam..namun kali ini Oscar tak mau bertindak buru-buru atau gegabah...pria itu tak akan melakukan kesalahan yang sama...


Oscar lalu turun dari mobilnya dan melangkah mengikuti Nayra dari arah belakang.....pandangannya mengeras...ketika Nayra menghentikan langkahnya tiba-tiba..


Dan...gadis itu membalikan tubuhnya...


Deg!!!!!


Nayra membeku melihat Oscar berdiri di depannya dengan perban yang masih melilit lengannya akibat tembakan Damian....ingatan Nayra langsung singgah pada malam ketika Oscar memburunya dan gadis itu gemetar dan bergerak mundur,...Nayra ketakutan..


Namun Oscar tetap mendekatinya,....


''Nayra....''


''Tidak........lepaskan aku...''


''Nayra....dengarkan aku dulu..''


Oscar menarik lengan Nayra hingga gadis itu berbalik dan menatapnya...


Mata Nayra berkaca-kaca sungguh ketakutan.....tubuhnya sampai gemetar...

__ADS_1



__ADS_2