
Hening.....
Nayra menoleh beku, ini sama sekali di luar dugaannya, Devan ternyata sadar kalau selama ini Nayra tidak pernah mencintainya dan bahkan Nayra hanya menganggap dirinya seperti Zoe, perasaan memang tidak bisa di paksakan seperti itulah perasaan Nayra...
Hatinya bahkan berada di batas kebimbangan, dia tak bisa mengerti apa mau hatinya sendiri karna itu...Nayra memilih melepaskan segalanya termasuk hubungannya dengan Damian dan Devan..begini lebih baik...
''Kau pasti kecewa kepadaku Dev,.....''bisik Nayra pelan..
Sementara Devan menghela nafas berat bukan berarti dia baik-baik saja setelah penolakan Nayra kepadanya, namun Devan sudah bisa merasakan apa yang akan terjadi...
''Meski aku kecewa tapi Nay....aku sudah menyiapkan hatiku sejak lama....aku tau kalau hatimu terlanjur berlabuh pada orang lain...''
Keduanya bertatapan tajam....
''Sok tau...'' desis Nayra melirik sambil tersenyum..
''Aku serius Nayra...jika perasaanmu pada kakakku.....''
''Tidak...jika maksudmu Damian...aku tidak mencintainya...''
''Kau membencinya...''tebak Devan dan mendapat anggukan kepala dari Nayra..
''Kau benar...''
''Ada yang bilang benci dan cinta hanya setipis kabut Nayra....karna orang yang kita benci selalu ada di dalam kepala dan hati kita,...dia bisa menjadi bumerang..''
''Tidak...aku pastikan aku...''
''Jangan memastikan sesuatu yang bahkan kau tidak tau Nayra...''
Gadis itu menundukan kepalanya dalam-dalam ketika airmatanya kembali menumpuk di dalam matanya..gadis itu menghela nafas yang terasa sesak..sungguh semua yang dia rasakan begitu berat..
Damian seolah jauh dari bayangannya..tidak...dia sudah bertekat tak ingin menumbuhkan perasaan apapun selain benci di dalam hatinya untuk Damian...
''Baiklah aku menyerah,....Devan...tolong maafkan aku..aku takut sekali kau akan menjauhiku atau marah...''
Devan tersenyum...
''Aku sudah ku bilang bukan, aku sudah mempersiapkan hatiku untuk ini karna sebenarnya jauh di dalam hatiku aku yakin kau tidak mencintaiku...dan mengenai hubungan kita...akan kembali seperti dulu aku janji...aku dan Zoe akan selalu melindungimu..''
Airmata Nayra tak kuasa berderai....aah..betapa baiknya Devan kepadanya...isakan Nayra kembali terdengar hingga Devan mendekatinya dan membimbingnya berdiri, jemarinya naik ikut menghapus airmata Nayra di wajah cantiknya..
''Kau tau yang unik darimu..''
Nayra menggeleng masih menangis...
''Ketika kau menangispun kau sangat manis....''
''Oh Devan....''
Nayra menghambur untuk memeluk Devan..tangisannya pecah saat itu juga, Devan tak pernah sekalipun menyakitinya, dia dan Zoe sangat berarti dalam hidup Nayra....
gadis itu juga begitu sedih..karna ia sudah menyakiti salah satu pria paling baik...
''Maafkan aku Dev...''
Devan membelai rambut Nayra...hatinya jauh lebih lega...meski kecewa, ada harapan untuk Damian bukan..jika mungkin Devan akan melakukan apapun untuk menyatukan Damian dan Nayra..
''Sudahlah..apa kau tidak lelah minta maaf terus..''
__ADS_1
Pelukan itu terlepas dan Nayra mencoba untuk tertawa...
''Nayra....jika kau berubah pikiran tentang Damian..aku akan membantumu..apapun itu agar kalian bersama, tentu saja jika kau juga menyukainya...aku ingin kau tau bahwa aku akan sangat rela jika kau bersama Damian...''
''Tidak...aku tak ingin ada yang berubah Dev..aku juga meminta kepadamu jangan katakan apapun kepadanya, dia tampak bahagia bersama Bella...jadi biarkan saja...''
''Tapi Nayra dia....''
''Dia tidak mencintaiku Dev...perasaan benci kami sama saja...aku yakin dia akan lebih bahagia dengan gadis lain...''ucap Nayra dengan nada pasrah..
Sementara Devan hanya terdiam...masih terbayang ketika dia memeluk Nayra dan Damian melihat semuanya..astaga kakaknya pasti berpikir yang tidak-tidak tentangnya...
Haruskah Devan mengatakan kebenaran ini...?
''Nayra..sebenarnya kau sudah tau perasaan Damian sebenarnya...''ucap Devan menuduh..
Nayra memalingkan wajahnya...
''Kami tidak bisa bersama...Dev,..tolonglah..''
''Baiklah terserah padamu...tapi ingat kau akan selalu kami lindungi Nayra...''
''Terimakasih Devan..''
Keduanya saling melemparkan senyuman lega...
**************
Damian kembali meneguk sampanye di tangannya..dia tengah berada di pesta salah satu temannya di sebuah Club malam yang terkenal di kota itu, dan dia datang bersama Bella..gadis itu ya ampun sedang menggoda teman-temannya yang lain dengan pakaiannya yang terbuka, memang mereka bukan pasangan kekasih jadi Damian juga tak bisa melarangnya, mereka hanyalah teman baik...dan Damian meminta Bella membatunya untuk membuat Nayra cemburu meski Damian pikir itu hanya sia-sia...
Nayra bahkan tidak cemburu sama sekali...hatinya sudah sepenuhnya menjadi milik Devan adik kembarnya..
Damian tersenyum dingin kembali meneguk minuman itu dalam jumlah banyak...suara dentuman musik yang keras..banyak anak mudah yang mabuk...meski itu tidak terpengaruh kepada Damian..pria itu bahkan masih sadar sepenuhnya..
''Silvi...duduklah..''sapa Damian dengan ramah..
Silvi lalu duduk di depannya sembari minum bersama Damian..
''Apalagi yang di pikirkan tuan Mafia...''
Damian tersenyum....
''Hidup yang berat...''
''Wah....hidup yang berat, kau benar sekali...aku bisa melihatnya di dalam matamu..kau sangat hancur..''
Damian terkekeh..
''Sejak kapan kau menjadi peramal....''
''Aku punya bakat terpendam hanya saja kau tidak tau Damian...''
Keduanya tersenyum...Damian terkejut ketika ponselnya berdering..
Devan....mengapa dia menelfon..?
''Adikku menelfon Silvi, disini terlalu ramai..aku akan menerima telp di luar...''ucap Damian bangkit seraya melangkah keluar Club..
Sementara Silvi melanjutkan minum sendirian, Damian melangkah keluar Club dan mulai menerima telp dari Devan...
__ADS_1
Damian : Hallo....Dev...
Devan : Kau dimana....
Damian : Di Club, ada apa...
Devan : Bisakah aku meminta tolong padamu...
Damian mengerutkan kening, tumben Devan meminta tolong padanya...
Damian : Katakan saja....
Devan : Ini tentang Nayra......
Damian : ( Membeku sebentar ) Nayra....?
Devan : Mobilku mengalami pecah ban, aku meninggalkan Nayra di Restoran Mutiara di pinggir pantai..bisakah kau menjemputnya..Damian.
Damian : Apa....kau benar-benar serius Devan
Devan : Yah...aku serius...
Damian : Baiklah...aku akan kesana.
Devan : Baiklah...cepat.
Damian : Oke.
Damian menyimpan ponselnya, senyum tergambar di wajahnya..pria itu segera melangkah ke arah mobilnya namun, suara Bella memanggilnya dengan cepat...
''Dam......''
''Ya Bella...''
Damian membuka pintu mobil, dan akan masuk..
''Kau mau kemana...''
''Aku harus menjemput Nayra...jadi kau bisa meminta teman kita yang lain untuk mengantarmu pulang..''
''Nayra...''ulang Bella menunjukan wajah kesal..
''Aku harus pergi..'' Damian menghidupkan mesin mobil dan meninggalkan Bella sendirian..
Bella mengepalkan tangannya tidak terima...beraninya Nayra memanfaatkan perasaan Damian kepadanya...awas Nayra....
*********
Kebetulan lokasi Club searah dengan restoran...hingga Damian sampai dengan cepat..
Dari jauh dia bisa melihat seorang gadis cantik berdiri dengan gelisah di pinggir jalan, sialan Dev...setidaknya dia membiarkan Nayra menunggu di dalam resto..
Damian membuka pintu mobil dan melangkah mendekati sosok Nayra yang membelakanginya..jantungnya berdebar keras ketika dia semakin dekat dengan Nayra...mengapa dia gugup begini..?
''Nayra.....''
Deg!!!!
Suara itu sanggup menggetarkan hati Nayra hingga dia menoleh...matanya berkaca-kaca...
__ADS_1
''Damian....''suaranya bergetar dia sangat terkejut..
Sementara dari jauh di dalam sebuah mobil Devan tersenyum...semoga apa yang dia lakukan bisa membawa hasil baik..Devan lalu meninggalkan lokasi restoran dengan cepat, malam ini dia harus mengibur dirinya dari patah hati...