Cinta Putra-putri Sang Mafia Kejam

Cinta Putra-putri Sang Mafia Kejam
Hamil Yess.....


__ADS_3

Damian melangkah turun dari mobil dia sangat percaya pada kata-kata Mommy tentu saja dan ketika melihat Nayra dia sudah membayangkan ia akan menjadi ayah...


''Lebih baik kita pulang saja..''bisik Nayra dengan malas..


''Tidak...aku tidak mau...kita harus membawa kabar apapun..pada orang tua kita..''


''Tapi bagaimana kalau aku tidak hamil..''tanya Nayra menatap mata Damian...


Damian tersenyum sembari menarik Nayra ke dalam pelukannya...


''Malam ini aku tak akan melepaskanmu..aku akan bekerja dengan giat..hingga kau hamil..''


''Ckckc.....bisakah kau tidak menjelaskannya...kau bahkan tak berhenti menyentuhku..''desis Nayra kesal..


Damian mengangguk membenarkan kata Nayra..kalau hampir setiap malam ia selalu mengajak Nayra bercinta...karna hal itu juga dari siang sampai malam Nayra selalu melarikan diri pulang ke rumahnya juga rumah Mommy Vall....mau bagaimana lagi, Nayra terlalu menggemaskan lagi pula mereka masih pengantin baru dan dia tak bisa berhenti menyentuh Nayra...


''Baiklah maafkan aku Nay...aku hanya bercanda..bagaimana kalau kita masuk sekarang..''


Nayra mengangguk, ketika Damian membimbingnya masuk ke dalam ruangan sang dokter...


''Silahkan masuk dan duduklah..''


Seorang dokter wanita bernama Rani tersenyum pada mereka berdua..


''Terimakasih dokter..''balas Nayra dan Damian bersamaan...


Mereka pun duduk,..Nayra mulai bicra....


''Dokter...aku ingin memeriksakan diriku apakah aku sedang hamil atau tidak..''


''Berapa lama anda telat haid nyonya..''


Nayra memandang Damian, dan mulai mengingat..


''Hum...sekitar dua bulan..''


Dokter menganggukan kepalanya,..


''Baiklah bagaimana kalau kita melihatnya di layar..silahkan anda berbaring nyonya Nayra..kita akan melakukan usg..''


''Baiklah...''


Damian membantu Nayra menuju ruang pemeriksaan dan membaringkannya di atas tempat tidur dan mulai memeriksa...


Dokter pun tersenyum ketika dia menemukan kantong kehamilan yang sudah mulai terlihat...


''Yah...kita liat disini..memang benar kalau Nyonya sedang hamil...apa kalian bisa melihatnya di layar..''


Damian sungguh terkejut hatinya berdebar bahagia ketika melihat sebuah bulatan kecil di layar yang menunjukan kalau itu adalah bayinya,..


''Ukurannya normal dengan usia 8 minggu, jadi bulan depan kita bisa mendengar detak jantungnya..''ucap Dokter dengan senyuman di wajahnya..


Sementara....


Nayra dan Damian saling menatap dengan tatapan berkaca-kaca...


''Selamat tuan dan nyonya..''


''Terimakasih dokter..''balas Nayra sungguh tak mampu menahan rasa harunya...ia meneteskan airmatanya...


****************


Damian memeluk Nayra ketika mereka keluar dari ruang pemeriksaan dengan membawa hasil usg untuk di tunjukan pada orang tua mereka..


Nayra menghentikan langkahnya ketika airmatanya tak kuasa menetes...akhirnya dia akan menjadi seorang ibu..di usia yang masih mudah..


''Sayang...mengapa kau menangis..''bisik Damian mengerutkan kening..

__ADS_1


''Damian..aku hamil...astaga...aku hamil..''ulang Nayra tak mampu menahan rasa bahagianya..


Damian meraih istrinya dan mendekapnya dengan erat,...menenangkan tangisan Nayra karna Damian juga akan sedih sekali....


''Terimakasih Nayra..aku juga tak menyangka jika secepat ini...aku juga akan menjadi ayah jadi..meri kita bekerja sama untuk bahagia..''


''Hum...baiklah...aku akan menjaga anakku dengan baik..''balas Nayra memeluk perutnya..


''Itu bagus...''


Nayra menoleh pada Damian yang sedang menatapnya..


''Aku juga ingin mengatakannya kepadamu kalau dokter bilang untuk sementara kau tak boleh menyentuhku..bagaimana kalau kita perpanjang saja...aku tak mau terjadi sesuatu pada anak kita...''Nayra begitu serius hingga membuat Damian takut..


''Apa maksudmu Nayra...''


Nayra mendekat...


''Damian....kau tak boleh menyentuhku sampai aku melahirkan dan masa pemulihan..yah..dengan cara itu kita akan menjaga anak kita..''


Nayra lebih dahulu melangkah meninggalkan Damian yang membeku..


''Apa maksudmu Nayra..hei kau tak bisa melakukan itu apa kau mau membunuhku..''keluh Damian dengan tatapan hancur..


***********


Dars dan Valerie duduk bersebelahan sementara Devan dan Dena juga duduk bersama..Dena merasa sungguh canggung karna ia berada di tengah orang tua Devan...dan dia merasa tak pantas..


''Bagaimana panti asuhanmu Dena...apakah pembangunan sudah di mulai..''tanya Dars dengan wajah serius..


Yah..Dars adalah penyumbang rutin di panti dan sekarang sedang membuat bangunan baru untuk memperluas ruangan dan berbagai fasilitas..


Dena berhutang budi pada keluarga baik ini..


''Iya Om,....pembangunan sementara di lakukan jadi anak-anak sangat senang karna mereka akan punya kamar lebih luas dan ibu panti dan para pengurus sangat berterimakasih atas kebaikan Om dan tante dalam hal ini...''ucap Dena dengan sangat sopan..


''Tentu saja...kami bahagia dan bersyukur jika semua senang.....''jawab Dars lalu mendapat anggukan kepala dari Valerrie..


Sementara Devan semakin bangga dengan ketulusan seorang Dena..dia tidak melupakan dari mana dia berasal dan hal itu semakin membuat Devan jatuh cinta..


''Dia akan menjadi seorang desainer terkenal Daddy..''ucap Valerie memuji..


''Benarkah...selamat Dena..''ucap Dars tertawa dan melirik Devan yang sedang menatap Devan dengan tajam..


Astaga...mereka sudah jatuh cinta...


''Terimakasih...ini masih awal dan aku akan banyak belajar Om dan tante sekali lagi terimakasih banyak memberiku kesempatan...'' mata Dena berkaca-kaca...


''Oh...malam ini aku senang sekali karna aku sedang bahagia...''ucap Valerie antusias...


Dan tak berapa lama kemudian suara mobil memasuki gerbang membuat mereka terkejut..


Valerie menatap Dars dengan pandangan penuh harap...


mereka menatap ke arah pintu dan tak berapa lama kemudian Nayra muncul di pintu dengan senyuman yang tergambar jelas di wajahnya sementara Damian masih terlihat kesal..karna keputusan Nayra..


''Mommy..........Daddy...aku hamil..''jerit Nayra dengan suara yang keras,.


Valerie juga Dars saling menatap dengan senyuman di wajah mereka..


''Hamil........''ulang Valerie menyambut Nayra memeluknya hal yang sama juga di lakukan Dars memeluk Nayra dengan tawa yang renyah...


Dena dan Devan ikut bahagia dan terjadi saling memeluk antar keluarga..


Nayra memeluk Dena dengan erat dan berbisik..


''Aku hamil calon saudara iparku..kuharap kau menyusul setelah ini..''bisik Nayra di telinga Dena..

__ADS_1


''Astaga Nayra...tapi apapun itu aku sangat senang..selamat...kau akan menjadi ibu..''ucap Dena sekali lagi memeluk Nayra dengan begitu erat..


Semua bahagia..


''Ada apa dengan wajahmu..Damian..''tatap Devan menepuk pundak saudara kembarnya..


Damian menghela nafas...ia menatap Devan...


''Kau akan merasakan sendiri jika Dena mu hamil....ayolah jangan terlalu lama..aku ingin anak kita jaraknya tidak jauh..''bisik Damian tersenyum..


Devan tergoda dengan ucapan Damian..terdengar begitu indah..dia menatap Dena yang sedang berkumpul dengan Nayra dan Mommy entah mereka bicara tentang apa...sementara Daddy Dars mendekat...


''Anak-anak...Daddy bahagia malam ini..''ucap Dars memeluk Damian dan menatap Devan..


''Jangan terlalu lama Devan...manfaatkan waktumu astaga..Daddy ingin menimang cucu dari kalian berdua..''ucap Dars antusias,...sambil melirik Dena..


''Daddy....aku akan mengingat perkataanmu..''ucap Devan tersenyum...


Mereka lalu melewatkan makan malan dengan penuh canda...


''Aku ingin anak lelaki Momm..''bisik Nayra antusias..


''Tidak...aku ingin anak perempuan..''balas Damian tegas..


Semua memperhatikan mereka dengan senyuman lucu..pasangan suami istri ini bertengkar bahkan mereka belum tau jenis kelaminnya..


''Sudah...sudah,...jangan bertengkar..Mommy doakan agar kalian punya sepasang bayi kembar agar kalian tidak berebut lagi..''ucap Valerie menengahi pertengkaran Damian dan Nayra..


''Amin..........'' suara Dena terdengar kencang hingga dia membeku ketika tak ada yang menyahut melainkan dia sendiri..


Semua mata memandang kepadanya hingga Dena memucat..


''Maafkan aku...aku hanya terlalu senang...''


''Kau tidak salah sayang,....bagaimana kalau kita doakan agar kita cepat menyusul..''bisik Devan menaruh tangannya di bahu Dena dan membuat gadis itu memucat..


''Devan...'' desahnya dengan mata melebar penuh peringatan..


Mereka sedang berada di tengah makan malam keluarga dan Devan mengatakan hal yang di luar dugaannya..


''Devan benar..kalau kalian saling menyukai maka bagi Mommy dan Dadyy tidak jadi masalah...kami bahagia...''ucap Valerie menenangkan Dena yang pucat pasi..


Nayra menyentuh jemari Dena dan membuatnya kuat..


''Aku juga senang sekali kalau kau menikah dengan Devan..kita akan jadi saudara ipar yang kompak..''


Damian dan Dars juga mengangguk setuju..


''Dena...semua keluarga setuju..kami akan menunggu keputusan kalian berdua...''


Dena tak bisa berkata selain dia tersenyum dan menganggukan kepala...lalu menatap Devan yang terlihat bahagia..oh astaga dia malu sekali...


*******


Dena dan Devan naik ke lantai dua..dan ketika Dena hendak melangkah ke kamarnya, Devan menariknya mendekat sembari membuka pintu kamarnya....


''Dena...apakah kau marah padaku tadi..''


''Yah...aku malu Devan...kau tidak bisa membaca situasi...aku tidak siap mendapat tatapan mereka..aku malu sekali..''


Devan menyentuh wajah Dena dan membawanya mendekat....


''Mengapa kau harus malu..kau di terima disini jadi..tenanglah Dena....bukankah aku sudah bilang mencintaimu..''


Deg!!!!!!!


Devan melirik bibir Dena....dia mendekatkan wajahnya..

__ADS_1


Skip......


__ADS_2