
Dokter menatap Valerie dan putranya yang terlibat perdebatan kecil...
''Jadi pasien mengalami geger otak ringan karna benturan di kepala, untuk sementara dia harus istirahat dari segala aktifitas..''
Valerie tampak syok dan merasa bersalah...ia bahkan masih membayangkan gadis cantik itu ketika menahan sakit..
''Siapa namanya...keluarganya...''
''Dari tanda pengenalnya tertulis dia bernama Delania...dia tinggal di panti asuhan..''
Yah...benar sekali kan tebakan Devan....gadis panti asuhan yang ingin merubah hidupnya lalu mengambil jalan pintas untuk menjadi kaya raya...dia mencari sasaran orang kaya untuk di jebak..
''Panti asuhan...''ulang Valerie dengan mata yang basah..
''Mommy...sudahlah aku bilang apa, dia pasti mengincar uang Mommy...tapi tenang saja aku akan mengatasinya Momm...''
Valerie melirik Devan dengan tajam..
''Jangan berkata begitu Devan astaga..dia sedang sekarat..''bisik Valerie dengan nada kesal..
Devan hanya mengangkat bahu mencoba mengalah meski dia yakin sekali gadis itu benar-benar sengaja..
''Lalu apakah dia sudah sadar Dokter..aku akan melihatnya...''ucap Valerie mengabaikan tatapan Devan yang tak setuju...
''Mommy....''
''Hentikan Devan...sebaiknya kau ikut Mommy sekarang kita akan meminta maaf padanya..''
''Mommy beri dia uang maka semua selesai..''
''Cukup Devan...ikut Mommy sekarang...''ucap Valerie cukup tegas....
Devan tak punya pilihan selain ikut masuk ke dalam ruangan meski dia kesal sekali...namun dia sama sekali tak punya pilihan selain mengikuti sang Mommy..
Pintu terbuka dan langkah Valerie terarah pada sebuah ranjang yang terletak paling sudut ruangan itu..hatinya nyeri melihat seorang gadis yang menutup matanya dengan perban yang mengeliling kepalanya...
Begitu Valerie sampai sontak gadis itu membuka matanya dan trkejut....
''Jangan bergerak dulu sayang...'' ucap Valerie dengan senyuman lembut kepadanya...
Sementara Devan hanya melirik sinis...dia bahkan tidak ingin menatap gadis ini lebih lama...
''Maafkan aku nyonya....tapi apakah aku boleh pergi...''
Valerie melebarkan matanya, dia menggeleng...
''Tentu saja tidak kau masih lemah jadi kau tak bisa kemanapun sayang...''
''Tapi aku baik-baik saja..aku akan...''
Suara Dena tercekat ketika tiba-tiba kepalanya terasa nyeri...hingga Valerie semakin cemas,...
''Siapa namamu...''
''Delania....tapi aku biasa di panggil Dena...'' ucap gadis itu berusaha menahan sakit di kepala..
''Baiklah.....Dena...aku adalah Valerie,..kau bisa memanggilku Ibu, atau Mommy atau tante...silahkan..untuk sementara kau akan tinggal dirumah tante...sampai kau sembuh...''
__ADS_1
Dena terkejut...bukan hanya gadis itu saja yang terkejut, Devan juga melirik protes kepada Mommy..
''Tapi Tante...''
Namun Valerie tak bisa di bantah...
***************
Devan keluar dari ruangan dengan wajah yang tidak terima,...gadis muda berwajah polos itu telah berhasil membujuk Mommy dengan kondisinya dan akhirnya dia berhasil tinggal dirumah..tapi Devan tak akan membiarkannya begitu saja..ia akan memberi pelajaran pada gadis muda itu agar jera...
Ketika Devan menuju parkiran tampak Damian yang melangkah keluar dari mobil, mereka berpapasan hingga Damian menghadang jalannya...
''Damian...''
''Aku ingin bicara..padamu Devan..''ucap Damian dengan ketegasan di wajahnya..
Devan menghela nafas...dan akhirnya menganggukan kepalanya..
*************
Di sebuah pantai yang sepi...
Kedua saudara kembar itu berdiri dan menatap pantai di depannya...
''Aku sedang mempersiapkan sebuah proyek di luar negri Devan...''ucap Damian membuka pembicaraan..
Sementara Devan hanya dia sembari menatap kakaknya..
''Kapan kau akan pergi...''
Devan tersenyum dingin...
''Apakah itu artinya kau sedang mengalah tentang Nayra...''sambung Devan dengan kerutan di dahi,...
Damian tersenyum...
''Aku tak ingin menyerah namun....aku sungguh tak ingin mengulang kejadian orang tua kita di masa lalu.....hanya karna seorang wanita...''ucap Damian menghela nafas di sela rasa sakit di dadanya..
''Apakah Nayra membuatmu patah hati tadi....aku melihat kau semakin dewasa dalam hitungan hari..aku akui aku cukup terkejut.''sindir Devan tenang..
Damian melirik sang adik...senyumnya menguap berganti wajah serius..Damian menatap Devan dengan pandangan dalam hingga Devan melonggarkan tenggorokannya karna gugup..
''Aku telah mencintai Nayra sejak dia berusia 7 tahun dan aku yakin kau pun sama..dan aku tak bisa egois karna Nayra terlalu membenciku...awalnya aku marah karna dia tidak memilihku namun akhirnya aku sadar kalau..cinta tak bisa di paksa...mata Damian berkaca-kaca ketika menyebut nama Nayra..berkali-kali dia menghela nafas dengan berat...aku yakin kau bisa membahagiakan dirinya...di banding aku Devan...''ucap Damian menepuk pundak Devan...
Sementara Devan menatap Damian dengan tajam lalu mengangguk..
''Apa kau tidak menyesal menyerahkan Nayra padaku...kita bisa bersaing...''
Damian tersenyum...
''Seorang kakak haruslah mengalah demi adiknya lagi pula,....aku tidak kekurangan wanita...'' celoteh Damian melucu..
Devan membeku menatap kakaknya...padahal tadinya mereka akan mengulang sejarah namun ternyata...tidak...Damian mengalah padanya....
Devan tersenyum...meski itu tidak lama....
***********
__ADS_1
Nayra terkejut pagi ini ketika Zoe mengatakan kalau Damian telah merelakannya...pada Devan dan akan segera membatalkan perjodohan mereka...
Nayra seperti di tampar dengan keras, dia terkejut setengah mati..dengan apa yang terjadi...
''Kau tau....Damian sepertinya sudah menyerah padamu Nayra..''bisik Zoe lembut..
Nayra hanya mengangguk...
''Itu bagus...lagi pula, aku sangat membencinya....''ucap Nayra mencoba untuk memalingkan wajahnya ke arah lain...
Sementara Zoe melirik Nayra dan mulai menggodanya..
''Ya ampun...apakah kau sedang menangis...Nayra...''
''Apaan sih...tidak akan...Zoe..kau jahat sekali...''bisik Nayra mencubit lengan pria itu...
''Apa ku bilang matamu berair...''
''Itu karna ada debu di dalam mataku Zoe...''bisik Nayra mengusap matanya...
Tak berapa lama kemudian mobil berhenti dan sosok yang tak ingin dia liat akhirnya dia liat juga..
Damian turun dari mobil dan menuntun Bella si seksi itu dengan hati-hati...mereka melangkah mendekati Nayra dan Zoe...
Nayra tak tau mengapa dia menjadi labil..dadanya bergemuruh dan rasanya jantungnya berdegup kencang karna melihat kemesraan Damian juga Bella..
''Hai Zoe...Nayra..''sapa Bella dengan senyum manisnya..
Nayra melirik jam tangannya, ia mulai memikirkan bagaimana melarikan diri dari situasi mengerikan ini...oh,....jangan sampai dia menangis karna Damian akan menertawainya..
''Hai...Nayra...''sapa Damian lembut..
''Hai.....Damian dan Bella....selamat pagi...''balas Nayra berusaha menahan gejolak di dalam dadanya...
Sementara itu....
Nayra tiba-tiba berdiri...dengan salah tingkah sambil melirik jam di tangannya..
''Aku harus menemui Devan..dia pasti sudah menungguku lama...dia akan marah..''
Nayra lalu pamit setelah mengarang indah, Zoe sampai tak bisa bicara apapun, mengapa Nayra terlihat gugup..?
Zoe hanya tersenyum skeptis..sementara Damian hanya menghela nafas pasrah..bahkan Nayra sudah tak tahan lagi untuk bersama Devan...
Damian mengepalkan tangannya dengan kuat...
********
Sementara Nayra berlari menuju lorong ke dalam kelas...airmatanya menetes di wajahnya...
langkah Nayra semakin cepat hingga di tengah lorong sepi itu...Nayra menghentikan langkahnya tiba-tiba ketika di depannya berdiri sosok Devan...
Keduanya bertatapan.....
''Nayra,......''
''Devan........''
__ADS_1