Cinta Putra-putri Sang Mafia Kejam

Cinta Putra-putri Sang Mafia Kejam
Hati Yang Tergoda


__ADS_3

Damian menyendiri di dalam ruangan kerja miliknya, kepalanya terasa penuh berulangkali dia mencoba berkonsentrasi pada pekerjaannya namun tetap dia tak bisa konsentrasi, bayangan wajah Nayra selalu memenuhi pikirannya dengan rasa bersalah yang mulai mengganggu, airmatga Nayra, tangisan dan tatapan benci gadis itu sangat mengusik seorang Damian..


Pria itu menegakan tubuhnya mencoba untuk melupakan Nayra...sudah 3 hari gadis itu tidak masuk kampus dan hal itu cukup menyita perhatian seorang Damian..dia menderita karna rsa rindu yang terlalu besar pada Nayra seorang...


Bagaimana ini....bagaimana mengatasi hatinya..?


Pria itu memejamkan matanya...ketika dia masih terus memikirkan Nayra tanpa bisa melupakannya, ketika Damian hendak melanjutkan pekerjaannya ada bunyi pesan masuk di ponselnya dan menarik perhatiannya, lebih tepatnya ada sebuat foto seorang gadis yang membelakangi kamera ponsel dan foto itu di kirimkan oleh Zoe kepadanya..


Seperti Nayra.... dalam tampilan berbeda, Damian akhirnya bangkit berdiri dan meraih jasnya...ia harus tau apa yang sedang terjadi..siapa gadis itu, apakah Nayra tapi dia terlihat berbeda,....


********


Nayra turun dari mobil dan langsung menjadi pusat perhatian, dia terlihat berbeda memakain rok jeans di atas lutut hingga mengekspose kakinya yang indah, atasannya gadis itu memilih blouse mode sabrina berwarna putih untuk menampakan pundak mulusnya yang putih bersih...kepercayaan diri Nayra langsung naik dalam level maksimal tentu saja..sementara rambutnya di ikal hingga bervolume, dengan riasan tetap ringan anak muda..Nayra benar-benar terlihat seperti putri hingga beberapa teman tak ragu memberi pujian atas keberhasilannya dalam bermakeup..


Sementara Zoe dan David mengiring Nayra di belakangnya, dengan maksud melindungi gadis itu hingga tak ada yang berani mengganggu Nayra...


mereka terus melangkah hingga Nayra menghentikan langkahnya tiba-tiba sementara Zoe dan Devan hampir menubruknya...


''Ada apa Nay...kami hampir menubrukmu...''


Nay menoleh ketika melihat Bella turun dari mobilnya tampaknya dia terkejut karna melihat perubahan seorang Nayra....gadis itu tersenyum lalu mendekat sambil melepas kacamatanya...pandangannya menajam...


''Tenang Nayra...kau tidak sendiri menghadapi penyihir ini..''bisik Zoe di telinga Nayra..


Sementara Devan hendak menerjang Bella dan hendak memberinya pelajaran, Devan tak akan pernah membiarkan gadis ini menghina Nayra lagi..namun sekali lagi Nayra tak ingin mereka maju membelanya lagi pula ini urusan perempuan..


Kedua gadis itu berdiri saling menatap dengan tajam..


''Wah....si itik buruk rupa berubah menjadi angsa yang cantik...opss....''


Nayra tersenyum...sekarang dia harus mengendalikan diri menghadapi Bella yang sengaja ingin mencari masalah dengannya..


''Angsa tetaplah angsa, sementara Itik tetaplah itik meski dia mencoba berdandan seperti Angsa...aku ingin mengatakan satu hal kepadamu Bella....kau memintaku bercermin dan aku telah melakukannya...aku bercermin...jadi kini aku ingin mengatakan hal yang sama padamu, kau bercerminlah...lihatlah semua kepalsuan yang tertempel di tubuhmu bukankah itu sama saja kau membohongi dirimu...''


Bella mulai terbakar emosi, dia tau Nayra sedang mencibir tentang operasi plastik yang dia lakukan untuk memperindah tubunnya...jelas pandangan itu sangat menjengkelkan bagi Bella..


''Apa kau sedang menghinaku Nayra...''


''Yah...siapa yang menghinamu Bella aku mencoba jujur...seperti kau yang sudah jujur padaku....''

__ADS_1


Jemari Bella terkepal....


''Kau melakukan ini agar Damian menoleh padamu..yang benar saja..dia tak akan menyukaimu...kau bagaimanapun kau berdandan kau tetap seperti seorang anak kecil di depan matanya...Damian tak akan menjadi milikmu..''


''Oya.....siapa yang bisa menolak pesonaku..tidak ada...bahkan seorang Damian pun meski aku tidak pernah menyukainya sedikitpun..''


''Cih...gadis angkuh sepertimu suatu saat akan jatuh..''


''Oyah...maaf...aku tak akan pernah terjatuh....apalagi yang menyumpahiku adalah seseorang sepertimu tidak akan mempan...''


Bella mengangguk...


''Awas kau Nayra...berhati-hatilah karna kita bermusuhan sekarang...''ucap Bella penuh dendam...


''Silahkan saja....aku sama sekali tidak takut padamu astaga...sebaiknya kau melepas silikon di tubuhmu baru menghadapiku....''


''Apa.....''


Bagi Bella disinilah ujung kesabarannya, gadis kecil ini membuat jiwa pemberontaknya begitu kuat mengusainya...ketika Nayra membalikan tubuhnya dan hendak melangkah...Bella mengepalkan tangannya...


Gadis itu hampir saja menghantam kepala belakang Nayra, sebelum seseorang menarik tangannya dengan kuat..


Damian mencengkram lengan Bella cukup kuat hingga gadis itu terdorong ke belakang, dan membentur pot bunga di taman itu..Bella sungguh tak menyangka jika Damian mampu menyakitinya..


Disaat yang sama...


Nayra menoleh karna mendengar jeritan Bella yang meraung...pandangannya beralih pada Damian yang terlihat geram....Nayra mengerutkan kening ketika sadar, Damian sedang membela dirinya...membelanya dari Bella yang sebenarnya adalah kekasihnya, mengapa demikian...?


Bella sungguh syok dengan tingkah Damian yang berbeda..bisa-bisanya dia membela Nayra dan bukan dirinya..


''Damian.....''


''Apa yang kau lakukan Bella..kau ingin mencelakai Nayra...''


Bella mencoba berdiri menarik kesakitan bersamanya atas perlakuan Damian yang kasar...


''Lalu mengapa....bukankah kau juga membenci Nayra...mengapa kau mendorongku....mengapa kau malah membela Nayra...''tangis Bella pecah saat itu juga..


Sementara Zoe dan Devan saling menatap tajam...keduanya membeku melihat perubahan sikap Damian yang mencolok,....

__ADS_1


''Jangan mencoba menyentuh Nayra atau kau akan berhadapan denganku Bella...''


''Ada apa denganmu, kau hanya tetangganya saja bukan...mengapa kau malah bersikap seperti ini Damian...''


Damian tak menjawab..pria itu lantas berbalik dan membeku melihat tampilan Nayra yang baginya terlalu terbuka, pandangannya mengeras dan tertuju pada Zoe dan Devan yang mulai cemas..


''Aku pikir kita harus lari sekarang Zoe...kau lihat Damian sedang mengancam kita melalui matanya.''


''Aku tau...lalu bagaimana sekarang....''tanya Zoe bingung..


''Lari....atau kau akan mati...''


Dalam sekejap Devan berlari meninggalkan Zoe sendirian hingga pria muda itu pun panik dan segera meninggalkan tempat itu,..mereka berdua bersembunyi di perpustakaan dengan gemetar..


Sementara Damian sungguh kesal melihat sebagian tubuh Nayra terlihat, dia memang cantik..tubuhnya mulus namun Damian tak ingin Nayra berdandan seperti bukan dirinya...


Devan dan Zoe akan menerima hukuman darinya, langkah Damian mendekat ketika sampai di depan Nayra...keduanya bertatapan tajam..


''Apa yang kau lakukan ini...mengapa kau berpakaian seperti gadis murahan...''


Nayra sungguh kesal, siapa Damian baginya, mereka adalah musuh jadi...Nayra tak akan membiarkan pria ini mengatur dirinya...


Tidak.....


''Ada apa denganmu ini Damian....jangan membuatku tertawa karna meski aku menunjukan seluruh tubuhku itu tak ada hubungannya denganmu...itu bukan urusanmu Damian...''


''Ayo...ikut aku sekarang..''


Damian tidak menunggu balasan Nayra, pria itu menarik paksa lengan Nayra menuju mobil..tentu saja hal itu membuat Nayra meradang...gadis itu meronta dan melepaskan genggaman tangannya..hingga pegangan itu terlepas..


Mata Nayra berkaca-kaca...


''Jangan lupa aku membencimu...jadi jangan pernah bersikap seperti ini aku muak padamu Damian...''


Damian menaikan sudut bibirnya dingin....


''Kau tak bisa menghindariku karna kita terhubung, dan kau tak bisa memutuskan hubungan itu Nayra...''


''Apa.....''

__ADS_1


__ADS_2