Cinta Putra-putri Sang Mafia Kejam

Cinta Putra-putri Sang Mafia Kejam
Jujur


__ADS_3

Dena tak tau bagaimana menjelaskan semua ini kepada Zoe..bagaimana dia tega melihat Zoe terluka namun Dena tak bisa begitu saja membohongi perasaannya...tentu saja dia ingin Zoe tau bahwa ini di luar kendalinya..


''Zoe....aku tau kau pasti kecewa katika mendengarnya...mata Dena berkaca-kaca....aku tau kalau aku mungkin telah menimpakan luka padamu Zoe...tapi aku ingin jujur kepadamu kalau apa yang kau katakan adalah benar...perasaanku berkembang di luar kendaliku jadi aku tak bisa mengelak perasaan ini kalau aku memang telah jauh cinta kepadanya,.''ucap Dena menatap mata Zoe yang begitu tersiksa..


Pria itu menghela nafas....


''Aku ingin bertanya kepadamu Dena...bisakah kau juga jujur kepadaku..''


Hening.....


''Tentu saja...''


Zoe tersenyum..


''Aku pikir aku sudah menuai apa yang aku lakukan di masa lalu, aku selalu mempermainkan para gadis aku tidak benar-benar mencintai mereka dan hanya ingin bermain saja...namun aku tak menyangka...aku malah jatuh cinta padamu dan disaat yang sama kau menolakku...ini seperti sebuah karma yang menyakitkan untukku..jadi Dena..apakah pria sepertiku akan menemukan cinta sejati...'


Dena tersenyum lalu mengangguk dengan penuh senyum..


''Tentu saja kau sangat tampan, aku yakin kau akan menemukan cinta sejati di dalam hidupmu Zoe..''


Zoe mengerang...


''Aku tidak yakin Dena..''


''Tapi aku yakin padamu Zoe..kau akan menemukan seseorang yang akan mencintaimu dengan tulus..''ucap Dena dengan senyuman tulus..

__ADS_1


Zoe mengangguk dan tersenyum menatap Dena..


''Aku hanya ingin melihatmu bahagia Dena...jadi jangan ragu menghubungiku jika Devan menyakitimu..''


Dena tentu saja bahagia menyadari kalau Zoe akhirnya bisa merelakan dirinya, memang ini adalah kenyataan yang tak bisa di bohongi kalau, Dena memang tak bisa menerima perasaan Zoe sedikitpun..


''Bagaimana rasa makanannya Dena..kau menyukainya..''


''Ini enak, puding yang manis dan segar..''


''Aku senang kau menyukai semua yang ada disini..''


''Aku akan sering-sering kemari..''


''Baiklah aku menunggumu dan Devan...''


Dan ketika mereka selesai makan, Zoe mengantarkan Dena menuju mobil dan membawa gadis itu pulang kerumah..


Yah....padahal dia bisa mendapatkan Dena dengan cara licik namun Dena berbeda...dia tak ingin menyakiti Dena dan lebih memilih membiarkan gadis itu bahagia...meski Zoe mungkin akan terluka.


''Terimakasih kau sudah menerima undangan makan malamku dan aku mohon jangan memberitahunya pada Devan..dia akan membunuhku..''Zoe mengedipkan matanya,..


Sementara Dena mengangguk..


''Terimakasih kau sudah mengantarku pulang, tenang saja rahasia kita aman..''

__ADS_1


Zoe mengangguk lalu menghidupkan mesin mobil dan melambai tangannya ke arah Dena dan meninggalkan butik..


Zoe menyetir di jam 11 malam, tanpa arah dan tujuan...dia menatap sepajang jalan ketika ada banyak padang anak muda yang duduk bersama kekasih mereka..


Zoe hanya tersenyum...ketika melewati beberapa pasangan itu namun ketika dia memalingkan wajahnya, matanya menangkap kedua pasangan yang sedang bertengkar di jalan..


Dan sang pria memukul wajah kekasihnya hingga gadis itu jatuh membentur aspal..Zoe mengerang kesal, dia benci seorang pria yang menyakiti wanita...


Zoe menepikan mobilnya dan turun dari sana....mendekati mereka dan sesaat kemudian..


Bughhhh........


Zoe memukul keras wajah sang pria yang masih berdiri hingga tubuh pria itu membentur mobil miliknya..


''Beraninya kau memukul seorang gadis..''teriak Zoe dengan tatapan membunuh,..


Gadis itu menoleh dan membeku.......


Oh..tidak ini pria yang pernah dia tipu sebelumnya, gadis itu bergerak ingin melarikan diri namun Zoe menahan lengannya..


''Kau tak perlu takut nona...''


Zoe melebarkan matanya....


''Kau........''teriaknya murka....

__ADS_1


Gadis itu memejamkan matanya...habislah dia....bagaimana sekarang...?


__ADS_2