Cinta Putra-putri Sang Mafia Kejam

Cinta Putra-putri Sang Mafia Kejam
Memendam Perasaan


__ADS_3

Dena membeku ketika dia mendengar ucapan Zoe yang seakan menembus di dalam hatinya...Dena berdehem...seakan semua yang dia rasakan dapat di baca dengan mudah oleh Zoe...


Gadis itu menoleh....


''Zoe...bisakah aku meminta bantuanmu...''


''Untuk apa....''


''Seperti yang kau tebak kalau aku mungkin akan jatuh pada perasaanku sendiri...''


Zoe melonggarkan tenggorokannya, meremas stir mobil seakan menyalurkan rasa sakitnya....jadi Dena benar-benar menyukai Devan...mengapa dia merasa nyeri di dalam dadanya...gadis ini terlalu cantik namun tidak memiliki kepercayaan diri yang besar..alih-alih berusaha menggapai bintang di langit dia lebih memilih menatapnya dari bumi...bukankah itu konyol....


di banding menerima perasaannya Dena lebih memilih menutup dan menghindar dari perasaannya untuk Devan....


Zoe tak tau ini adil atau tidak namun...dia tak bisa mengabaikan Dena..gadis yang membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama..


''Kau menyukai Devan..apakah kau benar-benar menyukainya..''


Dena tersenyum dengan mata berkaca-kaca...


''Entah bagaimana aku menjelaskan padamu Zoe...orang bilang batas cinta dan benci hanya setipis kabut...aku terlalu membencinya bahkan sampai tidurpun aku masih memikirkannya Zoe...karna itu aku juga takut..perasaanku akan berubah dan menyakitiku....aku tak ingin jatuh cinta pada siapapun termasuk Devan..tapi hatiku tak bisa aku kendalikan....karna itu sebelum terlalu jauh...bisakah kau menolongku...''


Zoe menepukan mobilnya dan menatap Dena....


''Katakan padaku apa yang kau butuhkan dariku...''


Dena menatap Zoe dengan airmata yang menumpuk di wajahnya...


''Aku ingin melupakannya...bisakah kau merelakan dirimu kita jadi sepasang kekasih sementara...sampai aku merasa aman dengan perasaanku..''


''Dena.......''


''Aku tau permintaanku sulit...tapi Zoe..tolonglah aku...tante Vall bilang kalau tahun depan aku akan mulai di sekolahkan, aku ingin pergi tanpa beban di hatiku...aku tak ingin memikirkan siapapun termasuk Devan....aku tak bisa menata hidupku sementara isi kepalaku hanya tentang Devan...kami saling membenci dan dia selalu menghinaku di setiap kesempatan....jadi bisakah kau menolongku..''tatap Dena penuh harap....


Zoe akhirnya tersenyum lalu menganggukan kepalanya...yah...ini yang terbaik...meski hatinya ikut terluka...apakah Dena tak bisa melihat hatinya...bahwa Zoe juga sudah jatuh cinta padanya...bahwa perasaannya sangat murni dan gadis ini bisa mengunjinya dan akan menemukan kalau Zoe begitu tulus...


tapi di hati Dena sudah terlanjur ada Devan....


''Menjadi kekasih sementara..''


''Yah....''


''Itu artinya kau harus ikut semua aturanku Dena...''


''Hah.......''


Keduanya saling menatap tajam...dan sesaat kemudian Zoe tersenyum...


''Aku akan menjelaskannya kepadamu nanti...dan satu lagi...aku setuju menjadi kekasih sementaramu dan membawa perasaanmu keluar dan mengubur nama Devan dari sana....''

__ADS_1


Dena mengangguk penuh ucapan terimakasih...


sementara itu Zoe mengusap rambut Dena dengan lembut....


lalu kembali menghidupkan mesin mobil dan melaju meninggalkann tempat itu dan membawanya menuju butik tempat tinggal Dena...


***********


Sementara...


Devan menyandarkan tubuhnya di sofa santai di taman dan menatap langit malam....pria itu lantas memejamkan matanya ia butuh ketenangan....tidak..dia tidak akan pernah sudi menyukai Dena..


Tidak....Dena bukan tipenya,...yah...Dena bukanlah gadis yang dia inginkan di dalam hidupnya jadi Devan tak akan pernah memikirkannya lagi..


''Oh...astaga bisakah kau pergi..''teriak pria itu dengan lantang..


Devan lantas bangkit dari tempat duduk...tidak bisa...dia sudah berusaha melupakan gadis licik itu tapi mengapa tak bisa...? Melangkah kesana kemari Devan menjadi gelisah sendiri..dan langkahnya terhenti ketika mendengar suara seseorang sedang menerima telp..


Mommy.....?


Mommy menyebut nama Dena dan hal itu membuat Devan tertarik untuk menguping...


Valerie tersenyum..


''Jadi Dena sudah menjadi kekasihmu Zoe..astaga..padahal Mommy mengharapkan Dena menjadi menantu Mommy..baiklah jaga Dena baik-baik....apakah kau akan menginap disana...baiklah...sampai jumpa Zoe...''


Valerie mematikan ponselnya, dan hendak melangkah namun ia menjerit ketika melihat Devan seperti hantu yang muncul di depannya tanpa permisi..


Devan terbakar cemburu...bagaimana bisa mereka jadian...dan Zoe menginap di tempat Dena..beraninya gadis itu..


''Apakah Mommy sungguh bicara dengan Zoe..dia akan menginap di tempat Dena...''


Valerie mengangguk tanpa ragu..


''Mereka sudah menjadi sepasang kekasih sekarang jadi biarkan saja...toh mereka akan menikah..''


''Mommy.........''teriak Devan membuat wanita itu terkejut dan memegang dadanya...


''Oh..astaga anak nakal...apa kau benar-benar ingin membuatku terkena serangan jantung..''


Devan mengusap wajahnya dengan kasar..hatinya berubah menjadi tidak tenang..


''Mommy.....maafkan aku oke..tapi aku sungguh serius bertanya..apakah Zoe masih berada di Butik..''


''Iya....dia menginap disana...''


''Lalu Mommy membiarkannya..''


''Yah..mau bagaimana lagi..Zoe bilang dia akan membawa Dena ke orang tuanya secepatnya jadi Mommy tak bisa melarang...''

__ADS_1


''Serahkan Butik padaku..''


''Apa kau sudah gila Devan...''


''Haiss.......hanya 3 bulan saja..''


''Tapi..''


''Please Mommy.....''


''Baiklah.......tapi..''


Devan langsung memeluk Valerie dengan erat dan mengecup kening sang Mommy dengan sayang...


''Kau adalah wanita yang aku cintai Mommy.....''


Devan merebut kunci Butik yang di pegang Mommy Vall dan segera melangkah meninggalkan rumah..sementara Valerie hanya menggeleng....cinta anak muda adalah yang paling indah bukan...astaga Devan....kau akan terkejut sendiri melihat kenyataan dan perasaanmu...


Valerie lalu melangkah masuk dan menutup pintu....malam ini dia tau Devan tak akan pulang..


***********


Devan masuk ke dalam mobil dan mulai menghidupkan mesin mobil..ia merasa sesuatu di dalam dirinya meledak seketika...


Devan mengusap wajahnya tak sabar ingin cepat sampai ke butik...di liriknya jam di tangannya..sudah pukul 12 malam...dan entah apa yang mereka lakukan sekarang...mengapa Zoe nekat sekali dan mengapa Dena murahan sekali..


Devan sungguh terbakar..membayangkan apa yang mungkin di lakukan mereka berdua disana...dia adalah pemilik butik sekarang jadi...Dena tak boleh melakukan apapun disana di Butik, meski itu dengan sepupunya sendiri..


''Astaga...mengapa jauh sekali...mengapa Mommy tidak membangun butik di dekat rumah saja..'' Devan menggerutu karna dia tak sabar ingin cepat sampai..


Mobil itu melaju kencang membelah malam yang dingin....Devan bahkan sampai menyalip beberapa kendaraan di depannya agar dia bisa cepat sampai di butik..


Dan memang dia cepat sampai di butik lebih cepat dari biasanya dan ketika dia memarkir mobil..Devan mengerutkan kening ketika sadar tak ada mobil Zoe disana....


hoh..mungkin saja untuk mengelabui...supirnya mungkin sudah membawa mobilnya pulang..


Jemari Devan mengepal dengan kuat...ia lalu melangkah menuju pintu samping yang langsung terhubung dengan kamar Dena...pria itu melangkah cepat dan membuka pintu..


Dan ia pun membeku ketika melihat Dena baru saja keluar dari kamar mandi masih menggunakan handuk...gadis itu teramat terkejut...


''Devan.....''


Devan lantas masuk dan mengunci pintu di belakangnya..dia mendekati Dena...


''Apakah kau menyembunyikan Zoe di kamarmu..dimana dia....apakah kalian baru saja selesai bercinta...kau.....''


Plak!!!!!!!!


Dena menampar wajah Devan dengan kuat.....hingga pria itu terkejut...

__ADS_1


Deg!!!!!


__ADS_2