Cinta Putra-putri Sang Mafia Kejam

Cinta Putra-putri Sang Mafia Kejam
Hukuman


__ADS_3

Sepanjang jalan, Damian hanya mampu menahan semua umpatan yang keluar dari bibir Nayra..


''Apa yang kau inginkan dariku Damian...jangan lupa aku dan Devan kami sudah memiliki hubungan jadi kau tak bisa berbuat seenaknya..''


Damian tak bergeming seolah kata-kata Nayra hanya angin lalu yang tak perlu di dengar...hingga gadis itu merasa semakin gelisah apalagi mobil mendekati apartement milik Damian..Nayra memejamkan matanya...


Ayolah lakukan sesuatu Nayra..pria ini pasti akan memaksamu untuk......ahh..Nayra mengerang seharusnya dia menelfon Devan atau Zoe tadi untuk menolongnya dan mengapa harus menelfon pria ini,..


''Jangan mengutuki aku di dalam hatimu Nayra....''


''Aku tidak.....''


''Lebih baik persiapkan dirimu saja karna malam ini kita akan melewati malam yang panjang...''


''Damian......aku belum pernah..''


''Kita sudah pernah..''


''Belum....''


''Baiklah..kita akan membuktikannya malam ini...''ucap Damian menginjak pedal gas agar cepat sampai..


Nayra menoleh frustasi..


''Mengapa harus melakukannya sih...''


''Agar kau tidak berani macam-macam...''


Sinar mata Nayra membara..


''Damian...itu hanya alasanmu saja...jangan mulai lagi aku kekasih Devan...apa yang akan dia katakan jika tau apa yang kita lakukan...''


''Itu bukan urusanku Nayra...itu artinya kau harus memilihku..''


''Tidak akan...''


''Maka itu akan menjadi masalahmu sayang..''


Nayra cukup terkejut ketika Damian menghentikan laju mobilnya seketika, pria itu lalu melangkah turun dari sana dan tak lupa membawa Nayra dalam pelukannya..


''Damian lepas...''


''Jika kau masih melawanku maka aku akan menggendongmu dari sini bagaimana..''


Nayra memandang ke arah lift dan tampak beberapa pasangan dan anak mereka juga sedang menunggu lift..mau tak mau Nayra mulai menjaga sikap..


Ting...


Mereka masuk bersama ke dalam lift dan saling memberikan senyum ramah..


''Tinggal di lantai berapa..''sapa sang wanita yang menggenggam jemari anaknya yang berusia 3 tahun..pada Nayra..


''Lantai 30 bagaimana denganmu..''Nayra terpaksa harus tersenyum..


''Kalau kami di lantai 35, apakah kalian pengantin baru..'' tak tau mengapa wanita ini cerewet sekali.


''Kami memang pengantin baru..''balas Nayra singkat.


''Mengapa terlihat asing....''sambungnya lagi..


Damian terkekeh melihat Nayra yang kerepotan dalam menjawab wanita ini..


Nayra mencoba sabar atas pertanyaan wanita ini..


''Maaf nyonya...tapi kami..''


''Dia sedang marah padaku karna suatu hal padahal aku sudah minta maaf...''ucap Damian memeluk Nayra...


Wanita itu mengangguk mengerti karna dia melihat wajah Nayra yang begitu kesal..


''Tidak baik suami istri marahan..apalagi pengantin baru..''


Ting.....


Mereka sampai di lantai 30....


''Kami harus pergi nyonya, semoga harimu menyenangkan..'' balas Nayra singkat.


Sementara...


Damian hanya tersenyum sebari mereka keluar dari sana,..


''Sial sekali mengapa dia cerewet...'' gerutu Nayra memasang wajah cemberut..


Damian mendekati pintu lalu menekan pasword dan membuka pintu dan tak lupa menarik Nayra brsama dirinya, mereka lalu masuk dan melepas sepatu..

__ADS_1


Nayra lalu melempar tubuhnya dan memilih berbaring di sofa sementara Damian mendekatinya,...


''Ayo berdiri...''


''Tidak mau....''


Namun Damian sedikit memaksa dengan menarik Nayra berdiri tegak dan menatap matanya...


''Nayra....''


Mata keduanya bertemu....


''Aku belum mandi...''


''Kita mandi bersama bagaimana..'


''Tidak....''balas Nayra tegas...


Sementara Damian hanya mampu melonggarkan tenggorokannya, Nayra sangat indah..tak ada satu pun yang ada pada Nayra yang tidak dia suka..malam ini Nayra benar-benar harus menjadi miliknya,...


Nayra menghempas pegangan Damian lalu melangkah menuju kamar mandi namun jemarinya tertahan oleh pegangan Damian yang posesif..


''Lepaskan aku Damian...''


''Tidak...ada apa denganmu, mengapa kau memaksaku...'' jerit Nayra sungguh kesal..


Nayra melangkah meninggalkan Damian dan masuk ke kamar mandi namun Damian mengikutinya dari belakang hingga gadis itu tak sempat untuk menutup pintu di belakangnya..Nayra mendesah panik ketika tatapan Damian berbeda kepadanya, pria itu menutup pintu di belakangnya dan mendekati Nayra yang bergerak mundur dan tertahan di bawah shower...


'Damian....''


''Katakan kalau kau juga tak punya perasaan padaku..katakan Nayra..


Nayra membeku tak punya jawaban..ketika hatinya mulai berdebar yang dia sendiri tak tau mengapa harus merasakannya..


''Damian...''


''Katakan Nayra...''


Byurrrrrrr!!!!!!


Air hangat dari shower menetes membasahi tubuh keduanya...


''Apa yang kau inginkan dariku Damian..bukankah aku sudah bilang kalau aku membencimu...aku sangat membencimu jadi tak ada tempat di dalam hatiku untuk cintamu..''


Deg!!!!!


Nayra tak dapat menolak ketika pria itu tak melepaskan ciumannya namun malah semakin menekan Nayra untuk menyerah padanya..


Nayra menjadi bingung sendiri, jantungnya berdebar kencang dan entah mengapa dia tak bisa melepaskan ciuman Damian padanya dan malah..tubuhnya seakan di paku di tempat dan menyerah ketika Damian terus mendesaknya...


Nayra mengerang ketika lidah Damian mulai mendesak masuk dan menyusuri bibir Nayra yang hangat dan mulai menyesapnya lembut..


Sementara jemari Damian mulai bergerak menyentuh atasan Nayra dan membuatnya jatuh ke lantai yang basah..menyisakan bra berwarna biru sesuai warna kesukaan gadis itu..


Nayra masih terlena, otaknya seakan beku oleh sentuhan panas Damian yang dominan..


Jemari kokoh Damian mulai menjalar di permukaan pa yu da ra Nayra yang padat masih berbalut bra...pria itu meremasnya lembut hingga erangan keluar dari bibir Nayra yang mulai tergoda...


Tiba-tiba,..


Damian menarik dirinya sekaligus menghentikan ciumannya, pria itu menaikan sudut bibirnya ketika menyadari Nayra tergoda..gadis itu membuka matanya dan membeku..ketika nafas mereka mulai tersengal di serang gairah,...


Damian tersenyum, jemarinya menyentuh bibir Nayra yang terlihat bengkak karna ciumannya...


''Lihatlah bahkan kau gadis yang buruk dalam menyembunyikan perasaanmu Nayra...''


Hening.....


Nayra baru sadar jika dia nyaris polos, oh...apa yang terjadi padanya..mengapa dia malah kehilangan kendali pada dirinya..?


''Damian.....ini tidak benar...''


Nayra menepis pegangan Damian dan ingin keluar dari air sementara itu Damian tidak menyerah begitu saja...dia menarik kembali tubuh Nayra hingga menekannya kembali di bawah shower...


''Bukankah aku sudah bilang kalau kau adalah milikku...''


''Damian.......''


Sinar mata Damian membara...


''Kita butuh ranjang untuk bercinta dan bukan disini tempatnya...''


*****


Menyelesaikan mandi dengan cepat...Nayra tak berdaya ketika tubuhnya terdorong ke ranjang dan terbanting di ranjang yang empuk..

__ADS_1


Nayra tak sempat menghindar ketika Damian mulai melum** bibirnya yang merah...dan menyesapnya seolah haus,..


Nayra sedikit meronta walau semua sia-sia karna tubuh Damian begitu kekar membungkus tubuhnya..Nayra merintih atas sensai yang baru pernah dia alami...ketika bibir Damian mulai bergerak dan menyapu leher jenjangnya memberi kecupan di sana, Dmian semakin terbakar..seakan seluruh tubuhnya menegang karna gairah yang di pendamnya selama ini...


Nayra begitu indah dan polos..itulah yang membuat Damian tak bisa berhenti...miliknya bahkan sudah mengeras disana..


''Damian......''


Nayra sontak menghindar ketika pria itu mulai menjilati permukaan pa yu da ra Nayra dan memberi jejak basah disana..


''Tidak......Damian hentikan...''


Nafas Nayra menjadi lebih cepat,....tubuh mereka merapat, Nayra bisa merasakan betapa kerasnya Damian saat ini...


''Kau akan menjadi milikku itu artinya semua yang ada padamu adalah milikku dan aku menginginkannya Nayra..'


''Tidak...jangan lakukan ini Damian sadarlah...aku tidak..akan tergoda olehmu aku...''


Kata-kata Nayra sanggup membakar Damian...ia sedikit tersinggung...


''Kau tidak tergoda,..''


Nayra memekik ketika dengan lancang Damian menjilat* pt*ng pa yu da ra Nayra yang menegang dan meniup ujung yang merah muda itu dengan gemas..


''Damian hentikan...''


''Katakan kalau kau tidak tergoda..''


''Tidak...'' Nayra masih melawan...


Hingga Damian meremas kedua bukit kembarnya dan mulai menjilatinya bergantian hingga gadis itu menyerah...sensasi aneh namun menggetarkan seluruh tubuhnya..Nayra memohon...


''Damian hentikan aku mohon...aku menyerah...aku tergoda jadi cukup.''


Damian tersenyum menang namun bukan berarti dia akan melepaskan Nayra begitu saja..


''Bagus sayang...''


Kini pria itu bergerak memposisikan tubuhnya di antara tubuh Nayra dan masih mencumbunya dengan panas....


Nayra merintih..oh...mengapa semua jadi begini tapi mereka sudah pernah melakukannya bukan...ini bukanlah yang pertama...


''Damian cukup...''


Nayra berusaha melepaskan diri dari bibir Damian yang masih betah di pa yu da ra nya dengan lidah yang masih bermain disana..


Nayra merasa gila sendiri..


''Damian....''


''Kau sangat indah sayangku...''Damian menggertakan gigi lalu kembali melum** bibir Nayra, kejant*nan Damian sudah mengeras di bawah sana menuntut untuk di puaskan...


Dan ketika pria itu mulai berusaha menyatukan diri, Nayra menjerit ketika dia mulai merasa nyeri..


Keduanya bertatapan...


''Damian.......''


Suara Nayra terputus ketika dia baru sadar, kalau dia masih suci...


''Damian kau berbohong...''


Kata-kata Nayra menguap ketika Damian bahkan tidak membuang waktu..pria itu segera memeluk Nayra sembari melum** bibirnya dan membuatnya lengah...


''Damian...''


''Kau akan menjadi milikku seutuhnya sayangku....''desis Damian penuh janji...


Nayra meronta namun tak bisa ketika Damian menekannya hingga ia kehabisan tenaga..


Damian menggertakan giginya ketika ia menyadari Nayra telah siap untuknya..dengan beberapa kali hentakan kuat..


''Ughhh......''


Nayra menjerit keras ketika miliknya seakan terbelah...Damian berhasil mendesak masuk dan menjadi pemilih yang prtama..


Airmata Nayra menetes di wajahnya sementara Damian membeku ketika kenikmatan itu seakan membungkusnya dengan begitu kuat,...tubuh Damian bergetar di sela gairahnya yang menyala..


Damian menatap Nayra di bawahnya dan segera melum** bibir Nayra dengan panas, lalu berbisik pelan untuk menenangkan gadis itu di telinganya..


''Aku mencintaimu Nayra sayang, mulai saat ini kau adalah milikku..''


''Tidak....''isak Nayra yang merasa hancur...


Deg!!!!

__ADS_1


Damian tersenyum puas......



__ADS_2