
Oscar begitu terkejut melihat kedatangan Damian yang terlihat begitu marah, padahal dia mengharapkan kedatangan Nayra mengapa justru pria ini yang datang menghampirinya...mau tak mau Oscar menjadi lemah, apakah pria ini mengertahui sebenarnya astaga...
Damian mendekat dan menyentuh lengan Oscar yang masih berbalut perban dan menatapnya dengan tajam..
''Kau pikir kau bisa merebut Nayra dengan cara yang licik,..kau pikir aku akan membiarkannya...Oscar..''
Oscar tersenyum...
''Apakah kau mulai takut kalau sebenarnya Nayra tak sepenuhnya mencintaimu..kau takut menghadapi kenyataan...''
''Beraninya kau memanasiku...''
''Aaaarrrgghhh.......''
Oscar menjerit ketika Damian menekan tangannya yang sakit lalu meremasnya..Oscar meronta namun tak bisa sementara Damian terus menekan tangannya..
''Jika kau sekali lagi mendekati Nayraku maka kau akan ku lenyapkan Oscar..pastikan kau berpikir sebelum melakukan apapun untuk melawanku..'
''Damian.......''
''Dengarkan aku...Nayra adalah milikku dan aku pastikan aku akan melindunginya dengan nyawaku sementara kau..aku tak akan memberimu kesempatan....jadi menyingkirlah dengan jauh....agar kau selamat Oscar...''
Usai mengancam Damian menjauh dan tersenyum dingin pada Oscar...
''Well.....aku akan mengawasimu jadi berhati-hatilah mulai dari sekarang, semoga kau cepat pulih.''ucap Damian dengan senyuman dingin lalu meninggalkan ruang rawat tempat Oscar terbaring lemah..
''Aarrggghhh...mengapa kau selalu menang Damian...''jerit Oscar tak terima...
Sementara Damian hanya tersenyum puas, dia yakin sekali Oscar akan berpikir seribu kali untuk melawannya...sudah tau dari dulu dia tak pernah menang namun pria itu selalu saja ingin mengusiknya..bukankah dia sedang bermain api...
Langkah Damian berbelok menuju kantin dan langkahnya terhenti ketika Nayra duduk tak sendiri namun ada seorang dokter muda yang tampak duduk bersamanya....dada Damian menjadi panas...baru di tinggal sebentar mengapa dia mudah sekali di dekati para pria...?desis Damian hilang kesabaran..memang Nayra cantik sekali haruskah dia mencetak foto mereka berdua di baju Nayra agar para pria tak bisa mendekati Nayra...?
'****'
''Jadi....kau sedang menunggu kakakmu..''
''Kakak....''ulang Nayra terkejut..
Dokter muda ini mendatanginya ketika dia sedang minum kopi, dia dokter muda yang tampan..seperti di dalam drama korea...tentu saja Nayra langsung menjaga sikapnya..
''Yah...aku sempat melihatmu datang bersama kakakmu..apakah dia menemui kekasihnya dan meninggalkanmu disini..''sambung dokter muda itu lagi kepada Nayra..
''Eehm.....apakah wajah kami mirip hingga dokter mengira kami kakak adik...''
''Tentu saja kau pasti masih SMA.....perkenalkan namaku Dokter Boy...''
''Dokter Boy..namaku Nayra sebenarnya aku bukan..''
''Ehm.....Nayra...''
Nayra terkejut dan langsung melompat melihat kedatangan Damian yang tiba-tiba dia bisa tau apa arti tatapan itu...
__ADS_1
Dokter Boy menoleh...
''Well...kakakmu sudah kembali Nayra...''
''Maaf...Dokter,aku bukan kakaknya seperti yang anda kira..''
Dokter Boy sedikit mengerutkan kening..
''Apa maksudmu kau bukan kakaknya...''tanya Dokter Boy trkejut...
''Aku adalah calon suami Nayra...kami akan menikah dan aku tak akan menundanya...aku pikir akan mengundangmu dokter...jadi tunggu saja undangannya...''
Hening...wajah sang dokter pucat pasi, ia tentu tak menyangka jika Nayra bahkan sudah punya calon suami dan akan menikah sebentar lagi bagaimana mungkin...padahal Nayra terlihat seperti anak-anak..
Nayra berdiri dan mendekati Damian lalu mengalungkan tangannya di lengan Damian ia ,menatap Dokter Boy dengan penuh senyum..
''Terimakasih telah menemaniku dokter...aku harus pergi sekarang...''
''Baiklah Nayra..sampai jumpa Damian...'' balas Dokter Boy di wajah mendungnya..Sementara Damian membawa Nayra keluar dari rumah sakit dengan mata tajamnya..
''Kau benar-benar membuatku semakin takut..jadi Nayra..kita akan mempercepat pernikahan kita mulai dari sekarang..''
''Hah.......tapi Damian...''
''Tidak ada tapi...kita akan menikah dalam minggu ini..''
Damian membuka pintu mobil dan menuntun Nayra masuk ke dalam mobil...
*********
Mobil berhenti di gerbang rumah milik keluarga Dars Dalton, lalu Dena keluar dari mobil dan langsung di sambut pelukan hangat sang nyonya rumah Valerie..
''Tante rindu sekali padamu Dena..''bisik Valerie mengusap punggung Dena dengan lembut..
''Aku juga merindukan tante...''
''Ayo masuklah..istirahatlah di kamarmu dulu, pelayan telah membersihkannya kau pasti lelah naik mobil seharian..''
''Baiklah tante,...aku akan istirahat sebentar lalu aku akan kerumah Nayra..dia membutukan aku...tante..''
''Tentu saja..toh..rumahnya hanya beberapa blok dari sini...tante akan meminta agar Devan mengantarmu..''
''Tidak prlu tante..aku mohon, jangan merepotkan tuan Devan...aku bisa pergi sendiri...''
''Baiklah....kalau begitu tidurlah....''ucap Valerie tersenyum..
''Terimakasih tante..''
***********
Dena keluar dari lift dan langsung berlari dengan cepat untuk masuk ke kamarnya dan mengunci pintu kamar....ia begitu gugup menyadari dia melewati kamar milik Devan..jantungnya bahkan berdebar kencang menyadari kalau Devan bisa saja keluar dan menangkap dirinya ya ampun...betapa Dena sangat gugup..
__ADS_1
Gadis itu lalu melangkah mendekati ranjang dan duduk di sisihnya dan memejamkan matanya...akhirnya dia kembali kerumah ini....dan Dena berharap semua akan baik-baik saja meski dia sedikit tak yakin...Devan tak akan mendatanginya lagi kan dan memaksakan kehendak..
Sungguh Dena merasa takut sekali...gadis itu lalu kembali berbaring di ranjang, perjalanan panjang cukup membuatnya sangat lelah saat ini dan Dena hanya ingin tertidur...
************
Malam harinya...
Devan baru saja kembali dari meting panjang dengan klien barunya hal itu menyita konsentrasi dan membuatnya stress seharian..
Damian sudah mengambil cuti untuk persiapan pernikakannya, jadi pekerjaan menumpuk menunggu untuk di selesaikan..hal itu tentu saja membuat Devan pusing...
Pria itu masuk dan langsung di sambut oleh sang Mommy yang selalu memberinya pelukan hangat..
''Kau pasti sangat lelah putraku...''
''Yah Mommy.....apakah Daddy sudah tidur..''
''Yah....Daddy sedang lelah...jadi mommy harus menemaninya..sebaiknya kau makan dulu sekarang..lalu istirahat...''
''Tapi aku sedang lelah dan tak ingin makan....Mommy...''
''Eit..nanti kau sakit sayang..jadi sekarang masuklah ke ruang makan...''
''Tapi Mommy tidak menemaniku..''
''Tidak...mana mungkin, Daddy membutuhkan Mommy..makanya kau harus mencari calon istri agar tidak kesepian...'' bisik Valerie terkekeh..
''Ya ampun Mommy apa Mommy sedang meledekku karna Damian akan menikah lebih dahulu..''
''Tentu saja karna itu kau harus mendengarkan Mommy....ayo makan sana...''
Valerie langsung melangkah menuju lift..
Dan mau tak mau Devan melangkah gontai menuju ruang makan dan langkahnya terhenti ketika dia melihat seorang gadis yang dia rindukan sedang menyediakan makanan di atas meja...
Hati Devan berdebar senang ketika Dena tak menyadari kehadirannya karna terlalu serius..Devan mendekat dan ketika Dena selesai meletakan semua hidangan makanan dia terkejut ketika seseorang memeluknya dari belakang...
Deg!!!!!
Dena sudah bisa menebak siapa yang memeluknya..
''Devan,....''bisiknya dengan suara tercekat..
''Wah...kau sudah bisa menebak aku...kau hebat sekali sayang..''bisik Devan dengan mata berbinar...
Tubuh Dena di balikan hingga mereka saling menatap..
''Aku merindukanmu Dena...''
Deg!!!....
__ADS_1