Cinta Putra-putri Sang Mafia Kejam

Cinta Putra-putri Sang Mafia Kejam
Terikat


__ADS_3

Pagi harinya...


Ruangan kamar yang berantakan, semua pakaian berserakan di lantai..dan di atas ranjang sepasang pria dan wanita masih terlelap dalam selimut yang sama dan tubuh yang sama-sama polos..


Nayra tertidur lelap sementara Damian juga sama..dengan posisi Damian tidur miring dan memeluk Nayra dari arah belakang...mereka terlelap setelah kelahan karna percintaan panjang..


Dan....


Bunyi telp berdering dari ponsel milik Damian langsung menembus pendengaran Damian dengan samar, walau dia masih lelah namun pria itu mencoba untuk membuka mata...dan meraba ponsel yang berada di meja sebelah ranjang..dan kembali memejamkan matanya..sementara jemarinya mengelus punggung Nayra sembari menerima telp..


Damian : Hallo....


Devan : Mengapa kau tidak menghadiri rapat pagi ini..kau tau Daddy memintaku menghubungimu...astaga baru bertemu Nayra kau sudah lupa segalanya..


Dan mata Damian terbuka lebar..ia mengerang sial..tentu dia tak bisa meninggalkan Nayra begitu saja gadis ini akan membunuhnya..


Damian : Devan....apa kau bisa menggantikan aku untuk rapat kali ini..


Devan : Apa terjadi sesuatu... (Devan sedikit cemas)


Damian : Itu...aku dan Nayra...


Devan : (Menghela nafas setelah tau apa arti kata-kata) Kau bertindak cukup cepat....baiklah, tenanglah aku akan mengurus segalanya jangan kawatir...dan lanjutkan saja aku akan menggendong keponakanku sebentar lagi..


Damian : Mengerang....Devan.......


Telp terputus...


Damian memejamkan matanya, syukurlah Devan telah menolongnya hari ini...Damian lalu perlahan bangkit dari ranjang untuk membersihkan dirinya meninggalkan Nayra yang masih terlelap di ranjang..sebelum beranjak Damian mengecup puncak kepala Nayra dengan penuh rasa cinta..bagaimana pun gadis ini adalah miliknya..dia bangga menjadi yang pertama..


****


Damian masih duduk bersantai sambil meneguk kopinya, paginya sangat indah ketika memandang Nayra tertidur...pria itu mengenakan celana santai dan tanpa atasan...dan hanya memandang Nayra dan menghisap sebatang rokok sambil menunggu..


Sampai ada gerakan tubuh Nayra di tempat tidur, gadis itu mengerang dalam tidurnya dan perlahan bulu matanya yang bergerak-gerak...hingga akhirnya terbuka...


Nayra langsung mengerutkan kening ketika ia merasa tak nyaman di daerah sensitifnya, gadis itu mengernyit..


''Aoww....''


Nayra mencoba bangun dan merasa tubuhnya remuk...dan sialnya ia mendapati tubuhnya masih polos di bawah selimut hal ini sekaligus menyadarkan dirinya kalau dia telah kehilangan kesucian..


''Selamat pagi sayang...''


Suara menjengkelkan itu menembus kesadaran Nayra hingga gadis itu menoleh sakit hati, bahkan Damian tampak baik-baik saja sementara dirinya,....kesakitan setengah mati...jadi Nayra pikir ini tak adil apalagi dia yang paling kehilangan disini..


''Jadi kau selama ini berbohong padaku...''


Nayra menyambar pajangan di meja dan melempar ke arah Damian namun pria itu malah menangkap pajangan kesayangannya itu dengan senyuman.


Damian bangkit dari kursi dan mendekati Nayra yang mulai terlihat emosi...

__ADS_1


''Sayang.....''


''Kau telah membohongiku yah..kau tau selama ini aku hidup dalam bayang-bayang kecewa karna aku telah ternoda namun ternyata ini hanyalah alasanmu untuk membuatku percaya aku telah kehilangan ksucian...''


Damian hanya diam menerima semua kata-kata pedas Nayra..toh memang dia tak mau mengelak...


''Aku akui aku melakukan itu agar aku bisa mengikatmu namun seorang Nayra tak akan pernah bisa terikat..tapi sekarang kita bersama kau milikku..kita bisa menikah kalau kau mau...''


''Dalam mimpimu...aku tak akan pernah mau menikah...''


''Baiklah...bagaimana kalau kita pacaran...''Damian kini menangkap kedua tangan Nayra yang dari tadi memukulnya,..


Nayra membeku....


''Aku pacaran dengan Devan...''


Nayra terpaksa berbohong kalau tidak, maka Devan dan juga Zoe akan menertawainya dan menganggapnya labil karna kemarin Nayra menolak Damian..a[alagi Bella gadis itu bahkan mau melekat pada Damian setiap saat...tidak..Nayra belum siap untuk pacaran meski mereka telah melakukannya...


''Bagaimana kalau hanya kita berdua yang tau...''


''Backstret.''


''Yah.....aku ingin kita terikat, aku tak ingin kau lepas dariku...aku akan bersedia jika hubungan kita di rahasiakan sampai situasi aman...Devan pasti akan mengerti..''ucap Damian membujuk..


Nayra mempertimbangkan usulan Damian, lagi pula ia memang tak bisa lari lagi...dia aman dalam perlindungan Damian....apalagi ada Oscar yang akan terus memburunya..Nayra takut sekali..


''Tapi jangan mendekatiku di saat kita sedang bersama Devan dan Zoe...aku akan menghajarmu..''ancam Nayra dengan nada tegas.


''Baiklah kalau begitu aku...ingin kau memakain cincin dariku..''


Entah dari mana cincin Damian dia dapatkan dengan cepat, karna dalam sekejap Damian langsung mengeluarkannya dari dalam saku celananya dan menunjukannya pada Nayra yang terpaku...


''Cepat sekali...dari mana kau mendapatkannya..''


''Sebenarnya aku sudah menyiapkan ini sejak lama bahkan ketika kau masih membenciku..''


''Hah........''


Nayra membeku...kata-kata Damian seperti embun yang menyejukan hingga Nayra sedikit terpana...hanya sedikit...


Gadis itu terkejut ketika Damian mengambil tangannya dan memasukan cincin di jari manis Nayra hingga membuatnya tertegun...gadis itu mengangkat wajahnya dan langsung berhadapan dengan wajahn Damian yang begitu tampan ketika sedang serius memasukan cincin ke dalam jemarinya...tanpa sadar Nayra tersenyum..mengapa hatinya berdebar..


''Nah...cincin ini sangat pas untukmu, kita akan memakai cincin yang sama...aku akan memakainya.''


Damian mengambil cincin pasangan yang satunya dan ingin memasukannya sendiri ke dalam jemarinya namun...Nayra merebut cincin Damian hingga pria itu menatapnya..


''Mengapa....''


'Biarkan aku yang memasangkan cincin ini di jarimu...karna kau sudah memasngkannya di jariku..''tanpa di duga Damian kalau Nayra akhirnya tersenyum dan pria itu sangat lega..hatinya juga tak kalah berdebar ketika melihat Nayra memasangkan cincin di jarinya dengan hati-hati..


Kini mereka memakai cincin yang sama sebagai pengikat..

__ADS_1


''Aku akan menikahimu Nayra...''


''Aku akan memikirkannya walau aku membencimu...'' Nayra kembali memasang wajah culas..


Namun bagi Damian dia sudah biasa menerima tatapan tajam seorang Nayra bahkan sejak mereka kecil..bahkan aneh jika Nayra bersikap lembut...seperti bukan Nayra...


''Aku harus mandi...aku akan...''


Nayra mencoba berdiri namun rasa nyeri di daerah sensitifnya membuatnya sontak menjerit..


Damian ikut terkejut..


''Ada apa.....''


''Mengapa rasanya seperti ini..aku tak bisa berjalan...''mata Nayra berkaca-kaca...ketika melihat Damian ia kembali kesal..


''Semua ini karna dirimu...''jerit Nayra menggertakan gigi..


Namun Damian tentu saja hanya mampu menghela nafas...pria itu dengan sigap menggendong tubuh Nayra ala bridal style dan menatapnya..


''Aku akan membantumu melewati rasa sakitmu Nayra....''


''Tentu saja..kau yang menyebabkan ini semua..''


''Baik....''Damian tersenyum penuh arti..


Dan ketika mereka hendak melangkah, tak sengaja pandangann Damian dan Nayra terpaku pada noda darah kesucian di sprei...Nayra melebarkan matanya terkejut dan menjadi lemas..


''Aku mencintaimu Nayra...''bisik Damian sungguh-sungguh..


Nayra membeku dengan gugup melihat wajah serius Damian...


''Ehmm..ayolah....Damian...''


Pria itu akhirnya mengangguk patuh...


**********


Tengah malam.....


Dena baru saja selesai minum air sebelum dia tidur kembali...namun ada bunyi pintu yang di ketuk berulang hingga gadis itu menoleh...ia melangkah dan segera membukanya.,.


Devan tampak masuk dengan tatapan dinginnya...


''Minggir sana...mengapa aku harus melihat wajahmu lagi...''


Devan melangkah dan menubruk tubuh Dena hingga gadis itu hanya mampu terdiam...dan menutup pintu lagi...ketika mereka melangkah menuju lift Devan menoleh..


''Kau...lewat tangga saja..karna aku tak sudi berada satu lift denganmu...''desis Devan tajam..


Dena menghela nafas.....ketika pintu lift tertutup begitu saja di depan matanya, mengapa tuan Devan sangat membencinya.apa kesalahannya..?

__ADS_1


Dena berkaca-kaca menahan rasa sedih...gadis itu melangkah mendekati tangga....


__ADS_2