Cinta Putra-putri Sang Mafia Kejam

Cinta Putra-putri Sang Mafia Kejam
Ingin Menghukum


__ADS_3

Kedua mafia itu tak ada yang mau mengalah, masing-masing saling menodongkan senjata dengan tatapan membunuh sementara Nayra berada di tengah mereka dengan wajah pucat..


''Kau sudah gila Oscar...aku akan meledakan kepalamu agar kau sadar bahwa kau sedang bermimpi..''desis Damian mengeraskan tatapannya..


Oscar juga tak ingin kalah..dia semakin mencengkram Nayra hingga gadis itu sesak nafas..


''Oscar hentikan kau akan membuatku mati tercekik.''jerit Sherin dengan suara yang tertahan di tenggoroannya..


Oscar menurunkan pandangan pada Nayra yang mulai kesulitan bernafas, sontak cengkramannya melemah dia juga tak mengerti mengapa ia bisa meakan seperti itu..


''Apa kau baik-baik saja..''ucap Oscar dengan begitu khawatir..


Damian merasa habis kesabarannya, pria itu lalu melepaskan tembakan


Dor!!!!


Oscar mengerang ketika Damian berhasil menembak lengannya pistol jatuh ke lantai dan sontak membuat pegangannya pada Nayra terlepas..


''Oscar....'' jerit Nayra ketakutan melihat darah..


Sementara itu semua anak buah Damian mengepung tempat itu dan melumpuhkan mereka,..Damian mendekati Nayra dan menariknya menjauh dari Oscar yang terjatuh di aspal dengan tidak berdaya..


Damian mengarahkan pistol ke arah Oscar dan bersiap menembak...


''Matilah kau Oscar...''


''Tidak.....''jerit Nayra menahan tembakan Damian dengan menarik lengan Damian hingga mereka saling menatap..


''Kau sedang membelanya Nayra..'' teriak Damian kesal..


Oscar yang mendengar teriakan Damian menatap Nayra dengan dalam..

__ADS_1


''Cukup...aku tak mau ada korban...aku sudah selamat dan bukankah itu cukup....''


''Arrrrgghhh..kau benar-benar...''


Damian tak bisa melepaskan Oscar begitu saja karna pria ini telah berani membuatnya cemburu dan kesal...


''Bagaimana kalau beberapa pukulan...''


Nayra hendak menahan namun, ia kalah cepat karna Damian lebih dahulu memukul Oscar hingga pria itu pingsan..


Nayra menghela nafas..betapa Oscar sekarat..


''Apa dia akan mati...''ucap Nayra dengan polos..


Dan sekali lagi ucapannya membuat Damian kesal setengah mati di tambah cemburu yang memburu...pria itu segera menarik Nayra menjauh hingga Nayra mengerang..


''Damian...''


''Tidak...''


''Bohong....''


Damian mengeraskan wajahnya, melihat Nayra berdiri tanpa kurang satu apapun membuat pria itu merasa lega luar biasa, bagaimana pun dia sangat takut terjadi sesuatu pada Nayra..


''Kau ingat jika kau telah melakukan kesalahan besar..''


''Kesalahan apa...aku tidak bersalah..''ucap Nayra keras kepala..


Damian tersenyum dingin..


''Ayo pulang sekarang karna aku tak akan melepasmu malam ini..''

__ADS_1


''Hey apa maksudmu..Damian..''


Nayra menjerit keras ketika pria itu membawa tubuhnya seperti sekarung beras untuk melangkah menuju mobil...dan memasukannya..Nayra ingin protes tapi dia sedikit takut melihat tatapan dingin Damian..


Pria itu memerintahkan anak buahnya untuk mengurus Oscar..sementara itu Damian masuk ke dalam mobil dan melaju meninggalkan lokasi itu.


''Aku akan menelfon Daddy...''


Nayra mengambil ponselnya namun akhirnya mengurungkan niatnya, batrei ponselnya habis..


''Aku akan mengubungi mereka malam ini..''


''Apa maksudmu bukankah kita akan pulang....aku akan menjelaskan..''


''Tidak Nayra...ada yang harus aku pastikan denganmu malam ini.''


''Pastikan apa...Damian...''


Nayra menghela nafas berat ketika mobil mereka tidak mengarah untuk pulang namun menuju apartement Damian...


''Kau akan tau sebelum menjalani hukuman...''


''Astaga hukuman apa...Damian..''


Nayra terkejut ketika bibir Damian menyambar bibirnya dan melum**nya dengan lembut..


Nayra sungguh terkejjut...


''Damian....apa yang kau lakukan..''jerit Nayra keras...


Damian menaikan sudut bibirnya dengan gemas...dia tak akan melepas Nayra malam ini..

__ADS_1


Skip...


__ADS_2