Cinta Putra-putri Sang Mafia Kejam

Cinta Putra-putri Sang Mafia Kejam
Rasa Cemburu Devan


__ADS_3

Dena begitu terkejut ketika Devan memeluknya dari belakang, gadis itu langsung bereaksi dengan melepaskan pegangan Devan kepadanya, bagaimana kalau ada yang melihat, mereka akan salah paham bukan...?


''Apa yang kau lakukan Devan...siapapun bisa melihat kita dan salah paham..''


Devan malah tersenyum lalu kembali menarik Dena di dalam pelukannya...semua rasa lelahnya seperti menemui ujungnya ketika melihat Dena sedang menyiapkan makanan untuknya..ada rasa hangat yang dia rasakan saat ini dan Devan sungguh tak menyangka jika Dena kembali kerumah ini. Devan kembali menarik tubuh Dena mendekat hingga hanya mata mereka yang saling menatap tajam..


''Sejak kapan kau sampai..''


''Tadi siang...''


''Mengapa kau tidak mengabariku...bukankah kau terikat perjanjian denganku..'' tatap Devan protes.


Namun Dena berdehem...


''Tapi akhirnya kau juga tau aku kembali, itu bukan masalah besar...kau sudah tau sekarang..''


Devan menyerah, ya terpenting dari semuanya adalah Dena sudah berada di dekatnya hal lain tak masalah..


''Baiklah..aku sudah lapar sekarang...''


Ucapan Devan tentang rasa lapar membuat Dena melepaskan diri dari rengkuhan Devan lalu sedikit mendorong tubuh Devan agar duduk di depan meja makan..


''Jika kau sudah lapar maka jangan menunggu...tuan Devan...''


Ketika Dena ingin pergi...


Devan menangkap tangannya..dan melirik Dena dari sudut matanya..


''Aku ingin kau membersihkan kamarku..''ucap Devan..


''Bukankah itu tugas pelayan..''ucap Dena protes...


''Tapi mulai sekarang aku ingin kau yang membersihkannya..ingat dengan perjanjian kita..''


''Tidak adil Devan..'' tatap Dena cukup kesal..


''Kau sudah tanda tangan atau aku akan menuntutmu...''


''Haisss..kau kejam sekali...''


''Tentu aku tak akan melunak kepadamu Dena..''pria itu mengedipkan matanya yang akhirnya membuat Dena menyerah..dan ketika gadis itu hendak pergi..


Seseorang muncul di ruang makan..

__ADS_1


''Dena.....''


Zoe setengah berlari dan langsung memeluk Dena, hingga Devan mulai panas...


''Aku merindukanmu Dena....aku senang kau kembali..kau tau aku langsung kemari menyadari kau sudah kembali..''ucap Zoe dengan senyuman lega..


''Zoe.....aku juga merindukanmu...'' balas Dena..


Pelukan itu terlepas dan Zoe menatap Devan yang sedang makan namun dengan wajah kesal..


''Hai....Devan...tumben kau makan dirumah...''


''Aku memasak hari ini..jika kau belum makan bagaimana kalau makan bersama Devan..''ajak Dena antusias..


''Dia sudah makan dirumahnya Dena...''sambung Devan ketus..


''Siapa bilang...aku lapar, Zoe menoleh tak perduli ia menatap Dena dengan senyuman ramah..aku akan makan asal kau juga makan...''


''Tapi Zoe....''


''Ayolah...''


Zoe menarik Dena agar duduk di dekatnya dan mereka makan bersama...


Dena mengangguk lalu bangkit dari tempat duduknya...namun Zoe menangkap tangannya....


''Kita baru saja bertemu aku akan makan jika kau menemaniku jika tidak aku tak akan makan sampai pagi dan jika aku yang sakit maka aku akan menunjukmu..''


Mendengar hal itu Devan tertawa kesal, yang benar saja...mengapa Zoe mulai mendekati Dena..bukankah dia punya banyak kekasih...dan bagaimana kalau Dena jatuh cinta pada Zoe...dia masih muda dan tampan bukan...? Jemari Devan terkepal di bawah meja..dia tidak terima...


''Zoe....ada apa denganmu..''tatap Devan dengan suara yang tajam..


Sementara Zoe menatang Devan tanpa perduli...pria itu tersenyum..


''Bukankah kau membenci Dena setengah mati...jadi katakan padaku kalau perasaanmu sudah berubah menyukainya Devan....jika ya aku akan mengalah...''


Deg!!!!


Devan membeku mendengarkan ucapan Zoe...ia memandang Dena yang sepertinya ingin mendengarkan jawaban darinya...bagaimana sekarang...apa yang harus dia lakukan...jawaban apa yang harus dia berikan..


''Zoe...sudahlah apa yang kau tanyakan ini....kau membuatku malu..''bisik Dena merasa tak enak karna kehadirannya membuat kedua sepupu ini saling menantang..


''Aku hanya ingin memastikannya Dena...aku juga ingin kau mendengar sendiri jawaban dari Devan...bukankah kita perlu jawaban darinya bukan..kalau perasaannku kau tau sendiri aku sudah jujur kalau aku mencintaimu tapi Devan...bagaimana kejujuran hatinya kali ini...''tanya Zoe dengan penasaran...

__ADS_1


Devan menyudahi makannya dan menatap mata Zoe dan Dena bergantian..


''Apa yang kau inginkan sebenarnya Zoe..''


''Aku ingin tau kejujuran hatimu Devan...di hatimu kau menganggap Dena siapa..apakah Dena berati untukmu..''


Deg!!!!


Dena ingin sekali pergi dari sini, entah mengapa dia takut sekai mendengar ucapan Devan..yah...meski mereka tidur bersama bahkan sejak saat itu Devan mulai merayunya...Dena memang tak tau perasaan Devan kepadanya..tapi dia juga tak ingin berharap dan lebih sadar diri..siapakah dirinya saat ini...


Gadis itu menundukan kepalanya sementara Zoe masih menggenggam tangannya..


Devan menajamkan tatapannya pada Zoe yang menggenggam tangan Dena dengan erat namun sekali lagi dia juga tak mengerti apa mau hatinya sebenarnya...Devan merasa bingung...karna sebelumnya dia sangat membenci Dena...bahkan tak ingin melihat bayangannya..namun sejak mereka tidur bersama ada perasaan berbeda di hatinya..mungkinkah itu hanya sebuah rasa bersalah semata....?


Devan tidak tau...dia belum menemukan keinginan sebenarnya yang ada di hatinya...karna itu Devan tersenyum lalu mendekati Dena dan Zoe...


''Kau berharap apa Zoe....kakakku baru saja akan mnikah dan aku masih belum menentukan masa depanku dalam hal wanita...aku tidak memiliki hubungan apapun dengan Dena...tentang perasaan...aku masih belum menemukan cinta untuk memiliki....Devan menatap Dena dengan tajam..Dena..kau gadis bebas yang memiliki hidupmu sendiri...jadi apakah ucapanku jelas...kau sama sekali tak ada di hatiku...''


Deg!!!!


Jantung Dena berdebar nyeri...yah...mengapa hatinya sakit sekali mendengar pernyataan Devan...itu tidak kejam, hanya saja hati Dena yang terlalu naif dan bodoh....


mata Dena berkaca-kaca namun berusaha di tepisnya agar Devan dan Zoe tidak melihat hatinya...bahwa dia terpengaruh dengan ucapan Devan yang ternyata menyakitinya..


''Kau tidak menyukainya Devan...''tanya Zoe dengan mata berbinar...


''Tidak.....aku belum menemukan ketertarikanku kepadanya...''ucap Devan dengan tegas..


Dena berusaha tersenyum walau sebenarnya ia ingin menangis...jika mengingat peristiwa itu sungguh Dena merasa itu adalah hal terbodoh yang dia rasakan..


''Yah...Zoe...jangan membuat Devan tak nyaman...lagi pula, aku pernah bilang kalau kalian berdua harus menikah dengan wanita yang sederajat...aku hanya akan berdiri di belakang kalian dan membantu....sudahlah jangan terlalu meributkan sesuatu yang sia-sia...bagaimana kalau kita makan saja Zoe...''


Dena duduk kembali dan mulai mengaduk-aduk makanannya..ketika airmatanya menetes...


Devan hanya membeku....lalu tak berapa lama kemudian pria itu melangkah meninggalkan Dena dan Zoe...


Zoe menaikan sudut bibirnya dia menatap Dena yang sepertinya tidak perduli pada Devan..


Ini adalah kesempatan untuknya mendekati Dena..


''Oya Dena.....apakah kau mau mendampingiku menjadi pengiring pengantin Damian dan Nayra..''


''Hah....''

__ADS_1


Dena membeku.....


__ADS_2