Cinta Putra-putri Sang Mafia Kejam

Cinta Putra-putri Sang Mafia Kejam
Tak Habis Pikir


__ADS_3

Dena tak habis pikir bagaimana bisa jam mahal milik Devan di temukan di dalam tasnya sedangkan melihat saja dia tidak pernah..dan pertama kalinya dia masuk ke kamar Devan adalah hanya malam dimana Devan memaksanya dan mereka tidur bersama, ia tak pernah berani masuk kamar seorang Devan Dalton..itu tidak mungkin.


Dena bahkan tak pernah berani menatap pintu kamar Devan..lalu bagaimana caranya jam tangan mahal itu malah ada di dalam tasnya...Dena sama sekali tak bisa mempercayai apa yang dia liat....wajah Dena begitu pucat, ini pertama kali di dalam hidupnya dia di tuduh mengambil milik orang lain, dan parahnya orang itu justru adalah Devan..ia bukan pencuri namun bagaimana membantah hal itu karna justru sekarang buktinya jam itu ada di dalam tasnya dan parahnya jam itu sudah rusak..mungkin terkena benturan di dalam tas Dena..gadis itu merasa lemas seketika..merusak jam 10 M sama saja bunuh diri..


''Aku tidak pernah mengambilnya Devan....bagaimana mungkin jam ini ada di dalam tasku..''


''Kau bertanya kepadaku...apakah kau sedang bercanda Dena...buktinya sekarang jam kesayanganku dengan harga yang begitu malah ada di dalam tasmu lantas kau mau bagaiaman sekarang.....aku mengalami kerugian kalau begini...''


Dena menutup wajahnya dengan kedua tangannya dia sungguh kesal sekali mengapa dia yang kehilangan segalanya malah harus menanggung beban yang besar..karna dia tau sampai Devan mengikutinya kemari itu artinya pria ini tidak akan pernah membiarkannya lepas...


''Bagaimana kalau kita memeriksa cctv saja...aku yakin kita akan tau siapa pelakunya..yah...''


Dena berdiri dan mendekati Devan dengan senyuman yang baru pertama kali di lihat oleh Devan...oh...shiitt.....mengapa gadis ini manis sekali.....? Jantung Devan berdebar dengan kencang ketika wajah keduanya begitu dekat saat ini...


Tentu saja semua kenangan cumbuan mereka begitu indah jika Devan mengingatnya...pria itu menaikan sudut bibirnya dengan tatapan paling dingin..


Pria itu lantas menarik punggung Dena merapat kepadanya dan menatapnya dengan tajam..


''Apa kau sengaja mengatakan segalanya Dena,....karna kau tau kalau sudah 3 hari ini cctv di lantai dua putus...jadi tak ada rekaman apapun yang aku butuhkan...dengarkan aku Dena, sekarang kau tertangkap basah mengambil jam miliku..''


''Aku tidak mengambilnya aku bersumpah..'' mata Dena begitu tersiksa karna ia sungguh takut sekali...ia hampir menangis...


''Aku tak perduli kau harus menggantinya Dena...karna malam itu kita tidur bersama maka aku akan mengurangi jumlah hutangmu...kau hanya harus membayarku sebesar 5 M...''


Dena memijit pelipisnya,...ia menatap Devan dengan putus asa..


''Aku tak punya uang Devan...bagaimana aku harus membayarmu...''


Devan tertawa dengan dingin...melirik bibir Dena yang penuh dan tampak basah itu sangat menarik...ingin rasanya Devan mencium gadis ini....namun dia mencoba menahan diri mereka masih berada di panti bagaimana kalau ada anak kecil yang lewat...??


''Bukankah kau akan menanggani butik Mommy.....kau akan punya uang untuk mencicilku Dena...namun sebelum kau bisa melunasiku maka kau..berada di dalam....Devan menunjukan telapak tangan yang terbuka dan Dena menatapnya dengan merinding...gadis itu terdiam takut ketika Devan mengepalkan tangannya di hadapan Dena...kau ada di dalam kendaliku sampai kau bisa melunasi hutangmu sayang...''


''Tidak...apa maksudmu kendalimu Devan...''


Pria itu mendekati Dena dan mengecup bibir Dena dengan singkat..lalu menatap matanya...


''Aku berjanji padamu kalau aku tak akan mengganggumu jika kau bekerja di butik Mommy..percayalah Dena...tapi selama kau belum melunasi hutangmu maka kau adalah milikku..''ucap Devan dengan suara yang dingin..

__ADS_1


Dena menatap mata Devan dengan tajam...


''Apakah ini rencanamu Devan..kau sengaja agar aku melakukan apapun yang kau suka..dengarkan aku baik-baik....aku tak akan pernah.......''


''Sssstt......jangan percaya diri Dena...kau bukanlah tipeku...''


''Apa....''Dena tersinggung..


Devan menatap keseluruhan Dena dan terkekeh..


''Setelah bekerja di butik kau harus melakukan semua perintahku termasuk membersihkan apartemenku..membelikan aku makanan atau apapun yang aku suka...aku bebas memerintahmu selama kau masih berhutang padaku Dena...''


''Apa......aku tidak mau...''


Suara Dena terputus ketika Devan mengeluarkan sebuah lembaran perjanjian dan meletakannya di atas meja lalu ia tersenyum kepada Dena..menuntun gadis itu menuju meja..


''Tanda tangan disana atau aku akan menuntutmu..''


''Tapi aku....''


''Baiklah...aku setuju Devan, jangan memberitahu semua orang mereka akan berpikir aku memang pencuri..mana pulpennya..'' ucap Dena dengan suara yang pasrah..


Sementara Devan hanya tersenyum menang ketika Dena mulai tanda tangan dia atas surat pernyataan yang di buat Devan..


''Nah...selesai....''


''Aku kesini untuk memberitahu Mommy mungkin akan segera menelfonmu..Butik sudah selesai di renovasi dan kau akan segera bekerja karna itu Dena...dengarkan aku baik-baik...ketika kau mulai masuk kerja maka sejak saat itulah perhitungan kita di mulai...''


Dena menghela nafas......sia-sia saja dia bersembunyi di panti kalau toh Devan bisa menemukannya kembali...Dena sungguh menyesal jika tau begini lebih baik baginya untuk meninggalkan kota ini saja..kini Dena tak bisa berbuat apapun untuk menghindar dari Devan..bagaimana bisa dia mendapatkan uang sebesar 5 M....astaga...


Devan telah mendapatkan tanda tangan itu dan dirinya sangat puas, lalu pria itu menegakan tubuhnya dan meraih Dena mendekat...


''Mulai sekarang kau tak bisa menghindar dariku Dena, aku adalah boss mu....sekarang berikan nomor ponselmu..'


Dena lalu mengambil ponselnya dan menunjukan nomornya dan Devan menyimpannya..lalu pria itu tersenyum...


''Sekarang apapun yang kau lakukan harus seijinku Dena...''

__ADS_1


''Apa...'' Dena menghela nafasnya dengan berat..


********


Sementara itu..


Damian turun dari mobil dan di ikuti Nayra..


''Dam....Damian...jangan keras-keras...dia masih sakit....


Damian menoleh...


''Apa maksudmu kau sedang membelanya sayang..''


Damian menghentikan langkahnya dan menatap Nayra..


''Tidak...mana mungkin..tapi kasihan dia...''


''Kau mau mendapat hukuman lagi dariku malam ini..''


Hah.........


Nayra menggeleng dengan senyum..


''Aku akan menunggumu di kantin rumah sakit saja..''


Tanpa menunggu Damian, Nayra langsung meluncur menuju kantin..untuk menunggu..sementara itu Damian melangkah menuju ruangan kamar tempat Oscar di rawat..


Oscar sedang menonton televisi ketika Damian membuka pintu..


Oscar terkejut ketika melihat Damian masuk dan mendekatinya..


''Damian....''


''Bagaimana kalau aku mematahkan sebelah tanganmu lagi Oscar..''


Damian mendekati Oscar yang panik..

__ADS_1


__ADS_2