Cinta Putra-putri Sang Mafia Kejam

Cinta Putra-putri Sang Mafia Kejam
Posesif


__ADS_3

Nayra hendak turun dari mobil namun Damian menahan lengannya hingga gadis itu menoleh gusar..


''Ada apa...''


''Ingat untuk tidak dekat dengan pria manapun...aku sedang cuti kuliah karna harus berkonsentrasi pada perusahaan namun aku akan mengawasimu Nayra...''


''Haiss..lepaskan aku Damian....sekuat apapun kau mencoba kau tak akan pernah bisa menaklukan aku apa kau mengerti aku...tidak akan pernah menyerah kepadamu...''


Nayra lalu membuka pintu mobil dan segera keluar dari sana dengan hentakan kaki yang kuat hingga Damian hanya menghela nafas...


Nayra adalah gadis manja dan keras kepala jadi Damian harus bersikap sabar dengannya..


*******


Nayra melangkah sambil mengumpat hingga dia tak sadar kalau dirinya menjadi pusat perhatian..


Gaunnya kali ini begitu elegan dan anggun, dia seperti gadis manis yang baik-baik..


''Hai...Nayra...''


Nayra mengangkat wajahnya dan mengerutkan kening ketika dia sadar jika pria di depannya adalah Kevin...


Senyum Nayra langsung mereka dia mencoba mendekati Kevin namun pria itu malah bergerak mundur menghindarinya...


''Ada banyak mata-mata Damian aku tak mau dia curiga Nay...''


''Baiklah....meski aku tidak takut padanya, namu aku tak ingin membebanimu Kevin lalu ada apa..''


''Aku mengadakan sebuah pesta kecil di apartemenku...aku harap kau datang untuk yang terakhir kalinya..''


''Mengapa harus yang terakhir..kita sepasanng kekasih kan...aku tak akan pernah menyerah dengan hubungan kita...''


''Aku tak pernah membayangkan jika kau begitu baik dan mencintaiku...''


''Bagaimana denganmu Kevin kau juga mencintaiku bukan..''


''Tentu saja...aku mencintaimu...'' Kevin mendekat menatap matanya dengan tajam..


Jemarinya naik mengusap wajah mulus Nayra dengan sayang, bagaimanapun dia mencintai Nayra dan tak akan pernah merelakannya..menjadi milik Damian..


''Karna itu kau harus datang ke pesta itu...aku punya beberapa kejutan kecil untukmu..''


''Baiklah...aku akan kesana Kevin...''


''Bagus....tapi sayang, aku mohon jangan beritahu Zoe, Devan atau pun Damian tentang pesta ini aku ingin hanya ada kita berdua yang merayakannya sayang...aku mohon...''


Nayra mengangguk tanpa ragu bahkan dengan mata yang tertutup ia bisa mempercayai Kevin seutuhnya...


''Kapan acaranya...''


''Besok malam...aku menunggumu jam 7..''

__ADS_1


''Baiklah....''


''Kenakan gaun terbaikmu sayang karna aku ingin menjadikan hari kita lebih indah...''


''Aku pun begitu...aku akan berdandan cantik untukmu Kevin..''


''Aku menunggumu Nay....''


Ketika mereka masih bicara, Kevin membeku ketika mendengar suara dari arah belakang, tampak Zoe dan Devan mendekati mereka, dia tau ia tak bisa lagi mendekati Nayra...


''Sayang...aku harus pergi...pengawalmu sudah datang..''


Nayra hanya mengeluh dengan wajah cemberut namun ketika mengingat jika besok dia akan menghadiri pesta membuat Nayra tersenyum kembali dan merelakan kepergian Kevin..


Mereka berpisah ketika Zoe dan Devan mendekatinya, mereka bahkan masih mengancam Kevin di dalam matanya..


''Apa yang kalian bicarakan Nay...'' Zoe mulai mengintrogasi dan menanyakan hal yang sama..kepada Nayra...karna dia harus melaporkan pada Damian tentang semua kegiatan Nayra..


Nayra menoleh kesal...


''Astaga bukan apa-apa, Kevin hanya menyapaku saja apakah tidak boleh...Damian sudah membuatku frustasi aku tak ingin salah satu di antara kalian melakukan hal yang sama..''


Nayra berubah cemberut dan melangkah menjauhi Zoe dan juga Devan yang mengikuti langkahnya..


''Nay....Nayra....tunggu, maafkan kami okey...kami bukan pengawalmu atau mata-mata Damian, tapi kami adalah teman, sahabat dan orang yang akan selalu mendukungmu Nayra...'' ucap Devan menenangkan..


Nayra menghentikan langkah dan menoleh pada Devan yang sedang menatapnya ia mendekati Devan dan tersenyum..


Sementara jantung Devan berdebar-debar kencang...dia tak pernah menduga jika Nayra sempat memikirkan dirinya sebagai tunangan, bahkan Nayra sama sekali tidak menginginkan pertunangan dengan Damian..


Apakah ini sebuah kesempatan...?


''Devan....mengapa kau malah melamun...ayo kita harus ke perpus menemani Nayra..'' ucap Zoe tegas..


Devan mengangguk dan kembali melangkah bersama Zoe dan Nayra, dan sepanjang perjalanan mereka, Devan tak pernah memandang ke arah lain selain pada Nayra..seakan Nayra punya magnet sendiri untuk membuat Devan ingin terus ada di dekatnya...


Pria itu tak sadar mulai menumbuhkan perasaan untuk Nayra...


************


Seperti yang di duga Nayra kalau Damian menjemputnya tepat waktu dan hal itu sangat membuatnya kesal setengah mati...tak ada yang lebih mengesalkan selain melihat bahwa Damian tampak sungguh-sungguh ingin menikah dengannya..


Mereka saling membenci bagaimana mungkin dapat di satukan..


Damian keluar dari dalam mobil dan mendekati Nayra yang masih cemberut, pria itu bersedekap..


''Cobalah untuk memberikan senyuman terindah untukku Nay...''


''Aku tidak mau, aku tidak ingin, aku tidak sudi Damian...''


Pria itu tersenyum dingin, namun mengeraskan wajahnya...

__ADS_1


''Berikan aku senyuman atau aku akan menciummu disini..''


Nayra membeku mendengar ucapan Damian..sesaat kemudian dia melirik ke sekitarnya dan membeku...mereka sedang berada di parkiran kampus, ia akan mati karna malu jika Damian menciumnya..


''Damian...''


''Aku akan menghitung mundur...3...2....1..''


''Baiklah aku akan tersenyum...''


Dengan sangat terpaksa Nayra tersenyum, walau ekspresinya menjadi aneh karna kerutan di dahinya..


Damian mengulurkan tangannya dan meminta Nayra menyambutnya...akhirnya Nayra menyerah dengan meletakan jemarinya dengan pasrah di dalam genggaman tangan Damian...


Keduanya bertatapan...


''Tetaplah tersenyum karna aku menyukainya sayang...ayo...''


Damian setengah menarik tangan Nayra menuju mobilnya sementara Devan yang baru saja keluar dari kelasnya membeku melihat Damian yang begitu posesif...jemarinya terkepal dengan kuat...pria itu membuang pandangannya seketika..


''Damian.....''


**************


Malam harinya...


Damian duduk di depan layar labtobnya sambil pandangannya mengawasi layar televisi...ada sosok Nayra baru selesai mandi dan sedang memilih gaun...yah...Damian sudah menyembunyikan camera untuk merekam gamabr Nayra....hal itu memudahkan Damian untuk megawasi Nayra..


Senyum Damian memudar, di ganti wajah yang memerah, ketika Nayra hendak mengganti pakaiannya..pria itu memalingkan wajahnya sendiri karna malu...bagaimana kalau Nayra tau dia sedang mengawasi Nayra di dalam kamarnya...


Damian akhirnya menoleh ketika Nayra sudah mengganti pakaiannya,..tapi sebuah gaun pesta sedikit terbuka...


Mau kemana Nayra...??


Damian menekan tomol Volume agar dia bisa mendengar Nayra bicara..


Sebuah panggilan telp membuat Nayra segera mengangkatnya..


Nayra : Yah...sayang, bisakah kau beritau aku dimana alamatmu, yah Apartemen cempaka lantai 30..baiklah aku akan kesana sekarang, bye....


Nayra menutup telp dan bersiap dia melangkah keluar kamar dan membiarkan Damian mengerang...


Pria itu bangkit dari tempat duduk dan menyambar kunci mobil....ia segera keluar dari kamar...


''Oh....Nayra....''


*************************


Haii.....jangan lupa mampir di Novel baru...


__ADS_1


__ADS_2