Cinta Putra-putri Sang Mafia Kejam

Cinta Putra-putri Sang Mafia Kejam
Hati Zoe Yang Tak Tega


__ADS_3

Zoe tersenyum ketika dia berhasil membawa Dena pergi makan malam dan seperti biasanya Dena selalu cantik dan hal itu tak lepas dari tatapan Zoe..


''Kita akan makan malam dimana Zoe...''tanya Dena dengan mata yang berbinar..


''Di restoran baruku...aku sibuk belakangan ini karna sedang mempersiapkan pembukaannya..''


Dena menoleh dengan mata yang melebar..


''Astaga apakah aku mengganggu, kau bahkan sedang mempersiapkan pembukaan Resto..kita cari tempat lain saja...'


''Tidak...aku ingin kau yang pertama makan disana...''ucap Zoe dengan senyuman lega di wajahnya..


Dena berdehem..oh..astaga Zoe, apakah dia benar-benar berharap pada Dena, ini salahnya juga mengapa memberi harapan pada Zoe...Dena memejamkan matanya...


Sementara Zoe menghela nafas...mengemudikan mobilnya menuju restorannya dalam diam...sementara Dena menjadi bingung sendiri ia ikut sedih jika harus menyakiti Zoe yang selalu baik hati..


Mereka akhirnya sampai di restoran dan Zoe keluar dari sana dan menyambut Dena yang keluar dari dalam mobil..


gedung restoran milik Zoe tampak begitu megah dan mewah, makan disini itu harus membayar mahal..


Dena menghentikan langkahnya dan menatap Zoe dengan hati yang sedih..


''Zoe..seharusnya kau membawa seorang gadis yang istimewa untuk menemanimu...aku tidak pantas..''

__ADS_1


''Dena..bagiku kau yang paling istimewa....tatap Zoe dengan pandangan tajam...meski kau tidak mencintaiku..''


Dena merasa dia akan menangis mendengar ucapan Zoe yang tulus..


''Ayo kita masuk...''ucap Zoe mengulurkan tangannya pada Dena..


Dena akhirnya menyambut Zoe dalam genggaman tangannya mereka melangkah masuk ke dalam restoran yang masih baru...Dena benar-benar gadis pertama yang datang ke restoran yang masih sangat baru ini...


Dena berkaca-kaca karna terharu melihat betapa baiknya Zoe padanya, pria ini tidak pernah berubah meski Dena sudah menolaknya..


Para pelayan mulai meletakan menu di atas meja sementara Zoe membimbing Dena duduk mereka berhadapan saling menatap dengan tajam..


''Zoe terimakasih banyak...ini terlalu indah untukku aku merasa kau benar-benar seperti malaikat untukku Zoe..''


Dena mengangguk..


''Kau pria pertama yang menerima diriku, kau adalah pria tampan yang mempunyai hati yang luas..meski aku tak bisa membalas perasaanmu aku sungguh minta maaf Zoe..''


Zoe mengangguk ia tersenyum walau rasa nyeri itu begitu kuat menghantamnya..Zoe menatap wajah Dena yang sedang melahap makanan dengan senyuman puas...


Sebenarnya Zoe ingin menghancurkan hubungan Devan dan Dena..agar dia bisa mendapatkan gadis cantik di depannya namun..melihat senyuman Dena...menyadari gadis ini sudah banyak menderita dan berhak bahagia....Zoe mengurungkan niat kotornya itu padahal dia sudah mendapatkan foto Bella dengan Damian..namun sekali lagi Zoe tak tega menyakiti Dena,..dan mematahkan hatinya..


''Ini enak sekali Zoe...aku yakin menu ini akan laku keras..''

__ADS_1


''Apa kau menyukainya Dena..''


''Yah...aku bahkan bisa makan ini setiap hari...''ucap Dena memejamkan matanya meresapi kenikmatan masakan itu di dalam rongga mulutnya.


Ekspresi itu membuat Zoe tertawa..


''Kau sangat lucu Dena...''


''Hei aku serius..ini enak sekali..''


''Baiklah aku akan mengirimkan makanan ini setiap hari dan aku mau liat kau akan menyukainya sampai berapa lama..''


Dena menyipitkan matanya..


''Akan lama Zoe aku sangat menyukainya..''


''Terimakasih Dena..''balas Zoe dengan senang..


Mereka lalu menghabiskan makanan berat dan mengakhirinya dengan makanan penutup yang manis...


''Apa kau bahagia sekarang Dena..aku dengar dari Nayra kalau hubunganmu dan Devan semakin dekat..kalian akan menikah..''


Dena meletakan sendok di atas piring dan menatap Zoe...

__ADS_1


''Zoe......''


__ADS_2