Cinta Putra-putri Sang Mafia Kejam

Cinta Putra-putri Sang Mafia Kejam
Melakukannya Atau Tidak?


__ADS_3

Damian sampai di sebuah apartemen yang dimaksud Nayra..pria itu menekan bel.lalu pintu terbuka...pria itu masuk dan mengerutkan kening....riuh suara musik dan juga banyaknya para undangan yang datang membuat pandangan Damian menjadi lebih redup..


Ada banyak asap dan bau minuman keras namun dia tak lelah mencari...melintasi lorong-lorong ruangan yang panjang itu, mata tajam Damian akhirnya menangkap sosok Nayra yang tengah duduk dalam keadaan setengah, dan seorang yang dia tau adalah Kevin hendak menciumnya...


Jemari Damian terkepal...mendekati sepasang anak muda, itu dan menarik sang pria yang ternyata adalah Kevin mantan kekasih Nayra...


Bughhh.....


''Bajingan....beraninya kau ingin menyentuhnya,...''teriak Damian murka,


''Damian...ampun...''teriak pria itu memohon, namun Damian tidak mendengarnya sedikitpun, ia kembali menghajar sang pria muda itu...


Bertubi-tubi dia layangkan pukulan telak di wajah pria itu hingga sang pria muda itu jatuh tak berdaya dengan penuh darah, lalu Damian mengangkat tubuh gadis yang sudah setengah sadar itu dan membawanya keluar dari pesta mengerikan itu..


Tak ada siapapun yang berani melawannya karna Damian memegang pistol di tangannya..


Sialan...Nay, mengapa kau nekat datang ke pesta ini, Damian akhirnya keluar dari rumah pesta itu dan segera melangkah menuju mobil, disana sudah ada sang asisten,


''Ramon, kau bisa menyetir cepat...antarkan aku ke apartemenku sekarang...''


Ramon mengerutkan kening.......


''Apakah kita tidak membawa nona pulang kerumah...''


''Kau cerewet sekali....jika aku memintamu mengantarkan aku ke apartemen maka itu yang akan kau lakukan..''desis Damian tegas...


''Baiklah tuan....''


Ramon segera membuka pintu belakang mobil dan Damian segera membawa tubuh Nayra masuk dan pintu di tutup...


mobil pun akhirnya meninggalkan lokasi pesta itu.


Di dalam mobil Damian memandang wajah Nayra yang tertidur...betapa dia sudah mencintai gadis ini sejak kecil..


yah..memang Damian bersalah...dia menyebabkan luka hati Nayra namun dulu dia hanyalah seorang anak nakal yang berbicara tanpa pikir panjang, namun Nayra adalah seorang pendendam sejati..jadi dia bahkan tidak memaafkan Damian sejak saat itu..


Nayra bahkan meminta orang tuanya untuk pindah dari kota ini sejak peristiwa itu karna apa...agar Nayra dan juga Damian tidak bertemu...


Cih....kau tak akan bisa menghindar dariku Nay, aku akan mengejar mu dan mendapatkan dirimu....kau adalah milikku, batin Damian tersenyum...

__ADS_1


Sudah lama dia menunggu saat-saat ini, Nayra terlalu kasar dan culas, bahkan gadis cantik ini tak ragu untuk membuang muka ketika mereka berpapasan, hal itu sungguh menyakiti Damian dan membangkitkan naluri lelakinya sebagai penakluk..Damian tak sabar untuk sampai di Apartemennya..pria itu juga sudah mengabarkan pada bibi Nada dan paman Pedro kalau putrinya ada bersamanya, jadi mereka tak perlu khawatir..


Nayra tampak bergumam tidak jelas....dia telah sepenuhnya terpengaruh obat..


Mobil akhirnya sampai di apartemennya...Damian tersenyum menang...


*************


Damian telah mengganti pakaian Nayra dengan cepat, dan tetap membiarkannya tanpa sehelai benangpun..pria itu tersenyum geli, bisa di bayangkan bagaimana reaksi Nayra besok pagi, dia pasti akan menjerit histeris,...


Damian telah menanggalkan pakaiannya sambil meneguk wine si tangannya ia memandang tubuh polos Nayra yang terbaring di ranjang, dan tampak puas setelah menyentuh tubuh Nayra, meski dia tidak melakukan itu tapi...untuk meyakinkan apa yang akan dia katakan maka semua harus sempurna..


Setelah puas meneguk minuman di tangannya, Damian segera naik ke ranjang dan masuk ke dalam selimut yang sama, mereka berdua polos dan percayalah...Damian hampir mati karna menahan gairahnya sendiri...


Beruntung, bajingan yang berkedok kekasih Nay, yang mengundang ke pesta memberi Nayra obat tidur jadi Nay tidak sadar apapun ketika Damian menyentuhnya sedikit kasar..


Damian tak punya cara lagi untuk membuat gadis ini memaafkannya apalagi menjadi miliknya...entahlah..Damian melihat hanya ini satu-satunya cara untuk membuat Nayra sedikit jinak padanya, karna setiap kali mereka bertemu hanya ada tatapan tajam penuh dendam yang di berikan Nayra...


Namun sekarang..Nayra tak bisa berkutik apapun...


Damian mendekatkan bibirnya, tak lupa memberi ciuman sedikit panas pada bibir Nayra kemudian menarik tubuh Nayra mendekat kepadanya..mereka saling memeluk dengan erat..


********


Terdengar jeritan keras dari dalam kamar tidur, Nayra sungguh terkejut menemukan kenyataan kalau pagi ini, dia tertidur di dalam selimut yang sama, dan terlebih bersama dengan orang yang paling dia benci di dunia ini..


''Damian.......'' jerit Nayra dengan tangisan yang pecah...


Damian pun terbangun seketika dan mengusap wajahnya, di pandanginya Nayra yang sedang menangis histeris sambil mendekap selimutnya..


''Beraninya kau melakukan hal itu padaku, beraninya dirimu Damian...''


''Bukan salahku, aku hanya menyelamatkanmu dari sahabat brengsekmu yang semalam memberimu obat tidur...seharusnya kau bersyukur aku menolongmu Nay..''


''Menolong apa, kau bahkan melakukan hal yang mengerikan padaku..katakan padaku tidak ada yang terjadi bukan, aku tidak merasakan sesuatu yang aneh padaku.......''ucap Nayra mencoba menguatkan hatinya,..


Damian menoleh...


''Liat saja tubuhmu, semalam aku mabuk jadi aku tak bisa mengingat dengan jelas apa yang terjadi....''

__ADS_1


''Jadi kita melakukannya...''


''Mungkin..''


''Mungkin...''ulang Nayra dengan mata melebar marah..


''Yah...aku bilang mungkin karna, aku tidak bisa mengingat semuanya Nay...''


''Oh...tidak....''Nayra menutup wajahnya dengan kedua tangannya, airmatanya menetes...


''Bersyukurlah....aku yang mendapatkanmu, lagi pula kita akan menikah bukan...''


Bagaimana dia bersyukur kalau akhirnya seperti ini..bagaimana caranya dia bersyukur kalau pria yang dia benci yang mendapatkan tubuhnya, Nayra sudah gila jika itu terjadi...


''Tidak.....aku tidak percaya kepadamu Damian aku...''


Kata-kata Nayra terputus ketika Damian berbalik dan menindih tubuhnya dari atas...pandangannya menajam hingga mata Nayra begitu ketakutan...


''Dam...Damian...aku akan melaporkanmu pada Mommy Vall...''


''Apa kau pikir aku takut...''


''Bagaimana kalau Daddy Dars....'' Nayra masih tak menyerah...


Damian tertawa dingin...


Lalu dalam sekejap mengecup bibir Nayra dengan panas, hingga gadis itu meronta, selimut terlepas dan menampakan tubuh polosnya yang sudah di penuhi tanda cinta...


Damian melepaskan ciumannya...membiarkan Nayra menatap semua jejak ciuman Damian di permukaan tubuhnya mulusnya....gadis itu sangat terkejut nyaris pingsan menyadari pria ini benar....


Sementara Damian kembali menekan tubuhnya dan membiarkan tubuh mereka bersatu,...Nayra merasakan betul, bukti gairah Damian di bawah sana...hingga ia semakin ketakutan...


''Kemungkinan besar kita telah tidur bersama jadi....kau tak bisa melepaskan diri dariku...manisku...''


Dengan nakal, jemari Damian meremas keindahan di d*da Nayra dengan lembut dan membuat Nayra kembali meronta..


Tidak mungkin...........batin Nayra mencoba tak percaya...


''Damian hentikan....''

__ADS_1


__ADS_2