Cinta Putra-putri Sang Mafia Kejam

Cinta Putra-putri Sang Mafia Kejam
Sudah Aku Bilang Kau Milikku


__ADS_3

Nayra menjerit ketika Damian menarik dirinya yah....kalau tidak dia bisa lepas kendali..


Belum saatnya mereka bercinta, tapi ia akan membuat Nayra mengira dirinya telah ternoda oleh sang mafia...


''Oh...kau menjijikan....'' Nayra masih mengumpat namun suaranya tertelan ketika Damian menaikan alisnya..


''Kau lihat tanda di tubuhmu..bahkan aku telah mengukirnya dengan mulutku..''


Bekas tanda merah terlihat jelas di sekitar dada Nayra hingga gadis itu merasa geli sendiri dan tak percaya kalau yang dia liat ternyata adalah tubuhnya sendiri..


''Kau jahat...''airmata Nayra menumpuk penuh rasa sakit..


''Lalu bagaimana dengamu Nay..beraninya kau menemui Kevin di belakangku padahal aku sudah mengingatkanmu...dan bukan hanya itu saja kau mampu berbohong dengan mengatakann kalau kau akan ke pesta bersama Zoe dan juga Devan padahal mereka sedang menonton konser..''


Wajah Nayra memucat...ia sungguh telah ketahuan dan tak tau harus mlakukan apa lagi untuk menutupi kebohongannya..


''Dami.....''


Damian bersedekap memalingkan wajahnya, dan untuk pertama kalinya Nayra menyentuh lengannya dan memintanya menoleh..gadis itu memasang ekspresi menggemaskan..


''Ada apa...bukankah kau membenciku...''


''Ehhm...dari 100% aku kurangi menjadi 50%..''


Damian tertawa kesal..


''Apa kau sedang bercanda denganku..baiklah mari kita liat apa yang akan di lakukan paman dan bibi padamu, betapa kecewanya mereka karna kau mampu membohongi mereka..''


''Tidak...tolonglah Dami...please..baiklah bagaimana kalau 75%....''


Damian tersenyum....


''Tidak ingin mulai sekarang kau harus memadamkan kebencianmu padaku 100% aku tidak akan menerima penawaran Nay..lagi pula..kita sudah tidur bersama...mungkin saja kau sedang mengandung...''


Mendengar kata itu Nayra langsung menutup mulut Damian dengan ekspresi takut..


''Aku masih kecil...tidak..kau pikir aku akan melahirkan bayi...tidak akan..jangan pernah mengatakan itu kau membuatku gila...''


Damian terkekeh....


''Baiklah...ingatlah ini Nayra,....mulai sekarang kau harus mematuhi semua yang aku katakan jika tidak maka aku akan mengatakan smua yang terjadi dan kita akan segera menikah...aku tak akan menunda sampai dua tahun lagi..''


Usai berkata Damian melangkah untuk membersihkan dirinya meninggalkan Nayra yang membeku menahan airmatanya...


Nayra mengerang....saat ini bahkan dia tak berdaya di hadapan Damian, sial sekali lagi pula mengapa Kevin memasukan obat tidur di dalam minumannya..


Tidak mungkin jika Kevin ingin berbuat macam-macam kepadanya bukan...? Tapi kenyataannya adalah untung saja Damian menyelamatkannya kalau tidak ia dan Kevin..entah apa yang terjadi kepadanya, yang pasti jauh di dalam hati Naysa dia kecewa kepada Kevin yang telah berani merusak kepercayaan yang dia miliki untuk pria itu..mereka sudah mengenal sangat lama bahkan ketika Nayra masih berada di luar negri, apa yang membuat Kevin berubah..bukankah Nayra harus tau alasannya..

__ADS_1


Nayra memalingkan wajahnya...menatap Damian yang baru selesai membersihkan dirinya, mengenakan handuk sepinggang dan menampilkan dada bidangnya..untuk sesaat mereka saling menatap hingga Nayra memalingkan wajahnya malu, tak berhenti mengutuk matanya yang lancang menatap Damian...


''Jangan pernah malu menatapku Nayra karna kau tidak pantas..bahkan kita sudah bercinta semalam...''


''Tuggu jika kita telah bercinta aku tak melihat darah...''


''Di bawah tubuhmu Nayra...''ucap Damian dengan santai lalu melangkah menuju lemari untuk mengambil kemeja miliknya dan memakainya..


Sementara Nayra membeku...gadis itu mengangkat tubuhnya dan melebarkan matanya ketika melihat noda darah di atas ranjangnya..


''Tidak.....'' jerit Nayra keras...


Sementara Damian hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya,...Nayra sungguh lucu...


*************


Sepanjang perjalanan pulang Nayra hanya diam saja hingga Damian menyentuh tangannya dan menggenggamnya hingga gadis itu menoleh..ia berusaha meronta namun Damian malah semakin erat menggenggamnya...


''Damian.....''


''Kita sudah saling memiliki sekarang, kau percaya bukan kalau aku akan selalu ada bersamamu..''


Nayra hanya diam saja...entahlah, masih tidak bisa di mengertinya karna ia bahkan tidak merasakan apapun yang hilang di dalam dirinya, yah...Nayra tak pernah tau rasanya...tapi melihat jejak merah yang memenuhi tubuhnya tidak mungkin jika tak ada yang terjadi di antara mereka..tidak mungkin Damian tidak menyentuhnya pria ini bahkan sudah mengaku, juga noda darah di ranjang pasti itu darah kesucian miliknya bukan..


Hoh...memikirkannya saja Nayra hampir gila...


Nayra bertanya dengan nadanya yang polos hingga Damian membeku bagaimana sekarang...


''Mungkin ya mungkin tidak...tapi kita harus siap jika kau mungkin akan hamil..''


''Hoh...habislah aku kalau itu terjadi...''teriak Nayra histeris..hingga Damian sampai menghentikan laju mobilnya..


''Memangnya apa yang akan terjadi kalau kau hamil..aku akan bahagia tentu saja semua keluarga akan senang jika....''


''Apakah tubuhku akan membengkak..aku akan seperti balon yang akan meledak...''jerit Nayra histeris..


''Apa.....''


Damian pikir tadinya Nayra akan senang..mungkin di awal dia akan panik namun ternyata gadis ini malah mengkhawatirkan penampilannya...


''Aku akan menjadi ibu di usia muda...tidak aku tidak mau tidak...''


''Nayra tenanglah...''


''Bagaimana aku bisa tenang....usiaku belum genap 18 tahun kau pikir itu bukan mimpi buruk bagiku...''


''Ssttt...tenanglah Nayra...''

__ADS_1


''Aku tak bisa tenang..''


Deg!!!!!!


Nayra membeku ketika Damian kembali melum** bibirnya dengan lembut dan meninggalkan jejak panas disana..


Ciuman itu perlahan mulai menghanyutkan keduanya dan memaksa mereka menyerah...Damian begitu ahli sementara Nayra tak punya mengalaman sama sekali....


Damian menarik tubuh Nayra hingga berpindah di atas tubuhnya dan melanjutkan ciuman panasnya...sampai gadis itu tak bisa mengendalikan keadaan, Damian mengambil alih seluruh pikirannya dan memaksanya masuk tenggelam dalam pusaran gairah yang menyala..


''Aku akan mendampingimu sampai pernikahan kita tiba Nayra...kau adalah milikku sayang...'' bisik Damian dengan suara yang parau,..


Meski dia mereka belum melakukan apapun tapi dia akan membiarkan Nayra berpikir dia telah ternoda...yah...


''Damian cukup....''


''Aku masih ingin menyentuhmu sayang...''bisik Damian melajutkan aksinya..


*********


Kevin membuka pintu ruangan dan terjatuh di lantai....


Sementara seseorang bangkit dari tempat duduknya dan mendekati Kevin..


''Apa yang terjadi padamu...''


''Kakak....''


Pria di depannya menunduk dan meraih tubuh Kevin untuk berdiri dan menatapnya tajam...Oscar menatap Kevin dengan tajam..


''Katakan siapa yang melakukannya...''teriaknya murka..


''Damian Dalton....''desis Kevin dengan suaranya yang serak..


''Damian.....'' desah Oscar dengan sinar mata tajam....


Oscar lalu menatap Kevin dan menepuk wajahnya...


''Kubesarkan kau menjadi seorang Mafia tapi kau bahkan terlalu lembek dan penakut jadi Kevin...kau akan pergi jauh dari sini..apa kau mengerti...''


''Tapi kakak...aku tak bisa meninggalkan Nayra aku....''


''Siapapun gadis itu dia akan mendapatkan bagian paling buruk karna apa...dia yang telah membuatmu seperti ini....dan kakak juga akan membalasnya karna itu kau harus pergi...''desis Oscar tersenyum dingin...


''Apa....'' Kevin meneteskan airmatanya...


__ADS_1


''Apa....''


__ADS_2