Cinta Putra-putri Sang Mafia Kejam

Cinta Putra-putri Sang Mafia Kejam
Aku Hanya Ingin Menjadi Temanmu


__ADS_3

Nayra meronta sementara Oscar tak ingin melepaskan...hingga terjadi tarik menarik antara keduanya di pinggir jalan, hal yang cukup membuat Nayra kesal adalah, jalan tampak sepi di siang itu hingga dia tak bisa meminta tolong...


Nayra terus meronta sampai akhirnya ia tak bisa berkutik karna Oscar mencekalnya cukup kuat.


Hening ketika keduanya bertatapan....


''Dengarkan aku Nayra..''


''Aku tidak mau...bagaimana caranya agar kau mengerti Oscar aku tak ingin melihatmu lagi..lepas..''


''Nayra aku tak akan melukaimu..''


''Apa kau sedang bercanda denganku..kau pikir aku percaya...kau licik, bukankah kau akan menculikku lagi..lepas....''


Nayra meronta hingga pegangan Oscar terlepas dan kesempatan itu di gunakannya untuk melarikan diri...sementara itu Oscar yang masih terluka akhirnya harus pasrah, ketika ia terjatuh dan lengannya membentur aspal luka di lengannya membuat pria itu mengerang ketika perbannya berdarah dan terbuka..


Nayra membeku, menyhadari darah Oscar menetes di aspal..bukankah ini kesempatan dia untuk lari, namun mengapa nuraninya melarang, memang Oscar penjahat namun ia tak bisa membiarkan Oscar tergeletak di jalan sendirian dan kesakitan..


Astaga...Nayra benci perasaan hatinya yang mudah luluh..gadis itu berbalik dan berlarik kembali untuk menemui Oscar yang tanpa dia tau sedang merobek perban hingga semakin banyak darah yang keluar dari lukanya..


''Aarrggghhhhh...''


Oscar menyerah ketika banyak sekali darah yang keluar dari sana, dia hampir pingsan ketika rasa sakit itu sangat terasa....Oscar merasa dia sudah gila karna jatuh cinta..


''Oscar.....''jerit Nayra begitu histeris ketika menyadari lengan Oscar terluka parah..


Oscar menatap mata Nayra yang membesar tampak cemas....


''Mengapa jadi begini..darahnya banyak sekali...''


''Pergilah Nayra...pergi saja..kau tak pantas menolong seorang penjahat sepertiku..''teriak Oscar dengan suara bergetar menahan sakit hingga Nayra menatapnya..


''Aku masih manusia yang punya hati...aku tak mungkin membiarkan kau terluka meski kau seorang pembunuh sekalipun...tenanglah aku akan mencari taxi...kita akan kerumah sakit sekarang..''ucap Nayra tegas.


''Nayra....''suara Oscar tertelan di tenggorokannya...


Gadis itu perlahan bangkit dari samna dan melangkah menuju jalan sambil melirik taxi yang memang sepi siang itu..dengan putus asa..Nayra mulai menelfon taxi untuk menjemput mereka dari sna..sementara di sela rasa sakitnya..Oscar tersenyum...ternyata dia tidak salah menjatuhkan hatinya pada Nayra..gadis ini sempurna sebagai seoranng gadis cantik dan hatinya begitu luar biasa...


Nayra menghubungi taxi tapi tak ada yang bisa datang dalam waktu dekat...sementara darah Oscar terus mengalir, pria itu akan pingsan jika tidak di tangani dengan cepat...Nayra berlari menemui Oscar yang hampir pingsan..


''Apa kau membawa mobil...tak ada satu pun taksi disini...kau akan kehilangan banyak darah...''


''Disana....''


Oscar menunjuk mobil di seberang jalan.....dan membuat Nayra mengangguk...


''Berikan kunci mobilmu aku akan mengambilnya..''


Nayra mengulurkan tangannya meminta kunci mobil sementara Oscar memberikannya...

__ADS_1


Nayra segera berlari ke seberang jalan dan masuk ke dalam mobil...Oscar tertawa...betapa cepatnya gadis ini dia juga panik sekali...mobil akhirnya mendekat dan Nayra segera turun dari mobil dan membantu Oscar masuk ke dalam mobil, lalu mereka pun pergi...


Sepanjang jalan, Oscar hanya terus menatap Nayra yang sedang berkonsentrasi mengemudikan mobil..


''Apa kau akan pingsan...'' Nayra menatap sesekali..


''Aku rasa aku akan mati,...''keluh Oscar yang membuat Nayra menoleh kepadanya..


''Jangan membuatku takut astaga...'' Nayra menatap Oscar dengan teliti..


''Perhatikan jalan Nayra..atau kau akan menabrak dan kita akan mati bersama..''bisik Oscar semakin lemah.


Nayra mengangguk lalu memperhatikan jalan, sementara Oscar hanya tersenyum,...dia semakin jatuh cinta..bagaimana ini...?


Setelah mengemudi dengan cepat akhrinya Nayra sampai di rumah sakit, gadis itu segera keluar dari sana dengan wajah panik dan tak berapa lama kemudian beberapa perawat membantu Oscar keluar dari mobil..


Oscar mengulurkan tangannya ketika dia hampir kehilangan kesadaran, dan mau tak mau Nayra mnggenngam tangannya...


''Jangan tinggalkan aku Nayra...''ucap Oscar sebelum pingsan..


''Aku....''


Nayra tak punya pilihan ketika dokter langsung mendekatinya..


''Kau pasti kekasihnya, bisakah aku meminya beberapa data tentang pasien...''tanya dokter menatap Nayra..


************


''Apa kau tinggal disini, mengapa aku tidak pernah melihatmu, sejak kapan...mengapa Devan tidak mengatakan apapun..''


Zoe terus mengikuti langkah Dena yang sedang menyiapkan beberapa pajangan bunga cantik di atas meja di taman, karna tante Valerie ingin makan malam di lakukan di taman agar lebih santai..


''Sejak sebulan lalu, aku mengalami kecelakaan dan tante Vallerie memintaku tetap tinggal disini, tapi aku tidak selamanya tinggal disini...lalu mengenai tuan Devan aku tidak tau...lagi pula tuan Dvean tentu tidak perduli ini bukan urusannya..aku hanya menumpang..''


Zoe mengangguk...lalu kembali mengikuti langkah Dena kali ini Dena menyusun buah..


''Berapa usiamu..''


''Hampir 18 tahun..''jawab Dena singkat..


''Bagus...kau masih muda..''


Dena melirik sambil tersenyum dan hal itu membuat Zoe melayang..


''Mengapa kalau aku masih muda...aku tidak berencana untuk memiliki hubungan dengan seorang pria paling tidak 5 tahun dari sekarang.''ucap Dena pelan.


''Hah....Dena..ayolah mengapa seperti itu...aku bahkan bisa menunggumu meski itu cukup lama..''


''Zoe....tolong jangan menggangguku atau berpikir aku gadis yang senang bermain-main...aku sudah cukup menderita di dalam hidupku..aku sungguh tak ingin memberi harapan pada siapapun..''

__ADS_1


Dena menunduk sopan lalu melangkah melewati Zoe begitu saja..dan seorang playboy seperti Zoe akhirnya sudah memutuskan untuk menyerahkan hatinya pada Dena seorang..


''Aku tidak ingin mempermainkan siapapun termasuk kau Dena...aku sungguh menyukaimu...''teriak Zoe sedikit keras...


Suara Zoe ketika menyatakan rasa sukanya akhirnya menembus pendengaran Devan yang baru saja turun dari mobil bersama Damian...


Damian melangkah masuk menemui orang tua mereka sementara Devan melangkah menuju taman..


Gadis tunawisma itu rupanya sedang menebar pesona pada Zoe yang memang lemah pada wanita...beraninya dia...seharusnya sebelum menebar pesona dia harus liat dengan siapa dia harus menggoda..dan bukannya sembarangan memilih keluarganya.


Apakah ini salah satu trik Dena untuk masuk ke dalam keluarga kaya raya untuk menggoda para pria dari kelas atas untuk mencintainya lalu menyerahkan segalanya dan menikahinya..


Cih....Devan tak akan membiarkan gadis licik ini menang...karna itu dia harus di beri pelajaran..


''Zoe,....tolonglah..jangan mengatakan hal itu....''


Zoe tersenyum..


''Aku tak perduli Dena..aku jatuh cinta padamu, bahkan akan melakukan apapun yang kau mau..''


Dena menggeleng takut...dia takut dengan orang kaya...


''Tapi aku......''


''Dena.....''teriak Devan mengejutkan Dena dan Zoe hingga gadis itu menoleh ketakutan..


Dena segera menundukan kepala, sementara Devan mengepalkan tangannya...


''Tuan Devan..''


''Kau ikut aku sekarang....''


Devan mencekal tangan Dena cukup keras hingga membuat Zoe menoleh..


''Devan.....''


''Sssst...ini bukan urusanmu Zoe...''desis Devan tajam..


Pria itu menarik Dena menuju taman belakang dan menghempaskannya membentur tembok dengan keras,...mata Dena berkaca-kaca,...


''Gadis licik...lihatlah sekarang kau mendekati adik sepupuku...''


''Tidak...aku...''


''Diam....''teriak Devan dengan murka....


Pria itu mendekat...membuat Dena semakin ketakutan...


__ADS_1


__ADS_2