
Zoe dan Dena terkejut ketika mendengar teriakan Devan dari tempat duduk belakang, hingga Zoe menghentikan laju mobilnya tiba-tiba...
''Aapa yang terjadi Devan....''
''Turunlah aku yang akan menyetir...jika kau terus menyetir lambat maka aku akan mabuk..''
Devan tidak menunggu persetujuan Zoe...dia langsung membuka pintu dan menghampiri bagian depan dan membukanya..
Zoe hanya menghela nafas...Devan memang sangat kejam..padahal ini kesempatannya dengan Dena..
Zoe akhirnya mengalah dan pindah ke tempat duduk belakang dan ketika Dena hendak turun, Devan menahan lengannya keduanya bertatapan...
''Temani aku di depan atau akau akan mengantuk dan mobil kita.....''
''Baiklah...''balas Dena mengalah..
Lagi pula hanya menemani di jalan...Dena membalikan tubuhnya menatap Zoe yang masuk ke bagian belakang dan mengedipkan mata ke arah Dena..keduanya saling melemparkan pandangan namun tak lama karna Devan sengaja menginjak gas hingga mobil melaju dengan cepat dan membuat tubuh Zoe terbanting keras..
''Devan apa yang kau lakukan..''teriak Zoe protes...punggungnya sakit sekali..
Devan hanya menyipitkan matanya dengan tajam..
''Aku tidak sengaja..''
''Sampai dirumah Nayra aku akan membantumu Zoe..bertahanlah..''ucap Dena tersenyum..
Ketika Dena melirik Devan gadis itu langsung membuang muka..
''Bernyanyilah...atau aaku akan mengantuk..''ucap Devan tak ingin di bantah.
Dena menoleh ke arah Zoe yang memintanya mengikuti kemauan Devan..Dena begitu kesal karna Devan melakukan pemaksaan padanya...bahkan untuk bernyanyi...
Dena berdehem..
''Putar saja musik..''
''Aku bosan....''jawab Devan dengan santai karna itu Dena tak punya pilihan selain bernyanyi..
Gadis itu menarik nafasnya...
*Kau yang datang padaku, mengusik hatiku yang polos. Kau juga menanamkan benih cinta namun pada akhirnya kau menghancurkan hatiku...na..na...na...
Devan menoleh entah ini lagu siapa, nadanya tidak jelas dan terkesan menyindir..
namun pria itu berusaha menahan diri...dan kembali mendengarkan..
*Kau pikir kau yang paling tampan, kau pikir kau yang paling baik,ternyata oh ternyata kau bukan yang aku cari..tak akan pernah lagi aku menginjinkan hatiku untuk menerimamu kembali..karna aku benci kamu..
*Kau tak berarti untukku jadi pergilah yang jauh aku tak akan pernah menerima dirimu menjadi kekasihku...aku.................
''Stop......''
Devan mengangkat tangannya hingga Dena menoleh...
''Mengapa kau menghentikan aku...''
''Itu karna suaramu jelek...kau pikir suaramu itu bagus...''
__ADS_1
''Devan..setidaknya hargailah Dena..tadi dia sudah menolak tapi kau malah memaksanya...''sambung Zoe tak mau kalah..
''Aku bahkan tak pernah mendengar lagu itu Dena...siapa penyanyi dan penciptanya...''
Dena bersedekap ketika Devan dan Zoe penasaran lagu apa yang ia nyanyikan..
''Aku juga penasaran Dena...siapa penyanyi yah...'' Zoe begitu penasaran.
Dena melirik Devan dan Zoe yang menunggu jawabannya..
''Jadi kalian ingin tau siapa penyanyi dan pencipta lagu ini..''
''Yah...''jawab Devan dan Zoe serentak..
''Akulah penyanyi dan penciptanya..apakah kalian puas..''ucap Dena dengan ketegasan di wajahnya..
''Apa...''
Devan dan juga Zoe saling menatap dengan pandangan bingung...
''Jangan menatapku seperti itu...yah...salah sendiri mengapa memintaku bernyanyi...''
''Lagu yang bagus..''ucap Zoe terkekeh..
Sementara Devan kehilangan kata..ia menatap Dena yang menundukan kepalanya..jadi Dena benar-benar menumpahkan rasa benci dalam lagunya astaga...
**********
Nayra memandang dirinya di cermin ketika mencoba gaun pengantin yang sedikit ****, gadis itu menghela nafas...
sementara Dena memperhatikannya dengan sedikit senyum...
''Ya ampun Dena..aku akan terlihat sangat cantik ketika memakainya...tapi aku akan pingsan sebelum acara selesai...''
''Mengapa ukuranmu berubah Nayra....padahal kau baru melakukan fiting gaun dua minggu lalu..''
Nayra menyerah dengan melepaskan gaun impiannya walau dengan berat hati...lalu menatap Dena yang sedang membantu melihat gaun terbaik..
Nayra tersenyum..
''Dena...bagaimana kalau kau yang mencoba gaun ini...pasti sangat cantik..''
Dena mengangkat wajahnya..
''Ah...tidak Nay...aku tak ingin mencobanya, lagi pula aku baru saja mencoba gaun penggiring pengantinnya kan....itu cukup sesak buatku..''ucap Dena tersenyum minta maaf..
''Tidak....coba dulu..setidaknya aku akan senang jika gaun itu cocok untuk sahabatku...''
Dena akhirnya mengalah, memakai gaun pernikahan yang terlihat mewah dan mahal tanpa lengan...ada banyak taburan kristal di sekitar dada yang membuatnya semakin mewah...
dan sesuai dengan perkiraan Nayra kalau ternyata gaun ini sangat pas di tubuh Dena..
''Baiklah kau cantik sekali, oya...aku perlu beberapa pendapat..tunggu sebentar,...''
Nayra berlari keluar kamar dan membuat Dena panik..astaga apa yang di lakukan Nayra ini..bagaimana mungkin dia di tinggal sendiri bersama seorang asisten yang sedang membuka gaun pengantin satu persatu untuk di pilih Nayra...
''Nona Dena tampak cantik..''
__ADS_1
''Tidak...jangan berkata begitu...bagaimana kalau kau membantuku membuka pengait belakangnya..sudah cukup aku mencoba..''
''Tapi Nona Nayra akan marah jika aku membuka tanpa ijin...''
''Kau sudah mendapat ijin dariku ayolah...''
Asisten perempuannya itu mendekat walau dia ragu dan ketika dia hendak membukanya, pintu terbuka lebar dan Nayra masuk dengan membawa si kembar...
Betapa terkejutnya Dena..buru-buru ia menunduk minta maaf ketika melihat Damian dan Devan menatapnya tanpa kedip...terutama Devan yang terpesona..
''Dena cantik kan..kalian berdua setuju denganku..''
Damian tertawa...namun Devan diam....
''Tak ada wanita lain yang lebih cantik darimu sayang...tapi kalau Devan aku tak tau...dia masih punya peluang dengan Dena..''
Nayra tersenyum malu...ketika Damian menariknya dalam pelukan..sementara Dena begitu malu..
''Sebenarnya Nayra memintaku mencobanya..aku minta maaf karna membuat kalian sampai harus datang...''
Devan tersenyum dingin....ia bersedekap...
''Apa kau memang ingin menjadi pengantin...tapi siapa yang akan menikahimu Dena....''
Deg!!!!
Damian dan Nayra saling menatap tajam, mereka tentu tidak berpikir kalau Devan mampu mengatakan hal yang sanggup membuat Dena terluka...tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya...
''Devan....apa yang kau katakan ini..kau terlalu kasar...'' suara Damian membuat ruangan seketika menjadi hening yang mencekam...
Sementara airmata Dena menumpuk disana, dia hampir menangis karna rasa malu...Nayra juga tak bisa menahan rasa kecewanya...
Tak lama kemudian pintu terbuka lagi dan sosok Zoe masuk dan langsung bertepuk tangan....
''Kau cantik sekali Dena...''
Dena yang sudah terlanjur malu hanya bisa tersenyum walau airmatanya menetes di wajahnya...
Nayra sungguh sedih melihat sahabatnya menangis...
''Kalian semua keluar dulu...''pinta Nayra dengan suara yang meninggi...
Damian mengangguk lalu membawa Zoe dan juga Devan yang masih menatap wajah Dena yang penuh airmata...
Mengapa dia merasa sakit di dadanya...apa yang terjadi sebenarnya, tidak mungkin kalau dia sampai jatuh cinta pada Dena..musuhnya sendiri, wanita yang dia benci setengah mati...?
**********
Ketika pintu tertutup Nayra menatap Dena yang terlihat begitu terguncang dia mendekat...
''Dena..maafkan aku...aku mohon....aku sama sekali tidak menyangka kalau akhirnya seperti ini...''
Dena tersenyum sambil mengusap airmatanya...dia menatap Nayra...
''Aku baik-baik saja Nayra...tenang saja..''
''Oh....Dena....pria itu akan membayar mahal nanti.''
__ADS_1
Keduanya saling memeluk dengan erat....