
Semua tamu terdiam ketika Dena menolak berdansa dengan Devan, tentu saja hal ini sangat langka mengingat Devan adalah single yang menjadi incaran semua wanita muda di hadapan mereka...tentu saja hal ini sanggup membuat Dena langsung menjadi pembicaraan,...
Namun ketika Dena hendak keluar dari lantai dansa, Devan menahan langkahnya dengan berdiri di depannya lalu mengulurkan tangannya..pria itu mendekat dan berbisik...
''Bisakah kau jangan mempermalukan aku Dena..di depan orang tuaku..''desis Devan mengancam lewat tatapan mata..
Dena akhirnya mengalah ketika ia melihat semua orang menatap kepadanya dengan tatapan yang berbeda..yah..Dena baru menyadari kalau dia tak boleh melakukan kesalahan yang fatal dengan menolak Devan...Dena sekali lagi harus mengorbankan perasaan marah dan emosinya ketika berhadapan dengan Devan..tentu saja...jika dia menolak Devan sama dengan mempermalukan keluarga besar Dalton..dan tidak mungkin baginya untuk melakukan semua itu bukan,...tante Valerie bahkan sangat mencintainya...jadi Dena tak bisa melakukan hal itu lagi..rasa sakit hatinya pada Devan terpaksa dia telan sendiri...hingga matanya berkaca-kaca...
''Aku hanya bercanda, mana mungkin aku menolak seorang Devan Dalton..''ucap Dena seolah dia begitu senang...
Dena menebar senyum kepada para tamu seakan mengisyaratkan kalau dia hanya bercanda saja..dan senyum kembali terlihat seiring tepuk tangan...Valerie akhrinya lega...ia tersenyum penuh harap..
Devan pun tersenyum mengulurkan tangannya pada Dena dan mereka mulai turun di lantai dansa, dengan jemari Devan yang melingkari punggung Dena..mereka begitu dekat saat ini...namun Dena memalingkan wajahnya dan berharap lagu ini cepat selesai...dan ia bisa pergi jauh dari Devan..
Sementara Devan tak bisa mengalihkan pandangannya sedikitpun dari Dena yang begitu cantik malam ini...
''Dena...apa kau marah padaku...''
''Tidak...''
''Tidak...jika kau tidak marah kau pasti sudah menatapku..''bisik Devan penasaran..
''Aku hanya ingin ini semua cepat berakhir..''ucap Dena singkat..
Devan tersenyum sembari merapatkan tubuh Dena kepadanya, beruntung karna memang banyak pasang mata yang mengawasi mereka, Dena tak bisa menghindar dari pelukan Devan..
Dan kali ini Dena mengangkat wajahnya..penuh dengan rasa kesal....
''Apa maumu...'' rintih Dena dengan suara yang serak.
Devan menghela nafas....
''Tidak...hanya ingin memelukmu saja...aku rindu..''
''Cih..jangan mulai merayu Devan..itu tak akan mempan padaku..''
''Benarkah...apa kau sedang menatang seorang Devan Dalton...'' Devan mengeraskan wajahnya.
Dena berusaha menguatkan dirinya sambil menatap Devan yang kembali merekatkan tubuh mereka.
__ADS_1
''Justru aku tidak berani bahkan untuk menatap matamu Devan....mata Dena berkaca-kaca. Aku bahkan terlalu takut untuk berada dekat denganmu...seharusnya kau sadar dan bisa mengendalikan dirimu sendiri..bahwa aku hanyalah seorang gadis miskin yang sedang bergantung pada orang tuamu...aku tidak berharap aku berubah menjadi cindirela....aku bahkan takut membayangkannya Devan..''
Ketika Dena selesai bicara..disaat itulah musik dansa itu berhenti...namun Devan masih menahannya..keduanya bertatapan tajam..
''Aku tak akan melepas mu Dena..kau masih terikat perjanjian....''
''Aku pasti akan melunasinya...''
Lagu kembali terdengar dan kesempatan bagi Devan untuk kembali membawa Dena ke dalam rengkuhannya....
Devan tertawa....
''Katakan dengan apa kau melunasinya....kau bahkan tak punya uang...''
''Aku akan mendapatkannya...''
''Dari siapa...kau pikir orang akan gampang meminjamkan uang tanpa imbalan...'' ucap Devan mulai panas....
Di depan mata semua orang mereka tampak seperti sepasang kekasih yang sedang berbicara serius sementara itu Valerie ikut senang karna dia mengira Dena dan Devan mungkin jatuh cinta..Valerie memang tak pernah memandang status sosial dalam sebuah hubungan...jadi kalau mereka saling menyukai maka Valerie pasti akan mendukung.
''Itu bukan urusanmu tentang dari mana aku mendapatkan uang....Dena menggertakan giginya...walau aku harus menj*al diri aku akan melakukan nya asal aku bisa lepas darimu...''
''Yah........''
Devan menarik tubuh Dena mendekat hingga bibir Devan hampir mendarat di bibir Dena yang indah.....ingatan tentang percintaan mereka mulai menggodanya....
Beraninya Dena mengatakan hal yang paling memalukan itu kepadanya...
''Kau pikir dirimu itu berharga...siapa yang akan membayarmu dengan mahal Dena....''
''Sepupumu Devan...Zoe akan melakukan segalanya untukku termasuk memberikan aku uang bukan,...apa kau mau bukti... maka tunggulah karna aku akan segera melunasi hutangnya dengan cepat.'' airmata Dena menetes ketika dia mencoba melepaskan pegangan Devan yang kuat...
''Kau sudah gila dengan berpikir kalian akan bersama Dena.....sebelum kau mendekatinya maka aku akan lebih dulu memperingatkan dirinya....bahwa kau adalah milikku...''
''Di dalam mimpimu Devan.....''
Devan akhirnya mengalah membiarkan Dena melepaskan diri darinya ketika lagu kedua telah selesai..
Dena segera melangkah mendekati kursi untuk duduk....kepalanya terasa pusing seketika mungkin karna dia terlalu emosi...
__ADS_1
''Mau minum Dena.....''
Zoe tiba-tiba duduk di sampingnya dengan meletakan gelas jus di meja....Dena tersenyum...astaga Zoe baik sekali...
''Terimakasih Zoe...''
Zoe tersenyum sembari menghela nafas....
''Apa kau baik-baik saja Dena...'' bisik Zoe pelan di dekat Dena ..
''Yah....aku baik-baik saja Zoe...''
Dena memijit pelipisnya..kepala pusingnya tidak jug mau menghilang...
''Bagus....tapi mengapa justru kau memegang kepalamu....apa kau benar baik-baik saja Dena..jika sakit aku akan mengantarmu ke kamar.''
Kata-kata Zoe terputus ketika Dena menolak....malam ini mereka akan menginap di kamar hotel yang memang di siapkan Damian dan Nayra untuk semua keluarga mereka....termasuk Dena yang mendapat jatah satu kamar, tidak mungkin dia mengijinkan Zoe mengantarnya ke kamar karna akan menjadi skandal dalam sekejap...lagi pula dia hanya menggertak Devan ketika mengucapkan kata-kata kalau dia akan merayu Zoe....Dena hanya ingin Devan tidak meremehkan dirinya...Dena akan berjuang mencicil hutangnya namun dia tidak sungguh-sungguh untuk menj*al diri nya sendiri,apalagi pad Zoe....pria yang berhati malaikat itu.
''Tidak perlu Zoe....aku akan pergi sendiri saja dan berbaring beberapa menit...''
Zoe akhirnya mengalah dia tak ingin membuat wanita ini dalam masalah, karena ada banyak keluarga besar mereka saat ini..
''Baiklah hati-hati kau bisa meminta pelayan untuk mengantarmu jika kau merasakan pusing okey..''
''Tentu saja ...aku akan melakukannya.''
Dena berdiri lalu berpamitan pada tante Valerie kalau dia sedang pusing....lalu memberi isyarat pada Damian dan Nayra yang sedang menikmati pesta.... syukurlah mereka mau mengerti...
Dena lalu melangkah keluar dari ruangan pesta dan melangkah menuju lift untuk menuju kamarnya...rasa pusing kembali menyerangnya dengan begitu kuat...hingga pandangan Dena mulai kabur ..
Dena tak mengerti apa yang sedang terjadi kepadanya....
Ting.........
Pintu lift terbuka dan Dena menghampiri kamar miliknya, gadis itu membukanya dan segera masuk tanpa mengetahui bahwa seseorang ikut masuk ke dalam kamarnya hingga Dena menghampiri ranjang dan duduk disana sambil memegang kepalanya. ia baru sadar ketika seorang pria berdiri di depannya...Dena mengangkat wajahnya dan membeku ......
''Apa yang terjadi denganmu...Dena....''
Deg!!!!!
__ADS_1