
Nayra harus pasrah ketika ponselnya harus hancur karna keegoisan Damian, walau pun Damian langsung mampir ke sebuah toko dan membeli ponsel yang baru dan sama persis seperti milik Nayra, hal itu tak akan mengubah rasa kesal gadis itu..Damian sangat kejam yah..persis seperti yang di gambarkan oleh Oscar kepadanya waktu itu.meski dia tampan tapi dia bahkan tidak punya hati..padahal Kevin terluka karna dirinya, paling tidak Nayra tau keadaan Kevin agar dia tidak terlalu merasa bersalah. karna itu sepanjang jalan Nayra hanya merengut dan tak bicara apapun, dan ketika sampai dirumahnya gadis itu tak mengubah wajah kesalnya..
''Aku akan memperingatkanmu sekali lagi Nayra...aku bahkan tak perduli jika kau telah memilih Devan...jika kau sampai bertemu Oscar atau Kevin maka kau akan mendapat hukuman dariku..''
Nayra menoleh.....
''Mengapa kau bersikap seperti ini...kau bahkan tidak punya hak untuk mengaturku Damian...kau tidak punya hak..''jerit Nayra marah...
''Aku punya hak karna apa..kau adalah calon adik iparku jadi aku akan memastikan untuk menjagamu sampai kau...menikah dengan Devan...''ucap Damian dengan tegas..
''Kau benar-benar.....aah...itulah kenapa aku sangat membencimu..''ucap Nayra geram..
Gadis itu lalu membuka pintu mobil dan masuk ke dalam rumahnya tanpa menoleh lagi sedangkan Damian menghela nafas, pria itu memegang stir mobil dengan kuat...seakan ingin menumpahkan semua rasa kesalnya..
Pedro........awas kau....desis Damian tak terima...dia tau benar Oscar sedang mencari cara untuk menghancurkan dirinya dan kini dia memanfaatkan hubungan Kevin dan Nayra sebagai senjata baru....namun Damian tak akan pernah kalah...
**********
''Momm....apa yang Mommy lakukan ini, membiarkan orang asing untuk tinggal dirumah kita..bagaimana jika dia hanya seorang pencuri...''teriak Devan protes..
Malam ini dia pulang dan mendapati ada pelayan yang lalu lalang di depan kamarnya dan akhirnya dia tau Mommy benar-benar telah membawa gadis itu pulang kerumah, meski Devan sudah melarangnya..
''Mommy bertanggung jawab atas keselamatannya Dev..lagi pula dia akan menjadi pegawai Mommy..''ucap Valerie melangkah menuju meja makan dan mengambil makanan yang di siapkan oleh pelayan untuk di letakan di atas meja..
''Mommy terlalu naif, bagaimana kalau dia hanya ingin uang Mommy...''
''Devan cukup......'' tatap Valerie mulai panas...
Hingga Devan terdiam seketika...
''Ada apa denganmu..kau bahkan membenci seseorang yang bahkan belum kau kenal....bukankah itu keterlaluan..''
''Tapi aku hanya terganggu dengan kehadirannya di lantai yang sama denganku..''
''Tapi hanya itu kamar yang kosong Devan, lalu satu-satunya kamar di lantai 3 adalah kamar milik Damian...kau tidak mungkin meminta Mommy memindahkannya ke kamar Damian...''
''Kamar asisten kita ada banyak di lantai satu..''
''Tapi dia bukan asisten Devan...astaga mengapa kau membencinya tanpa alasan,.....''
__ADS_1
Yang tidak di ketahui Valerie dan Devan adalah....Dena mendengar pembicaraan mereka berdua, gadis itu lalu memejamkan mata...tentu sana tuan Devan pasti harus mencurigainya, dia orang lain yang tiba-tiba datang dalam hidup mereka yang tenang. Dena lalu buru-buru menghapus airmatanya....dan tersenyum,
Dena lalu melangkah ke ruang makan dan membuat Valerie dan Devan terkejut...
''Dena.....perban di kepalamu belum di lepas jadi jangan bergerak dulu..''
''Aku baik-baik saja tante....lagi pula, aku sudah biasa bangun dan mengerjakan sesuatu atau aku akan lumpuh....pandangan Dena kembali terarah pada Devan yang menatapnya tajam...selamat malam tuan Devan...''
Devan mengeraskan wajahnya......
''Aku akan meminta pelayan untuk membawakan makanan di kamar, aku....membenci jika makan bersama orang asing...''desis Devan tajam..
''Hey..Devan....jangan begitu..'' Valerie menghela nafas ketika melihat Devan pergi begitu saja...anak itu sungguh sangat aneh...mengapa harus membenci Dena...bahkan gadis ini tidak melakukan kesalahan..
''Tante..maafkan aku...''mata Dena berkaca-kaca sedih..
Valerie menoleh dan menemukan wajah sendu Dena yang takut...wanita itu mendekat...
''Jangan ambil hati dengan Devan..dia hanya belum mengenalmu saja...''
''Tante...apakah aku bisa meminta sesuatu...''
''Katakan....''
Valerie menghela nafas....
'Dena...jangan berkata seperti itu, Devan..tante akan memarahinya soal itu...dia tak akan melakukan hal itu lagi padamu Dena...tante janji.''
''Tidak...aku tau tidak baik juga kalau aku tinggal disini terlalu lama...tuan Devan berkata benar kalau aku hanyalah orang asing...''
''Dena.....''
''Tolonglah Tante....aku hanya ingin tenang..aku tak mau melihat tante dan anak tante bertengkar karna kehadiranku...''
Valerie menghela nafas...
''Baiklah...beri tante waktu...tante akan mencarikanmu tempat tinggal di sekitar butik tapi untuk sementara kau masih harus tinggal disini...tante tidak mau tau..abaikan Devan...dia terlihat kejam namun dia sebenarnya baik jika sudah mengenal...''
Dena hanya mengangguk pasrah...sekali lagi dia harus menahan semua perasaannya...
__ADS_1
**********
Oscar duduk di dalam ruangannya, jemarinya terkepal menahan geraman....semalam, Damian telah menjatuhkan harga sahamnya perusahaan kebanggannya...
Oscar tidak dapat menerima semua yang telah di lakukan oleh Damian kepadanya, jadi...pria itu akan membayar semua rasa sakit yang telah di lakukan oleh pria itu kepadanya..
Oscar meraih ponselnya dan menelfon..
''Nayra....apakah kau mau bertemu Kevin, lukanya sangat parah,...dia memanggil namamu terus menerus....jadi aku harap kau menemuinya...aku akan menjemputmu....''
Oscar tertawa......sekarang tinggal menunggu umpan datang kepadanya.....ia akan memberi Damian pelajaran berharga...
***********
Damian membuka pintu ruangan kerja milik Devan dan menyadari adiknya sedang berkonstrasi pada labtob miliknya..
''Kau tidak ke kampus Devan...''
''Daddy memberikan aku sebuah tugas...mungkin besok aku akan kesana...ehm...bagaimana malam itu....kalian bersama...''suara Devan menembus pendengaran Damian hingga dia menoleh..
Damian mendekat...lalu duduk di depan adiknya..
''Aku ingin memperingatkan dirimu Devan...''
''Tentang apa...kau membuatku takut...''Devan tersenyum tidak takut.
''Tentang Nayra..mengapa kau memintaku menjemputnya..mengapa bukan kau saja bukankah dia memilihmu Devan...padahal aku sedang berusaha melupakannya namun kau malah mengingatkan aku padanya....dan satu lagi..kau tau Oscar..dia adalah kakak Kevin....dia musuhku dan dia mengincar Nayra sekarang..'' ucap Damian geram..
Devan mengangguk..wajahnya berubah menjadi serius...
''Maaf tapi aku sudah tak bisa menjaga Nayra lagi..aku tak bisa berada disisihnya lagi..dan aku akan melepaskannya.''
Deg!!!!!
''Apa kau sedang bercanda denganku...kau melepaskannya....''
Devan mengangguk...
''Karna yang dia cintai di antara kita adalah dirimu Damian....bukan aku...dia sudah menolakku kemarin.''ucap Devan tegas..
__ADS_1
Damian membeku mendengar ucapan Devan....
Nayra.....?