
Sebenarnya Dena masih merasa tidak percaya diri dalam balutan gaun berwarna biru yang di berikan tante Vallerie kepadanya, rambutnya di gerai panjang tampak natural hanya lipglosh berwarna pink yang menghiasi bibirnya hingga tampak manis..
Dena masih merasa gugup jika mungkin ketika Devan melihatnya nanti akan marah padanya, Dena tau betul kalau pria itu tak suka padanya, namun hanya malam ini saja...Dena berjanji akan pergi besok pagi, karna dia tak ingin mengecewakan tante Valerie yang memang mengharapkannya untuk tinggal malam ini dan mengenal semua anggota keluarnya..
''Nyonya sudah menunggu di lantai bawah, bisakah nona Dena turun sekarang..''ucap seorang pelayan yang terpukau dengan kecantikan Dena yang terpancar..
''Baiklah...aku akan turun, terimakasih sudah memanggilku..''Valerie tersenyum lega.
Sementara....
Valerie dan Dars sudah menunggu di lantai 1...dan wanita itu menatap ke arah lift untuk menunggu Dena keluar dari sana...bersama sang suami Dars yang seakan sudah mengerti betapa Vallerie sudah menyayangi Dena sejak peristiwa kecelakaan itu..
Ting!!!!
Dena keluar dari dalam lift dengan wajah malu-malu sementara Dars dan Vallerie sepakat kalau Dena sangat cantik..
''Selamat malam om dan tante..''sapa Dena menunduk hormat.
Sementara Dars dan juga Valerie mengangguk bersama..
''Selamat malam Dena...''
''Baiklah mari kita ke taman...''ucap Valerie mengulurkan tangannya hingga Dena tersenyum dan mengulurkan tangannya..
Mereka lalu melangkah menuju pintu dan keluar dari sana..
Devan tak sengaja membuang pandangan di pintu dan tepat di saat yang sama...Dena keluar dari sana dengan wajah yang tertunduk dia tidak percaya diri dengan penampilan dan juga pribadinya...sendirian di antara para keluarga kaya raya membuat nyalinya menciut...dia bahkan hanya remahan di banding para anak orang kaya itu..
namun Valerie memegang tangannya hingga dia sedikit lebih baik..
Devan membeku melihat sosok Dena yang berbeda dia seperti seorang putri yang polos dan wajahnya yang takut..dia tidak berani beradu pandangan dengan Devan..
Mengapa dia cantik sekali, tidak mungkin...mengapa dia sangat mempesona dan terlebih lagi..mengapa dia terlihat manis...? tentu saja Devan sedikit tidak terima karna nyatanya dia terganggu dengan kehadiran Dena, kecantikannya yang mengganggu...Devan tak kuasa untuk tidak menatapnya lagi dan lagi meski itu curi pandang..
bagaimanapun hatinya tidak benar....mungkin dia sedang lemah jadi mudah tergoda...
Devan meraih sampanye dan meneguknya lagi..dia sudah gila..
''Selamat malam anak-anak..''ucap Valerie memecah kesunyian...
Begitu Nayra melihat Valerie gadis itu segera melompat dan menghampiri Valerie yang membuka tangannya, Nayra sudah seperti anak perempuannya dan bukan calon menantunya saja..
''Mommy....aku merindukanmu,..''bisik Nayra manja..
''Mommy juga rindu padamu karna itu Mommy mengadakan makan malam ini agar kau bisa datang mengunjungi Mommy...''
__ADS_1
''Tenang saja aku akan lebih sering mengunjungi Mommy..''
''Tentu sja kau calon menantu mommy..''
Semua tertawa kecil termasuk Damian yang puas...dan Nayra melepas pelukannya dan beralih untuk memeluk Dars...sementara itu Dena berdiri di belakang Valerie begitu gugup...
Bagaimana ini...situasinya sangat tidak nyaman dan membuatnya tak bisa berkata apapun...Dena terlalu takut untuk menatap mereka di depannya..ia benar-benar tak kuat berdiri di depan mereka..
''Malam ini Mommy akan mengenalkan seseorang untuk kalian semua...dia adalah orang yang spesial dan selalu menjadi teman Mommy selama beberapa hari ini...''
''Siapa dia Momm...''tanya Nayra dan Damian penasaran..
Sementara Devan hanya menatap dingin, sialan Dena..gadis itu sangat cantik di wajahnya yang lugu,...sementara Zoe tak sabar menatap gadis yang malu-malu di belakang Mommy Vallerie, dia bersembunyi..
Namun Valerie lalu menarik Dena hingga gadis itu berdiri di samping Vallerie dengan wajahnya yang begitu manis...
Zoe tersenyum dan hendak bangkit namun Devan menariknya duduk kembali dan menatapnya tajam...
''Kau seperti singa yang rakus..melihat makanan yang sederhana..''
Ucapan Devan membuat Zoe menoleh tak setuju..
ia mendekat...
''Lebih baik menikmati apa yang ada di depanmu dari pada kelaparan dan mati mengenaskan...aku menyukai Dena...satu hal lagi dia bukan makanan, bahkan jika dia adalah makanan yang tak aku suka...aku akan memakannya sampai habis...''
''Maaf Devan....tapi kali ini aku benar-benar menyukai Dena..''
Devan terdiam, jemarinya mengepal dengan kuat...sementara semua menunggu Dena mengangkat wajahnya..
''Ayo perkenalkan dirimu Dena...''bisik Valerie dengan senyuman di wajahnya..
''Baik tante..''
Dena akhirnya mengangkat wajahnya, dan berusaha tegar menatap mata semua yang ada di depannya..
''Hai..namaku Delania..tapi aku biasa di panggil Dena...aku adalah...''
''Dena....''
Dena membeku mendengar seorang gadis memanggilnya...
''Dena......''
Kali ini lebih keras hingga Dena mengangkat wajahnya...dan menatap asal suara itu...
__ADS_1
Dan...
Dena terkejut melihat sosok di depannya adalah seorang gadis yang sangat cantik dengan senyuman ramah kepadanya...
''Nayra....''suara Dena berubah menjadi serak..
Tentu saja pemandangan itu menimbulkan pertanyaan di benak mereka masing-masing..siapa Dena, bagaimana bisa Nayra mengenalnya karna Dena tidak kuliah...
Devan mengerutkan kening ketika Nayra tampak terharu dan meneteskan airmata ketika memandang Dena begitu pun sebaliknya..Dena juga meneteskan airmata...
Ada apa ini...?
Nayra mendekat begitu juga Dena hingga mereka berdiri berhadap-hadapan hingga tersenyum satu sama lain..
''Dena....aku merindukanmu ya ampun...''Nayra tak kuasa menahan rasa haru dan senangnya bertemu sahabat lamanya..
''Nayra.....aku juga merindukanmu...''tangis Dena pecah hingga keduanya tak kuasa untuk saling memeluk dengan erat..
''Oh....akhirnya kita bertemu kembali....aku sungguh rindu padamu Dena...''suara Nayra berubah menjadi serak..
Sementara Damian juga memang sudah mengenali Dena ketika gadis itu berada dirumah sakit hanya saja dia tidak terlalu yakin...dulu ia hanya sekali bertemu dengan Dena ketika menjemput Nayra di panti asuhan...
Valerie dan Dars tampak bingung..
''Bisakah kalian menceritakan pada kami mengapa kalian bisa saling mengenal dan menangis bersama...''Valerie ingin tau dan dia yakin bukan hanya dirinya yang ingin tau...
Semua ingin tau apa yang sebenarnya terjadi...
Pelukan mereka terlepas namun masih saling menggenggam tangannya masing-masing..
''Mommy ingat ketika aku pergi dari rumah dulu..''
''Yah..Mommy ingat semua orang panik mencarimu sayang...lalu apa hubungan Dena dan semua itu...''
Nayra menatap Dena dengan penuh kerinduan....
''Aku tinggal di panti asuhan bersama Dena...kami bahkan satu kamar dan selalu bersama...sampai akhirnya aku kembali pada Mommy dan Daddy...disitulah kami berpisah..aku pernah mengajaknya untuk tinggal dan menjadi saudaraku tapi Dena menolak dengan alasan dia tak ingin hidup enak sementara adik-adiknya di panti kesusahan....Dena adalah sahabatku yang baik...dia bahkan berpikir hidup untuk membahagiakan orang lain, padahal dia punya kesempatan untuk pergi tapi dia tidak melakukannya...''puji Nayra dengan mata berkaca-kaca..
Sementara...
Dena hanya bisa diam saja dan sesekali membujuk Nayra untuk tidak bercerita..
Zoe semakin kagum dan bertekad mengejar Dena dengan kekuatan penuh..
Sementara Devan sungguh terkejut mendengar ucapan Nayra....pria itu menatap Dena..yang tidak sengaja juga sedang menatapnya..pria itu kehilangan kata....
__ADS_1
Sementara Dena buru-buru memalingkan wajahnya ia masih terlalu takut beradu pandangan dengan Devan...
Sial...apakah dia sudah salah menilai Dena...? batin Devan tatapan beku..