Cinta Putra-putri Sang Mafia Kejam

Cinta Putra-putri Sang Mafia Kejam
Apa Aku Salah Menilaimu


__ADS_3

Semua yang berada di taman itu ikut terharu mendengar cerita Nayra tentang Dena...sementara Damian mendekati mereka berdua sembari memeluk Nayra...ia menatap wajah Dena dari dekat..


''Sebenarnya aku sudah mengingatmu ketika dirumah sakit,...tapi aku sedikit tidak yakin..''


''Mengapa kau tidak mengatakannya padaku....''jerit Nayra protes..


Damian menatapnya penuh cinta....


''Saat itu hubungan kita begitu mesra..''ucap Damian mengingatkan...


Nayra tertawa malu ketika mengingatnya sementara Dena memang sedikit bingung karna wajah Tuan Damian dan tuan Devan sangatlah mirip jadi...dia sedikit bingung membedakan keduanya..


''Terimakasih tuan Damian sudah mengingatku..''ucap Dena menunduk sopan..


''Aiiss..tak perlu sungkan, dia calon suamiku..''bisik Nayra terkekeh..


Sementara Damian hanya mengangguk sambil tertawa...


Dars yang melihat kebersamaan mereka begitu bahagia...bagi orang tua hal yang paling membuat tenang adalah melihat semua anaknya berkumpul dan akur satu sama lain...dan bagi Dars dia lega karna antara Damian dan Devan tidak lagi bersaing dalam hal wanita.


Sementara itu....Nayra mendekati keduanya dan tersenyum..


''Apakah kita akan memulai makan malamnya...''


''Tentu saja sayang....''balas Valerie mengalungkan tangannya di lengan Dars..


Mereka melangkah menuju meja...dan masing-masing mengambil tempat duduk...


Dena membeku ketika hanya satu kursi kosong dan itu berada di depan Devan..dan dia tak punya pilihan untuk mengganti kursi selain tak ingin menarik perhatian Dena cukup tau diri dengan memilih mengalah meski dia memang takut dan tak nyaman ketika berada di depan Devan yang sedang menatapnya...


Nayra duduk di sampingnya sambil mengajaknya bicara hingga dia tidak canggung..


Mereka mulai makan.....


''Aku sangat merindukanmu Dena jadi setelah ini kita harus sering menghabiskan waktu bersama..''ucap Nayra antusias.


Dena tersenyum dengan sopan, sementara Devan sesekali menatap Dena..hanya sesekali....meski itu butuh beberapa detik untuk menahan pandangannya, Dena terlalu manis, dan sikapnya yang sopan membuat siapapun akan terpana dan memandangnya..


''Nayra...tapi aku minta maaf tak bisa bertemu dalam beberapa minggu ini...''Dena menatap Nayra dengan senyum minta maaf..


''Mengapa begitu...kau tinggal bersama Mommy Vall kan...''


Dena menatap ke arah Devan dengan pandangan takut...


kemudian kembali menatap ke arah Dars juga Valerie dengan senyuman hangat...


''Bersama dengan makan malam ini aku ingin pamit...''


Deg....


Deg......


Deg........

__ADS_1


Devan mengangkat wajahnya, begitu juga dengan Zoe yang tak rela..


''Kau mau kemana Dena..kau bahkan baru saja tinggal disini..''ucap Zoe protes,.


Sementara Devan mengepalkan tangannya, apakah Dena pergi karna dirinya, mengapa dia merasa tidak rela sekarang..bukankah dia harusnya tenang...pengganggu ini akan pergi...wanita yang dia sangka adalah wanita penggoda ini akan pergi,..bukankah Devan seharusnya senang...? pria itu mengambil minuman di tangannya...


''Aku akan kembali ke panti karna ibu dan adik-adikku disana...merindukan aku..''


Nayra mengangguk...membayangkan panti yang begitu damai membuatnya rindu..


''Dena...aku akan mengantarmu saja...''


Ucapannya membuat Damian menolak..


''Apakah kau akan melarikan diri lagi seperti dulu..''


Ucapan Damian yang polos sontak membuat mereka tertawa..dan tanpa di duga Devan kalau Dena tertawa..dan entah mengapa tawanya membuatnya terlihat berbeda,...ini pertama kalinya Devan melihat gadis ini tersenyum...karna selama ini Dena selalu menunjukan ekspresi sedih dan murung..


''Jangan begitu Nay...aku akan pulang dengan jemputan kakakku dari panti...''


''Siapa dia..apakah dia sebenarnya kekasihmu..''goda Nayra ceplas ceplos hingga membuat wajah Devan dan Zoe menjadi tegang...


Dena tersenyum lagi..


''Dia teman dekatku Nay...''jawab Dena di wajah malunya..


Nayra terkekeh....ia tentu tidak tau kalau Devan dan Zoe sedang menatapnya dengan penuh arti..mengapa pertanyaan Nayre seperti racun yang telah membuat mereka nyeri..?


Sementara itu Valerie bisa melihat wajah Devan yang merah padam seperti menahan sesuatu di dalam dirinya..dia seperti akan meledak..


''Kau lihat Devan, dia terlihat kesal..''bisik Valerie merasa lucu..


''Dan kau liat wajah Zoe...dia seperti ingin menangis...''sambung Dars merasa geli sendiri..


Kedua pasangan suami istri itu tertawa sendiri merasa lucu dengan ekspresi yang di tunjukan oleh anak-anak mereka..


''Ehm,.....''Valerie meminta perhatian anak-anaknya hingga mereka menatapnya..


''Jika Dena ingin pulang malam ini maka Devan akan mengantarnya karna perjalannya jauh...jadi tante tidak akan pernah membiarkan kau pergi sendirian..''


Perkataan Valerie sontak membuat Dena panik...ia langsung protes saat itu juga..


''Tante...tidak, aku akan pulang besok pagi saja...kakak akan menjemputku...''


''Katakan pada kakakmu atau siapapun di panti...tante akan mengutus putra tante sebagai perwakilan untuk mengantarmu pulang..tidak sopan jika kau pergi tanpa ada yang mengantar tante tidak bisa membiarkannya.''


Semua pandangan tertuju pada Devan yang hanya diam saja...


''Devan...apakah kau bersedia mengantar Dena..''


Devan mengangkat wajahnya dia tersenyum dingin..


''Aku tidak ada waktu...maaf..''ucap Devan dengan sangat dingin..

__ADS_1


Valerie merasa gemas dengan putranya,..namun berusaha menahan diri...ia sedih sekali ketika Dena pasti merasa terluka..


''Jika Devan sibuk maka aku bisa mengantarnya..''kali ini Zoe yang mengajukan diri..


Hingga membuat semua mengangguk lega dan tersenyum, sementara Devan meraih minumanya dan meneguk sampai habis..


Pria itu kemudian menatap Dena dengan tajam..dan kembali mengarahkan pandangan pada Zoe yang tersenyum menang...jadi Zoe benar-benar akan mengejar Dena saat ini...?


''Terimakasih tuan Zoe..''balas Dena lega..


Setidaknya dia tak harus di antar oleh tuan Devan..biar bagaimanapun dia akan merasa canggung dan lagi pula...tuan Devan tak akan pernah mau mengantar gadis miskin sepertinya..jadi Dena memilih agar dia bersikap tau diri..


''Baiklah kalau begitu...kalian silahkan lanjutkan malam ini...Mommy dan Daddy harus istirahat..''


Dars bangkit lalu mengulurkan tangannya pada Valerie yang yersenyum menyambut uluran tangannya..


''Selamat malam Mommy dan Daddy...''mereka berseru di antaranya ada Dena yang menunduk sopan..


Kini tinggalah mereka para anak-anak..memainkan games yang penuh kejutan...dengan memutar botol dan ketika botol itu mengarah pada siapapun...dia harus menjawab pertanyaan yang di berikan..


Dan ketika botol itu mengarah pada Dena, giliran Devan yang memberi pertanyaan...pria itu menatap Dena dengan begitu tajam..


''Aku ingin bertanya, apakah kau punya kenangan indah dengan orangtuamu di masa kecil....''


Hening...


Nayra melirik Damian, dia sedikit tak terima dengan pertanyaan Devan..bukankah Devan tau kalau Dena hidup di panti asuhan...mengapa dia memberi pertanyaan seperti itu..


''Devan...pertanyaannya sedikit sensitif bisakah kau mengganti pertanyaannya...'' Nayra sedikit melotot karna dia tau pertanyaan itu membuat Dena sedih.


Devan mengangkat bahunya tak perduli...


''Aku akan menjawabnya Nayra...''ucap Dena dengan mata berkaca-kaca.


Nayra tau tentang masa kecil Dena dia pernah bercerita dulu...astaga gadis ini akan terluka..


Dena berdehem sembari menguatkan dirinya sendiri...ketika mengingat apa yang pernah ibu panti ceritakan padanya dulu tentang masa kecilnya yang menyedihkan..


''Eehm.....sebenarnya aku tidak punya kenangan indah bersama orang tuaku...karna kata ibu panti...aku di tinggalkan begitu saja di depan panti asuhan di tengah malam...dan..tubuhku kebiruan aku hampir mati jika ibu panti tidak membuka pintu...''suara Dena bergetar menahan sedih..


Sementara Nayra menyentuh jemari Dena..


''Kau tidak perlu menceritakan hal yang membuatmu sedih Dena..''


Dena tersenyum..


''Aku baik-baik saja Nayra,..aku kuat lebih dari yang kau bayangkan..''ucap Dena dengan suara yang serak.


Dena melanjutkan ceritanya...


''Jadi di aku tak tau asal usulku bahkan aku tak punya bayangan apapun tentang mereka, mau bagaimana lagi aku hidup di panti asuhan...dan disana adalah tempat buangan bagi para pasangan yang tidak menginginkan darah daging mereka sendiri..dalam hal ini termasuk aku...'' airmata Dena menetes...begitu saja di wajahnya..


Devan membeku........ketika airmata Dena menetes....

__ADS_1


__ADS_2