Cinta Putra-putri Sang Mafia Kejam

Cinta Putra-putri Sang Mafia Kejam
Mengapa Kau Mengganggu Hatiku


__ADS_3

Devan menatap dari jendela kamar dan tak mampu menahan amarahnya,ketika dia melihat Dena di bawah sana, di antara taman di peluk oleh Zoe...entah mengapa Devan semakin kesal..bahkan ia mengepal tangannya dengan kuat..beraninya Dena menggoda Zoe padahal dia sudah memberi peringatan...


Apakah Dena adalah tipe gadis bebal...padahal tadi dia memilih Devan, namun malah jatuh dalam pelukan Zoe...astaga bukankah dia gadis yang jahat...mempermainkan perasaan pria yang bukan kelasnya...?


Devan menaikan sudut bibirnya,...baiklah kau harus di beri pelajaran Dena...agar kau berhenti menganggap dirimu begitu berharga....


Devan lantas membuka pakaiannya dan berendam di dalam bethab sambil meneguk minuman memabukan yang mahal..dan Viewnya adalah taman di bawah sana...tepatnya pada sosok Zoe dan Dena yang sedang tertawa bersama..seolah sedang menertawai dirinya...Devan sungguh tak bisa menahan dirinya...malam ini gadis itu harus merasakan bagaimana rasanya kalau dia ternyata tidak seberharga itu...


Devan tersenyum dingin...


*******


Tengah malam....


Dena merapikan meja di taman bekas makan malam bersama beberapa pelayan yang ikut membantu, sebenarnya dia sudah di larang namun Dena tak ingin membuat pelayan yang seharusnya tidur repot karna makan malam mereka. Syukurlah Zoe sudah pulang, dia tinggal istirahat sebentar lalu besok akan pulang ke panti...


''Terimakasih bantuannya malam ini..''ucap Dena dengan sopan...


''Tidak masalah nona Dena...silahkan istirahat saja...kami akan menyelesaikan sisanya..''


''Baiklah...terimakasih..''balas Dena dengan ramah.


Gadis itu lalu melangkah menuju rumah besar dan membuka pintu....ketika sampai di depan lift..Dena mengurungkan niatnya memakai lift ketika dia ingat ucapan tuan Devan..Dena melangkah ke arah tangga dan mulai menaikinya satu persatu meski sedikit lelah...namun begini lebih baik..


Ketika Dena sampai ke lantai dua..gadis itu keluar dari sana..dan langkah Dena terhenti ketika sosok Devan berdiri di depannya dengan tatapan dingin...


Deg!!!!!


Pria itu mendekat dengan wajahnya yang tidak ramah...


ia tersenyum sinis..


''Aku senang kau tidak menggunakan lift...''


''Aku mulai terbiasa tuan Devan...''


''Cih....kau benar-benar wanita penggoda Dena, aku sempat tertipu dengan wajah malaikatmu tadi namun,...seperti yang aku tebak sebelumnya aku telah tertipu...''


Dena sama sekali tak menyangka jika tuan Devan selalu mencari masalah dengannya padahal Dena sudah mengalah dan besok pagi sekali dia akan pergi..lalu apalagi yang di inginkan Devan darinya..


Mata Dena berkaca-kaca, tidak terima di sebut penggoda oleh Devan...


Gadis itu mendekat hingga wajah keduanya begitu dekat saat ini..


''Mengapa kau begitu membenciku tuan Devan...bukankah aku sudah mengalah...aku akan pergi besok pagi sekali...aku mengalah bukan berarti aku kalah dan menerima semua tuduhanmu..''


''Oya...jadi kau mau membela diri dengan berkata kau bukan wanita penggoda...''


''Katakan padaku tuan Devan....dimana letak kau bisa mengataiku adalah seorang penggoda...aku tidak terima...aku tidak menggoda siapapun..''

__ADS_1


Devan tersenyum dingin....


''Aku sudah melihat banyak gadis murahan sepertimu, awalnya mereka akan jual mahal lalu selanjutnya mereka akan mulai menggoda dan menawarkan tubuhnya dan sang pria kaya itu akan terjebak dan menikahinya...aku tidak menyebut dirimu Dena...setidaknya aku hanya membagi pengalamanku....bahwa aku...''


Plak!!!!!


Devan terkejut ketika Dena menampar wajahnya....pria itu menjadi geram....


Airmata Dena menetes di wajahnya..


''Aku tak tau mengapa kau mengatakan hal menyakitkan ini kepadaku ketika aku bahkan tidak bersalah..kau sengaja menciptakan karangan itu padahal sebenarnya kau sedang mengataiku...aku tak mengerti mengapa di dunia ini ada pria jahat sepertimu...'' tangis Dena pecah saat itu juga,..


Gadis itu melangkah begitu saja melewati Devan yang sudah terlalu mabuk..pria itu membalikan tubuhnya dan begitu tersinggung ketika Dena malah pergi darinya sementara dia belum selesai bicara...


''Berhenti....''teriak Devan murka..


Namun Dena tidak mendengarkan dirinya..gadis itu membuka pintu kamar dan hendak masuk namun Dena terkejut ketika Devan menariknya keluar dari kamar dan menekannya di tembok dan menatapnya tajam..


Di lantai dua adalah tempat yang sunyi dan sedikit privat karna ini wilayah Devan..sudah tengah malam dan tak ada siapapun yang mendengar mereka..


Dena mengerang berusaha melepaskan dirinya dari Devan yang terlihat marah...


''Beraninya kau pergi ketika aku masih bicara...gadis murahan sepertimu...''


''Berhenti memanggilku dengan perkataan itu tuan Devan...''


''Mengapa...apa kau sedang memasang harga tinggi..''


''Aku tau betapa miskin dan terbatasnya dirimu...kau bahkan rela menabarkan dirimu di mobil Mommy, lalu kau masuk ke dalam keluarga kami merebut semua perhatian dan membuat Zoe tergila-gila padamu...kau pikir aku akan membiarkanmu Dena..''


''Apa maumu sebenarnya..''


''Dirimu...aku penasaran bagaimana bisa..kau membuat semua orang tergila-gila padamu...''


''Tuan Devan..sadarlah kau terlalu banyak minum..''


''Diam........''


Devan kemudian melangkah menuju kamar dan tak lupa menarik Dena bersamanya...


Dena meronta sekuat tenaga namun dia kalah dalam hal kekuatan...Devan mengunci pintu dan mendorong tubuh Dena ke atas ranjang..


''Tuan Devan...apa yang kau lakukan...aku mohon jangan begini...'' Dena berusaha menegakan tubuhnya dan berlari menuju pintu namun dalam sekejap..


Devan kembali menangkap tubuhnya kali ini merengkuhnya dan membawanya kembali menuju ranjang...pria itu tertawa keras..


sambil membuka kemejanya....dia terlihat murka...


''Apa yang kau lakukan tuan Devan aku mohon jangan...aku mohon..sadarlah kau terlalu mabuk...aku mohon...''

__ADS_1


''Diam.....kau pikir aku akan membiarkanmu meracuni semua keluargaku dengan sikap sok polosnya...aku akan membuktikan bahwa kau hanyalah gadis murahan yang hanya mengandalkan tubuhmu...tenang saja aku akan membayar mahal meski aku bukan yang pertama..


Devan mendekat namun Dena tidak mau pasrah..gadis itu merangkak naik ke sudut ranjang dan melompat...Dena sampai gemetar...oh...ya ampun bagaimana sekarang...apa yang harus dia lakukan..


Jika dia berteriak maka semua orang akan terbangun dan akibatnya tuan Devan akan di permalukan..mungkin tante dan om Dars akan menghukum tuan Devan..seluruh keluarga akan menghakiminya...tapi bagaimana sekarang, kesuciannya di pertaruhkan...


Dena sungguh putus asa....ketika Devan tersenyum dingin dan mendekatinya merengkuh tubuhnya hingga Dena hanya merintih ketika pegangan Devan terlalu kuat padanya...


''Mengapa kau takut bukankah hal ini sudah biasa bagimu...''tatap Devan dengan wajah yang berkabut...


Airmata Dena menetes di wajahnya dia sungguh merasa nyeri..


''Aku tidak seperti yang kau pikirkan tuan Devan....aku tidak seperti itu..''


''Benarkah...aku semakin penasaran bagaimana kalau ternyata kau hanyalah seorang pembohong...''


''Aku tidak mungkin berbohong...''


''Bagaimana kalau aku meminta bukti darimu...''


Dena menggeleng ketika Devan mendorongnya kali ini lebih keras dan membuat tubuhnya terbanting di atas ranjang lebih keras...


Devan menanggalkan semua pakaiannya dan segera melakukan hal yang sama pada Dena...airmata Dena menetes...


Srak.....


''Aku mohon padamu tuan Devan....''


Dena melindungi tubuhnya ketika Devan hendak menyentuh ujung gaunnya....gadis itu menggeleng memohon ampun, tubuhnya bergetar betapa ini sangat menyakitkan untuk dirinya...


''Aku mohon tuan Devan...''


''Diam....aku ingin membuka topengmu bahwa kau...tidak se suci itu...''


''Tidak....mengapa kau tega padaku tuan Devan..apa salahku...''


''Kau mau tau apa kesalahanmu Dena..''


''Yah.......''


''Kesalahanmu adalah mengapa kau mengganggu hatiku..''


''Apa....mengganggu hatimu..''ulang Dena dengan suara terputus..


Srak....


Devan berhasil menjatuhkan gaunnya...airmata Dena menetes pasrah ketika Devan mendekatkan wajahnya...


Deg!!!!

__ADS_1



__ADS_2