Cinta Putra-putri Sang Mafia Kejam

Cinta Putra-putri Sang Mafia Kejam
Pernikahan Bahagia


__ADS_3

Akhirnya hari yang di tunggu-tunggu oleh Damian dan Nayra tiba, dalam balutan gaun pernikahan mereka akhirnya di persatukan dalam pernikahan..semua keluarga berbahagia...semua keluarga ikut merasakan apa yang dirasakan oleh Nayra dan Damian...mereka sudah sah menikah di hadapan Tuhan dan semua orang yang yang hadir...


ada banyak orang yang datang untuk turut memberikan doa restu kepada kedua pasangan pengantin.


Damian menatap Nayra yang baru saja sah menjadi istrinya, dan tersenyum bahagia...jodoh yang dia jaga sejak kecil, wanita yang teramat di cintainya akhirnya menjadi miliknya yang sah..


''Cium...cium...cium...''


Terdengar suara yang memenuhi ruangan, ketika Damian dan Nayra saling memandang, di antara para tamu Dena dan Zoe berdiri berpasangan sementara Devan berada di depan Dena bersama seorang gadis yang di pilihnya untuk menjadi pasangan penggiringnya..


Damian menarik punggung Nayra merapat kepadanya dan mereka saling melempar senyum..


''Bagaimana perasaanmu sayang, kita sudah menikah sekarang..''


Nayra tersenyum lega...


''Yah...aku adalah nyonya Damian Dalton..''


''Hum...kau adalah milikku Nayra Dalton..''


Nayra tersenyum malu, ketika Damian mendekatkan wajahnya...Nayra tampak gugup dan berdehem menahan rasa gugupnya...Damian melirik bibir Nayra yang penuh dan sesaat kemudian melum**nya dengan lembut..walau tidak lama namun berkesan..itu ciuman tersopan dari seorang Damian Dalton..Nayra yakin suaminya menahan diri setengah mati...


Ciuman itu terlepas seiring senyum Damian di wajah tampannya..


''Suprise...kau benar-benar menahan diri sayang..''bisik Nayra bahagia..


''Ini pernikahan yang paling berarti bagiku jadi Nayra...aku sudah berlatih sejak tadi agar aku tidak sampai lepas kendali..''


Nayra mengangguk penuh ucapan terimakasih..


''Dan aku sangat bahagia Damian...''


''Syukurlah....lagi pula kita masih punya banyak waktu..kau istriku..''


''Tentu saja..kau adalah suamiku Damian..''


Damian mengangguk penuh haru dan menarik Nayra di dalam pelukan di iringi tepuk tangan semua keluarga dan tamu yang hadir...semua ikut bahagia bersama Damian dan Nayra...

__ADS_1


Termasuk Devan, Dena dan Zoe...mereka ikut bertepuk tangan merasa lega..cinta Damian dan Nayra bersatu sampai pernikahan.


Resepsi Pernikahan..


Setelah acara pemberkatan pernikahan, pesta langsung di lanjutkan dengan resepsi di malam hari di Hotel milik Damian yang baru selesai dia bangun..dan di persembahkan untuk Nayra...semua keluarga berpesta dan berbahagia..


Dena memakai gaun yang indah tanpa lengan berwarna biru laut, bertaburan kristal yang mempermanis tampilannya, rambutnya di biarkan tergerai dengan ikal yang mempercantik dirinya, Dena terlihat seperti seorang putri, kecantikannya mampu membius para tamu yang hadir beberapa di antara mereka tampak berusaha mendekati Dena yang begitu anggun..


Sementara Dena duduk bersama Zoe namun tetap di dekat Valerie dan mereka tampak akrab...tak jauh dari sana,...Devan juga duduk bersama seorang gadis yang dia pilih sebagai pendampingnya.. sementaranya..


Sejak kejadian kemarin di ruang ganti ketika Devan menghinanya membuat hati Dena berubah menjadi dingin..setiap saat ia tak bisa melupakan perkataan Devan yang merendahkan dirinya...jadi Devan pikir Dena tak akan pernah pantas untuk menikah...liat saja..Dena akan membuktikan kalau dirinya akan menemukan seseorang yang pantas untuknya..


''Dena sayang...ayo majulah, Damian dan Nayra akan melemparkan bucket bunga...tante ingin kau mendapatkannya...''


''Tapi...aku malu tante..''


''Hei kenapa malu....bukankah kau harus berani...lihatlah beberapa gadis dan pemuda sudah maju..termasuk Devan dan Zoe...''


Dena menoleh dan mau tak mau ia harus maju, karna merasa tidak enak...bahkan Zoe dan Devan saja sudah menunggu..


MC mulai mengambil posisi dan mempersiapkan para single untuk menerima bucket bunga yang akan segera di lemparkan...


Hening....


Dena ikut tersenyum ketika Zoe mengambil tangannya dan tersenyum..


''Aku ingin mendapatkan bucket bunga itu dan menikahimu Dena...''


''Tentu saja...mari kita liat bagaimana takdir merestui kita Zoe..''


Dena hanya tersenyum menganggap ucapan Zoe hanya angin lalu, dan ketika Zoe menggenggam tangannya di saat yang sama pandangan Dena jatuh pada sosok Devan yang menatapnya dengan pandangan tajam...


Deg!!!


Hening..


Rasa kesal yang menumpuk di dada membuat Dena memalingkan wajahnya dengan cepat tidak menyadari kalau Devan sedang melangkah ke arahnya..tentu saja...Dena sedang memperhatikan Nayra dan Damian yang sedang mendengar aba-aba dari MC yang ada di depannya...

__ADS_1


Dena menyipitkan matanya dengan tajam ketika Nayra dan Damian mulai mengayunkan bunga itu ke udara.....dan meluncur cepat ke arah kerumunan para single yang menanti dengan penuh harap..semua berusaha melompat dan menggapai bucket bunga itu dan berharap keberuntungan berpihak pada mereka..


Namun bunga itu meluncur menuju ke belakang hingga membuat wajah mereka menegang..ikut menjadi saksi siapa yang mendapatkan bucket bunga itu...Dena bergerak mundur menjemput kesempatan di depannya...dan ketika bucket bunga itu lewat di atas kepalanya..gadis itu segera melompat dan menggapai bucket bunga itu..


Dan,......


Yah....Dena berhasil mendapatkannya hingga ia sendiri hampir tak percaya...namun karna terlalu antusias merebut bucket bunga di depannya, Dena tak memperhitungkan kalau kakinya goyah ketika menginjak lantai..


Dena mengerang ketika kedua kakinya menyentuh lantai tubuhnya seketika goyah dan bergerak mundur karna kehilangan kekuatan...


Semua menjerit menyadari Dena mungkin akan jatuh membentur lantai..namun ia terkejut ketika tubuhnya malah membentur Devan yang saat itu memang sedang berjalan di belakangnya...tubrukan itu tak bisa terhindarkan saat itu juga hingga Dena menjerit...


Bugh.....


Tubuhnya menimpa tubuh Devan hingga pria itu membalikan tubuhnya dan menangkap Dena hingga gadis itu tidak sampai jatuh ke lantai yang licin..


''Aaarrrgghhh.....''


Dena membeku ketakutan...ketika dia hampir saja jatuh....suara riuh tepuk tangan memecah di ruangan itu..sementara Dena mengangkat wajahnya dan menatap Devan yang sedang menatap matanya dengan begitu tajam....


Hening...


Ketika keduanya masih saling menatap dengan tajam...jantung mereka sama-sama berdesir pelan dengan aneh....Devan mengerutkan kening ketika di saat mereka masih saling memeluk dia merasakan getaran indah di dadanya..


Dena segera menguasai keadaan....ia menatap Devan yang masih memenjara matanya...


''Aaa....aku minta maaf...''


Devan ingin bicara namun Dena sudah meronta dan melepaskan dirinya...ia benar-benar tidak enak ketika tante Valerie dan Om Dars menatap kepadanya..ya ampun, jangan sampai mereka berpikir kalau Dena sengaja menggoda putra mereka...


Dena berdiri dengan gugup menggenggam bucket bunga..dan riuh tepuk tangan kembali memenuhi ruangan,...dan saat itu juga musik dansa segera di putar..


''Rupanya nona Dena sudah menemukan pasangannya..jadi bagaimana kalau sebagai penghormatan pada pengantin...nona Dena dan tuan Devan berdansa bersama..''


''Tidak....aku minta maaf tapi aku tak bisa..''ucap Dena tegas..


Devan mengepalkan tangannya....

__ADS_1


__ADS_2