Cinta Putra-putri Sang Mafia Kejam

Cinta Putra-putri Sang Mafia Kejam
Hilang Harapan


__ADS_3

Airmata Dena tak kuasa menetes ketika dengan mudahnya Devan memaksanya untuk melayani nafs*nya..apalagi pria ini sedang mabuk, hal itu tentu saja menyakitkan bagi Dena karna mungkin besok pagi Devan tak akan pernah mampu mengingat semua yang dia lakukan pada Dena..


jadi untuk yang terakhir kalinya di tengah perlawanannya yang mencapai batas kekuatannya..Dena memohon agar Devan bisa mengasihaninya..


Devan menyentuh ujung gaun yang menutup bagian dada Dena yang melindungi tubuhnya pria itu menaikan sudut bibirnya tampak bahagia.


''Kau akan merasakan bagaimana aku membuka semua keburukanmu Dena...bahwa kau tidak sepolos yang mereka kira...''


Dena meneteskan airmatanya dia sudah tak bisa melakukan perlawanan pada seorang Devan yang begitu kuat..


Tenaganya habis percuma dan Devan bahkan tidak tersentuh dengan airmatanya, hingga untuk pertama kalinya Dena sudah menyerah...namun hal terakhir sebelum pria itu benar-benar kehilangan pikirannya.. Dena menyentuh lengan Devan dengan gemetar ketika ia berusaha menyadarkan Devan yang bahkan sudah berada di atas tubuhnya dengan tatapan tajam menyala-nyala..


''Tuan Devan...tolonglah...aku mohon jangan begini...''


Devan tersenyum dingin, mendekatkan wajahnya sembari melum** bibir Dena yang merah muda...dan mengulum** sedikit kasar...


''Sssstt..bagaimana kalau kau menikmati sentuhanku saja dan berhenti untuk memohon....kita akan bersenang-senang malam ini dan aku hanya ingin kita menikmatinya..''


Dena memejamkan matanya ketika dia semakin terluka karna Devan bahkan tidak mendengarnya sedikitpun Devan malah semakin terbakar karna rintihan Dena yang penuh permohonan..


Pria itu kemudian mulai menunduk, menciumi hampir seluruh wajah Dena..dengan penuh gairah...Dena mengerang ketika dia tak bisa menghindar dari ciuman Devan yang terlalu panas...pria itu tak segan memberi kecupan sedikit kuat di leher Dena dan menciptakan kemerahan disana...tak sampai di situ..


Bibir Devan mulai bergerak turun menyentuh permukaan pa yu da ra nya yang ranum dan mulai mengisi mulutnya dan mulai mengulu** dengan panas..ada banyak tanda dan Devan sengaja menyiksa Dena sekaligus menghukum gadis penggoda ini..


Tangisan dan rintihan memenuhi kamar ketika Devan tak pernah puas menjelajahi tubuhnya dan menikmati tubuh Dena secara kasar..gadis malang itu hanya bisa menangis, kedua jemarinya meremas sprey dengan gemetar untuk menyalurkan kekuatannya...Dena hanya mampu menangis dan pasrah atas apa yang terjadi pada tubuhnya..


Devan akhirnya sampai pada tahap akhir ketika dia ingin menyatukan dirinya, dan tubuh Dena mulai meronta namun tak bisa...gadis itu bergerak mundur berusaha menghindari penyatuan menyakitkan yang mulai dia rasakan ketika pria ini mendesak tubuhnya....namun sekali lagi Devan mencekal tangannya dan menekannya kembali di bawahnya tanpa mampu Dena menghindar..


''Aku mohon...''


Devan tertawa dengan suaranya yang dingin...

__ADS_1


''Apakah kau takut semua topengmu akan terbongkar...dengarkan aku baik-baik Dena....aku akan memastikan kau bahkan malu dengan semua kebohonganmu selama ini..''


'Tidak....Devan..aku mohon...'' jerit Dena di sela ketidak berdayaannya..


''Persiapkan dirimu..sayang..''


Devan yakin sekali kalau Dena hanya berakting walau ia mulai merasa aneh ketika miliknya mulai mendesak masuk..


Hening...


Di tengah rintihan Dena..dia merasakan sesuatu yang menahannya keras di bawah sana..


Tidak....ini tidak mungkin...?


Devan sudah sepenuhnya terbakar, dan sangat sulit memadamkan gairahnya dalam waktu yang singkat, dia akan kesakitan sepanjang malam dan moodnya akan menjadi buruk..


''Sakit......''jerit Dena...


Airmatanya menetes ketika Devan ingin memasukinya dengan paksa...karna terlalu ketakutan, Dena sampai mencengkramkan kukunya dada pria itu untuk menyalurkan rasa sakitnya...


Hanya itu satu kata yang terucap di bibir Devan ketika dia mendapati kenyataan yang malah berbalik menyerangnya...


Dena masih suci...tidak mungkin, bagaimana bisa....?


Devan terpaku merasa bingung di hadapkan dengan kenyataan yang bertolak belakang atau gairah yang terlanjur menyala...


Devan memejamkan mata ketika kenikmatan itu siap menyambutnya ketika dia menggerakan tubuhnya, miliknya sudah tak sabar untuk memasuk Dena yang pasti akan membuatnya melayang karna nikmat..


Devan membuka mata ketika bolamatanya berbinar-binar...dia tak bisa menghentikan semuanya disini ketika dia mendapati Dena masih suci..egonya memerintah agar keinginannya terpuaskan...karna itu Devan mengabaikan rintihan Dena..jemarinya kembali meremas pa yu da ra Dena sembari lidahnya mulai bermain disana..menjilat* seluruh permukaan pt*ng yang menegang hanya untuknya..


Dena mengerang, konsentrasinya terpecah antara rasa sakit dan kenikmatan yang baru dia alami...disaat yang sama...Devan menggunakan kesempatan...pria itu menghentakan tubuhnya dalam-dalam,...menembus kesucian Dena dan menjadikan gadis itu miliknya..

__ADS_1


Dena membuka mata seketika..otaknya mengirim sinyal nyeri di seluruh tubuhnya dan ia reflex menghindar dengan berusaha mendorong Devan agar tubuh mereka terlepas...


rasa sakit itu sungguh aneh..rasanya seperti tubuh Dena terbelah menjadi dua...


''Devan hentikan aku mohon...''


Devan hanya diam menatap Dena dan memeluknya dengan erat, ia sungguh tak punya kata-kata untuk Dena...karna sesunguhnya Devanlah yang kalah..semua tuduhannya terbantahkan Dena masih suci dan dirinyalah pria pertama yang mendapatkan kesucian Dena..dan pria itu hanya bisa menenangkan Dena dari tangisannya..


''Dena....Dena...tenanglah....kau harus tenang....jangan bergerak atau kau akan merasa lebih sakit...aku akan berdiam sebentar...tapi aku ingin kau tau bahwa aku tak bisa menghentikan semuanya Dena...atau kau akan lebih merasa sakit....'' suara Devan terdengar lebih lembut..


''Tapi...ini...''


Isakan Dena semakin terdengar pilu..hancur sudah segalanya, hancur semua harapan yang selama ini dia pegang...Dena selalu berharap kalau ia akan menyerahkan segalanya untuk pria yang mencintai dan menikahinya namun Dena tak pernah menyangka jika inilah akhirnya...ketika dia harus rela ketika kesuciannya di dapat justru dari pria yang sangat membencinya,...


Sakit sekali...


Dena hanya bisa pasrah dan menahan semua rasa sakit yang di berikan Devan kepadanya....


''Aku berjanji rasa sakitmu hanya sebentar Dena...aku janji..''bisik Devan menggertakan gigi..


Setiap detik yang di rasakan pria itu adalah kenikmatan dan Devan menikmati setiap detik penyatuan mereka, ketika milik Dena seakan mencengkram miliknya begitu hangat....hingga Devan mengerang nikm*t


Tubuh Devan mulai bergerak,..menghentak pelan miliknya perlahan dan membawa Dena bersamanya..menuju puncak kepuasan..


Deg!!!!


*************


Hampir pagi...


Dena terbangun dengan rasa sakit yang membekas di tubuhnya...gadis itu bangkit dengan cepat dan buru-buru mengambil pakaiannya untuk keluar kamar, Dena tak ingin para pelayan melihatnya keluar dari kamar tuan Devan dan akan membuat tuan Devan dalam masalah..

__ADS_1


Dena masih menoleh pada sosok Devan yang tertidur pulas..gadis itu kembali meneteskan airmata..


Dena berharap hari ini adalah perjumpaan terakhirnya dengan Devan...


__ADS_2