
Nayra sama sekali tak mengerti apa arti perkataan Damian untuknya, mengapa pria ini malah mengatakan hal yang tidak masuk akal tentang hubungan mereka, padahal Nayra merasa satu satunya yang menghubungkan mereka adalah kebencian satu sama lain..sementara itu Bella menatap penuh rasa cemburu, tak pernah di bayangkan olehnya kalau Damian malah memberi perhatian pada Nayra gadis kecil yang angkuh itu..hati Bella sungguh panas, walau begitu dia tak bisa berbuat apapun dia tak bisa memaksa Damian..
''Lepaskan aku Damian...jangan mencoba memaksaku...'' jerit Nayra berusaha melepaskan dirinya..
Namun pegangan tangan Damian semakin kuat saja kepadanya...hingga Nayra tak bisa bergerak sedikitpun.
''Karna kau keras kepala Nayra, jadi kau harus di paksa...''
''Mengapa kalau aku keras kepala...aku punya hak atas hidupku Damian...''jerit Nayra dengan suara tercekat..
Damian mencoba sabar...
''Aku tidak tahan melihatmu berpakaian seperti ini Nayra...''
''Maka kau harus terbiasa melihatnya Damian..karna aku akan terus mempertahankan caraku berpakaian, aku berhak atas hidupku aku..''
Suara Nayra terputus ketika ia membeku melihat Damian membuka jas milikknya dan menutup tubuh Nayra yang terbuka hingga Nayra sungguh kesal karna Damian bersikap seolah kekasihnya...seharusnya dia melakukannya pada Bella.
Mengapa Bella dia biarkan terbuka dan malah mengekang Nayra..karna itu Nayra tidak menerima begitu saja tuntutan Damian yang terasa lucu baginya..
Sekali lagi Nayra menguji kesabaran Damian hingga pria itu benar-benar kehilangan kesabaran...
''Hentikan...aku tak mau memakai apapun milikmu Damian...''teriak Nayra dengan mata yang basah...
''Nayra,....''
''Kau membuatku gila Damian....jangan mendekatiku aku punya kekasih dan kau juga jadi...berhentilah melakukan hal ini karna aku sangat muak...'' jerit Nayra dengan suara yang terputus...
Damian mengepalkan tangannya, dia juga tak habis pikir mengapa Nayra mencoba memakai pakaian terbuka untuk apa menunjukannya pada semua orang tentang tubuhnya...hal itu tak bisa di biarkan oleh Damian...
Sementara Nayra melangkah meninggalkan Damian dengan cepat...apalagi dia melihat mobil Kevin berhenti di parkiran, Nayra tak sabar menunjukan perubahannya pada Kevin yang datang...
''Nayra berhenti...''teriak Damian penuh peringatan..
Namun di banding mendengar ucapan Damian, Nayra malah melangkah acuh mendekati parkiran dan membuat Damian sunggu kesal..
Damian membalikan tubuhnya dan melangkah mendekati Nayra dan kembali mencekal tangannya sebelum sampai di pelukan Kevin...
''Damian.....'' kali ini Nayra sungguh marah,..
Sementara Kevin mendekat dan tak terima kekasihnya di tarik paksa oleh pria asing ini...
''Lepaskan dirinya Damian...''
__ADS_1
''Diam kau.....Nayra adalah milikku..''ucap Damian tetap mempertahankan Nayra di belakangnya meski Nayra meronta..
Ucapan Damian sanggup membuat Kevin dan juga Nayra menoleh tajam...
''Apa maksudmu....'' ucap Damian dan Nayra bersamaan..
Damian lalu mengangkat genggaman tangannya pada Nayra ke udara...
''Kau liat cincin ini Nayra....''
Pandangan Nayra tertuju pada cincin berlian pemberian sang Daddy dan Mommy di usia 17 tahun, dan jantungnya berdegup kencang ketika Damian menunjukan cincin pasangan yang sama di jari manis Damian...mata Nayra melebar terkejut..apa artinya semua ini mengapa mereka memakai cincin yang sama..mengapa mereka memilikinya...
Nayra terlalu syok hingga tak mampu bicara...
''Apa maksudmu Damian....kalian hanya tetangga..tak ada hubungan yang lebih dari itu dan aku tak akan pernah membiarkan kau melakukan semua....''kata-kata Kevin menggantung ketika Damian menendang tubuh pria itu hingga Kevin terdorong membentur mobil di belakangnya...tendangan itu begitu keras hingga Kevin tak mampu untuk bangkit...
Melihat apa yang terjadi membuat Nayra murka...
''Apa yang kau lakukan Damian..mengapa kau memukulnya..dia kekasihku..''
''Kau adalah tunanganku, kita sudah di jodohkan dari kecil jadi jangan harap aku melepaskanmu Nayra..kau harus di sadarkan mulai dari sekarang...''
''Tidak......lepas Damian...''
''Dengarkan aku Kevin....mulai sekarang kalian bukan lagi sepasang kekasih karna apa...dia adalah tunanganku sekarang dan kau sama sekali tak bisa berharap padanya...''desis Damian penuh ancaman..
Damian menarik Nayra menuju parkiran mobil sementara Nayra begitu frustasi...
''Damian lepaskan aku...''
''Diam.....mulai sekarang jangan pernah macam-macam di belakangku..aku tak akan membiarkannya Nayra..ayo masuk..''titah Damian..
Dengan sangat terpaksa Nayra masuk ke dalam mobil di ikuti Damian menahan geram.
Sementara Zoe dan Devan keluar dari persembunyian mereka...
''Damian sungguh keterlaluan..''ucap Devan mengepalkan tangannya..
''Haiis...kau tau keras kepala Nayra seperti apa...Devan, sebaiknya jangan ikut campur urusan Damian dia tak akan suka..lagi pula Nayra adalah tunangannya..dia punya hak atas Nayra karna sebentar lagi mereka menikah..
Devan hanya memalingkan wajahnya berusaha menahan perasaan di dadanya, sesungguhnya ia kasian melihat Nayra...dia sedikit tidak rela Nayra di paksa oleh saudara kembarnya atas nama perjodohan..
Zoe yang melihat perubahan di wajah Devan hanya mampu menghela nafas...
__ADS_1
''Jangan katakan kalau kau.....''
Devan lalu melangkah meninggalkan Zoe yang hanya melebarkan matanya...
''Devan...jangan mencoba melawan Damian...atau kau akan hancur...''
Devan menghentikan langkahnya dia membalikan tubuhnya dan tersenyum...
''Tenang saja Zoe...tak akan ada yang hancur di antara kami...''ucap Devan lalu melangkah pergi...
*********
Di salah satu butik ternama...
Damian duduk di sofa dan sedang menunggu Nayra yang sedang mengganti baju, sambil menunggu pria itu memeriksa pekerjaannya, tak berapa lama kemudian Nayra keluar dari ruang ganti dengan wajah yang cemberut, dia telah berganti dengan dres panjang yang menutupi mata kaki, walau begitu dres itu sangat modis dan kekinian hingga Damian membeku karna terpesona..
Meski cemberut tetap saja...Nayra sangatlah cantik jadi ia semakin menggemaskan..
''Sempurna....kau sangat cantik dan anggun...''
Nayra hanya memalingkan wajahnya dia sama sekali tak ingin menatap mata Damian yang tajam...
Damian melangkah mendekat, meraih jemari Nayra dan menggenggamnya..namun sekali lagi Nayra menghempas pegangan tangan mereka dan bersedekap...
''Kau sudah puas mengerjaiku bukan...liat saja aku akan meminta orang tua kita untuk membatalkan pertunangan atau perjodohan ini karna apa aku sama sekali tak mencintaimu...dan perasaan yang aku rasakan sekarang adalah kebencian..kebencian yang besar kepadamu..''
Nayra hendak melangkah namun kali ini Damian kembali menarik tubuhnya hingga jatuh ke dalam pelukannya...Nayra mengerang....
''Lepaskan aku Damian....''
Damian tersenyum kejam....mendekatkan wajahnya hingga Nayra menjerit panik...
''Ingatlah satu hal bahwa cinta dan benci hanya setipis kabut...aku akan mendapatkanmu dan tak ada satupun yang bisa memisahkan kita Nayra sayang...''
''Bermimpilah selagi bisa...aku tak akan sudi menjadi milikmu...''
Nayra memang di anugrahi dengan kecantikan namun sebagai bonus gadis ini sangat culas terlebih kepada seseorang yang dia benci hingga Damian merasa gemas...
''Aku tak ingin bermimpi...aku ingin semua nyata Nayra....''
Nayra meronta ketika tanpa di duganya, Damian melum** bibirnya yang dingin dan menglumnya lembut..
''Aaarghhttt....''
__ADS_1