Cinta Putra-putri Sang Mafia Kejam

Cinta Putra-putri Sang Mafia Kejam
Maafkan Aku


__ADS_3

Devan mengerutkan kening ketika melihat Nayra meneteskan airmata, sudah terlambat baginya untuk menyembunyikan perasaan yang terlanjur terluka..


''Nayra.....''


Nayra mencoba menguasai dirinya sendiri dengan berdehem....gadis itu berusaha menyembunyikan rasa sakitnya di dalam hatinya dan mencoba untuk tersenyum....


Sementara Devan mendekatinya...


''Nayra...ada apa...mengapa kau menangis...apa yang terjadi..''


Nayra tersenyum meski airmatanya menetes sekali lagi...


''Aku baik-baik saja Dev....'' gadis itu mengusap airmatanya yang mengalir deras...


Nayra membeku ketika tubuhnya di sentuh oleh Devan hingga gadis itu mengangkat wajahnya...


''Katakan padaku...''


''Tidak...aku baik-baik saja...''


Nayra semakin terisak hingga Devan pikir dia butuh pelukan...pria itu menarik Nayra hingga tenggelam dalam pelukannya, dan tangisan Nayra pecah seketika...


''Dev.....''suara Nayra serak begitu tersiksa.


''Apa yang membuatmu sedih Nayra...katakan padaku....aku bisa melakukan apapun demi melihat senyummu Nayra...''


Hening...


Devan tak sengaja mengangkat wajahnya dan menatap di ujung lorong Damian berdiri dan menatap kebersamaan mereka...


Devan begitu terkejut...


''Damian....''


Devan hendak menggapai Damian namun, ia terkejut ketika Damian membalikan tubuhnya dan melangkah pergi..


Devan menghela nafas...kini dia tau kalau Nayra menangis karna Damian...? Pria itu tak dapat menyembunyikan patah hatinya...


''Apakah semua karna Damian...''


Tangisan Nayra terhenti..gadis itu seolah tersadar dan menarik dirinya, lalu menatap Devan..


''Tidak...ini tidak ada hubungan dengannya Dev.....aaku...aku hanya sedang sedih saja..''


Devan mengangguk..


''Aku tak akan pernah memaksamu Nayra.....bagaimana kalau kita bicara...''ajak Devan brusaha menyembunyikan perasaan sedihnya..


''Yah baiklah...'' balas Nayra setuju.


Hati Devan terasa nyeri ketika menyadari wajah Nayra memerah karna terlalu banyak menangis..


Keduanya lalu kembali melewati lorong tadi dan melangkah pergi....


''Bagaimana kalau aku mentraktirmu makan Nayra...''


''Hum...baiklah....aku setuju, aku juga lupa membawa dompet..'' Nayra mencoba tersenyum di wajah sembabnya.

__ADS_1


''Ayo...''ajak Devan membuka pintu mobil untuk Nayra masuk..


Mereka pun berlalu dari sana...dan menuju restoran...


******************


Vanessa membuka pintu rumah dan menuntun Dena masuk...


''Tante..tidak perlu seperti ini..aku sungguh baik-baik saja..''


''Jangan terlalu banyak bicara Dena....kau masih sakit..''ucap Valerie dengan senyuman hangat..


Beberapa pelayan tampak menyambut mereka dan membantu Dena untuk ke kamarnya..


''Kau akan tinggal di lantai dua...di sampingnya ada kamar anak tante bernama Devan....tenang saja dia baik..''


''Yang tadi bersama tante..'' tanya Dena menebak..


Karna mereka sangat mirip, namun pria itu tampak sangat membencinya jadi...Dena pikir pria itu pasti tak akan mudah untuk menerima kehadirannya disini...haiiss mengapa dia tidak hati-hati kemudian menabrak.


Dena menghela nafasnya yang berat...


''Kau benar Dena...sekarang ayo masuk dan kau harus istirahat...''


Valerie dan beberapa pelayan pun membawa Dena menuju kamar miliknya di lantai dua setelah menaiki lift disana..


Sebenarnya Dena masih merasa tidak enak..ibu panti pasti mencarinya...karna tidak pulang..


namun ia juga masih merasa pusing karna benturan di kepalanya mungkin dia memang harus beristirahat beberapa hari untuk memulihkan dirinya sendiri..


Tubuh Dena di baringkan di ranjang empuk di kamar itu, para pelayan lalu membantunya tidur setelah itu meninggalkan Valerie bersama Dena di kamar itu..


''Apa kau masih merasa sakit di kepala...''


''Aku masih merasa nyeri meski begitu ini lebih baik dari sebelunya tante...''


''Istirahatlah sampai kau benar-benar sembuh Dena...''


''Terimakasih Tante..''


''Oya,....apakah panti asuhanmu jauh dari sini...tante belum pernah mendengar tentang panti asuhan itu...''


''Panti asuhan kami di luar kota....aku tinggal disana dengan...oh tidak....''


Dena mencoba bangkit namun seketika ia memegang kepalanya...


''Awww......''


''Ada apa....''


''Maaf tante tapi uangku....aku menjatuhkan uang saat tertabrak mobil..aku harus menyetor uang itu ke Bank untuk membayar uang pinjaman dari panti...oh..bagaimana ini..''


''Uang itu..masih ada masih tante simpan Dena...katakan sebenarnya mengapa harus meminjam ke bank..''


Dena memegang kepalanya lagi..


''Ceritanya sangat panjang, aku bekerja di sebuah mall...dan mengumpulkan uang dengan beberapa anak lain dari panti yang sudah bekerja..''

__ADS_1


Valerie mendengarkannya dengan wajah serius..


''Awal dari semuanya karna pemilik tanah ingin di bayar lunas sisa tanahnya, karna itu ibu panti meminjam di bank memakai jaminan surat tanah....dan ibu panti kesulitan membayar bunga Bank yang sudah semakin membengkak..jika Bank menyita panti asuhan kami maka nasib anak-anak disana akan hancur...''


Valerie mengangguk mengerti....ia kagum karna Dena masih terlihat muda namun punya rasa perduli yang tinggi dia tidak lupa pada asal usulnya padahal dia bisa bersenang-senang dengan gajinya namun semua tidak di lakukan malah ia menggunakan uang itu untuk membantu melunasi pinjaman, sangat sulit melihat anak muda setulus ini..Valerie ikut bangga dan tanpa sadar dia tersenyum..


''Baiklah..tante mengerti sekarang, bagaimana kalau setelah sembuh kau bekerja disini bersama tante...dengan imbalan tante akan membayar lunas hutang ibu panti di Bank...''


Hening.......


Dena pikir ini hanyalah mimpi karna tidak mungkin kalau panti asuhannya terbebas dari hutang, Dena tau Tante sangat kaya raya tapi juga sangat baik, jadi Dena tak bisa membiarkan tante merugi..


''Tante...hutang di Bank sangat besar, aku tidak mau tante rugi...''


''Tidak Dena..sebenarnya sudah lama tante ingin menyumbang tapi tidak tau harus memulai dari mana, namun sepertinya Tuhan mengirimmu untuk membantu Tante memilih...''


''Tapi Tante...''mata Dena berkaca-kaca..


''Sudahlah jangan sungkan begitu...tante senang jika kau bisa bekerja di butik milik tante..kau sepertinya cocok sebagai model di butik.''ucap Valerie berbunga-bunga..


''Baik tante...terimakasih atas kebaikan tante pada panti asuhan kami, aku berjanji akan bekerja dengan baik..''


''Bagus...Dena..''senyum Valerie lega..


**********


Di Restoran dekat pantai........


Devan dan Nayra duduk menghadap ke arah pantai...


pria itu melirik Nayra....


''Bagaimana perasaanmu Nayra..''


Hening..........


''Aku tak pernah mengalami hal ini sebelumnya Dev...perasaanku, hatiku, aku bahkan tidak pernah tau arahnya kemana...ternyata aku tak punya kekuatan untuk mengendalikan hatiku sendiri...''


Devan tersenyum........


''Bahkan orang hebatpun akan menyerah jika dia sudah jatuh cinta...''sambung Devan menerawang ke laut yang biru.


''Devan....aku ingin minta maaf padamu...''


Pria itu menoleh dengan tenang...


''Apakah ini karna perasaanmu Nay.....''


Gadis itu mengangguk....


''Aku mungkin akan memutuskan untuk tidak memilihmu atau Damian...''ucap Nayra hati-hati..


Sungguh Nayra tak ingin melukai siapapun, Devan adalah kembaran Damian wajah mereka benar-benar sama...walau ada perbedaan sikap di keduanya..namun setiap melihat Devan maka yang ada di pikiran Nayra malah Damian, hal itu membuatnya gila, dia sungguh marah dengan dirinya dan perasaannya meski begitu dian tak bisa mengendalikan hatinya..


Devan menghela nafas...


''Aku tau dari awal kalau kau tidak menyukaiku Nayra...''ucap Devan dengan suara dingin..

__ADS_1


Nayra menoleh beku...


__ADS_2