Cinta Putra-putri Sang Mafia Kejam

Cinta Putra-putri Sang Mafia Kejam
Menolak Perjodohan


__ADS_3

Nayra meronta namun tak bisa, Damian mendorong tubuhnya dan menekannya ke tembok sembari bibirnya terus menelusuri bibir Nayra yang penuh dan menggilasnya tanpa ampun..


Nayra sungguh tak mampu melawan dan hanya pasrah ketika Damian menekannya dengan posesif....Damian lalu melepas ciumannya tiba-tiba hingga membuat tubuh Nayra goyah hingga Damian harus memeluknya karna dia kehilangan tenaga..


Nafas keduanya memburu di kuasai gairah hingga Damian tersenyum....


''Kau milikku Nayra..kau harus tau itu...''ucap Damian dengan tajam.


''Aku tidak mau Damian....jika kau memaksa maka kau akan merasakan akibatnya,....''


Damian terkekeh dia sepertinya tidak perduli dengan ancaman Nayra...


''Aku tak sabar lagi ingin merasakan amarah dalam dirimu Nayra-ku...aku pastikan kau bahkan tidak punya waktu dan tenaga untuk marah...''


Damian kembali melum**singkat bibir Nayra hingga gadis itu mulai menggerutu namun bagi Damian ekspresi Nayra semakin membuatnya candu...


Nayra adalah cintanya...


Usai berkata Damian membungkuk mengangkat tubuh Nayra ke dalam gendongannya yang kokoh dan membawanya menuju mobil...


********


Ruang tamu di kediaman Pedro terasa berbeda..suasana yang tegang itu begitu terasa sementara Nada melirik Pedro yang terpaku...sementara Nayra terlihat begitu marah..


''Daddy...aku mohon batalkan saja perjodohan ini..aku sangat membenci Damian....''isak Nayra dengan sesegukan hingga Pedro hanya menghela nafas..


Sejak Nayra di temukan dulu, Pedro selalu melakukan apapun yang menjadi keinginan Nayra...meski gadis ini memintanya untuk melakukan apapun Pedro sama sekali tak menolak..


Namun....


Perjodohan ini tak bisa di batalkan...hubungan keluarganya dan keluarga Dars Dalton harus terjalin melalui pernikahan Nayra dan Damian, hal itu telah menjadi kesepakatan mereka sejak 10 tahun lalu...tidak mungkin Pedro membatalkan semua rencananya begitu saja hanya karna Nayra yang merajuk..


''Nay....dengarkan Mommy nak...perjodohan tidak bisa di batalkan begitu saja...keluarga Daddy Dars telah memberikan cincin pertunangan dan kau sudah memakainya..''


''Tapi aku bahkan tidak tau apapun Momm....ini tak adil bagiku karna aku punya pilihan sendiri...''


Pandangan Pedro mengeras, satu hal yang harus Nayra tau kalau Pedro tak akan pernah menikahkan Nayra dengan sembarang orang....karna itu pilihannya ada pada Damian...


''Apa maksudmu dengan pilihan Nayra...''


Nayra menghapus airmatanya, ia harus berani bicara karna ini menyangkut masa depannya..Nayra tak mungkin bisa menikahi pria kejam seperti Damian,...bagaimana mungkin dia menikahi pria yang di musuhinya 10 tahun lalu...Nayra sama sekali tak bisa menerimanya...


''Daddy....aku sudah punya kekasih lain, namanya adalah Kevin Stone....''


''Kevin Stone...''


''Yah....dia sangat mencintaiku kami....''


''Lupakan dia Nayra kau sama sekali tak akan pernah memiliki masa depan dengan pria lain selain Damian...apa kau mengerti..''


Deg!!!!

__ADS_1


Nayra sungguh tak percaya bahkan Daddy yang menjadi harapannya malah tidak setuju, bukankah seorang ayah ingin yang terbaik untuk anaknya...mengapa Daddy malah setuju Nayra bersama Damian di banding Kevin yang mencintainya..


''Daddy,.....tolonglah..''


Nada menggeleng sementara Pedro mendekati sang putri dan memegang pundaknya dengan sedikit penekanan..


''Seorang putri mafia haruslah berjodoh dengan sesama putra mafia..Daddy tak akan pernah membiarkan kau menikahi sembarang orang..di usia 19 tahun kau akan menikah dengan Damian...kau dengar itu...''


''Daddy jahat padaku...mengapa Daddy malah mendukung Damian...mengapa...''


Pedro menoleh.....


''Selama ini Daddy dan Mommy selalu melakukan apapun yang kau inginkan bukan....''


Airmata Nayra menetes tersiksa...


''Daddy.....''


''Jangan kecewakan kami Nay....kau dan Damian akan menikah segera...''


Pedro lalu melangkah meninggalkan ruang tamu dan membuat Nayra menjerit keras meluapkan semua perasaannya..


''Tidak....aku tidak mau menikah dengannya Mommy tolong...yakinkan Daddy aku tidak mau menikah...''


''Cukup Nayra...jangan merengek terus...kau akan tetap menikah bahkan kami sudah mempersiapkan segalanya...''


''Apa.....''


''Mengapa begini...mengapa....aku membencimu Damian...aku benci...''jerit Nayra keras...


Sungguh dia tak menyangka kalau yang menjadi jodohnya adalah Damian, mengapa bukan Devan saja..setidaknya Devan lebih baik dari Damian...rengek Nayra sesegukan....


************


Devan menatap Damian dari ujung meja..malam ini mereka makan hanya berdua karna orang tua mereka sedang makan malam di luar bersama orang tua Nayra dan Zoe...


''Jangan menatapku seperti itu..katakan saja..apa yang ingin kau katakan.''ucap Damian dengan tenang..


Devan meletakan sendoknya tidak berselera...ia menatap lurus pada Devan yang meliriknya tajam..


''Aku keberatan dengan sikapmu tadi Damian..tak seharusnya kau melakukan itu pada Nayra...kau melukainya...''


Damian meneguk air di gelas sampai habis dan menyadarkan tubuhnya...


Kedua saudara kembar itu saling menatap tajam...


''Nayra adalah tunanganku, kau tak perlu ikut campur Devan..itu bukan urusanmu..''


''Cih.....kau bebas membawa Bella, lalu kalian menghinanya lalu sekarang kau malah ingin mendekati Nayra..bukankah kau terlalu serakah...''


''Hahahaha.....Devan....kau mengenalku lebih dari siapapun, seharusnya pertanyaan bodoh ini tidak kau katakan adik kembarku.....Damian memajukan tubuhnya dan memenjara mata Devan dengan tajam..

__ADS_1


''Menyingkirlah dari jalanku Devan...kau dan Zoe belum mendapat hukuman karna kalian berdua telah membujuk Nayra hingga ia memakai pakaian terbuka hari ini..''


''Nayra bebas melakukan apapun Damian..kau bahkan tidak punya hak...''


''Dia milikku Devan..dia tunanganku dan aku akan memilikinya....''


''Kau masih harus menunggu dua tahun lagi baru bisa menikahinya Damian...''ucap Devan menekan..


Damian tersenyum dingin....


''Aku tak perlu menunggu dua tahun untuk mengikat Nayra menjadi milikku Devan...aku tidak bisa sesabar itu...''


Jemari Devan mengepal di atas meja dan hal itu tak luput dari tatapan Damian...hingga pria itu tersenyum...


''Berhentilah berpikir takdir akan berpihak padamu Devan...sejak awal Nayra adalah milikku dan tugasmu bersama Zoe adalah hanya untuk melindungi milikku Nayra calon kakak iparmu...jangan mengulang sejarah Daddy Dars dan paman Dary....karna hal itu akan menyakitkan bagi Daddy dan Mommy....apa kau mengerti...''


Devan melonggarkan tenggorokannya dengan susah payah...ia terdiam pasrah ketika Damian meninggalkannya di meja makan..


Devan memejamkan matanya sejak kecil sang Mommy Vallery sudah memberinya ultimatum agar mereka tidak mencintai wanita yang sama...Mommy bahkan meminta keduanya bersumpah...


Devan tak mampu mengatakan apapun selain dia sangat bingung dengan perasaannya...tak bisa di pungkiri bahwa dia menyukai Nayra.....sama seperti kakaknya..


Namun apakah sejarah akan terulang, Devan berjuang keras agar itu tidak terjadi...ia tak ingin mengecewakan semua orang namun, hatinya punya mau sendiri...


Devan sungguh bingung....


**********


Pagi harinya..


Nayra terkejut ketika bibirnya di kecup dengan lembut..dan ketika dia membuka matanya...


Sosok Damian berdiri di depannya dengan senyuman mematikan,...gadis itu menjerit keras...


''Mengapa kau bisa berada di kamarku...'' Nayra menjerit histeris..


Namun Damian menaikan sudut bibirnya...


''Mulai sekarang, aku akan mengantar dan menjemputmu untuk kuliah....''


''Tidak mau....''


''Sekarang mandilah..atau kau mau aku yang memandikanmu..''


''Dasar pria gila...''


Nayra melompat turun dari ranjang sambil mengumpat..sementara Damian tersenyum menang....


Ketika Nayra masuk ke dalam toilet, Damian melirik boneka panda berukuran besar di letakan persis di depan ranjang,


''Lokasi yang bagus...''

__ADS_1


Damian mengeluarkan sebuah camera keci.....


__ADS_2