Cinta Putra-putri Sang Mafia Kejam

Cinta Putra-putri Sang Mafia Kejam
Rencana Oscar


__ADS_3

Nayra membeku mendengar semua penjelasan Oscar yang keluar begitu saja tentang seorang Damian yang egois, kejam, dan juga Damian yang jahat hingga rasa-rasanya tak ada dalam diri Damian yang menyimpan sedikit saja kebaikan..


Nayra berkaca-kaca......


''Kau tak akan bisa lepas darimu jika kau telah menjadi sasarannya Nayra...dia akan melakukan apapun...kau tentu tak lupa dengan apa yang di alami adikku Kevin bukan...Kevin hampir mati karna Damian...''


''Aku mengrti...lalu bagaimana keadaan Kevin saat ini...apakah aku bisa bertemu dengannya Oscar...''


Pria itu tersenyum...


''Untuk sementara kau hanya akan terhubung dengannya melalui aku Nayra....aku bahkan tak bisa percaya padamu setelah apa yang Kevin alami...''


Nayra mengangguk pasrah, ini adalah kesalahannya juga..jika saja dia tidak berbohong pada orang tuanya tentang pesta itu....kalau saja dia bisa menahan diri mungkin Damian tak akan menyakiti Kevin seperti ini...


Kini hanya penyesalan yang terlanjur membayangi seorang Nayra...gadis itu akhirnya tersenyum...lalu ia bangkit berdiri...


''Aku harus pergi Oscar....''


''Pergi....''


Nayra menggengam tasnya dengan erat lalu mengangguk...


''Aku harus pulang sekarang, dan tolong sampaikan salamku pada Kevin...''


Oscar hanya diam saja ketika Nayra menunduk memberi hormat lalu gadis itu melangkah menuju pintu...


''3 hari lagi dia akan kembali Nayra...apakah kau ingin menemuinya...''


Nayra menoleh....


''Apa kau menginjinkannya...''


Oscar mengangguk lalu melangkah mendekati Nayra....memandang ke dalam mata Nayra yang indah...


''Kau harus mempersiapkan dirimu ketika melihat dirinya Nayra....dia babak belur...''


''Aku akan kembali untuk menemuinya Oscar..apapaun kondisinya...''ucap Nayra tak mampu menyembunyikan rasa sedihnya...


''Bagus...dia akan senang melihatmu...''balas Oscar dengan senyuman tajam..


''Baiklah aku pergi...''


''Yah....silahkan dan hati-hati Nayra..''


''Terimakasih Oscar....''


Nayra lalu melangkah meninggalkan restoran dengan Oscar yang tersenyum menang...pria itu lalu mengeluarkan sebuah pistol kecil dengan tatapan membara...


Damian....akan mati.....


Pria itu tertawa dengan lantang....hingga tawanya kembali menguap di ganti aura dingin yang mengerikan....


''Kau akan merasakan kekalahan telak...''


Oscar lalu melangkah keluar dari restoran..


**********

__ADS_1


Hari berlalu seperti biasa...Nayra ke kampus dan mengikuti kegiatan perkuliahannya, sementara dia di ikuti oleh Zoe yang menemaninya...kata Zoe..Devan sudah kembali ke perusahaan dan sedang mengambil cuti...


''Duduklah sebentar Nayra...''ucap Zoe dengan senyuman..


Mereka lalu duduk di kantin.....sambil makan sesuatu...Zoe menghela nafas ketika melihat Nayra yang tampak murung...


''Aku tak mengerti mengapa kau bisa terlibat perasaan rumit dengan si kembar....kau akan mengulang sejarah bagaimana Daddy ku dan Daddy Dars berkelahi dulu..''ucap Zoe menerawang..


Nayra menoleh dia merasa tidak enak dengan ucapan Zoe..


''Kau tau Zoe...aku tak pernah ingin ini terjadi..sebuah perasaan berkembang di luar kendali hingga mengambil alih keputusan seseorang...aku sudah memikirkan segalanya dan lebih baik bagiku untuk mundur Zoe....''


''Mundur dari siapa...Damian atau Devan...''


''Keduanya...entahlah Damian dan Devan aku tak mau menjadi salah satu pasangan mereka, terlalu rumit dan mengesalkan Zoe...''


''Aku ingin bertanya sesuatu kepadamu dan aku harap kau untuk jujur Nayra...''


Gadis itu menoleh...


''Tanyakan saja Zoe.....''


''Dari keduanya...siapa yang paling kau ingini...''


''Aku tak akan menjawab..''ucap Nayra memalingkan wajahnya..


''Nayra....aku ingin mengetahui segalanya....baiklah bagaimana kalau aku ganti pertanyaan...siapa di antara mereka yang sering kau ingat setiap kali kau bangun tidur...''


Nayra menghela nafas...


''Aku..lebih mengingat...''


Valerie keluar dari sebuah pusat perbelanjaan dengan barang bawaan yang sangat banyak...ia lupa kalau dia sedang meminta asistennya untuk lebih dahulu pulang...dan akhirnya Valerie kerepotan sendiri...


Ah....anak-anak sudah besar dan sama sekali tak bisa di andalkan...batin Valerie sedikit mengeluh...dan ketika dia keluar..Valerie langsung masuk ke mobil dan memasukan barang belanjaannya lagi-lagi...dia mengutuk keras kepalanya sekali lagi Valerie tidak membawa supir...dia ingin berjalan mandiri dan sendirian tanpa di temani siapapun..Dars akan menertawainya..bukan tanpa alasan Valerie berbelanja sendiri, namun alasannya adalah karna Valerie sedang bahagia...Devan bilang akan pulang kerumah setelah berbulan-bulan dia memilih tinggal dirumah Zoe...


Sedangkan Dars memilih tinggal di apartemen miliknya dan Valerie atau pun Dars tak bisa memaksa Damian untuk pulang..


Ketika hendak pulang, Valerie rupanya terlalu buru-buru menginjak pedal gas hingga mobil melaju dan beberapa saat kemudian terdengar suara...


Brughhh!!!!


Valerie menjerit keras..dia menabrak seseorang....?hoh....Valerie meraih ponselnya untuk menghubungi semua anaknya dan suaminya sementara itu...Valerie keluar dari mobil dan membeku melihat seorang gadis sedang memungut beberapa lembar uang sementara darah menetes dari kepala meski dia masih sadar dan tampak baik-baik saja..


''Hoh...kau berdarah...maafkan aku...''


Valerie segera membantu gadis itu untuk memungut uangnya..


''Tidak apa-apa nyonya...''balas gadis itu menunduk takut..


''Eit...kau berdarah...''


Valerie memaksa gadis itu berdiri dan melangkah menuju mobil...sementara darah segar itu kembali menetes..


''Aku baik-baik saja nyonya..aku harus buru-buru sekarang, aku harus menyerahkan uang ini di rumah sakit..''


Gadis itu mengangguk...

__ADS_1


''Baiklah..sekalin, aku akan mengantarmu..''


''Sudah tidak apa-apa nyonya, aku baik-baik saja...''


''Tidak..percayalah aku baik-baik saja..''


Gadis itu berdiri namun rasa pusing kembali memenuhinya...namun baru beberapa langkah gadis itu jatuh pingsan hingga Valerie menjerit...


''Hei...nona...bangunlah astaga apa yang sudah aku lakukan...''jerit Valerie histeris...


*******************


Nayra baru saja keluar dari kampus dan langkahnya terhenti melihat Damian keluar dari mobil....pria itu mendekati Nayra yang menghindar...


''Nayra...Nayra tunggu...''


''Lepaskan aku Damian...''


''Tidak...kau harus mendengarku Nayra...''


Damian menarik tubuh Nayra hingga mereka saling memeluk...pria itu menggertakan giginya..


''Apa kau juga setuju tentang Devan yang menawarkan diri untuk menjadi tunanganmu...''


Airmata Nayra menumpuk di matanya, dengan sekuat tenaga dia mendorong tubuh Damian hingga rengkuhannya terlepas..


''Nayra.....''


Plakk!!!!!


Damian terkejut ketika tamparan itu menghancurkan hatinya...ternyata Nayra memang terpaksa bersama dirinya...?


''Nayra....''


''Kau kejam, kau jahat, kau mafia menjijikan kau....telah menghajar Kevin hingga dia sekarat....kau jahat Damian...''


''Kevin.....mengapa kau malah membahas Kevin disini Nayra...pandangan Damian mengeras...ia mendekati Nayra...


''Apa kau menemuinya..apa pria pengecut itu mengadu padamu...apa yang terjadi Nayra...mengapa kau terus menemuinya meski aku melarangnya...''teriak Damian murka..


Airmata Nayra menetes...


''Aku benci padamu...yah aku yakin sekarang satu-satunya perasaan yang tertinggal dihatiku padamu adalah kebencian Damian...''


''Apa..maksudmu Nayra....kau akan...''


''Yah.....aku akan memilih Devan di banding dirimu Damian,....mungkin juga aku akan kembali pada Kevin...bersama siapa saja asal aku tidak kembali kepadamu Damian..''teriak Nayra dengan tajam..


Hening.....


Damian tak mampu menyembunyikan rasa kecewanya di saat Nayra tidak memilihnya dan malah ingin memilih Devan..


Damian mengangguk..matanya basah dia tak tau kenapa....hatinya terasa nyeri, melihat penolakan Nayra...


''Baiklah....jika kau akhirnya memilih Devan aku akan pergi jauh Nayra....tapi jika kau bersama Kevin maka aku akan menghukummu...apa kau mengerti..''


Damian membalikan tubuhnya dan meninggalkan Nayra yang menutup wajahnya dengan tangan.....gadis itu menangisi hatinya yang merasakan sakit...

__ADS_1


Mengapa ini terasa nyeri..mengapa sakit sekali...batin Nayra mengeluh..


__ADS_2