Cinta Putra-putri Sang Mafia Kejam

Cinta Putra-putri Sang Mafia Kejam
Pengganggu


__ADS_3

Nayra baru saja keluar dari perpustakaan demi menyelesaikan tugasnya, dia senang sekali karna hari ini Oscar bilang akan menjemputnya demi melihat Kevin yang sekarat...meski sampai saat ini Nayra tak bisa mengembalikan perasaannya cintanya pada Kevin seperti dulu namun, mendengar pria itu sedang terbaring tidak berdaya di atas ranjang membuat nalurinya tentu tidak tega untuk tidak melihatnya bukan...?


Nayra menghela nafas, ia akan melihat keadaan Kevin sekali saja walau ia tau Damian mengancamnya semalam..


Oh..mengenai Damian sendiri entah mengapa Nayra merasa berbeda, meski dia bersikap keras kemarin namun...ia tetap tak bisa mengabaikan peringatan Damian tentang Oscar namun Nayra berjanji kalau ini hanya sekali dia bertemu dan berjanji tak akan pernah lagi membuat mereka khawatir kepadanya..


Begitu menuruni tangga perpus, langkah Nayra terhenti ketika Bella melangkah ke arahnya dengan tatapan membunuh...gadis seksi itu bersedekap dan menatapnya penuh cibiran..


''Ada apa dengan wajahmu...''tanya Nayra kerutan di dahinya..


Melihat Bella membuat Nayra merasa mood nya buruk, apalagi membayangkan jika gadis ini sering sekali menggoda Damian dengan tubuhnya..


''Aku ingin kita bicara..'' ucap Bella tajam.


Nayra hanya melangkah cuek melewati Bella yang tidak terima di langkahi..gadis itu mengikuti Nayra dari belakang..


''Nayra tunggu...''


''Aku sibuk dan tidak punya waktu untuk bicara pada siapapun termasuk dirimu Bella...''


Namun Bella sangat marah tentu saja, gadis ini seolah tidak memiliki rasa bersalah karna telah merebut perhatian Damian darinya, tentu saja meski dia dan Damian hanya teman namun Bella sudah terlanjur menjatuhkan harapannya pada Damian.dia jatuh cinta pada Damian setengah mati dan rela melakukan apapun untuk pria yang dia cintai itu..''


''Nayra berhenti.......''teriak Bella histeris..


Nayra menoleh sungguh kesal..


''Ada apa denganmu, mengapa kau mendekatiku...aku sedang sibuk..''


''Sibuk...tentu saja kau sibuk karna kau telah berhasil merebut Damian dariku...''


''Damian...''ulang Nayra membeku..


''Yah...aku tau betul kalau kau sengaja menelfonnya malam itu untuk membiarkannya menjemputmu bukan...cih...bukannya itu cara yang licik..''


Nayra terkejut, itu artinya malam itu waktu Damian menjemputnya...pria itu tidak kebetulan lewat dan Devan yang meminta Damian untuk Datang..


Nayra tertawa kesal...seharunya dia tidak percaya begitu saja..


''Kau diam...apakah kau membenarkan semuanya..dasar gadis murahan bukankah kau menyukai Devan mengapa malah mendekati Damian..''

__ADS_1


''Bella hentikan aku tidak tau apapun..''


''Bagaimana kau bisa tidak tau Nayra..kau tau betapa malam itu aku dan Damian kami sedang menikmati malam berdua dan kau mengacaukannya..''jerit Bella tidak terima..


Mata Nayra menjadi panas membayangkan kalau Damian berbohong kepadanya, Damian bilang dia tidak menyentuh Bella namun apa yang terjadi berbeda...hati Nayra sakit sekali...


''Cukup Bella...aku tak tau apapun yang kau tuduhkan dan aku tak ingin tau apa yang kalian lakukan jadi..berhentilah menggangguku...''ucap Nayra memberi peringatan..


Nayra melangkah melewati Bella namun karna tidak puas Bella menarik rambut Nayra dengan keras hingga Nayra menjerit..


''Lepaskan aku Bella...ini sakit..''


''Aku tak akan pernah melepaskanmu jal*ng...kau telah merebut Damian...bahkan ketika mungkin aku sedang mengandung anaknya..''


Deg!!!!


''Apa.......''


Nayra mendorong tubuh Bella dengan kuat entah mengapa sesuatu di dadanya terasa sakit..kedua gadis itu berdiri saling menatap tajam..


''Apa maksudmu...Bella..''


Nayra sudah gila ketika berani bertanya padahal memang bukan hak nya, Damian bukan kekasihnya...Damian tunangan yang telah dia tolak, Damian...bukan miliknya, namun ada rasa nyeri di hatinya mendengar kalau Damian menyentuh gadis lain..apalagi gadis itu adalah Bella...


''Kau tau Nayra....kami bercinta dengan panas hampri setiap hari dan dia puas dengan tubuhku...hahaha...maaf...aku tak bilang tubuhmu jelek tapi kau tidak sepertiku...karna itu dia mudah melepaskanmu..tapi denganku berbeda..Damian bahagia bersamaku jadi menyingkirlah dari jalan kami Nayra, kalau tidak kau akan merasakan sakit yang lebih lagi bahkan mungkin kau..akan merasa hancur...lalu bunuh diri karna patah hati..''


''Hentikan omong kosongmu Bella...jangan lupa aku kekasih Devan karna itu aku bahkan tidak perduli walau kau tidur dengan Damian seribu kali asal bukan Devan...''


Nayra mengigit bibirnya dengan menahan sedih...gadis itu lalu membalikan tubuhnya dan hendak melangkah dan tak menyangka jika Damian berdiri di belakangnya dengan tatapan berbeda..


''Nayra....''


''Urus kekasihmu Damian...katakan padanya kalau aku tidak perduli bahkan jika kalian tidur bersama...''


Damian membeku, seolah dia pasrah menerima umpatan yang keluar dari bibir Nayra yang manis di matanya..


''Nayra.....''


''Aku mencintai Devan...apa kau mengerti, jadi jangan pernah bermimpi kalau aku cemburu dengan kedekatan kalian berdua...'' ucapan Nayra seolah terbantahkan karna dia meneteskan airmatanya sebelum pergi..

__ADS_1


Damian hanya menghela nafas,...dia membiarkan Nayra pergi namun tidak dengan Bella...


''Bella...kita akan bicara....''


''Damian....aku minta maaf....''


Damian mendekat dengan senyuman dingin...


''Kau terlalu melanggar batas...Bella...''desis Damian dengan sorot mata tajam.


''Tapi Damian....aku hanya...''


Bella terkejut karna Damian tiba-tiba memeluknya dengan erat hingga gadis itu membeku..


''Damian...''


''Terimakasih kau membuat Nayra cemburu....kau adalah temanku yang paling baik Bella....''bisik Damian lalu membalikan tubuhnya dan pergi begitu saja meninggalkan Bella yang terheran-heran..


Astaga dia sudah gila...dia pikir Damian akan marah atau protes..tapi malah Damian berterimakasih karna berpikir Bella membantunya untuk membuat Nayra cemburu...?


Wajah Bella terlihat merah padam, bukankah ia ingin Damian jatuh cinta padanya mengapa malah Damian semakin yakin kalau Nayra cemburu...?


Bella sungguh merasa kecewa..


***********


Damian berlari menuju parkiran kampus namun Nayra sudah tak ada lagi disana..pria itu mengerutkan kening...kemana gadis itu pergi..mengapa cepat sekali..


Damian menaikan sudut bibirnya...ia akhirnya melihat kecemburuan di mata Nayra...dan Damian tak akan melepaskannya kali ini...Nayra akan menjadi miliknya tentu saja...


Damian lalu memeriksa ponselnya, yang tidak di ketahui Nayra kalau ponsel yang dia beli sudah terlebih dahulu dia sadap jadi Damian tau kemana Nayra pergi..


Di peta pada ponselnya, mobil Nayra meluncur ke arah luar kota...? Pandangan Damian mengeras...


Untuk apa Nayra kerumah, padahal tak ada keluarga atau teman-temannya disana..dan Damian mulai curiga ketika satu pikiran terlintas di benaknya..


Nayra menemui Oscar...?


Sial....sekali lagi Nayra benar-benar gadis keras kepala...Damian segera masuk ke dalam mobil dan meninggalkan kampus..

__ADS_1


Nayra benar-benar keras kepala dan Damian akan memberinya hukuman kali ini...


Liat saja...........


__ADS_2