
Nayra sama sekali tak menyangka jika Devan mengatakan hal ini kepadanya, bahkan selama ini Devan tampak baik-baik saja mengapa saat ini malah mengatakan hal yang mengejutkan hingga membuat Nayra takut..
''Devan.....mengapa kau bersikap seperti ini...yah..memang aku pernah mengatakannya tapi aku pikir aku hanya asal mengatakan semuanya padamu di depan Zoe...apa kau pikir Damian akan menerima begitu saja Devan....tidak dia akan marah jika tau perasaanmu padaku..''
''Nayra aku bahkan tidak perduli tentangnya, dia punya banyak wanita di sampingnya termasuk Bella...aku hanya tak ingin kau tersakiti Nayra...''
''Aku baik-baik saja Devan...aku tak mau mengacaukan perjodohan yang telah di atur oleh orang tua kita aku tidak mau Devan....''
''Apa artinya kau dengan mudah menerima Damian yang kejam, Damian yang begitu egois dan posesif..kau menyukainya....bukankah kau sama saja dengan wanita lainnya..''
''Devan hentikan...''
''Apa yang harus ku lakukan sekarang Nayra,...kau bahkan tidak berpikir dua kali untuk menerimanya..kemarin kau membencinya setengah mati lalu mengutuknya namun sekarang kau malah menerimanya dengann senang hati...aku sangat kecewa kepadamu Nay....''
Nayra menegakan tubuhnya ia mencoba menatang Devan dalam ucapannya..
''Aku mohon kau berhenti Devan...berhenti ikut campur dalam hubunganku berhenti mengaturku...aku bahkan berhak memilih siapa yang pantas hidup bersamaku...''
''Apakah kau akan menghianati Kevin juga kali ini Nayra...aku pikir kau sangat keterlaluan..''
''Aku harus pergi..percuma bicara denganmu, ketika kau sudah tidak marah..kita akan bicara...''
Nayra melangkah melewati Devan namun tanpa di duga gadis itu, Devan menarik tangannya untuk sekali lagi membenturkannya ke dinding dan mengunci pergerakannya...
Nayra mengerang ia tak bisa bergerak ketika tubuh kekar Devan menghimpitnya,..mata keduanya bertemu dengan tatapan yang sama-sama tajam...
''Aku selalu ada untukmu, menatapmu dari jauh hingga aku bahkan rela merasakan sakit yang kau rasakan...aku tak rela siapapun menyakitimu meski aku tak menduga kalau kau bahkan rela di sakiti oleh dirinya...bukankah itu tak adil...''
''Jika kau harus mengungkit semua perasaanmu maaf Devan aku tak bisa membalas perasaannmu...aku tidak mencintai Damian namun begitu aku tak bisa menerimamu karna kau baik..cinta tak bisa di paksa..''
''Oya....lalu apa yang di lakukan Damian padamu dia memaksamu namun kau tidak marah...kau malah menikmatinya bukan..'
''Devan lepaskan aku...''
''Tidak...katakan apa kekuranganku dan apa kelebihan Damian,.....mengapa kau lebih memihaknya Nayra mengapa..''
Nayra mendorong tubuh Devan hingga pelukan mereka terlepas..mata Nayra berkaca-kaca...
''Jangan dekati aku lagi apa kau mengerti Devan...''
Nayra melangkah namun kali ini...Devan kembali menariknya dan mencium bibirnya dengan paksa.
Deg!!!!!
Nayra meronta namun tak bisa ketika Devan melum** bibirnya seolah dahaga lorong yang sepi memudahkan Devan memaksa Nayra...
__ADS_1
Gadis itu mengerang, sementara bibir Devan terus menyesapnya dengan kuat...hingga gadis itu pasrah ketika ciuman panas Devan begitu mendominasinya..
Tidak mungkin dia terlibat dengan kedua saudara kembar ini tidak mungkin..airmata Nayra menetes..sekuat tenaga dia mendorong tubuh Devan hingga ciuman mereka terlepas...
Plak!!!!!
Sebuah tamparan keras mendarat di wajah Devan hingga pria itu membeku, airmata Nayra menetes...
''Apa yang kau lakukan Devan..kau pikir aku gadis murahan hah....mengapa kau menciumku..''
Devan mengusap wajahnya dengan kasar...
''Aku mencintaimu Nayra.....aku ingin kau memilihku bukan Damian..''
''Oh...kau membuatku gila Devan....biarkan aku berkata jujur padamu kalau aku tak akan pernah memberimu kesempatan apa kau dengar itu..aku kecewa padamu dan tidak ingin bertemu denganmu lagi...''
Nayra melangkah meninggalkan Devan yang terdiam...pria itu menoleh menatap Nayra yang mengusap airmatanya..
''Nayra....tunggu...''
''Menjauhlah dariku Devan...bagaimana bisa kau mencium tunangan saudara kembarmu..'' tangis Nayra pecah saat itu juga...
''Nayra...''
Nayra akhrinya melangkah pergi sementara Devan masih berdiri dengan tatapan beku, ketika dia berbalik,..langkahnya terhenti ketika Zoe menatapnya dengan tajam..
''Devan....''
Devan mendekati Zoe dengan sinar mata membara...
''Kau sudah mendengar semuanya...yah..aku mencintai Nayra dan tidak akan menyerah dengannya...''ucap Devan melangkah meninggalkan Zoe..
''Kau akan menghancurkan hati keluarga besar kita Devan...jika kau mencintai Nayra itu sama saja kau mengulang takdir orang tuamu dulu Devan..dan yang pasti Damian tak akan pernah mengampunimu...''
''Mengapa aku harus mengalah pada Damian..tidak Zoe..kali ini dia yang harus mengalah, akan aku buktikan dia tidak layak untuk mendapatkan Nayra...''
''Hentikan kelakuan bodohmu Devan....''
Devan menaikan sudut bibirnya dengan dingin,..
''Aku tak perduli apapun Zoe...''
Devan melangkah pergi dan meninggalkan Zoe yang menghela nafas..tidak bisa, Devan harus di hentikan..bagaimana kalau Damian tau..mereka akan saling membunuh..
Zoe mengambil ponselnya dan menelfon seseorang, dia harus melakukan sesuatu sebelum semuanya terlambat yah..semoga saja keputusannya benar kali ini....
__ADS_1
**********
Sepanjang perjalanan pulang Damian mengerutkan kening..ada yang berbeda dengan Nayra...dia lebih banyak diam...
''Sayang........''
''Aku pikir...kita harus memikir ulang tentang hubungan pertunangan kita Damian...''ucap Nayra dengan tenang..
''Kau bercanda sayang...ini tidak lucu..''
''Aku serius...aku tak mau perjodohan kita berlanjut...''
Kali ini Damian menghentikan laju mobilnya dia menoleh..
''Katakan apa yang terjadi hari ini....perasaanku tadi kau baik-baik saja, mengapa kau mengatakan hal yang aneh padaku..''
Nayra memejamkan matanya, dia menjadi bingung namun..inilah yang terbaik untuk mereka, ia tak mau menjadi sumber masalah antara Damian dan Devan...ia tak mau jika karna dia Damian dan Devan akan saling membunuh jadi lebih baik baginya adalah ia menjauhkan diri dari kedua pria ini..
''Katakan apa yang terjadi Nayra..''
''Aku tidak mencintaimu Damian...aku tak bisa...''
Damian tertawa kesal..
''Apakah aku memaksa kau harus mencintaikku....tidak Nayra,....tidak..aku bahkan baik-baik saja karna aku tau tak semudah itu kau jatuh cinta padaku dan aku akan menunggu dengan sabar sampai kau mencintaiku...dan aku tidak mau tau...perjodohan kita akan tetap berlanjut..''
''Mengapa kau pemaksa sekali..mengapa kau begitu egois Damian,....aku tidak mencintaimu karna apa...aku mencintai Kevin...''
''Kevin...''ulang Damian mengeraskan wajahnya..
''Yah....aku mencintainya dan aku sudah putuskan aku akan memberinya kesempatan untuk hubungan kami..''
Nayra mencoba membuka pintu mobil namun...Damian mengunci semua pintu mobil hingga gadis itu menoleh..
''Damian aku mau turun.....''
''Bukankah aku pernah bilang padamu kalau kau tak bisa lepas dariku..''
Nayra melirik sinis...
''Aku tidak takut padamu Damian....aku adalah putri seorang mafia jadi aku bukan gadis lemah..''
''Oya...bagaimana denganku aku juga seorang putra mafia jadi aku tak akan kalah..''
Nayra mengepalkan tangannya...
__ADS_1