
Pagi harinya Dena harus cepat kembali ke kamarnya sebelum pelayan naik ke lantai atas..ia menatap cerminnya memoles lipstik disana dan tersenyum dan sesaat kemudian Dena mendapatkan pesan dari Zoe..
Dena kau dimana....apakah kau punya waktu, aku ingin mengajakmu makan malam...
Zoe.
Dena menghela nafas, bagaimana menjelaskannya kepada Zoe kalau dia dan Devan sudah bersama...bagaimana menjelaskannya kepada Zoe kalau dia mencintai Devan.?
Dena menatap ponselnya dan merasa ragu, dia tak ingin menyakiti Zoe sedikitpun namun bagaimana lagi dia harus jujur...
Baiklah Zoe aku akan menemuimu.
Dena.
Ponsel lalu di simpan kembali ke dalam tasnya dan ketika dia berbalik Dena sedikit terkejut dengan Devan yang berdiri di belakangnya dan menatapnya dengan tajam..sejak kapan Devan masuk mengapa Dena tidak menyadarinya..
''Siapa yang mengirim pesan padamu..''
''Tidak bukan siapa-siapa Devan astaga kau mengagetkan aku saja..sejak kapan kau masuk...''
Devan tersenyum ia menatap ponsel Dena yang sudah berada di dalam tasnya dan mengerutkan kening....
''Kau tidak menutup pintu dengan benar...''
''Astaga aku lupa..'' Dena tersenyum..
Devan tak berhenti memandang wajah Dena yang cantik dan segar pagi ini..kekasihnya sangat manis.
__ADS_1
''Ceroboh...ya sudah ayo...kita sarapan dan kau harus ke Butik...oya malam nanti bagaimana kalau kita nton bioskop.''ajak Devan antusias..
''Maaf Devan....aku harus ke panti setelah makan siang aku harus menemui ibu panti..''
''Benarkah...aku akan mengantarmu..''
''Tidak Devan...aku sungguh baik-baik saja..aku akan pergi sendiri...kau harus ke perusahaan.''ucap Dena membujuk.
''Baiklah kalau begitu...jam berapa kau akan pulang..''
Dena membeku...dia tak tau berapa lama makan malam itu..gadis itu terdiam sebentar..
''Mungkin aku akan menginap jadi Devan...kita bertemu besok saja bagaimana.''
''Aku akan menderita karna memikirkanmu sayang..''
''Jangan begitu...aku akan sedih...lagi pula ini tak lama..''
''Bagaimana kalau kita menikah saja...aku sungguh tak bisa jauh darimu..ketika aku melihat Damian dan Nayra aku menjadi sangat iri karna mereka akan segera punya anak..''
Dena tersenyum dan menyentuh wajah Devan dengan lembut..
''Ah..tidak romantis..kau bisa melamarku di tempat yang indah..masa di kamar,...''suara Dena meredup membuat Devan tertawa keras..
''Jadi kau akan menerimaku Dena..''
Devan tak mampu menahan rasa bahagianya, pria itu menarik Dena ke dalam pelukannya dan mendekapnya dengan erat...hingga Dena tertawa...
__ADS_1
''Aku akan mempersiapkan lamaran yang indah besok malam..bagaimana,...''
Dena tersenyum dan mengangguk..
''Aku akan menunggu...''balas Dena dengan senyuman di wajahnya hingga Devan segera mendekatkan bibirnya mencium Dena dengan begitu lembut dan panas..
**********
Sore harinya setelah Dena menyelesaikan pekerjaannya gadis itu mendapat pesan kalau Zoe akan menjemputnya..
Dena tersenyum menyadari Zoe sudah berada di depan butik, Dena lalu mengambil tasnya dan melangkah keluar dari butik dan benar saja ia melihat mobil milik Zoe berhenti di depannya..gadis itu tersenyum ketika melihat Zoe...
''Hai...''
''Kau cantik sekali Dena..''
''Dan kau sangat tampan..''balas Dena tersenyum ketika Zoe keluar dari mobil dan memeluknya..
''Aku merindukanmu Dena..apa kabar..''
'Aku baik Zoe...''
''Kita pergi sekarang saja..''ajak Zoe sambil membuka pintu mobil dan meminta Dena masuk..
Sementara itu Zoe menaikan sudut bibirnya dengan dingin....
Di bulan depan....
__ADS_1
♥️♥️♥️♥️