CINTA TERPAUT 18 TAHUN (2 Musim Yang Berbeza)

CINTA TERPAUT 18 TAHUN (2 Musim Yang Berbeza)
Bikin sakit Kepala


__ADS_3

Ayudia


Pada akhirnya Ayudia terjebak situasi juga,datang ke AAGroup dalam keadaan sangat terlambat dan bayangkan bagaimana bentuk wajah laki-laki itu saat melihat dia baru menduduki kursi nya tepat pukul 10.00 pagi


"Kau atau aku atasannya?"


Seketika Ayudia menelan air ludahnya


ya ya dia tahu ini sangat terlambattt sekali,gila sangat terlambat. dan dia sadar dia bukan atasannya tapi kan ini bapak dia fikir bisa nggak tidak pakai acara gas pullo kalo marah.


"Kembalikan anak ini ke sekolahnya dan minta anak baru untuk menggantikan nya"


Laki-laki itu bicara cepat ke arah asisten apa sekretaris pribadi nya yang Ayudia tidak tahu.


nah lohhh


whattt??? pekik nya dalam hati


oh no oh no na na na na


oh tidaK bisa itu bapakkkkk


"Om eee pak maafkan saya, saya benaran datang jam 06.35 tadi disini bapak....tapi terpaksa putar balik lagi karena suatu hal"


Ekspresi wajah ayudia jelas saja langsung berubah panik,mengejar langkah laki-laki itu yang ternyata sudah masuk ke dalam ruangannya


bisa bayangkan tidak ketika kamu bicara tapi tidak dipedulikan???


nah ini bapak fikir Ayudia punya tampang pura-pura pekok apa pekak istilah nya sama sekali tidak menggubris ocehan dirinya,terus berjalan menuju kursi kerjanya.


"Pak jangan dibalikkan ke sekolah,sumpah demi apa kek pak, demi Allah bapak juga nggak apa-apa pak saya punya alasan khusus datang terlambat, eh nggak terlambat pak tapi karena ada sesuatu yang membuat saya mesti putar balik lagi hingga akhirnya berujung pada kata terlambat"


terpaksalah dia bicara sambil mengedipkan matanya beberapa kali, biasanya itu jurus jitu untuk membujuk bapak atau maknya di kampung halaman tercinta. Yoh siapa tahu jurus Andalan manjur sama ini bapak niat hatinya.


terlihat jelas wajah kaget itu bapak dengan tingkah ayudia, pada akhirnya menatap wajah ayudia dengan pandangan yang tidak ayudia mengerti.


Tapi dalam Seketika pandangan laki-laki itu berubah seakan-akan siap membunuh ayudia kapan saja


"balik ke kursi kamu lagi"


teriak laki-laki itu kesal


"Siap pak"


ayudia menjawab seakan-akan menjadi serdadu tentara Belanda


dengar kata balik ke kursi kamu jelas seperti dapat angin segar


"Tapi Pak...jangan balikin ke sekolah"


Laki-laki itu malah memegang pelipisnya sejenak


dia fikir mau pegang jidat,pegang otak atau pegang apa ajalah dia tidak peduli yang penting jangan sampai dia dibalikin ke sekolah.


kebayang tidak bagaimana ekspresi muka pak Abas si Mamang dia itu?kalau tiba-tiba dia di usir dengan tidak hormat karena tidak di inginkan dari perusahaan ini hanya gara-gara TELAT ! ya Allah.... kalau marah bisa gempar satu sekolah dan dia bisa kena serangan darah tinggi tingkat internasional (apa-apaan oi darah tinggi tingkat internasional yak?)


"Keluar,keluar..,nanti Dion yang akan mengurus semuanya"


usirnya kemudian,mendorong cepat agar tubuh Ayudia segera keluar dari ruangannya


Dan dia malah bingung ini kok di usir ke luar ruangan coba?


"ee...pak kan kursi saya disana"

__ADS_1


tunjuk Ayudia pada kursi yang harusnya dia tempati, berusaha berpegangan pada pinggiran pintu ruang kerja dirutnya


tanpa peduli ocehan dari nya,laki-laki itu malah mengeluarkan dia dari ruangan nya


What??????


*****


Ardhan


What the hell???


saya apa dia yang punya perusahaan????


ardhan tampak jengkel saat tahu anak magang baru itu tidak juga menampakkan batang hitungan sejak pagi hingga....


niatnya minta itu anak untuk mengerjakan beberapa tugas yang belum rampung untuk di ketik tapi sampai jam segini belum juga kelihatan sosoknya


dia melirik ke pergelangan tangan nya,melihat jam sudah menunjukkan pukul 9.55


"Teman kamu Mana?"


jelas saja dia terpaksa bertanya pada bocah laki-laki yang ada dihadapannya itu


siapa tadi nama nya??


*Edo*


batin Ardhan


yang ditanya malah celingak-celinguk seakan mencari sosok yang ditanyakan


"bukankah tadi harus nya sudah datang lebih dulu dari saya pak?"


sialan ini bocah fikir ardhan,dia bertanya bukannya di jawab malah balik bertanya


ardhan kembali melirik ke arah jam tangannya, kemudian menatap tajam ke arah anak kecil berseragam putih abu-abu yang ada dihadapannya itu


"kau atau aku atasannya?"


jelas saja dia bertanya kesal,saat tahu ini bocah datang ke kantor nya jam 10 lebih sedikit


Kembalikan anak ini ke sekolahnya dan minta anak baru untuk menggantikan nya"


Dia bicara cepat ke arah dion dengan perasaan kesal, Dion hanya mengangguk pelan lantas kembali sibuk dengan beberapa berkas yang berserakan di atas meja


"Om eee pak maafkan saya, saya benaran datang jam 06.35 tadi disini bapak....tapi terpaksa putar balik lagi karena suatu hal"


Anak perempuan itu mencoba membuat pembelaan Kemudian mencoba mengejar langkah dia yang sudah masuk ke dalam ruangannya


Am om am om pak buk pak buk


omel ardhan dalam hati


"Pak jangan dibalikkan ke sekolah,sumpah demi apa kek pak, demi Allah bapak juga nggak apa-apa pak saya punya alasan khusus datang terlambat, eh nggak terlambat pak tapi karena ada sesuatu yang membuat saya mesti putar balik lagi hingga akhirnya berujung pada kata terlambat"


Sumpah demi dirinya nggak apa-apa,edan ini bocah!


semakin sialnya ini anak bicara padanya sambil mengedipkan matanya beberapa kali,ini ajaran sesat dari mana coba fikirnya


jelas saja Ardhan melotot kesal melihat tingkah ini anak,ini membuat kepalanya menjadi berdenyut-denyut tidak karuanan.


apa-apaan ini

__ADS_1


Seketika pandangan nya berubah seakan-akan siap membunuh ayudia kapan saja


"balik ke kursi kamu lagi"


teriak dia kesal


"Siap pak"


gila anak itu malah menjawab seperti pasukan paskibra yang siap menaikkan bendera ke tiangnya


"Tapi Pak...jangan balikin ke sekolah"


katanya kembali sambil merayu


ardhan benar-benar merasa stress, saking berdenyut kepalanya,dia akhirnya memegang pelipisnya beberapa saat


"Keluar,keluar..,nanti Dion yang akan mengurus semuanya"


usirnya kemudian,mendorong cepat agar tubuh anak itu segera keluar dari ruangannya


"ee...pak kan kursi saya disana"


anak itu tetap nyolot sambil menunjuk pada kursi yang dia tempati kemarin


tanpa peduli ocehan dari nya,ardhan dengan cepat mendorong gadis itu akan segera keluar dari ruangan nya


*****


Ardhan


Setelah mendapat telepon darurat dari seseorang, Ardhan melangkah cepat keluar dari ruangan nya, menuju ke arah lift untuk segera keluar dari gedung itu karena satu urusan.ayudia terus mengejar langkah nya tanpa peduli orang-orang di sekitarnya


"Pak..bapak jangan balikin saya ke sekolah pak,saya benar-benar berada pada titik yang sulit saya jelaskan tadi pak"


Astagfirullah hul'adzim dia terus istigfar tiada berkesudahan menghadapi ini anda sejak tadi


ardhan menarik nafasnya kasar


"Saya tidak peduli dengan alasan tidak logis kamu, orang yang tidak menghargai waktu adalah orang yang tidak akan pernah sukses ke depannya"


Ardhan bicara cepat ketika mereka tahu-tahu sudah berada di parkiran bawah


anak itu merapat kan kedua telapak tangan nya,memohon dengan sejuta cara


"Pak saya terlambat bukan di sengaja, bapak kasih saya sejuta pekerjaan juga nggak apa-apa sebagai gantinya, ngikutin atau ngekorin bapak kemana saja juga nggak apa-apa, nggak pulang kerumah juga nggak apa-apa pak, tapi jangan balikin ke sekolah bapak"


memangnya kamu asisten pribadi ku atau siapa yang harus ikut bahkan mengekori ku seenak hati mu


geram ardhan


pada akhirnya tanpa peduli ocehan anak itu,dia langsung masuk ke mobilnya dan segera meluncur dari sana meninggalkan gadis itu yang sejak tadi mengomel tiada berkesudahan


*****


Ayudia


Ayudia seakan-akan ingin merontah, terus mengejar langkah ardhan dengan terseok-seok,meraih tangan laki-laki itu beberapa kali minta agar dia tidak di kembalikan ke sekolah


Kannn ini dia kepedulian dan rasa empati tingginya yang pada akhirnya membawa dirinya masuk ke jalur paling rumit dalam hidupnya


si bapak galak malah tetap tidak peduli,masuk ke dalam mobilnya,menutupnya cepat dan siap-siap kabur dari sana


"Pakkkk....bapakkkk...."

__ADS_1


Ayudia berteriak kesal,menghentakkan kedua kakinya ke lantai secara bergantian,kemudian akhirnya mobil itu benar-benar pergi meninggalkan dirinya


*****


__ADS_2