
Edo
Dia merasa cukup gelisah karena sudah hampir 2 Minggu anak itu tidak kembali ke kontrakan, belum lagi tempo hari di jemput pak Dirut nya di Holywings dan... seperti kemarin-kemarin dua sosok itu menghilang, bahkan sudah berapa lama tidak hadir di kantor. Belum lagi desas-desus berkata Direktur Angkasa Group mau menikah yang belum diketahui siapa calonnya.
jelas.... kepala Edo langsung main tebak-tebakan jangan-jangan sang cewek Ayudia.
tapi....kalau Ayudia bagaimana bisa?
tapi... kalau bukan ayudia,kejadian di Holywings malam itu bagaimana menjelaskan nya?
Dan dalam kebingungan dia akhirnya mendatangi rumah pak Abas, yang mencengangkan istri pak Abas bilang kalau ayudia pulang ke Lubuklinggau lagi untuk beberapa hari karena ada urusan keluarga
Lagi???
bukankah ayudia baru pulang Minggu kemarin? kok pulang lagi?biaya kesana juga nggak murah kan? naik pesawat juga?
Edo benar-benar hampir streess memikirkan nya, pada akhirnya saat mendengar adzan magrib dengan gerakan cepat dia berniat melesat ke masjid. tapi ibunya tiba-tiba menghentikan langkahnya
"Do, kenapa ay nggak pernah pulang?"
dan Edo bigung sendiri bagaimana menjelaskan nya semuanya dengan ibunya
"kayaknya dirumah pak Abas sementara Bu"
hanya itu alasan paling logis yang bisa Edo jelaskan pada sang ibu saat ini.
*******
Mama Ainun
Waktu sampai di Lubuklinggau baru tahu bagaimana kehidupan ayudia, dia Beberapa kali menarik nafasnya Karena sedih dan simpatik melihat kondisi asli keluarga Ayudia, sederhana yah sangat sederhana sekali. jauh dari kata mewah.benar kata ardhan kemarin di telepon agar dia dan papanya tidak kaget dengan keadaan ayudia, tidak memandang sebelah mata hanya karena keadaannya, dan mungkin benar ukuran kamar ardhan sama dengan ukuran rumah Ayudia. bahkan bangunan rumah ini sudah termasuk kategori bangunan tua dan lama.
Kehidupan orang tua ayudia cukup jauh berbeda dengan Abas, dia fikir pantas saja toh dari segi pekerjaan dan pendapatan pun sudah jauh berbeda.
Dan hebatnya cerita sang mama Ayudia yang berkarakter begitu ramah dan lembut, dia bilang ternyata anak itu tidak pernah minta sepeserpun uang sama orang tuanya selama sekolah dijakarta, acapkali malah Ayudia yang kirim duit sama mereka untuk menambah biasa sekolah sang adik Wulan.
mama Ainun fikir pantas saja dia sampai nyanyi dan show live di kafe begitu, bahkan katanya sering ikut nari dan lainnya juga sering ikut audisi begitu.
Anak itu benar-benar mandiri, dia fikir bagaimana cara Ayudia selama ini bertahan hidup dengan baik di gemerlap kota Jakarta? tidak sedikit disaat anak-anak seusianya yang merasa sulit dalam kondisi ekonomi rela mengambil jalan pintas jadi sugar baby atau bahkan maaf... menjajah diri, anak itu malah memilih berkutat dengan pekerjaan halal kesana kemari bagaimana caranya bertahan hidup dengan cara yang baik, anak itu bahkan mampu menjaga prestasinya dengan baik, bercita-cita menyelesaikan sekolahnya dengan baik dengan sejuta cita-cita yang tinggi.
Mama Ainun fikir kalau ardhan macam-macam sama itu anak, mau di bejek-bejek itu Ardhan hingga darah penghabisan sang mama.
"Assalamualaikum"
sebuah suara mengejutkan dia dan mama Ayudia
seorang gadis cantik berkulit putih menggunakan seragam sekolah SMA tampak muncul dari balik pintu
"Wa'alaikumsallam"
mama Ainun mengerutkan dahinya, wajahnya hampir mirip Ayudia, cuma yang ini lebih terlihat lembut dan kalem, kalau ayudia kelihatan gampang dekat dengan orang lain, kalau yang ini seperti nya lebih tertutup dan pemalu.
"Nah ini adiknya ay, di bawah ay lahirnya Bu,nama nya Wulan"
sang gadis yang dimaksud masuk langsung memberi salam
"Anak nya Cantik-cantik ya Bu"
ucap mama Ainun
mama Ayudia tampak tersenyum, sedangkan Wulan mencoba mengulum senyum.
******
Ardhan
Obrolan panjang terus terjadi, bagaimana soal pernikahan dan rencana lainnya antara dirinya dan Ayudia. Ada dia, ayudia,mama nya dan Mama Ayudia yang tengah duduk didalam kamar entah milik siapa.
cukup kecil hanya ditemani kipas angin yang suara nya cukup berisik dan banyak tempelan pelajaran di tiap sudut dinding nya.
__ADS_1
"Nanti mama dan papa ay langsung ke Jakarta, tiketnya jangan khawatir semua sudah di urus sama asisten saya, adik-adik ay nggak apa-apa ditinggal beberapa hari ma?"
ardhan bertanya dengan sang calon mertua
mama ayudia mengangguk pelan
"Nanti nikahnya sederhana dulu asal semua keluarga tahu, setelah lulus SMA baru kita gelar pesta nya, mengundang resmi semua orang"
"kami cuman porek macam Mano kalau Ayudia hamil kareno kejadian kemarin (kami hanya khawatir bagaimana kalau ayudia hamil karena kejadian kemarin)"
ucap mama Ayudia sambil meremas tangannya
seketika Ardhan terdiam mendengar pertanyaan itu
"InsyaAllah nggak ma"
jawab ardhan pelan
ingatannya soal malam itu masih samar-samar, dia tidak ingat pasti dia membuang nya didalam atau diluar. dia juga sebenarnya punya ke khawatiran yang sama sejak kemarin, takut kalau-kalau anak ini hamil nantinya padahal masih sekolah. tapi demi meredakan ke khawatiran sang mama nya ayudia pada akhirnya dia terpaksa membuang ke raguannya sendiri dan berkata
insyaallah tidak!!
seyakin itukah dia? batin nya
"Kedepannya pandai-pandai kamu gimana caranya agar Ayudia nggak hamil sebelum lulus SMA, kalau sudah lulus itu terserah kamu Bim"
ucap mama nya lembut
ardhan hanya mengangguk pelan, Ayudia malah bengong , tidak paham ke arah mana pembicaraan mereka bertiga,hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal sejenak.
********
Ayudia
setelah pembicaraan panjang x lebar x tinggi ayudia sampai ke titik yang membuat dia bingung
no no no tidakkkk
teriak nya dalam hati sambil memegang pelan perut nya, tidak bisa dibayangkan kalau dia bawa Wajan besar di balik perutnya.
membuncit dan sangat tidak seksi
brrrhhhh
Ayudia menggeleng-geleng kan kepalanya
kan cuma sekali, nggak ingat juga? masa iya bisa hamil? kan hebat banget pak ardhan kalau sampai hamil
jerit nya dalam hati sambil merengut menatap pak ardhan
kalau hamil sekolah nya gimana?
kemudian kata-kata mama Ainun malah bikin kepala nya Tambah pusing
"Kedepannya pandai-pandai kamu gimana caranya agar Ayudia nggak hamil sebelum lulus SMA, kalau sudah lulus itu terserah kamu Bim"
Nah gimana juga itu caranya?? bisa nggak hamil sampai selesai SMA
dia akhirnya menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Kamu kenapa?"
pak Ardhan bertanya saat mereka duduk berdua di dapur, Ayudia sibuk menggoreng pisang dan tempe buat cemilan
Ayudia secepat kilat menatap bola mata laki-laki itu
"saya bingung yah pak, memang saya bisa hamil gitu karena kejadian malam itu?"
*******
__ADS_1
Ardhan
Waktu mama, papa dan orang tua Ayudia memutuskan untuk ngobrol berempat di depan, dia akhirnya mengejar langkah ayudia yang memilih membuat cemilan didapur. Sejak setelah selesai ngobrol bareng mama tadi anak itu terlihat aneh.
"Kamu kenapa?"
dia bertanya bingung ke arah ayudia
Ayudia secepat kilat menatap bola mata nya
"saya bingung yah pak, memang saya bisa hamil gitu karena kejadian malam itu?"
Damn..... pertanyaan paling konyol yang pernah dia dengar dari seorang anak yang belum lulus SMA
sepolos itukah dirinya?
ok wajar saja, kemarin pun hal pertama yang dia lakukan
batin Ardhan
"itu..."
"Pak terus kalau saya beneran hamil gimana? sekolah saya gimana? terus kalau kemana-mana gimana?"
raut wajah nya tiba-tiba berubah panik
aduh... ini kenapa coba? gimana ini cara jelasinnya?
"Kalau balik ke Jakarta baru tanya eta"
jawab ardhan cepat
sejenak ayudia Seperti sedang berfikir
"kenapa juga tanya kak eta sih?"
"Maksudnya gini ay, kita periksakan dulu kondisi kamu hmmm kita hitung tanggal kejadian malam itu dulu, nanti kita cek dulu gimana hasilnya apakah garis satu atau dua"
"Nahhh apa lagi itu?"
tanya ayudia pusing
"Haduh pokoknya kita periksa dulu nanti, Setelah nikah langsung cek, berikut nya baru mikir lagi"
"terus biar nggak hamil gimana? katanya bisa-bisa bapak ngatur nya"
"Ay kita tanya eta kalau balik Jakarta"
ardhan malah menelan salivanya
"tapi tadi mama bilang pandai-pandai bapak ngatur nya, berarti itu urusan bapak, kok jadi urusan kak eta sih"
loh loh ini gara-gara omongan mama ini
"Kalau pandai-pandai bapak ngaturnya berarti kan ibarat tukang masak, ini saya lagi masak yah tinggal saya atur mau saya bikin ini gorengan gosong atau matang gitu kan?"
ardhan memijat kepalanya yang tidak sakit
"Itu kalau kita melakukan nya lagi ay, baru pandai-pandai saya yang mengaturnya"
akhirnya kelepasan juga dia ngomong nya
ngomong sama anak kecil memang repot yah
seketika Ayudia melotot, Secara spontan kedua tangannya menutup dadanya
oh fuckkk...
umpat ardhan dalam hati, malah semakin pusing rasanya dibuat anak ini
__ADS_1