CINTA TERPAUT 18 TAHUN (2 Musim Yang Berbeza)

CINTA TERPAUT 18 TAHUN (2 Musim Yang Berbeza)
Genderang Perang


__ADS_3

Rudi


Kepalanya berdenyut tidak karuan sejak pulang kerumah, perihal Ayudia membuat kepalanya mau pecah.


bahkan dia bingung mesti menyalahkan siapa, benar kata eta sebelum dia pulang


"Dua orang yang tidur dalam satu kamar yang sama, satu mabuk yang satu mungkin sudah lama tidak mengenyam rasa, apa bisa di cegah? yang salah siapa coba? kita yang dewasa karena melepaskan pengawasan pada yang muda, atau kita yang dewasa terlalu percaya pada yang juga dewasa?"


iya yang patut disalahkan memang salah satunya dia malam itu, dengan bahasa bodoh meminta ardhan pulang lebih awal untuk mengawasi Ayudia yang jelas-jelas telah mabuk selama acara.


dia kembali menggeleng kesal, tidak percaya jika ardhan bisa melakukan hal itu pada Ayudia, yang bahkan tubuhnya saja belum matang dengan sempurna.Ok hasrat seorang duda yang 5 tahun tidak pernah lagi di sentuh mungkin bergejolak tiba-tiba dan membawanya pada sosok gadis yang salah.


"Ada apa kak?"


dan semua pemikiran tolol itu buyar seketika saat sebuah suara halus mengejutkan diri


sang istri bertanya sambil mengerutkan alisnya


Rudi memijat kepalanya yang tidak sakit


"Aku mau kerumah bapak"


istrinya masih mengerutkan alisnya


"Acaranya tidak lancar kemarin? apa kekacuan terjadi?"


Rudi menggeleng


"Ada yang lebih kacau dari pada acaranya kemarin"


sahut Rudi cepat sambil meraih kunci mobil nya


"maksud nya?"


"Ini soal ay"


Baamm... dan sang istri menatap curiga, dia fikir sesuatu yang buruk pasti terjadi.sebelum sang suami bertindak gegabah dia dengan cepat meraih tangannya


"Jika ini ada hubungannya soal masa depan ay, please jangan bergerak gegabah"


bola mata istrinya menatap dalam dirinya, mencoba mewanti-wanti jika dirinya tidak boleh mengambil keputusan tanpa berfikir lebih dulu


yah karena istrinya paling tahu karakter dia yang kadang bertindak tanpa pernah berfikir 2 kali


******


ardhan


Sejak pagi semua pekerjaan nya terlihat begitu kacau, bahkan saat menghadiri rapat otaknya tidak bisa bekerja dengan baik.


dia tidak paham apa saja yang dipaparkan oleh semua orang selama di ruang rapat,bahkan suara-suara itu seakan masuk ke telinga kanan kemudian lari ke telinga kirinya dengan begitu mudah.


Ayudia bahkan hari ini tidak masuk magang, tidak tahu apa yang adik nya eta bicarakan sejak semalam, belum lagi cicitan pertanyaan dari beberapa staf yang menanyakan soal anak itu, juga Edo yang bilang kenapa Ayudia belum pulang kerumah.


Lalu apa penjelasan paling masuk akal yang harus dia berikan?


anak itu ada dirumah ku.


begitu?

__ADS_1


yah kecuali dia sudah gila,dia bisa mengatakan hal itu begitu saja pada semua orang.


"Pak, ada pertemuan dengan investor Setelah..


Dion bicara pelan ke arah bos nya itu


"Batalkan "


"Tapi pak"


"Atur ulang pertemuan nya besok"


"Baik pak"


"Kembali ke rumah Abimayu sekarang"


"Baik"


*******


Jerry


Dia dengan tergesa-gesa turun dari mobilnya, sejak semalam mendengar mama nya sudah pulang jelas saja membuat dia tidak sabaran ikut pulang ke rumah, meninggalkan tugas nya untuk beberapa jam hanya demi melihat ......


ayudia


damn it


dia fikir dia Pasti sudah gila, dia tergila-gila pada anak bau kencur itu, ah tidak meskipun masih sekolah, masih SMA, anak itu pandai merawat diri, dia memang terlalu sempurna hingga mampu membuat Jerry tergila-gila padanya.


awalnya hanya berfikir untuk bisa mendapatkan nya dalam 1 Minggu,tapi setelah kenal anak itu dari mamanya dia malah hampir jadi gila karena kekonyolan nya sendiri.


Tapi tiba-tiba langkah kakinya terhenti, saat mendengar omongan papa nya yang dirasa janggal dan sedikit tidak masuk akal


"Pa,Ma, siapa yang tidur dengan Abang? siapa yang hamil?"


dilihatnya Abang ardhan nya tampak duduk dengan perasaan serba salah, sedang kan wajah papanya sangat tidak bersahabat.


"Abang mu meniduri Ayudia,bikin malu saja"


papanya bicara cepat tanpa tahu perasaan putra bungsunya


Duarrrr


bagaikan petir di siang bolong, dia mendapatkan berita yang sangat memekakkan telinga, tidak tahu kenapa,tapi dalam hitungan detik dia maju merangsek ke arah abangnya dan


Bug


Dua pukulan telak tepat mengenai rahang Abang nya


Seakan semua orang tidak bisa lagi menghindari keadaan, kekuatan Jerry menjadi menggila, dia kembali mencoba merontah saat papanya, Dion dan seorang sopir keluarga abimanyu mencoba memegangi tubuh kekarnya


"Jerry"


kak eta nya tampak kehilangan kata-kata


"Abang tahu kan aku suka dia, kenapa Abang tega melakukan itu bang?"


amarah bercampur rasa kecewa berbaur menjadi satu, sejenak matanya terhenti pada sosok yang berdiri di atas tangga yang menangis seseguhan tanpa tahu harus kemana

__ADS_1


"ay"


suaranya tercekat


Beberapa Pasang mata yang lain ikut menoleh ke arah tangga


"Ay"


*******


eta


Saat Jerry merangsek dengan tiba-tiba memukul Abang nya, seketika eta terkejut


Apa lagi ini coba?


"Abang tahu kan aku suka dia, kenapa Abang tega melakukan itu bang?"


astagfirullah hul'adzim....


dia menutup mulutnya tidak percaya


adik bungsunya ternyata menyukai Ayudia, sekarang kejutan apa lagi yang dia terima. Apakah mungkin pada akhirnya genderang perang akan bertabuh begitu saja karena keadaan ini?


Gila...gila benar yang ada dipikirannya, Abang ardhan benar-benar menciptakan amarah bertalu terhadap jerry soal gadis yang dia sukai


eta memijat kepalanya yang tidak sakit berkali-kali,dia masih shok berat.


apalagi saat mata Jerry tiba-tiba menatap ke arah tangga, dia ikut menoleh, tampak Ayudia menangis dengan perasaan bingung menatap semua orang


"Ay"


eta berusaha dengan cepat meraih gadis itu, niat nya mencoba membawa ayudia kembali ke kamar atas, tapi tiba-tiba sebuah hal diluar dugaan terjadi


"Mama....."


jeritan seisi rumah tidak bisa di hentikan lagi, mama mereka tiba-tiba jatuh tidak sadarkan diri


"Kau ingin membunuh mama secara berlahan, bang"


Jerry marah, segera mengangkat tubuh mamanya, keluar dengan cepat kemudian diikuti yang lainnya menuju ke rumah sakit.


dan 2x dia mendapatkan kejutan besar hingga benar-benar membuat nya semakin shok berat.


Ya Allah ya Rabb ,engkau tidak akan menguji Kami di luar batas kemampuan kami


ucapnya sambil memejamkan mata ketika berada di atas mobil


*******


Ayudia


Berulang kali dia mengalah dirinya, apalagi saat melihat Abang Jerry memukul rahang pak Dirut nya sebanyak 2 kali, seketika air matanya tumpah dan dia marah pada dirinya sendiri, ini semua karena Dirinya, jika tidak hubungan semua anggota keluarga tidak mungkin jadi begini.


setelah itu mama ainun malah tiba-tiba terjatuh dan tersungkur ke lantai tidak sadarkan diri


Benarkan ini semua salahnya, harusnya malam itu tidak terjadi, atau harusnya dia tidak ikut pulang ke Lubuklinggau dan Palembang , harusnya dia masih magang dengan perasaan bahagia, harusnya dia masih ngobrol dengan Edo di jam segini, harusnya dia masih ngerumpi soal banyak hal, harusnya, harusnya.... banyak kata harusnya yang dia sesali saat ini


karena itu dia tidak bisa lagi membendung air matanya ,terus menangis kecewa dan menyalahkan dirinya hingga jutaan kali, menyalahkan kebodohan nya, menyalahkan semuanya tanpa sisa.

__ADS_1


__ADS_2