
Ardhan
Ya Allah Alhamdulillah
Nikmat mana lagi yang aku dustakan?!
Sang istri nya tengah tertidur lelap di atas kasur di dalam kamar Mikhayla anak nya eta, Seperti nya sengaja dikosongkan agar Ayudia tidur di sana dengan nyaman malam ini.
Ardhan mendesah pelan, mendekati tubuh Ayudia, duduk berlahan sambil mengusap lembut rambut istri nya. entahlah dia kehilangan kata-kata, perasaan apa ini juga tidak dapat dia pahami, tapi ditinggal hampir 2 hari 2 malam nyaris membuat dia gila, ingatan soal arletta tiba-tiba terpatri di kepalanya, bagaimana jika ayudia juga meninggalkan nya? apa yang harus dia lakukan? padahal belum genap 6 bulan mereka menikah, tapi anak ini mampu membuatnya jatuh bangun dengan banyak cara, mengisi banyak kekosongan dalam hidupnya, candaan khas nya mampu membuat ardhan acapkali salah tingkah, kata sayang nya sering kali membuat wajahnya memerah, bahkan terkadang perasaan nya menggebu-gebu sendiri saat Ayudia selalu berlaku manja,menggoda atau bahkan merayu nya.
"Eta rasa Abang benar-benar sudah jatuh cinta pada nya"
godaan eta yang sering terucap selalu ditanggapi nya dengan rasa kesal yang mendalam, tapi terkadang dia berfikir apakah benar dia telah jatuh cinta dengan anak ini?
oh God yang benar saja
Saat Melesat dari rumah tadi membuatnya lupa menunaikan sholat isya, dia fikir satu-satunya cara melepaskan seluruh kegelisahan dalam hati dengan cara mendekatkan diri pada Allah, sholat adalah pilihan terbaik membuat hati menjadi lebih tenang dan tentram, mungkin dia juga butuh bicara dengan yang kuasa melalui doa, bertanya ada apa dengan hatinya. Bahkan jika dia benar-benar jatuh cinta pada istri nya apakah itu akan menjadi kegelisahan mendalam dalam jiwanya.
Yah mungkin dia gelisah
Usia Ayudia masih sangat muda, 16 tahun belum menginjak 17 tahun, dia sudah berada di titik hampir 33 tahun. saat usia matang seorang perempuan rata-rata di angka 22-25 tahun maka akan membuat sang istri semakin bersinar, itu artinya 6 sampai dengan 9 tahun yang akan datang, maka usia nya saat itu sekitar 39 hingga 41 tahun dan masa itu dia pasti sudah menua. acapkali kegelisahan itu menghantuinya, membuat dia khawatir anak ini mungkin akan meninggalkan nya, tiba-tiba air mata itu turun dengan berlahan dari pelupuk matanya ketika selesai memanjatkan doa.
dia menghela berat nafasnya
Setelah menuntaskan kewajiban sholat isya nya, secara berlahan ardhan naik ke atas kasur, menatap wajah Ayudia begitu lama, masih tersisa isakan tangis tentang perasaan dalam doa nya, dan rasa bersalah karena menyakiti sang istri kemarin dengan pemandangan yang pastinya membuat istri manapun melihat bakal kecewa juga marah, ardhan secara berlahan memeluk erat tubuh Ayudia, mencium bibir nya sejenak kemudian mencium puncak kepalanya sang istri dalam
"Sayang, maafkan aku "
"Jangan pergi terlalu jauh hingga membuat ku nyaris gila"
*******
Ayudia
Setelah aksi pura-pura tidur Beberapa Waktu yang lalu, ayudia secara berlahan membukakan mata nya, mengintip ke arah ardhan dan coba memastikan jika laki-laki itu benar-benar telah tertidur.
__ADS_1
Dia menatap wajah ardhan cukup lama, kemudian mengembangkan senyum indahnya, secara berlahan tangan nya menyentuh wajah sang suami secara berlahan.
Hmm wajah tampan ini yang membuat ku berdebar-debar tiap kali menatapnya
Tidak tahu kenpa belakangan acapkali kegelisahan menghampiri dirinya, desas-desus di kantor cukup membuat nya tertekan, ada yang sibuk bergosip jika ardhan sudah menikah, tapi banyak juga yang bergosip jika pernikahan itu tidak ada, beberapa karyawan perempuan terus mencuri pandang bahkan ada yang melakukan banyak sepak terjang untuk menarik perhatian ardhan.
Karena dia anak magang, tiap kali makan di kantin kantor jelas sekali puluhan perempuan menggosip kan sang suami, Beberapa dari mereka bahkan terang-terangan menyukai ardhan, bahkan mbak tari dan mbak meta juga beberapa kali kepergok bersolek dengan cepat tiap kali ingin masuk ke ruangan sang suami, belum lagi kadang-kadang rok nya sengaja di pendek-pendek kan agar terlihat jelas paha mulus mereka.
Beberapa karyawan acapkali mengirimkan bekal makan siang dengan dalih macam-macam, ada yang alasannya dapat dari si A lah, ada yang bilang kelebihan jatah lah, ada yang beralasan dari hasil rapat di kantor BLA BLA lah
Apa nggak salah?
pekik ayudia
belum lagi Beberapa karyawan jelas-jelas minta tolong sama dia untuk menyelidiki soal ardhan. bahkan ada yang minta tolong sampaikan pesan ini itu lah, belum lagi wanita-wanita entah dari negeri anta berantah mana tiba-tiba datang membawa jutaan alasan yang tidak masuk akal cuma untuk ketemu ardhan meski pun cuma beberapa menit saja.
jelas ayudia Cemburu catat cemburu
kadang kala ayudia benar-benar merasa dongkol, memangnya nggak ada laki-laki lain lagi di kantor ini yang bisa jadi incaran kecuali ardhan nya?
acapkali juga Ayudia berharap agar Waktu berjalan lebih cepat, tau-tau dia sudah tamat SMK kemudian membiarkan sang suami memperkenalkan dirinya secara resmi sebagai istrinya.
tapi apalah daya dia mesti menunggu cukup lama hingga tamat sekolah.
kekhawatiran Seperti itu terlalu sering datang menghantui nya, apalagi sang suami bukan type romantis, jelas membuat ayudia semakin khawatir jangan-jangan ardhan tidak pernah mencintai dia fikir nya.
Bahkan bisa jadi laki-laki tu Nanti lebih tertarik pada mereka yang usianya lebih matang dan dewasa ketimbang dirinya yang masih kecil tidak punya apa-apa.
hingga setelah kejadian kemarin, tiba-tiba hati nya terasa benar-benar terluka, dia Semakin berfikiran buruk kalau suaminya tidak cinta dia
"Sebenarnya kamu tuh cinta aku ngga sih?"
ucapnya pelan sambil terus memandangi wajah ardhan, kemudian secara berlahan mendekat kan wajahnya di depan wajah ardhan, dengan nakal menciumi bibir sang suami beberapa kali
"I love you, i love you, i love you"
__ADS_1
ucap nya pelan setengah berbisik
"Benarkah? sebanyak apa?"
tiba-tiba ia suara berat laki-laki itu mengagetkan kan nya, jelas saja Ayudia tersentak kaget, dia merasa persis seperti pencuri yang barusan ketahuan masuk ke rumah orang dan ketahuan sang empunya.
secepat kilat Ayudia membalik tubuhnya, pura-pura memejamkan matanya
*********
Ardhan
Dia belum terlalu terlelap dari tidurnya, tapi berusaha untuk memaksa matanya terpejam. Hingga akhirnya tangan mungil sang istri merana lembut wajahnya, entah apa yang ada difikiran Ayudia, dia menaraba dan menyentuh wajahnya cukup lama, hingga samar-samar terdengar pertanyaan kecil dari bibir mungil sang istri
"Sebenarnya kamu tuh cinta aku ngga sih?"
suaranya terdengar begitu pelan, nyaris tidak terdengar tapi ardhan masih bisa mendengar nya dengan baik,kemudian terasa ada pergerakan ringan kemudian suara nafas sang istri tercium lembut di balik wajahnya, berlahan tapi pasti tiba-tiba Ayudia mencium bibirnya Beberapa kali
"I love you, i love you, i love you"
pertanyaan itu membuatnya terasa...
entahlah
Berbunga-bunga
"Benarkah? sebanyak apa?"
pertanyaan usil itu tiba-tiba dia lontarkan dari mulutnya, membuka matanya dengan cepat tapi ayudia malah dengan buru-buru membuang pandangannya, berbalik lantas pura-pura tertidur.
ardhan terkekeh geli melihat tingkah laku ayudia, dengan cepat meraih tubuh mungil itu, menghirup lembut aroma tubuh ayudia lantas mencium ceruk lehernya berkali-kali
"ay... Mari bicara"
bisiknya pelan kemudian
__ADS_1