
Belakangan wajah ayudia tampak pucat, tapi kesibukan yang dia miliki membuat dia tidak lagi sempat pergi untuk periksa kondisi kesehatan nya kedokter.
Setelah menyelesaikan S1 nya, Ayudia fokus dirumah selama 1 tahun penuh, jiwa raganya tercurah untuk ardhan dan Hanif, hingga akhirnya tahun ini sebuah proyek besar datang dari hillatop company untuk dirinya.
"nggak apa-apa?"
perempuan didepannya bertanya bingung, mencoba memijat tengkuk Ayudia sambil meletakkan minyak angin di sekitaran tengkuknya. usianya belum 30 tahun tapi wajah nya terlihat masih sangat cantik dan muda, penampilan glamour dan sangat ramah, itu adalah Nadya, istri allzigra pemilik anak raksasa perusahaan hillatop company. Seorang bocah laki-laki berusia sekitar 6 tahunan tampak berdiri memandangi wajah Ayudia dengan bola mata indah nya yang berwarna biru.
"Beberapa hari ini sering sekali begitu, mual dan muntah tiba-tiba"
ucap Ayudia pelan, sekali lagi perutnya terasa mual, dia masih berdiri menghadap wastafel, mencoba mencuci mulutnya karena habis muntah. Nadya memeriksa disekitar, Menvari tisu tapi sepertinya kosong.
"Gao, bisa ambilkan mommy tisu sayang?"
Nadya bicara kepada bocah laki-laki itu
yang dipanggil Gao mengangguk pelan, mengambil tisu di dalam tas mommy nya kemudian memberikan nya pada Nadya.
"Hill Dimana Han sayang?"
Nadya bertanya setelah mendapatkan tisu dari tangan Gao.
"Bersama Daddy, mencari makan siang"
"Mereka kembar? aku melihat mereka berdua saat di ruangan rapat"
tanya Ayudia pelan, dan lagi-lagi dia memuntahkan seluruh isi perutnya.
"Iya, kembar"
Nadya kembali memijat tengkuk ayudia
"Aku fikir mungkin kamu sedang hamil, sayang"
bisik nadya pelan
"Ya?"
ayudia tampak mengerutkan alisnya, dia seakan-akan berfikir kapan terakhir kali dia datang bulan?
Yah seperti nya sudah lewat beberapa Minggu dari jadwal seharusnya.
"Aku tidak tahu"
geleng Ayudia
"ini mungkin morning sickness"
ucap Ayudia lagi
ayudia tampak diam mematung
"Bibi, coba makan ini"
Gao bicara sambil menyodorkan permen ke arah ayudia
"Bisa meredakan mual"
ucapnya sambil mengembangkan senyum paling imutnya.
Ayudia tampak tersenyum, menerima permen yang diberikan anak laki-laki itu, membuka nya kemudian memakan nya secara berlahan
"Apa akan ada baby disana mom?"
tanya Gao cepat
"Bibi shaikha juga begitu, suka muntah-muntah kan? mommy bilang ada baby didalam perutnya"
__ADS_1
seketika Ayudia dan Nadya tertawa
"Kita belum tahu sayang"
Nadya langsung menggendong anak laki-laki itu
"Ooo"
dia membulatkan bibirnya
"Kalau memang ada, itu artinya aku laki-laki pertama yang memberikan nya sesuatu yang manis bukan?"
dia bertanya polos sambil terus mengembangkan senyuman tampan nya.
"Baiklah, kamu yang memberikan hal paling manis pertama pada baby imutnya"
"Bagus, itu artinya dia milik Gao"
Nadya kembali terkekeh
"Baiklah, dia baby nya milik Gao"
ayudia ikut terkekeh
"Usianya hampir sama seperti Hanif kami"
"Kamu punya anak laki-laki?"
ayudia mengangguk pelan
"Usia mu sangat muda sekali"
ucap Nadya sambil menaikkan alisnya, ekspresi kaget jelas terlihat dari wajah nya.
ayudia tersenyum lantas menganggu
Nadya tampak membulatkan bola matanya
"Tapi kamu menyelesaikan S1 mu Dengan tepat waktu?"
"Bagaimana caranya?"
jelas saja dia semakin bingung
"Alhamdulillah, suami ku laki-laki yang begitu bijaksana dan sangat kooperatif"
"Dia laki-laki yang luar biasa"
seulas senyum mengembang diwajahnya, menatap Nadya dan bocah kecil itu secara bergantian
"Yah, dia laki-laki yang luar biasa"
ucap ayudia
yah dia laki-laki ku yang paling luar biasa, mampu menciptakan surga paling nyata dalam kehidupan ku, begitu bijaksana, kooperatif, adil dan hangat, penuh keromantisan juga sangat... entahlah sempurna.
Dia adalah suami terbaik yang sudah aku miliki dalam seumur hidup ku, tidak akan pernah tergantikan oleh apapun didunia ini.
*******
Ardhan tampak membeku, kemudian ekspresi nya berubah menjadi sangat luar biasa saat melihat benda pipih berbagai macam bentuk itu mengeluarkan 2 garis merah semua.
Ayudia tampak menatap lucu ekspresi sang suami.
"Ini ?"
ardhan kehilangan kata-kata
__ADS_1
ayudia cuma mengangguk pelan
"Subhanallah...maka nikmat manalagi yang kita dustakan?"
"Sayang Dedek Hanif ini"
ardhan langsung mengangkat tubuh ayudia ke atas, kemudian memeluknya begitu berat, lantas mencium bibir Ayudia begitu dalam dan lama.
"Oh subhanallah, sayang sayang terima kasih banyak"
ardhan terus memberikan ciuman bertubi-tubi di seluruh wajah Ayudia
"Abang....ih"
ayudia merengek manja
"Kalau begitu kita buat agar lebih sempurna"
ardhan bicara sambil langsung melesat kan ciumannya yang paling dalam, meletakkan Ayudia di atas kasur mereka dan mulai dengan nakal bergerak kemana-mana.
"Abangggg"
Seolah rengekan itu adalah kode Iya, ardhan semakin lincah dengan aksinya, terus menghujani ayudia dengan jutaan cinta, menyempurnakan malam kali ini dengan cara liat biasa.
*******
"Kalau lahir siapa nama nya?"
"Hmmm Alia?"
"Nggak ah"
"ayada?"
"Jangan lah"
"Aida?"
"Hmm kurang srek"
"Aila?"
"Sudah banyak Abang"
"Ayana?"
"Hmmm boleh"
"Ayana..Ayana.."
"Cantikk"
"Perkiraan kelahiran kapan?"
"kak eta bilang InsyaAllah awal bulan"
"Jangan sampai mundur lagi kayak Hanif ini"
"Yah kita siap-siap aja "
*******
Catatan \=
season Ayana Abimayu & Gaohan hillatop di novel Gadis pilihan tuan penguasa di season 2 eps 72-end
rate 21 dengan banyak pembelajaran + berbagai hikmah yang bisa dipetik
__ADS_1