
Eta
Tidak ada yang bicara sejak tadi di dalam mobil, dia tahu seperti nya Abang Ardhan tampak kesal saat melihat sang adik nya si Jerry memeluk Ayudia tadi, dan dia fikir Abang ardhan mungkin cemburu, tapi yang lebih kacau nya lagi Jerry seperti nya benar-benar menyukai Ayudia.
Adik kecilnya itu sempat berkata
"Aku akan menemui keluarganya, dia mesti di halalkan segera"
otak eta Seketika buntu, dia tahu Jerry tidak dalam keadaan main-main saat ini. sang adik benar-benar jatuh cinta pada gadis itu.
dia melirik ke arah ayudia, tidak tahu kenapa ekspresi wajah nya malah tiba-tiba berubah, Kemudian Ayudia malah menggeleng-gelengkan kepalanya tiba-tiba
"Kenapa ay?"
yang di tanya malah tiba-tiba kaget, menoleh cepat dengan ekspresi aneh ke arah belakang
"Hahaha nggak apa-apa kak"
"Kamu sudah makan?"
Abang ardhan nya mencoba bicara sambil menoleh sejenak ke arah ayudia yang duduk disamping kemudi,sang adik si Jerry sudah melaju pulang lebih dulu. tampak abangnya sibuk membelokkan mobil nya ke sisi kanan
Ayudia menggeleng pelan
"Kamu suka makanan seperti apa?"
"apapun"
jawab ayudia cepat
"maaf tapi pak saya harus kerja sekarang"
ucap ayudia lagi
ardhan mengerutkan dahinya
"kerja?"
"dimana? kakak temanin kamu yah"
eta bicara cepat ke arah ayudia
"Holywings Kuningan "
dia menjawab cepat
Abang ardhan nya seketika menoleh, menatap Ayudia dari ujung kaki hingga ujung Kepalanya
"dengan pakaian begini?"
tanyanya cepat, terlihat dengan jelas kerutan di dahinya, seakan dia protes dengan pakaian yang ayudia gunakan
"Edo yang membawa baju ganti saya,pak"
Abang ardhan nya tampak menghembus kan nafasnya pelan
"Kita akan makan disana sambil menunggu kamu pulang"
"tapi pak.."
"Kami akan menunggu di sisi paling ujung agar kamu tidak merasa terganggu ay"
eta mencoba untuk menyakinkan Ayudia, dia fikir anak itu sepertinya sedikit terganggu saat abang Ardhan nya bilang untuk menunggu
"tapi ta"
"heem"
seketika eta berdehem sambil melotot ke arah abangnya melalui kaca depan
ini orang tidak ngerti kode banget fikir eta, ingin sekali rasanya dia memukul Abang nya itu
seketika abangnya terdiam, tidak melanjutkan lagi kata-kata nya
dan mungkin efek Kualat Karena memelototi orang yang lebih tua, Seketika perut eta sakit tiba-tiba
"aduh bang turunkan aku didepan biar bisa ngejar ke toilet, baru Abang cari parkiran"
sang Abang cuma mengangguk setuju, dan begitu sampai depan Holywings tanpa fikir panjang eta melesat turun dari mobil menuju ke arah toilet secepat kilat
*******
ayudia
Dia berusaha membuang nafas nya Beberapa kali, baru kali ini rasanya jadi canggung melihat sang direktur, apalagi jika dia memaksa ingat kejadian malam itu, bagaimana caranya mereka bisa tidur bersama.
seketika ayudia mencoba menggeleng-geleng kepalanya
"kenapa ay?"
dan suara kak eta mengangetkan diri nya, secara spontan menoleh ke belakang dengan ekspresi yang sulit di jelaskan
"Hahaha nggak apa-apa kak"
"Kamu sudah makan?"
__ADS_1
tiba-tiba pak Dirut bertanya kearahnya, menoleh sejenak kemudian terus fokus dengan kemudi nya
Ayudia menggeleng pelan
"Kamu suka makanan seperti apa?"
"apapun"
*masa aku harus request, kan nggak lucu*
ucap ayudia dalam hati sambil menarik nafasnya pelan
"maaf tapi pak saya harus kerja sekarang"
dan tiba-tiba dia ingat kalau tadi Edo menelpon nya, ada job naik stage buat nyanyi, dia fikir masa dia mesti ingkar janji, kan nggak banget
laki-laki itu mengerutkan dahinya sambil menoleh ke arah ayudia
"kerja?"
"dimana? kakak temanin kamu yah"
kak eta tiba-tiba menyela dengan cepat
"Holywings Kuningan "
jawab ayudia pelan
dan seketika sang Dirut menatap dirinya dari ujung kaki hingga ujung Kepalanya, Ayudia memegang pelan pundaknya, merasa sedikit singkuh
"dengan pakaian begini?"
laki-laki itu bertanya cepat, terlihat dengan jelas kerutan di dahi sang Dirut, seakan dia protes dengan pakaian yang dirinya gunakan
"Edo yang membawa baju ganti saya,pak"
jawab ayudia cepat
terdengar laki-laki itu menghembus kan nafasnya pelan
"Kita akan makan disana sambil menunggu kamu pulang"
*aih*
batin ayudia
"tapi pak.."
dia ingin protes
*ini tidak lucu kan, aku seperti anak remaja yang di tunggu om om simpanan nya hingga waktu nya pulang*
"Kami akan menunggu di sisi paling ujung agar kamu tidak merasa terganggu ay"
dan kak eta nya memang the best pokoknya, seakan paham apa yang dia pikirkan, mencoba untuk menyakinkan dirinya agar tidak merasa terganggu dalam bekerja
"tapi ta"
lah sang Dirut mau protes
"heem"
dan kak eta berdehem cepat sambil melotot ke arah dirutnya melalui kaca depan
seketika laki-laki itu terdiam, tidak melanjutkan lagi kata-kata nya
saat mereka mulai menepi dan mendekati Holywings, Seketika kak eranya berkata
"aduh bang turunkan aku didepan biar bisa ngejar ke toilet, baru Abang cari parkiran"
sang Dirut mengangguk, dengan cepat menepi lagi membiarkan kak eta turun, dan rencananya ayudia mau ikut turun, tapi tiba-tiba laki-laki itu menahan tangannya
"Eh?"
Ayudia tampak kaget, melihat telapak tangannya digenggam erat oleh sang direktur, Ayudia dengan cepat menatap wajah laki-laki itu
"Sama aku saja, sekalian ada yang mau di bicarakan"
ucapnya lembut sambil terus mencoba mencari parkiran yang kosong
dan seketika Jantung ayudia terpompa dengan sangat cepat, ibarat mesin cuci mungkin sudah masuk ke putaran paling kencang, kalau kipas angin ini masuk ke bagian no 3 kali yah nggak bisa berhenti meskipun sebentar
*apose ini ? nggak lucu gua gemetaran gara-gara di pegang tangan nya*
Ayudia merutuki dirinya
*ngomong apa coba????*
pekik ayudia kemudian dalam hati
tampak laki-laki itu masih mencari posisi parkiran yang kosong, dia menurun kaca nya sambil bertanya ke tukang parkiran
"penuh mas?"
"eh pak Bima, sebentar biar si Asep cari yang kosong dulu"
__ADS_1
pria yang ditanya menjawab Cepat
"sep sep kosong mana?"
teriaknya Kemudian
yang ditanya balik menjawab
"tunggu bang"
"tunggu pak Bima"
pria itu bicara sambil melirik ke arah ayudia
"loh neng ayu?"
seketika ayudia menundukkan kepalanya
"kenal sama pak Bima? wah jangan-jangan pacar pak direktur ini"
goda nya cepat sambil tertawa renyah
"orang cantik mah banyak yang naksir yah"
kata pria itu lagi
Ayudia merasa sedikit kikuk, niatnya mau mengusap pelan tengkuk nya tapi lagi-lagi sang Dirut menggenggam erat tangannya
"Tunggu sebentar, belum waktunya naik kan?"
tanya laki-laki itu cepat, menoleh sejenak ke arah ayudia
dia menggeleng pelan
Dirut nya tersenyum kecil, kemudian kembali menoleh ke luar kaca
"Ke ujung pak"
"ok mas"
dan saat mobilnya sudah terparkir dengan sempurna, tiba-tiba ke dua telapak tangan nya digenggam erat oleh si Dirut
"ah?"
seketika tanda tanya besar muncul di kepala nya
"maafkan saya"
2 kalimat indah itu meluncur dari bibir laki-laki itu, dan tidak tahu kenapa tiba-tiba hati nya mencelos
"Saya salah karena melakukan hal kurang ajar malam itu, tapi demi Allah semua di luar kendali saya, saya tidak pernah berfikir kalau kamu itu bukan gadis baik-baik,saya tidak pernah berfikir kalau kamu pantas di perlakukan secara tidak adil"
tatapan mata laki-laki itu begitu dalam, sambil terus menggenggam erat telapak tangannya
"Semua akan baik-baik saja, tolong jangan melarikan diri lagi atau menyalahkan diri, kita akan selesaikan semuanya, dan saya akan mempertanggung jawabkan semua perbuatan saja"
jantung ayudia berdetak semakin kencang, ibarat beat game ayo dance yang sering dia mainkan, ini sudah masuk beat paling gila-gilaan di tingkat hard level 11 mungkin, dan dia tidak dapat menghentikan detak jantung nya saat ini juga.
"Kita akan atur semuanya menjadi seperti semula,kamu akan tetap sekolah seperti biasanya, melakukan semua nya seperti biasa,lakukan apapun yang kamu suka seperti biasa tapi mungkin yang berubah ada saya disamping Kamu setelah ini"
ayudia tampak mematung, menatap balik bola mata sang Dirut dalam waktu yang lama
"Saya akan menemui orang tua kamu dalam beberapa hari ini"
"tapi pak"
seketika ayudia kehilangan kata-kata
*nemuin bapak sama Mak? terus bagaimana menjelaskan nya? aku mau nikah gitu?*
batin Ayudia
dia menggigit bibirnya pelan
"Nanti apa kata orang tua saya, saya pasti bakal di marah"
seketika air mata ayudia tumpah
laki-laki itu menggelang pelan
"saya akan menjelaskan semua nya, Karena disini saya yang salah,saya yang akan menjelaskan dan menyelesaikan semuanya"
ucapnya cepat sambil menyentuh wajah Ayudia dengan kedua telapak tangannya, mencoba menghapus air mata nya yang tumpah
"saya berjanji, semua pasti baik-baik saja hmm"
ucapnya lagi
Ayudia bingung harus berkata apa, dia hanya terus menatap mata laki-laki itu, mencoba mencari sebuah kebohongan disana,tapi dia tidak dapat menemukan nya
"Semua akan baik-baik saja"
ucap laki-laki itu lagi kemudian tiba-tiba dia mencium keningnya
*aih*
__ADS_1
dan bayangkan bagaimana ekspresi ayudia saat ini? dan detak jantung nya berdetak semakin kencang seakan-akan hampir saja bakal meloncat keluar
*Ya Allah*