
Ardhan
Ardhan menggeleng kan kepalanya Beberapa kali,menatap ayudia yang tengah tertidur lelap di sampingnya yang tengah sibuk menyetir. setelah mendapatkan anak ini tadi dan mati-matian menjelaskan soal
Nikah kontrak, anak, perceraian
gila ini anak sampai sejauh itu fikirannya batin Ardhan
efek kebanyakan nonton drama sampai otak nya ngehalu sejauh itu, anak ini fikir ini drama atau novel apa,orang keadaan darurat begini sempat-sempat nya mikir cerai lah nikah saja belum,orang menyakinkan om Abas saja untuk nikahin dia sudah bikin susah, nahan nafas lama sampe rela punggung nya kena cap sepanjang sekian centimeter belum lagi nanti bagaimana ekspresi papa ini anak saat tahu-tahu ardhan mau melamar dan menikahi anak nya.yang usia nya belum 17 tahun bahkan belum tamat SMA, lah malah kepikiran sampai cerai segala
ardhan mengusap wajahnya Beberapa kali
Allahuakbar
Dan pada akhirnya dia bisa juga membawa pulang ini anak. Bahkan dia terpaksa harus menahan malu membawa Ayudia ke toko baju langganan eta dan mama nya demi membeli pakaian ganti ini anak yang basah kuyup, masa pulang basah-basahan atau pakai baju dia segala? apa kata om Abas coba? tentu saja dunia nyata tidak seindah drama China atau korea, harus PD PD nya pakai baju cowok begitu yang kedodoran sampai sok sok tanpa pakai bawahan ckckck dia fikir di film-film sama drama kok segitu nya bikin cerita hingga bikin dia gelang-gelang kepala. belum lagi mesti bisik-bisik dengan pelayanan toko agar mencarikan nya pakaian dalam yang sesuai ukuran ini anak karena basah semua setelah sok sok berlakon drama ala Korea apa ala India tadi.
ardhan memijat kepalanya yang terasa mau pecah, benar kata eta dia harus belajar sabar, yang dia hadapi bukan arletta yang bisa mengimbangi diri nya dulu, yang bisa jadi lebih dewasa untuk nya, yang punya sejuta stok sabar di hatinya, dia saat ini menghadapi anak kecil yang usianya 16 tahun jauh lebih muda di bawah nya ,yah dia menghadapi seorang anak-anak.
"Ingat bang yang kamu hadapi bukan aku atau arletta, yang kamu hadapi itu seorang anak yang jiwa nya masih labil, kalau di ajak kekiri ngikut ke kiri bahkan di ajak ke kanan yah ngikut ke kanan"
"Kalau dulu yang cinta mati sama kamu arletta, yang mesti mengalah dia, yang sabar dia, yang nunggu kamu dia, sekarang berbalik kamu yang harus merasakan nya"
"Anggap saja karma karna sifat Abang dulu"
Damn it
kata-kata adik nya itu benar-benar seperti sebuah palu besar yang menghantam hati nya. Dia fikir se cuek itukah dulu dia pada arletta? dia mencintai arletta, tapi dia bukan type laki-laki yang pandai mengungkapkan perasaan, dia bukan type laki-laki romantis yang mampu memberi bunga kepada pasangannya, lebai-lebai menyambut acara Valentine atau bahkan harus susah-susah kasih kejutan ulang tahun segala macam karena dia fikir yang begitu benar-benar bukan type dia.
Malah arletta yang sering kasih kejutan pada nya, memberikannya hadiah valentine, ingat tanggal ulang tahunnya, mengajak nya berlibur ke beberapa tempat romantis, berkata aku cinta kamu berjuta-juta kali selama mereka bersama, bahkan arletta selalu memanjakannya dalam banyak kesempatan.
Dan baginya arletta cukup membuat dia nyaman, dia cukup berdebar-debar menjalin hubungan dengan arletta, dulu cukup bilang dia suka, ayo jalan,kemudian nikah yah seperti itu.
Dia Fikir semua nya berjalan sah-sah dan normal-normal saja, tapi begitu eta bilang acapkali arletta mengeluh karena dia tidak pernah paham dengan yang arletta mau, dia baru sadar betapa tidak baik dan brengsek nya dia dulu jadi seorang laki-laki bahkan suami.
jika dulu yang paling sabar menggiring dan menjelaskan kesalah pahaman yang acapkali terjadi diantara mereka adalah arletta, kini dia lah yang harus acapkali bersabar menggiring penjelasan pada Ayudia.
Dan dia fikir, jangan katakan karma sedang berjalan ke arahnya.
dia kembali menghela nafasnya panjang, kembali menatap wajah anak itu beberapa waktu.
Cinta?
Eta sempat bertanya kemarin
"Abang cinta nggak sama ay?"
dia terkekeh, di usia nya yang sudah tidak muda lagi, apa yang dia pikirkan soal cinta? yang dia cintai sejauh ini arletta, tertanam utuh di hatinya, dan anak ini? bagaimana bisa di bilang cinta. Hubungan ini tidak tahu nanti bakal berjalan bagaimana, bahkan seringkali dia berfikir mau di bawa kemana hubungan ini kedepannya.
usia yang terpaut jauh pasti akan sangat sulit membuat mereka bersatu, mereka punya musim yang berbeda, ardhan berada di musim anak ini 16 tahun yang lalu, melewati masa SMA, bersuka ria, berbaur dengan teman-teman sebayanya, mengejar cita-cita bahkan melebis bersama cinta gelora muda dan Ayudia akan berada di musim dia 16 tahun kemudian, anak ini baru tumbuh kembang dan dewasa setelah 16 tahun ke depan dan ardhan entah sudah berada di usia yang ke berapa.
Dia fikir mereka mungkin akan sulit menyatu, saat ini yang penting dia fokus pada tanggung jawabnya, melakukan apa yang mesti dia lakukan, membuat anak ini menyelesaikan semua bidang akademis nya bahkan meraih cita-cita nya sesuai kemauan nya,berjakan sesuai dengan rencana awal anak ini sendiri tanpa harus dia memberikan batasannya.
Tapi demi Allah dia tidak sedikit pun berfikir Setelah menikahi Ayudia, dia bersiap untuk menceraikan nya, sebab Perbuatan halal yang paling dibenci Allah adalah cerai.”
Perceraian itu hanya diperintahkan oleh setan dan tukang sihir, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, “Mereka belajar dari keduanya sihir yang bisa memisahkan antara seseorang dengan istrinya.” (QS. Al-Baqarah: 102)
__ADS_1
******
Ayudia
Sesaat dia terkejut saat wajahnya terasa di tepuk-tepuk lembut oleh seseorang
"Bangun ay, sudah sampai"
berlahan dia membuka matanya dan jelas saja seketika Ayudia kaget ternyata itu pak ardhan
"ah"
dia langsung bangun dalam gerakan spontan dan
Bug
"Awhhh"
seketika kepalanya menabrak kening pak ardhan, dia meringis
"Ay"
ucap pak ardhan pelan, dia juga kaget Seperti nya
"Bapak pakai acara jongkok segala"
ucap ayudia sambil mengelus kepalanya
Seketika pak ardhan tertawa geli
"Sakit?"
"Wuih merah bapak"
pekik nya pelan masih terus mengusap jidat laki-laki itu
buru-buru laki-laki itu mencoba menarik tangannya, ekspresi nya terlihat aneh
"Bentar "
ayudia bicara sambil membuka tas nya, merogoh kantong depan kemudian dengan mata berbinar-binar meraih sesuatu disana
"Ini bisa menghilangkan memar pak"
dia bicara cepat membuka tutup sebuah salep entah apa kemudian mengoleskan nya dikepala pak ardhan
laki-laki itu berusaha menghindar, tapi ayudia malah seperti tanpa dosa terus berusaha mengolesi obat itu kekepala dirutnya, pada akhirnya karena kesal dia memegang wajah laki-laki itu
"Bapak bisa diam nggak sih?"
2 tangan nya menyentuh kedua belah wajah pak ardhan,dia terus mengomel sejak tadi sambil mengoleskan salep itu pada jidat sang Dirut
******
Ardhan
__ADS_1
Mereka sudah sampai di gerbang depan rumah om Abas, seperti nya para penghuni rumah sudah tertidur, mengingat ini sudah jam 10 malam, ardhan mematikan mesin mobilnya agar tidak membuat kebisingan, dia menoleh ke arah ayudia, sedikit berjongkok lantas dengan lembut menepuk-nepuk wajah anak itu agar bangun
Yang di dapat malah gerakan spontan karena kaget sang anak malah langsung mencoba berdiri spontan seakan lupa kalau dia sedang berada didalam mobil
Bug
"Awhhh"
seketika kepala Ayudia menabrak kening nya, terdengar ringisan kecil ayudia
"Ay"
dia bicara sambil memegang keningnya
ini anak nggak bisa apa jangan spontan gitu kalau bangun fikir nya
"Bapak pakai acara jongkok segala"
Ayudia seperti nya protes dengan tindakan nya tadi bicara sambil mengelus kepalanya
seketika dia tertawa, merasa lucu saja
"Sakit?"
anak itu malah tiba-tiba bertanya sambil menyentuh lembut kening nya, bukan nya sibuk ngurusin kepalanya sendiri malah sibuk ngurusin jidad dia
"Wuih merah bapak"
Ayudia berteriak kecil sambil terus mengelus jidad ardhan
Seketika dia merasa sesuatu yang aneh berdesis di hatinya, dengan gerakan canggung dan spontan dia berusaha menghindar
"Bentar "
ayudia malah bicara sambil membuka tas nya, merogoh kantong depan kemudian dengan mata berbinar-binar meraih sesuatu disana
"Ini bisa menghilangkan memar pak"
anak itu bicara cepat sambil membuka tutup sebuah salep entah apa kemudian mengoleskan nya kekepala nya
jelas ardhan merasa singkuh dengan cepat berusaha menghindar, tapi ayudia malah seperti tanpa dosa terus berusaha mengolesi obat itu kekepala nya, dan karena diri nya Beberapa kali menghindar saat anak itu akan mengoleskan salep di jidad nya akhirnya anak itu karena kesal tiba-tiba menyentuh wajahnya dengan gerakan cepat
jelas saja ardhan langsung membulat kan matanya
what the hell?
batinnya
ini anak !!!
"Bapak bisa diam nggak sih?"
2 tangan nya terus menyentuh kedua belah wajah nya dengan ekspresi tanpa dosa sambil terus mengomel sejak tadi sambil mengoleskan salep itu pada jidat nya.
seketika ardhan kehilangan kata-kata, dan tiba-tiba suara jantung nya terdengar mengalahkan ocehan ayudia
__ADS_1