
Ardhan
Sejak selesai sholat subuh Ayudia meringkuk didalam selimut, 2 hari kemarin dia selalu bangun lebih awal, sholat lantas tidak kembali tidur,tapi entah kenapa pagi ini dia malah belum bangun, terus meringkuk didalam selimut sambil sesekali memutar tubuhnya kekiri dan kekanan.
"Ay kamu nggak apa-apa?"
"Cuma sakit perut"
dia bicara sambil menggeser selimut nya, dia menyembulkan wajahnya dengan pandangan yang entah bagaimana.
"wajah kamu pucat'
entah kenapa wajah nya terlihat pucat
secara alamiah seseorang seperti ardhan yang pernah kehilangan seseorang langsung panik, menghubungi eta agar datang lebih awal kerumah. Harus nya eta datang lewat jam 10 nanti sesuai janji kemarin untuk memeriksa ayudia tapi rupanya kadang rencana tidak seindah kenyataan.
Disaat dia dilanda kepanikan, sang adik malah tersenyum tidak jelas dihadapannya
"Eta jangan bercanda, ayudia kenapa?"
ardhan jelas bertanya kesal dengan ekspresi eta
"Baru kali ini lihat Abang panik karena seseorang, bahkan waktu kak arletta pernah kepleset di kamar mandi, wajah Abang nggak sepanik ini"
seketika Ardhan menelan salivanya
"Eta"
"Abang eta bukan bermaksud mengingat soal 5 tahun yang lalu"
tiba-tiba ekspresi eta berubah
"Aku cuma ingat soal betapa cuek nya tipe Abang ku dulu, cukup beda dengan sekarang"
"Eta fikir dia cukup istimewa"
ardhan tampak diam
Dia menarik nafasnya pelan, lantas mencoba mengalihkan pembicaraan
"Ay baik-baik saja? apa dia sakit?sejak pagi dia berada di balik selimut, meringkuk Seperti menahan sakit"
eta kembali tersenyum
"Lagi kedatangan tamu istimewa"
ucap eta sambil menepuk-nepuk bahu ardhan
Ardhan mengerutkan dahinya
"Abang boleh senang, Karena semua cukup sesuai rencana"
seketika Ardhan mulai paham ke arah mana pembicaraan eta
"Kedepannya jangan lupa jaga diri sampai ayudia selesai SMA"
"Eta nggak sarankan pakai yang aneh-aneh, katena takut efek kedepannya tidak baik, jangan suntik apanlagi main ikat, kalau bisa nggak usahlah makan pil segala, karena Dalam beberapa kasus, pil darurat bisa menyebabkan siklus datang bulan tidak teratur, belum lagi efek sampingnya dari mual,sakit kepala,nyeri di bagian atas, dan lemas"
"Bahkan bisa menyebabkan depresi mengingat usia Ayudia yang masih terlalu dini"
"Risiko lainnya yaitu perdarahan kira-kira 2-3 hari setelah diminum. Ini karena terdapat perubahan pada siklus ovulasi'
"apalagi ay Belum 17 tahun, pakai suntik malah beresiko lebih tinggi"
"Sedangkan Suntik kontrasepsi hormonal yang mengandung hormon progestogen (progestin). Hormon ini serupa dengan hormon alami wanita, yaitu progesteron, dan dapat menghentikan ovulasi, ingat menghentikan ovulasi bang"
eta menggeleng sebentar
"Efek samping nya nanti berupa sakit kepala, kenaikan berat badan, nyeri di dada, perdarahan, dan menstruasi tidak teratur. dan Efek ini bisa muncul selama suntik masih digunakan. Dan Butuh waktu cukup lama agar tingkat kesuburan kembali normal, setidaknya setahun setelah suntik dihentikan untuk orang yang pernah melahirkan, tapi untuk usia remaja sangat tidak eta sarankan karena resiko besar nya takut hormon nya nengering"
"Pintar-pintar Abang saja mengkondisikan nya"
__ADS_1
Ardhan hanya diam mendengarkan penjelasan eta
"Ini termasuk perjuangan dan ujian, masih. 1 1/2 tahun lagi hingga kelulusan"
ardhan terdiam dan cukup kehilangan kata-kata
tapi dia cukup bersyukur kejadian malam itu tidak meninggalkan benih yang dia khawatir kan
*******
Eta
Di tahu betul siapa Abang nya dan bagaimana watak laki-laki itu dulu, but today ardhan menjadi sosok sangat berbeda, abangnya dengan panik menghubungi dirinya dan memintanya agar datang lebih awal dari apa yang dibicarakan kemarin.
dia fikir ada apa?apakah mereka sudah melakukan testpack Lebih dulu? dan hasilnya positif begitu??
Grrhhh
eta menggeleng-gelengkan kepalanya karena khawatir
tapi siapa sangka saat tiba di rumah sang mama, memeriksa kondisi ayudia, anak itu malah sakit perut akut karena datang bulan.
Dia cukup lega, jika Kenyataan nya apa yang mereka takutkan sirna.
Tapi tetap saja eta cukup penasaran dengan sifat abangnya yang tiba-tiba berubah
"Time can change a person's habits, but it doesn't change a person's character (Waktu dapat mengubah kebiasaan seseorang, tetapi waktu tidak mengubah karakter seseorang)"
ucap eta pada abangnya
"Kecuali jika kamu sedang jatuh cinta"
abangnya terkekeh
"Abang terlalu tua untuk jatuh cinta"
"Tidak ada batasan usia untuk seseorang jatuh cinta"
abangnya tampak diam cukup lama
"Aku mungkin benar pernah gagal menjaga orang-orang yang begitu penting di masa lalu, tapi terlalu bodoh jika mesti gagal untuk ke dua kalinya bukan?"
"Not really, ini cinta atau bukan, tapi tindakan spontan untuk melindungi seseorang yang penting selalu terjadi tanpa alasan"
Eta hanya tersenyum, kemudian tiba-tiba dia mengalihkan pembicaraan
"Aku fikir abang dan ayudia harus memperbaiki panggilan "
"Sangat tidak etis kalau dia manggil Abang bapak"
seketika dia tertawa
"Seolah-olah benar kalian ayah dan anak"
kemudian eta terkekeh sambil menepuk bahu Abang nya itu.
dapat terlihat wajah Abang nya menjadi merah dalam beberapa waktu
Ahh eta fikir lucu juga mengusili abangnya
*******
Ayudia
"Kenapa pak?
Ayudia tampak mengerutkan dahinya saat pak Ardhan telah duduk disampingnya, sepertinya ada sejuta kegelisahan mendalam menyertai Wajah laki-laki itu.
Pak ardhan menatap matanya sejenak
"Seperti nya kita harus memperbaiki soal kata panggilan"
__ADS_1
"ya pak?"
ang ing eng kok tiba-tiba?
batin ayudia
Pak Ardhan menggeleng-gelengkan pelan Kepala nya
"kita bukan orang asing, kata saya,bapak dan kamu seperti nya terdengar tidak etis dan sedikit mengganggu"
oalahhh jadi itu termasuk kategori kegelisahan mendalam
kirain mau ngomong apa
batin Ayudia
"mungkin dikantor kita tetap menggunakan kata kaku seperti itu tapi mulai hari ini diluar bahkan dirumah kita mulai menggunakan kata yang tidak baku hingga membuat kita bisa menjadi lebih dekat"
"Cari panggilan yang lebih masuk akal untuk didengarkan antara satu dengan yang lainnya"
"yang kita sama-sama bisa saling merasa nyaman menggunakan kata-kata nya"
ucapnya sambil terus menatap bola mata ayudia
sepertinya ayudia mencoba mencerna apa yang laki-laki itu maksudkan, sejenak seolah memikirkan panggilan apa yang cocok untuk pak ardhan
ah..ha...
bagaikan sebuah lampu menyala di atas kepala, lantas terbesit ide jahil di hatinya, sambil terkekeh dia berkata
...........
********
Ardhan
"Seperti nya kita harus memperbaiki soal kata panggilan"
"ya pak?"
Ardhan menggeleng pelan
"kita bukan orang asing, kata saya,bapak dan kamu seperti nya terdengar tidak etis dan sedikit mengganggu"
Sejak semalam dia fikir cara panggilan mereka terlalu menggunakan bahasa baku dan bukankah cukup aneh untuk sepasang suami istri.
"mungkin dikantor kita tetap menggunakan kata kaku seperti itu tapi mulai hari ini diluar bahkan dirumah kita mulai menggunakan kata yang tidak baku hingga membuat kita bisa menjadi lebih dekat"
"Cari panggilan yang lebih masuk akal untuk didengarkan antara satu dengan yang lainnya"
"yang kita sama-sama bisa saling merasa nyaman menggunakan kata-kata nya"
ucapnya sambil terus menatap bola mata ayudia
sepertinya ayudia mencoba mencerna apa yang dia maksudkan, sejenak seolah memikirkan panggilan apa yang cocok untuk dirinya
tiba-tiba anak itu berkata
"Misal nya, sayang?"
dia bertanya sambil mengembangkan senyuman
"Sayang..sayangg... hmm sayangggg ku begitu?"
kalimat anak itu terdengar sedikit menggoda, bicara sambil mengedipkan sebelah matanya
"Lucu juga kalau ay panggil bapak sayang ku"
dia malah terkekeh geli sendiri dengan ucapannya
Damn it
__ADS_1
Seketika ardhan membeku, dia kehilangan kata-kata.