CINTA TERPAUT 18 TAHUN (2 Musim Yang Berbeza)

CINTA TERPAUT 18 TAHUN (2 Musim Yang Berbeza)
Oppa-oppa Korea itu milik saya


__ADS_3

Ayudia


Sebenarnya Ayudia sengaja bawa pak ardhan buat naik jembatan gantung, selain memang unik pasti tidak pernah di temuin di Jakarta dan Ayudia fikir biar spot jantung itu dirutnya sesekali dan benar kan dirutnya jadi hampir kena serangan jantung entah tingkat keberapa.


ho a.. ho e... spot jantung ada tingkatannya


Ayudia terkekeh dalam hati


Dia awalnya ingin mengajak pak ardhan keliling ke mall atau kemana gitu, tapi kan nggak etis banget, dan lagi itu bukan type Ayudia banget buat jalan-jalan ditempat seperti itu. akhirnya destinasi pertama yang Ayudia datangi itu Air terjun Temam water park Lubuklinggau,tapi bukan water park nya yang ingin Ayudia datangi bersama pak ardhan, mereka memilih turun untuk melihat dan mandi di air terjunnya




"Pak sini"


Ayudia bicara sambil menarik tangan pak ardhan


"fotoin Yo pak"


ucapnya sambil menyerahkan hp nya ke pak ardhan


pak ardhan diam sejenak entah sedang memikirkan apa, tau-tau menggeleng pelan, kemudian dalam hitungan detik mau tidak mau pak ardhan menuruti kemauannya.


"Pak sini"


Ayudia terus memegang erat tangan pak dirutnya itu, kemudian mengajak nya turun ke bawah menuju ke arah air terjunnya. Tampak banyak orang berdiri dibawah sana menikmati kucuran air terjun dan mandi disana.



"Kita nggak bawa pakaian ganti ay"


ucap pak ardhan pelan


"Sudah ay siapin"


bisik ay cepat sambil menunjukkan tas yang dia bawa


"what"


ardhan membulatkan matanya


"sekolor-kolor nya bapak juga saya bawa"


ucap Ayudia polos sambil mengedipkan matanya


jelas saja ardhan kaget, tiba-tiba menyentuh keningnya pelan.


ekspresi apa itu?


omel Ayudia dalam hati


"cepatan bapak..."


omelnya kemudian, masuk ke bawah air terjun


********


Ardhan


Nah ini anak mau membawanya kemana coba fikirnya?


Masa berenang?


gila di kiranya saya masih anak-anak


omel ardhan dalam hati saat mereka memasuki sebuah objek wisata yang tulisan nya didepan


Air terjun Temam water park Lubuklinggau


tapi ternyata fikiran nya salah, Ayudia tidak mau ke water park nya tapi mengajaknya berbelok ke arah kiri lantas menuruni tangga yang cukup curam, tampak sebuah air terjun indah membuat matanya jadi segar dan cukup terpesona.


Dia tidak pernah lagi mendapati pemandangan seperti ini sejak.... masa muda nya, paling waktu ke Bandung atau liburan ke Jogja bisa mendapatkan pemandangan beginian, kalau berkutat di kota besar, dia tidak lagi bisa menikmati atau mendapatkan hal yang seperti ini.


Saat melihat banyak orang mandi dibawah dia kefikiran juga untuk terjun rasanya. dan Seketika dia terdiam saat tangan anak itu menggenggam telapak tangannya, membawa dirinya ke arah dekat pagar besi yang menjadi pembatas mungkin agar orang-orang tidak jatuh atau anak-anak tidak jatuh ke air.


"Pak sini"


"fotoin Yo pak"


Ayudia berkata cepat, dia bersiap untuk minta difoto


Ardhan diam sejenak menatap ponsel Ayudia, ponselnya masih sangat sederhana sekali dengan layar 5inc entah ini keluaran tahun berapa coba fikirnya? benar hidup anak ini sangat terlalu sederhana, jauh berbeda dengan kehidupan mereka di Jakarta yang serba mewah, bahkan ponsel bisa ganti-ganti dengan model terbaru tiap bulannya, kemana-mana nggak pernah pakai motor, mau apa-apa tinggal gesek aja, mereka punya fasilitas di atas rata-rata.


seketika ardhan menelan salivanya.


Belikan yang baru saja setelah ini, toh hitung-hitung pahala buat menyenangkan istri


what?? dan pemikiran seperti itu kembali terlintas dikepalanya.


Ardhan menggeleng-gelengkan kepalanya pelan, dia fikir sejak kemarin otak nya kenapa tidak berjalan sempurna.


Pahala buat istri?

__ADS_1


Come mereka saja belum menikah


kemudian dalam hitungan detik mau tidak mau dia menuruti kemauan Ayudia


"Pak sini"


Lagi-lagi anak itu terus memegang erat tangan nya, kemudian mengajak nya turun ke bawah menuju ke arah air terjun. Tampak banyak orang berdiri dibawah sana menikmati kucuran air terjun dan mandi disana.


seperti nya Ayudia berniat agar mereka ikut mandi disana


"Kita nggak bawa pakaian ganti ay"


dia mencoba menahan tangan Ayudia


kalau pulang basah-basahan kan tidak etis benar, apa kata orang tua Ayudia nanti? nikahin anak nya belum tapi sudah di bawa basah-basahan.


"Sudah ay siapin"


tiba-tiba ayudia berbisik manja di balik telinganya, menunjukkan tas yang dia bawa


"what"


ardhan membulatkan matanya


"sekolor-kolor nya bapak juga saya bawa"


ucap Ayudia polos sambil mengedipkan matanya


jelas saja ardhan kaget


apa-apaan? dia bawa pakaian nya, bawa... sekolor-kolor nya? ****** ***** nya gitu?


apa nggak salah ini anak?


Dia memandangi wajah Ayudia Beberapa saat, tiba-tiba dia menyentuh keningnya pelan, merasa kepalanya sakit tiba-tiba.


"cepatan bapak..."


Omel ayudia, membawanya masuk ke bawah air terjun


sesekali anak itu tertawa, tubuhnya basah semua oleh air dan...ardhan kembali menghela nafasnya panjang


lekuk tubuh anak itu terlihat begitu sempurna


come ini benar-benar gila


pekiknya dalam hati, menahan gejolak di jiwanya yang entah apa.


Dia bertanya saat Ayudia tiba-tiba duduk di lantai air terun, berendam sambil memainkan air disekitar nya.


ayudia mengangguk


"Sering, dulu masuk sini gratis saya tekankan gratis pak"


Ayudia bicara sambil memamerkan barisan giginya yang putih


"Yang water park juga belum ada, dibawah sini juga belum sebagus sekarang"


Ayudia mulai bercerita ke arah nya


"Hmmm itu berapa tahun kemarin Yo pak, terakhir ke sini waktu SMP sebelum masuk ke SMK Jakarta"


Ayudia kembali tampak berfikir


"Sebelum ujian....sebelum...lupa ah"


ardhan tampak geli mendengar ocehan ayudia


"Dijakarta beginian nggak ada kan? mana ada tempat yang masih asri gini juga"


lanjutnya


"Dewiiii"


"Ayuuu"


"Ay...."


tiba-tiba terdengar pekikan beberapa orang dari arah samping mereka


seketika mereka menoleh bersama-sama


******


Ayudia


"Akhhhh"


"Akhhh"


Dan dia berteriak kegirangan saat melihat siapa saja yang ada di samping mereka, itu teman-teman SMP nya


"Ima.... tari....Tia..."

__ADS_1


teriak nya senang, langsung melesat dari hadapan pak ardhan kemudian memeluk temannya secara bergantian


3 temannya ikut melompat girang, menciumi wajah Ayudia Beberapa kali.


"Ya Allah... sudah berapa tahun?"


"Kamu liburan?"


"kan nggak libur sekolah ay?"


"Dijakarta gimana?"


"ay..."


dan sejuta pertanyaan dihujani teman-teman nya untuk Ayudia.


Kemudian tiba-tiba mata Ayudia menatap sosok cowok seumuran mereka, yang baru saja datang bersama teman-teman nya


3 orang mungkin fikir ayudia


"Ay?"


"Eko"


Ayudia tampak melambaikan tangan nya pelan dengan perasaan singkuh dan tidak enak,


Seketika teman nya Ima bertanya


"Ay itu siapo? (ay itu siapa?)"


"ah?"


"Yang didepan kau itu yang lagi mandi, yang badannyo besak tinggi, muko nyo macam uppa-uppa Korea (Yang didepan kamu itu yang lagi mandi, yang badan nya besar tinggi, muka nya kayak oppa-oppa Korea)"


Ima bicara sambil melirik ke arah pak ardhan


"cak oppa Ji Chang Wook (Mirip oppa Ji Chang Wook)"


pekik Tia pelan


"Itu siapo? kakak siapo? kau Samo siapo be (Itu siapa? kakak nya siapa? kamu sama siapa)"


tanya tari cepat sambil terus melirik ke arah pak ardhan


"Kenalin Yo ai"


"Kan yang umur cak itu dengan Muko cak itu lagi jadi idola Kito (Kan sekarang tuh yang umur begitu dengan tampang begitu jadi idola kita)"


"Biar dak jadi cowok kito, ngehalu jugo dak apo-apo (meskipun nggak jadi pacarnya, nge halu juga nggak apa-apa)"


"Jadi simpanan nyo oppa Korea dak papo kan dak Ado dilinggau susah dapat model cak itu) Jadi simpanan oppa-oppa Korea juga nggak apa-apa, kan di Linggau susah dapat gituan"


"dimana kau nemuin nyo? (Kamu nemuin nya dimana?)"


"Dio samo kau kan? wong jelas tadi ngomong sama kau (Kamu sama dia kan? orang jelas tadi dia ngobrol sama kamu)'


"Temuin yo ai (Ketemuin dong ay)"


"Dio type aku nian (Dia type aku banget)"


muka Ima merona merah sambil terus menatap ke arah belakang Ayudia


"Akkhhh memang berlagak ay ( memang cakep banget ay)"


teman-teman nya bicara pelan bersamaan


dan semua pertanyaan malah bikin Ayudia sakit kepala


"apaan sih"


seketika wajah ayudia memerah, dia seolah ingin berteriak dan bilang


Yakkk....oppo-oppa Korea itu milik saya


dan dia merasa...


cemburu


yang benar saja


"Ay"


tiba-tiba pak ardhan sudah ada di belakangnya


"Alamak mati orang se kuburan"


teriak Ayudia pelan sambil melonjak kaget, dia hampir terjatuh tapi dengan cepat badannya di tahan oleh pak ardhan


"Bapakkkk bikin kaget saja"


"Bapak??"


Semua teman-teman nya bertanya bersamaan

__ADS_1


__ADS_2