
Ayudia
Tiba di Bandara pak Dion tahu-tahu sudah menjemput diri nya, dengan cepat membawa nya ke hotel bintang π 5 The Arista Hotel Palembang
Ayudia mengintip wajah pak Dion, tampak jelas wajah malu masih tergurat diwajahnya atas kejadian beberapa hari yang lalu, ayudia cekikikan karena merasa geli
"pak.... bapak usianya berapa?"
dia bertanya saat mereka menaiki tangga lift hotel Arista
"31 mungkin"
jawabnya singkat
Ayudia menutup mulutnya
"ah belum terlalu, tapi memang sudah pantas jadi om om kok, hampir seumuran pak bos, lebih tua dari Abang Jerry yah"
ucap nya cepat
"Om Om?"
alis pak Dion langsung terangkat
"Om Om berkharisma itu loh pak... bapak suka nonton drama Korea? kayak oppa-oppa Korea song Jong Ki? Ji Chang wok ? sama won bin itu Yo pak? ganteng tapi sudah om om ya pak tapi berkharisma gitu"
dia bicara dengan mata berbinar-binar
******
Dion
"Om Om?"
alis nya langsung terangkat ke atas, melotot ke arah ayudia sejenak
"Om Om berkharisma itu loh pak... bapak suka nonton drama Korea? kayak oppa-oppa Korea song Jong Ki? Ji Chang wok ? sama won bin itu Yo pak? ganteng tapi sudah om om ya pak tapi berkharisma gitu"
gadis itu terus bicara dengan mata berbinar-binar
damn it, bisakah aku tutup saja mulutnya? kenapa dia kalau ngomong tanpa ada rem nya? tidak peduli bagaimana perasaan orang yang di ajak bicara, yang penting maju jalan saja.
omel Dion dalam hati
bahkan saat dia menatap wajah gadis itu, otak nya langsung berputar kemana-mana
tuhan kenapa ada makhluk seindah dia di dunia ini
dia memijat kepalanya yang tidak sakit
"Bapak kalau pacaran dengan anak seusia saya gimana?"
mata Dion langsung terbelalak kaget
"What?"
gadis itu tertawa terkekeh
"Saya punya teman, cantik yah om 11 12 sama saya"
gadis itu bicara sambil mengedipkan matanya beberapa kali
brengsek, iya memang cantik kamu
umpat Dion dalam hati
"waktu tempo hari lihat bapak di luar kantor, trus dia tanya saya bapak siapa, saya bilang aja bapak karyawan disini, itu teman saya bilang titip salam sama bapak, sempat minta nomor hape bapak sih, tapi karena saya tidak tahu yah saya nggak bisa kasih"
Dion kembali memijat kepalanya yang tidak sakit,sama sekali tidak berniat merespon ocehan gadis polos itu
seketika Pintu lift terbuka, dengan cepat dia mengarahkan Ayudia menuju ke sebuah kamar
"ini kamar nona, kamar nyonya dan tuan ada di lantai atas, mesti naik sekali lagi, nah di samping ini kamar pak bos"
dia bicara sambil menjelaskan semua nya dengan detil
"wah kamar saya bersebelahan dengan pak bos?"
Dion mengangguk pelan
"Kamar saya ada di ujung lorong, disamping nya ada kamar pak Rudi. jika terjadi sesuatu kami siap siaga dalam 1x24 jam"
Ayudia mengangguk-anggukkan kepalanya
"Pak berikan Nomor bapak, nanti kalau ada keadaan darurat saya bisa langsung telpon bapak"
__ADS_1
seketika Dion memiringkan kepalanya, memandangi gadis itu penuh curiga, jangan-jangan ini modus fikir nya
Ayudia malah tertawa lepas
"bapak pasti mikir ini modus, ihh bapak ge Er'an yahhhh"
lagi-lagi gadis itu mampu membuat wajah nya memerah karena malu
pada akhirnya dia memberikan nomor hape nya juga pada gadis itu
"Ini WhatsApp juga kan?"
Dion mengangguk cepat
Dion berniat beranjak dari tempat berdirinya
"ee....kunci kamarnya pak?"
tanya Ayudia tiba-tiba
seketika Dion menepuk jidatnya
"Allahuakbar"
dia berucap seketika
"saya lupa, ditempat pak ardhan, lupa saya ambil kemarin"
dia menghela nafas nya kasar
mencoba mengetuk pintu samping namun tidak ada jawabannya
"Nona sudah makan?"
gadis itu menggeleng pelan
"koper nya tinggalkan disini, nanti saya cari bapak dulu. Nona makan saja lebih dulu, setelah ketemu nanti baru saya susul ke bawah buat antarkan kuncinya"
gadis itu mengangguk-angguk cepat
langsung melesat turun ke bawah di ikuti oleh dirinya
******
Ayudia
Seketika pak Dion dengan cepat menyerahkan kunci nya pada Ayudia
"ini kunci kamar nona, ingat jangan sampai tertinggal di dalam kalau mau keluar, ini pintunya tertutup secara otomatis"
pesan laki-laki itu cepat
Ayudia menggangguk-anggukkan kepalanya
"tahu kan kamar nya yang mana?"
"Tau ommm.... tau..."
ucapnya sambil bercanda
pak Dion menggeleng-geleng kan kepala nya,
kemudian dengan cepat dia naik menuju ke arah kamarnya yang sudah ditunjukkan pak Dion tadi sebelumnya
Gila... sudah mau jam 7 , acaranya jam 8 kan kata mama ainun?
pekik ayudia dalam hati
"Ay... sudah datang?"
tiba-tiba mama Ainun muncul dibelakang nya, cukup membuat kaget dirinya
"Assalamualaikum ma, he em"
jawab nya cepat kemudian menyalami mama Ainun
"Wa'alaikumsallam,kok Dion nggak nganterin kamu?"
mama ainun mengerutkan dahinya, menoleh ke kiri ke kanan mencari sosok laki-laki itu
"barusan turun ma"
"oh.. nah ini"
mama Ainun menyerahkan sebuah tas kecil ke tangan nya
__ADS_1
"Apa ini ma?"
mama Ainun menepuk-nepuk pipi nya kemudian jari telunjuknya menggesek pelan bibir nya
"pakai make up dulu baru ganti pakaian biar nggak kotor"
Ayudia yang awalnya Bingung langsung ngeh dengan ucapan mama Ainun
"ohhh make up"
mama Ainun mengedip-ngedipkan sebelah matanya, Kemudian langsung beranjak dari hadapan ayudia
"jam 8 yah, kalau keburu mama pergi duluan, nanti kamu pergi sama bang Bima atau kak Rudi kamu yah"
ayudia mengangguk cepat
saat mama ainun menghilang,dengan secepat kilat dia menutup pintu kamar hotel, melesat ke dalam kamar mandi, kamudian membersihkan dirinya dengan cepat, lantas secara berlahan menggunakan make up yang diberikan mama Ainun padanya tadi
gilaaaa ini mah lengkap banget,harga nya berapa sih?
tanya dia sambil menggelengkan kepalanya
setelah selesai dengan semua nya dia fikir Its time buat ganti bajunya
eeee tunggu dulu.... koper mana koperrr????
seketika dia mencoba mengingat nya
bayangan bak kaset kusut kembali memutar di ingatan nya
loh Yo koper ku kok nggak ada di kamar coba?
gimana sih pak Dion?
rutuk nya dalam hati
dengan cepat menghubungi nomor yang tadi untung sempat dia minta dan dia simpan
"halo"
"Assalamualaikum...pak.... koper ay mana???"
tanya nya Kemudian
bisa dibayangkan bagaimana terkejutnya telinga pak Dion yang mendengar ocehan nya
"Wa'alaikumsallam, astagfirullahhul'adzim saya titipkan sama pak bos non"
"lah terus?"
"Saya sudah berangkat ini ke lokasi peresmian, non bisa langsung ketuk pintu pak ardhan, beliau masih ada di kamar nya,nanti mikirnya mau berangkat bareng Nona"
tuttt tuttt
lah hape nya di matikan??? eehhhh salah yah abis pulsa dinkkk
terus caranya keluar ke sebelah gimana? pakai handuk gitu? baju yang tadi ke buru di basahin....
pada akhirnya dia terpaksa keluar hanya menggunakan handuk saja, dan Karena efek panik dia lupa bawa kunci dan
ceklekkk
ealahhhh.....
"Haiiii yooo mama"
dia mencoba mendorong pintu nya dengan sekuat tenaga, menerjang nya Beberapa kali bahkan mencoba mengedor-ngedorkan nya,siapa tahu keajaiban terjadi begitu saja tapi rupanya sia-sia.
"aduh terkunci dari dalam, hape mana hapee??"
pekik nya pelan
"aduh... ya Allah, ini kemana coba?"
"ke kamar pak bos???? kamar kak Rudi? naik ke atas apa turun kebawah?"
seketika kekesalan muncul di ubun-ubun nya
pakkk dioonnnnnnn
teriak nya kesal penuh dengan emosi yang menggebu
TAPI DALAM HATIππππ
malu lah kalau teriak benaran, sudah pake make up cantik, cuma pakai kain handuk yang nutupin dada sampai ke paha eee pintu kamar terkunci juga, gimana lagi coba malunya kalau sampai teriak hingga seluruh penghuni hotel mesti melihat dirinya
__ADS_1