
Ardhan
Kaki nya baru saja melangkah keluar dari kantor Abimanyu group, Seketika matanya terpaku pada sebuah mobil yang terparkir cukup jauh dari tempat dia berdiri,dia hapal betul mobil siapa yang ada di ujung sana.itu mobil mamanya, yah tidak salah lagi itu adalah mobil milik mamanya,dia mengerutkan dahinya berfikir kenapa mama nya ada ada di sini?
Kok mama disini?
batinnya
tampak mama nya keluar dari dalam mobil arah pintu penumpang
Dia berniat untuk lari ke depan menghampiri mamanya, tapi tiba-tiba tangan mamanya melambai ke arah depan, ardhan berhenti melangkah Mencoba menoleh ke arah orang yang dituju mamanya itu
Ayudia?
ardhan tampak melongok karena terkejut
kenapa mama kenal dengan anak itu?
fikir nya
tampak ayudia berlarian kecil dengan wajah bahagia menuju ke arah mamanya, menyalami mamanya dengan cepat. tidak lama dari pintu sopir muncul adiknya Jerry, Ayudia tampak kaget sesaat kemudian tersenyum lebar dengan cepat menyalami Jerry.jerry mengacak-acak rambut gadis itu kemudian membuka pintu belakang dengan cepat, membiarkan mamanya dan gadis itu untuk segera masuk ke dalam. tidak lama mobil itu meluncur pergi dari sana.
tungu dulu, ada apa ini?
ardhan tampak seperti orang bodoh, tidak paham dengan apa yang terjadi
dia Fikir mamanya kenal dengan bocah itu, bahkan Jerry pun tampak nya telah mengenal baik gadis itu kalau melihat dari caranya,lalu apa hubungan mereka? kenapa dia bahkan tidak tahu apapun?
apa gadis itu benar-benar sudah menjadi kekasih Jerry?
tanyanya dalam hati
seingatnya Jerry pernah bilang akan mendapatkan gadis itu hanya dalam waktu 1 Minggu, tapi yang membuat nya semakin bingung kenapa sampai mama nya pun mengenal gadis kecil itu
masih dengan perasaan bingung dia kembali ke area parkiran, membuka pintu mobil nya Kemudian masuk ke dalam dan dengan gerakan cepat melajukan mobilnya keluar dari sana ditemani sejuta tanda tanya
******
Ayudia
Dia merasa sedikit kaget saat Jerry keluar dari kursi Kemudi
Kok dia ikut juga?
Fikir nya dengan perasaan bingung
"nah ma kayaknya keberatan ini aku yang jemput"
goda laki-laki itu
Ayudia mengembangkan senyumnya Kemudian memunyungkan bibir nya
"ish siapa bilang"
dengan cepat menyalami punggung tangan Jerry
"Kita cari makan dulu yah"
ucap Jerry cepat
mama Ainun tampak nya tidak keberatan malah mengangguk dengan cepat
******
Ardhan
Minggu siang
Di sela aktivitas yang melelahkan, tak ada yang lebih efektif mengembalikan energi selain tidur siang. Meski sebentar, tidur siang mampu memperbaiki performa dan serta mengembalikan konsentrasi begitu fikir ardhan apalagi semalaman dia harus begadang penuh hanya untuk menyelesaikan proyek baru
Dalam pusaran tidur yang tidak membuahkan mimpi, tiba-tiba ponselnya berdering keras berkali-kali,dia fikir suara berisik itu akan menghilang dalam beberapa waktu, rupanya dia salah suaranya malah semakin berisik dan mengganggu istirahat tanggung nya itu
"Hmmm..."
ardhan bicara dengan enggan
"Assalamualaikum, bang"
itu suara Jerry adik nya
"wa'alaikumsallam, iya dex"
Ardhan mengerutkan dahinya, langsung membuka matanya dengan cepat. tampak gurat khawatir dari balik wajahnya, tumben-tumben Jerry menghubungi nya di hari Minggu melalui hape mamanya
"ada apa?"
dia bertanya ulang, segera bangun dari tidurnya
"Abang tu kalau ditelpon susah benar"
Jerry tampak kesal
"Ada apa sama mama kenapa kamu telpon pakai hape mama?"
terpatri ingatan soal arletta 5 tahun yang lalu, ingatan buruk saat hape istri nya di pegang oleh orang lain
dia cukup khawatir jika-jika sesuatu yang buruk terjadi kembali, apalagi Minggu kemarin mama nya sempat pingsan waktu akan berkunjung ke kantor nya.karena itu dia tidak lagi mengizinkan mamanya untuk keluar kemana-mana bagkan kekantor nya sekalipun.
"Kakak bisa jemput mama di Lippo mall Kemang? aku ada pekerjaan mendadak, harus meninggalkan mama disini"
ucapnya cepat
"Apa yang mama lakukan disana?"
tanya ardhan bingung
"Lagi sama calon mantu"
canda Jerry sambil terkekeh geli
ardhan malas meladeni candaan Jerry, dengan cepat dia menyahut
__ADS_1
"Dimana nya? aku akan kesana dalam 20 menit"
"Aku tunggu Abang sampai baru berangkat,anaknya juga belum naik stage buat performance"
"Assalamualaikum"
ucap Jerry cepat kemudian mematikan hapenya
"Wa'alaikumsallam"
gumam ardhan sambil mengerutkan keningnya
anak? performance? dia tampak bingung dengan omongan adiknya itu
******
Mama ainun
Niatnya mau ngajak ni bocah buat bisa jalan bareng sama Ayudia, dasar nya ini anak dapat tugas dadakan dari tempat kerjanya. nasib kerja sebagai abdi negara yang selalu menggunakan pakaian preman tanpa baju dinas nya.
"Jer mama kan jarang-jarang keluar ajak kamu jalan"
dia tampak sedih, menatap Jerry yang barusan saja menghubungi entah siapa
"Tenang aja, yang gantikan Jerry lebih bikin Mama betah nanti buat jalan-jalan bareng"
senyum manis terpatri di wajahnya
dia menarik nafasnya pelan
Siapa lagi yang dia suruh ngawasin kali ini
rutuk mamanya dalam hati
*****
Ardhan
Dia memang hanya dia
Ku s'lalu memikirkannya
Tak pernah ada habisnya
Saat langkah kakinya memasuki kafe yang di beritahukan Jerry tadi ketika dia kembali menghubungi adiknya itu di pintu masuk, terdengar alunan merdu suara penyanyi di atas stage, lagu takkan pernah ada milik Geisha,dia sempat melirik sejenak, mengerutkan dahinya,mencoba memperhatikan dengan lebih fokus lagi takut jika dia salah melihat orang. ya tidak salah lagi, itu anak magang itu, Ayudia.
Benar dia, benar hanya dia
Ku s'lalu menginginkannya
Belaian dari tangannya
Mungkin hanya dia
Harta yang paling terindah
Di perjalanan hidupku
geleng ardhan
dia dengan cepat mencari sosok Jerry,tampak.di ujung sana Jerry melambaikan tangannya cepat ke arah dirinya.tanpa menunggu waktu dia dengan cepat menghampiri Jerry dan mama nya
Sejak derap denyut nadiku
Mungkin hanya dia
mama nya tampak kaget karena kehadiran nya, ada segurat rindu yang mengepul di balik mata tua itu, seketika mata itu memerah, dia baru sadar betapa jahatnya dia belakangan ini, mengabaikan wanita yang telah melahirkan dan membesarkan diri nya penuh cinta itu hanya karena desakan nya agar membuka lembaran baru guna menatap masa depannya
Indahnya sangat berbeda
Ku haus merindukannya
mamanya memeluk erat tubuh ya, menciumi pipinya berkali-kali, setetes air mata jatuh di pelupuk matanya
dia tahu itu air mata rindu
Ku ingin kau tahu isi hatiku
Kaulah yang terakhir dalam hidupku
Tak ada yang lain hanya kamu
Tak pernah ada
"Kejutan buat mama"
bisik Jerry pelan
mamanya hanya diam menatap wajah nya dalam,menoleh ke arah Jerry seakan berucap terima kasih
dia tahu kau tidak akan paham rindunya seorang ibu tiap kali berjauhan dari anak-anak nya,yang dulu terbiasa bersama,namun saat usia telah dewasa memaksakan diri untuk terbiasa berpisah. yang dulu saat kecil selalu menina bobokan diri mu,tapi saat dewasa jangankan ingin menimang mu, melihat wajah mu terlelap sesekali dihadapannya pun sudah sangat sulit sekali. yang dulu masih dengan setia menyuapi mu,tapi kita dengan begitu gagah sudah mampu memegang pisau, sendok dan garpu sendiri. yang dulu berjalan terseok-seok ketika baru belajar menapakkan kaki untuk berjalan Karena sering jatuh lalu dipapah,bahkan kini mungkin sudah tidak butuh bantuan siapapun untuk berdiri dengan sendirinya. pada akhirnya kerinduan itu memuncak dengan sendirinya, acapkali hilang ditelan waktu karena hati memaksa untuk lupakan saja,yah karena dia telah dewasa,mungkin dia sudah tidak butuh lagi tangan tua ini untuk memegang dirinya.
ardhan menelan ludah, sejuta sesal tampak terpatri di balik wajahnya.
"bang aku harus pergi"
ucap Jerry cepat
membuyarkan lamunan ardhan yang melayang entah kemana
Takkan pernah adaya
Mungkin hanya dia
Harta yang paling terindah
Di perjalanan hidupku
"bawa mama jalan-jalan setelah dari sini"
lanjutnya sambil berbisik
__ADS_1
"Tugas negara,nggak bisa di tunda"
Jerry bicara sambil menciumi pipi mamanya dalam
"Sekalian titip adik ipar"
seloroh Jerry, menunjuk ke arah depan sambil mengedipkan matanya ke arah ardhan
sejenak ardhan mengerutkan dahinya
"Maksudnya?"
Jerry masih terkekeh
"Ah Sudah di telepon lagi"
Jerry bicara cepat berlalu dengan terburu-buru meninggalkan dirinya yang masih bingung dengan sejuta tanda tanya
suara Ayudia masih terdengar mengalun lembut di belakang tempat dia duduk,dia sama sekali tidak menoleh sejak tadi, hanya diam sambil memperhatikan mama nya yang sesekali menatap gadis itu bernyanyi
Sejak derap denyut nadiku
Mungkin hanya dia
Indahnya sangat berbeda
Ku haus merindukannya
Ku ingin kau tahu isi hatiku
Kaulah yang terakhir dalam hidupku
"Nanti dari sini kita cari tempat makan yang sederhana tapi enak yah bim, anak itu nggak suka makan ditempat beginian"
bisik mama nya pelan
ardhan cuma mengangguk tanda mengerti
mamanya terus menggenggam erat tangan nya, Sesekali tersenyum sumringah ke arah Dirinya dengan perasaan bahagia
Tak ada yang lain hanya kamu
Tak pernah ada
Takkan pernah ada
******
...Kan Pernah Ada - Geisha...
...Dia memang hanya dia...
...Ku s'lalu memikirkannya...
...Tak pernah ada habisnya...
...Benar dia, benar hanya dia...
...Ku s'lalu menginginkannya...
...Belaian dari tangannya...
...Mungkin hanya dia...
...Harta yang paling terindah...
...Di perjalanan hidupku...
...Sejak derap denyut nadiku...
...Mungkin hanya dia...
...Indahnya sangat berbeda...
...Ku haus merindukannya...
...Reff:...
...Ku ingin kau tahu isi hatiku...
...Kaulah yang terakhir dalam hidupku...
...Tak ada yang lain hanya kamu...
...Tak pernah ada...
...Takkan pernah adaya...
...Mungkin hanya dia...
...Harta yang paling terindah...
...Di perjalanan hidupku...
...Sejak derap denyut nadiku...
...Mungkin hanya dia...
...Indahnya sangat berbeda...
...Ku haus merindukannya...
...Reff:...
...Ku ingin kau tahu isi hatiku...
...Kaulah yang terakhir dalam hidupku...
...Tak ada yang lain hanya kamu...
...Tak pernah ada...
__ADS_1
...Takkan pernah ada...