CINTA TERPAUT 18 TAHUN (2 Musim Yang Berbeza)

CINTA TERPAUT 18 TAHUN (2 Musim Yang Berbeza)
Segurat rindu ibu yang tak lekang oleh waktu


__ADS_3

Ardhan


Kaki nya baru saja melangkah keluar dari kantor Abimanyu group, Seketika matanya terpaku pada sebuah mobil yang terparkir cukup jauh dari tempat dia berdiri,dia hapal betul mobil siapa yang ada di ujung sana.itu mobil mamanya, yah tidak salah lagi itu adalah mobil milik mamanya,dia mengerutkan dahinya berfikir kenapa mama nya ada ada di sini?


Kok mama disini?


batinnya


tampak mama nya keluar dari dalam mobil arah pintu penumpang


Dia berniat untuk lari ke depan menghampiri mamanya, tapi tiba-tiba tangan mamanya melambai ke arah depan, ardhan berhenti melangkah Mencoba menoleh ke arah orang yang dituju mamanya itu


Ayudia?


ardhan tampak melongok karena terkejut


kenapa mama kenal dengan anak itu?


fikir nya


tampak ayudia berlarian kecil dengan wajah bahagia menuju ke arah mamanya, menyalami mamanya dengan cepat. tidak lama dari pintu sopir muncul adiknya Jerry, Ayudia tampak kaget sesaat kemudian tersenyum lebar dengan cepat menyalami Jerry.jerry mengacak-acak rambut gadis itu kemudian membuka pintu belakang dengan cepat, membiarkan mamanya dan gadis itu untuk segera masuk ke dalam. tidak lama mobil itu meluncur pergi dari sana.


tungu dulu, ada apa ini?


ardhan tampak seperti orang bodoh, tidak paham dengan apa yang terjadi


dia Fikir mamanya kenal dengan bocah itu, bahkan Jerry pun tampak nya telah mengenal baik gadis itu kalau melihat dari caranya,lalu apa hubungan mereka? kenapa dia bahkan tidak tahu apapun?


apa gadis itu benar-benar sudah menjadi kekasih Jerry?


tanyanya dalam hati


seingatnya Jerry pernah bilang akan mendapatkan gadis itu hanya dalam waktu 1 Minggu, tapi yang membuat nya semakin bingung kenapa sampai mama nya pun mengenal gadis kecil itu


masih dengan perasaan bingung dia kembali ke area parkiran, membuka pintu mobil nya Kemudian masuk ke dalam dan dengan gerakan cepat melajukan mobilnya keluar dari sana ditemani sejuta tanda tanya


******


Ayudia


Dia merasa sedikit kaget saat Jerry keluar dari kursi Kemudi


Kok dia ikut juga?


Fikir nya dengan perasaan bingung


"nah ma kayaknya keberatan ini aku yang jemput"


goda laki-laki itu


Ayudia mengembangkan senyumnya Kemudian memunyungkan bibir nya


"ish siapa bilang"


dengan cepat menyalami punggung tangan Jerry


"Kita cari makan dulu yah"


ucap Jerry cepat


mama Ainun tampak nya tidak keberatan malah mengangguk dengan cepat


******


Ardhan


Minggu siang


Di sela aktivitas yang melelahkan, tak ada yang lebih efektif mengembalikan energi selain tidur siang. Meski sebentar, tidur siang mampu memperbaiki performa dan serta mengembalikan konsentrasi begitu fikir ardhan apalagi semalaman dia harus begadang penuh hanya untuk menyelesaikan proyek baru


Dalam pusaran tidur yang tidak membuahkan mimpi, tiba-tiba ponselnya berdering keras berkali-kali,dia fikir suara berisik itu akan menghilang dalam beberapa waktu, rupanya dia salah suaranya malah semakin berisik dan mengganggu istirahat tanggung nya itu


"Hmmm..."


ardhan bicara dengan enggan


"Assalamualaikum, bang"


itu suara Jerry adik nya


"wa'alaikumsallam, iya dex"


Ardhan mengerutkan dahinya, langsung membuka matanya dengan cepat. tampak gurat khawatir dari balik wajahnya, tumben-tumben Jerry menghubungi nya di hari Minggu melalui hape mamanya


"ada apa?"


dia bertanya ulang, segera bangun dari tidurnya


"Abang tu kalau ditelpon susah benar"


Jerry tampak kesal


"Ada apa sama mama kenapa kamu telpon pakai hape mama?"


terpatri ingatan soal arletta 5 tahun yang lalu, ingatan buruk saat hape istri nya di pegang oleh orang lain


dia cukup khawatir jika-jika sesuatu yang buruk terjadi kembali, apalagi Minggu kemarin mama nya sempat pingsan waktu akan berkunjung ke kantor nya.karena itu dia tidak lagi mengizinkan mamanya untuk keluar kemana-mana bagkan kekantor nya sekalipun.


"Kakak bisa jemput mama di Lippo mall Kemang? aku ada pekerjaan mendadak, harus meninggalkan mama disini"


ucapnya cepat


"Apa yang mama lakukan disana?"


tanya ardhan bingung


"Lagi sama calon mantu"


canda Jerry sambil terkekeh geli


ardhan malas meladeni candaan Jerry, dengan cepat dia menyahut

__ADS_1


"Dimana nya? aku akan kesana dalam 20 menit"


"Aku tunggu Abang sampai baru berangkat,anaknya juga belum naik stage buat performance"


"Assalamualaikum"


ucap Jerry cepat kemudian mematikan hapenya


"Wa'alaikumsallam"


gumam ardhan sambil mengerutkan keningnya


anak? performance? dia tampak bingung dengan omongan adiknya itu


******


Mama ainun


Niatnya mau ngajak ni bocah buat bisa jalan bareng sama Ayudia, dasar nya ini anak dapat tugas dadakan dari tempat kerjanya. nasib kerja sebagai abdi negara yang selalu menggunakan pakaian preman tanpa baju dinas nya.


"Jer mama kan jarang-jarang keluar ajak kamu jalan"


dia tampak sedih, menatap Jerry yang barusan saja menghubungi entah siapa


"Tenang aja, yang gantikan Jerry lebih bikin Mama betah nanti buat jalan-jalan bareng"


senyum manis terpatri di wajahnya


dia menarik nafasnya pelan


Siapa lagi yang dia suruh ngawasin kali ini


rutuk mamanya dalam hati


*****


Ardhan


Dia memang hanya dia


Ku s'lalu memikirkannya


Tak pernah ada habisnya


Saat langkah kakinya memasuki kafe yang di beritahukan Jerry tadi ketika dia kembali menghubungi adiknya itu di pintu masuk, terdengar alunan merdu suara penyanyi di atas stage, lagu takkan pernah ada milik Geisha,dia sempat melirik sejenak, mengerutkan dahinya,mencoba memperhatikan dengan lebih fokus lagi takut jika dia salah melihat orang. ya tidak salah lagi, itu anak magang itu, Ayudia.


Benar dia, benar hanya dia


Ku s'lalu menginginkannya


Belaian dari tangannya


Mungkin hanya dia


Harta yang paling terindah


Di perjalanan hidupku


geleng ardhan


dia dengan cepat mencari sosok Jerry,tampak.di ujung sana Jerry melambaikan tangannya cepat ke arah dirinya.tanpa menunggu waktu dia dengan cepat menghampiri Jerry dan mama nya


Sejak derap denyut nadiku


Mungkin hanya dia


mama nya tampak kaget karena kehadiran nya, ada segurat rindu yang mengepul di balik mata tua itu, seketika mata itu memerah, dia baru sadar betapa jahatnya dia belakangan ini, mengabaikan wanita yang telah melahirkan dan membesarkan diri nya penuh cinta itu hanya karena desakan nya agar membuka lembaran baru guna menatap masa depannya


Indahnya sangat berbeda


Ku haus merindukannya


mamanya memeluk erat tubuh ya, menciumi pipinya berkali-kali, setetes air mata jatuh di pelupuk matanya


dia tahu itu air mata rindu


Ku ingin kau tahu isi hatiku


Kaulah yang terakhir dalam hidupku


Tak ada yang lain hanya kamu


Tak pernah ada


"Kejutan buat mama"


bisik Jerry pelan


mamanya hanya diam menatap wajah nya dalam,menoleh ke arah Jerry seakan berucap terima kasih


dia tahu kau tidak akan paham rindunya seorang ibu tiap kali berjauhan dari anak-anak nya,yang dulu terbiasa bersama,namun saat usia telah dewasa memaksakan diri untuk terbiasa berpisah. yang dulu saat kecil selalu menina bobokan diri mu,tapi saat dewasa jangankan ingin menimang mu, melihat wajah mu terlelap sesekali dihadapannya pun sudah sangat sulit sekali. yang dulu masih dengan setia menyuapi mu,tapi kita dengan begitu gagah sudah mampu memegang pisau, sendok dan garpu sendiri. yang dulu berjalan terseok-seok ketika baru belajar menapakkan kaki untuk berjalan Karena sering jatuh lalu dipapah,bahkan kini mungkin sudah tidak butuh bantuan siapapun untuk berdiri dengan sendirinya. pada akhirnya kerinduan itu memuncak dengan sendirinya, acapkali hilang ditelan waktu karena hati memaksa untuk lupakan saja,yah karena dia telah dewasa,mungkin dia sudah tidak butuh lagi tangan tua ini untuk memegang dirinya.


ardhan menelan ludah, sejuta sesal tampak terpatri di balik wajahnya.


"bang aku harus pergi"


ucap Jerry cepat


membuyarkan lamunan ardhan yang melayang entah kemana


Takkan pernah adaya


Mungkin hanya dia


Harta yang paling terindah


Di perjalanan hidupku


"bawa mama jalan-jalan setelah dari sini"


lanjutnya sambil berbisik

__ADS_1


"Tugas negara,nggak bisa di tunda"


Jerry bicara sambil menciumi pipi mamanya dalam


"Sekalian titip adik ipar"


seloroh Jerry, menunjuk ke arah depan sambil mengedipkan matanya ke arah ardhan


sejenak ardhan mengerutkan dahinya


"Maksudnya?"


Jerry masih terkekeh


"Ah Sudah di telepon lagi"


Jerry bicara cepat berlalu dengan terburu-buru meninggalkan dirinya yang masih bingung dengan sejuta tanda tanya


suara Ayudia masih terdengar mengalun lembut di belakang tempat dia duduk,dia sama sekali tidak menoleh sejak tadi, hanya diam sambil memperhatikan mama nya yang sesekali menatap gadis itu bernyanyi


Sejak derap denyut nadiku


Mungkin hanya dia


Indahnya sangat berbeda


Ku haus merindukannya


Ku ingin kau tahu isi hatiku


Kaulah yang terakhir dalam hidupku


"Nanti dari sini kita cari tempat makan yang sederhana tapi enak yah bim, anak itu nggak suka makan ditempat beginian"


bisik mama nya pelan


ardhan cuma mengangguk tanda mengerti


mamanya terus menggenggam erat tangan nya, Sesekali tersenyum sumringah ke arah Dirinya dengan perasaan bahagia


Tak ada yang lain hanya kamu


Tak pernah ada


Takkan pernah ada


******


...Kan Pernah Ada - Geisha...


...Dia memang hanya dia...


...Ku s'lalu memikirkannya...


...Tak pernah ada habisnya...


...Benar dia, benar hanya dia...


...Ku s'lalu menginginkannya...


...Belaian dari tangannya...


...Mungkin hanya dia...


...Harta yang paling terindah...


...Di perjalanan hidupku...


...Sejak derap denyut nadiku...


...Mungkin hanya dia...


...Indahnya sangat berbeda...


...Ku haus merindukannya...


...Reff:...


...Ku ingin kau tahu isi hatiku...


...Kaulah yang terakhir dalam hidupku...


...Tak ada yang lain hanya kamu...


...Tak pernah ada...


...Takkan pernah adaya...


...Mungkin hanya dia...


...Harta yang paling terindah...


...Di perjalanan hidupku...


...Sejak derap denyut nadiku...


...Mungkin hanya dia...


...Indahnya sangat berbeda...


...Ku haus merindukannya...


...Reff:...


...Ku ingin kau tahu isi hatiku...


...Kaulah yang terakhir dalam hidupku...


...Tak ada yang lain hanya kamu...


...Tak pernah ada...

__ADS_1


...Takkan pernah ada...


__ADS_2