CINTA TERPAUT 18 TAHUN (2 Musim Yang Berbeza)

CINTA TERPAUT 18 TAHUN (2 Musim Yang Berbeza)
Dari mata turun ke hati


__ADS_3

Ayudia


mereka mengobrol panjang lebar untuk waktu yang cukup lama,pada akhirnya sesi akhir ayudia mesti kembali bernyanyi. 5 menit sebelum dia perform terpaksa pamit dulu sama mama Ainun


"Ay Bentar lagi mau nyanyi ma,maaf ya ma.nggak bisa ngobrol lebih lama lagi"


pamitnya


"Kamu pulang sama siapa?"


mama Ainun bertanya buru-buru


"Sama teman ma,kebetulan rumahnya tetanggaan"


Ayudia bicara sambil menunjuk ke arah Edo yang masih bernyanyi di atas stage


"Nanti mama antar aja"


Ayudia ingin menolak sebenarnya,tapi keburu kata-kata yang ingin keluar dipotong lebih dulu


"Nanti mama bilang sama teman kamu"


Ayudia diam sejenak


"Nggak apa-apa loh, mama bukan orang jahat, nggak bakal culik kamu ay"


canda nya kemudian


******


Jerry


Begitu masuk ke dalam Holywings terdengar suara indah dari panggung stage yang menghibur semua pengunjung di resto ini


 Jika ada yang bilang ku lupa kau


Jangan kau dengar


Jika ada yang bilang ku tak setia


Jangan kau dengar


Banyak cinta yang datang mendekat


Ku menolak


Semua itu karena ku cinta kau


Dari kejahuan dia tampak kaget, dia melihat sosok wanita yang begitu dia kenali dan dia sayangi tengah duduk didepannya, dan disamping nya ada om haris.


tanpa berfikir dua kali dia dengan cepat melesat mendatangi wanita tersebut


"Loh, mama ngapain disini?"


Jerry bertanya bingung


mamanya tampak kaget saat menoleh ke arah dirinya,begitu juga dengan om haris


"Eh sini sini "


Mama nya bicara cepat


Saat kau ingat aku ku ingat kau


Saat kau rindu aku juga rasa


Ku tahu kau slalu ingin denganku


"ngapain kamu kesini jer? kencan?"


Om harus nya bicara cepat sambil menggoda


Ku lakukan yang terbaik


Yang bisa ku lakukan


Tuhan yang tahu ku cinta kau


Alih-alih menjawab jerry malah mengerutkan dahinya balik bertanya


"Mama sama om ngapain disini?"


Om Haris nya malah menunjuk ke depan


"Nemuin calon mantu mama mu"


Jerry buru-buru menoleh ke arah yang di maksud om Haris nya


seketika matanya membulat, dia tampak kaget dan bingung. Om hanya menunjuk seorang gadis yang sedang bernyanyi di atas stage, dsn itu adalah gadis yang di rekam nya tempo hari


"Itu mantu siapa? Ijal? "


dia fikir apa mungkin itu pacar anak om Haris nya yang kuliah di Bandung


"Kamu lah"


seloroh mama nya kemudian


"Mau mama kenalkan sama kamu"


jerry fikir mamanya ini makin hari makin suka bercanda


"Jerry seriusan mama"


"Lah iya serius"


Seketika senyum di bibirnya mengambang

__ADS_1


"Kalau nggak yah sudah sama Ijal juga nggak apa-apa"


sahut om Haris nya sambil tertawa lepas


Jerry masih tampak bingung, mengabaikan pertemuan yang akan dilakukan nya disini dengan teman-teman nya,malah duduk di samping mamanya dengan perasaan bingung.


dia fikir mama nya bisa kenal cewek itu di mana?


terdengar cewek itu masih menyenandungkan lagu nya, suara indah itu terus keluar hingga akhir menemani dirinya dalam sejuta pertanyaan


Saat kau ingat aku ku ingat kau


Saat kau rindu aku juga rasa


Ku tahu kau slalu ingin denganku


Kau tahu ku juga ingin denganmu


Ku tahu kau slalu ingin denganku


Ku lakukan yang terbaik


Yang bisa ku lakukan


Tuhan yang tahu ku cinta kau


Kemudian setelah selesai bernyanyi cewek itu turun langsung menghampiri mereka


Jerry menatap gadis itu beberapa waktu


dan fix, gadis itu memang cantiknya kebangetan fikir jerry. Bukankah tuhan itu terlalu adil? Dia sedang memikirkan cara mencari informasi soal gadis itu dengan adik teman nya, lah malah di suguhkan rejeki tanpa di undang, mamanya suka lagi sama ini anak. yang jadi pertanyaan besar bagaimana cara nya mamanya bisa kenal ini gadis fikirnya


"Temannya mana? "


mamanya bertanya cepat


anak cowok dibelakang nya tampak tersenyum, menyalami mereka secara bergantian


"ay tante antar ya, kamu mau ikut juga?"


mamanya bertanya cepat


yang ditanya menggeleng


"Edo bawa motor Tante"


mamanya membulat kan bibirnya


"Oh yah sudah, kamu nggak keberatan kan?"


anak cowok itu kembali menggeleng sambil tersenyum


"Titip ay yah Tante"


Masih dengan perasaan bingung akhirnya Jerry buka suara


"Mama pulang sama siapa?"


"aku aja yang antar"


selanya cepat


Om harisnya diam sejenak


"Boleh, biar Om bisa langsung ke rumah sakit kalau begitu"


Jerry kembali melirik ke arah cewek itu sambil tersenyum


 


*****


Ayudia


"Dia anak yang baik,tapi sedikit bandel"


Bisik mama Ainun cepat ke arah nya setelah mereka berada di mobil. mama lebih memilih duduk dibelakang biar bisa ngobrol sama ini anak hingga sampai rumah


*Ya sih kalau anak cowok nggak bandel bingung juga*


Ujar ayudia dalam hati


dia merasa agak singkuh,sebab laki-laki itu sejak tadi terus memperhatikan dirinya, sesekali ayudia mengelus tengkuknya Karena singkuh dan malu.


"Oh jadi sekolah SMK... ya?"


mama ainun bicara cepat


"Jadi tinggal di kontrakan abas?oh iya dia pernah bilang kalau orang sumatera ya "


mama Ainun tampak mencoba mengingat-ingat


"Mama kenal sama om kamu sebab sering mondar-mandir dulu sama adik nya mama, 1 kuliahan mereka , akhirnya kenal dan dekat sama suami mama gara-gara suka main catur bareng apalagi pas lagi kumpul bareng"


kata mama ainun cepat sambil mengenang masa mudanya dulu


"Wah kebetulan yah mama"


"Sering kok main pas libur kerumah om kamu, suka main catur itu"


"Hah benaran ma? yang mana ya? ay sering itu main juga catur bareng mamang dan teman-temannya"


Ayudia bicara dengan nada senang kemudian meraih Aqua gelas yang ada di samping pintu mobil, mencoba meminumnya karena rasa haus yang tiba-tiba mendera


"lah jangan-jangan ini ya jer yang papa mu bilang keponakannya yang perempuan jago main catur"


Mama ainun melonjak senang

__ADS_1


"Ya allah rupanya jodoh itu nggak kemana-mana ya"


" kalau mau di jadikan mantu, lamarannya gampang ini mau kemana"


canda mama ainun kemudian


whattt????


uhuk uhuk


Ayudia yang tengah minum tiba-tiba terbatuk-batuk


Jerry malah terkekeh, kemudian menjawab


"Anak nya mau nggak di jadikan mantu ma?"


goda nya sambil melirik ke arah ayudia


Dan Bisa dilihat bagaimana merahnya pipi Ayudia Karena merasa malu


*******


Jerry


Oh such


dia tidak tahu harus bilang apa, beberapa kali melirik ke arah cewek itu karena lebih tepatnya dia memang terpesona.


Tidak ada yang kurang, tampak terlalu sempurna,bahkan sejak tadi dia mengulum senyum karena mama nya terus merespon baik gadis itu, bicara banyak hal bahkan terakhir bilang


" kalau mau di jadikan mantu, lamarannya gampang ini mau kemana"


gadis itu yang tengah meneguk Aqua gelas di tangannya seketika terbatuk-batuk karena kaget, dia malah dengan cara usilnya malah menambahkan


"Anak nya mau nggak di jadikan mantu ma?"


dia melirik ekspresi gadis itu melalui kaca depan, wajah gadis itu tampak memerah karena malu, terlihat begitu manis dan membuat nya tergila-gila


ini nama nya apa coba?


dari mata turun ke hati kan?


dia benar-benar terpesona


Satu jalan terbuka dengan sempurna


*****


...Bunga Citra Lestari...


...Karena ku cinta kau...


... ...


...Jika ada yang bilang ku lupa kau...


...Jangan kau dengar...


...Jika ada yang bilang ku tak setia...


...Jangan kau dengar...


...Banyak cinta yang datang mendekat...


...Ku menolak...


...Semua itu karena ku cinta kau...


...Jika ada yang bilang ku tak baik...


...Jangan kau dengar...


...Jika ada yang bilang ku berubah...


...Jangan kau dengar...


...Banyak cinta yang datang mendekat...


...Ku menolak...


...Semua itu karena ku cinta kau...


... ...


...Saat kau ingat aku ku ingat kau...


...Saat kau rindu aku juga rasa...


...Ku tahu kau slalu ingin denganku...


...Ku lakukan yang terbaik...


...Yang bisa ku lakukan...


...Tuhan yang tahu ku cinta kau...


... ...


...Jika kau tak percaya padaku...


...Sakitnya aku...


...Jika lebih dengar mereka...


...Sedih hatiku...


...Banyak cinta yang datang mendekat...

__ADS_1


...Ku menolak...


...Semua itu karena ku cinta kau.. kau.....


__ADS_2